
"Benarkah ?!" kata Kron
"Ya, Yang Mulia.. sekarang saya sedang bersama dengan para petinggi.." kata Gordon
"Baiklah ! Kerja yang sangat bagus Gordon !" kata Kron dengan bersemangat
"Terima kasih, Yang Mulia.." kata Gordon
"Kau tetaplah di sana sampai ada perintah baru dariku ! Jalinlah komunikasi dan hubungan dengan mereka !" kata Kron
"Baik, Yang Mulia !" jawab Gordon
Sambungan pun terputus.
"Terima kasih, Bella. Maaf sering merepotkanmu." kata Kron
"Tidak.. kalau ada apa apa silahkan hubungi saya lagi, Yang Mulia. Dan Justin pasti akan sangat senang mendengar kabar ini, Yang Mulia." kata Bella
"Ya !" kata Kron
Kron yang telah bersemangat pada hari itu semakin bersemangat lagi karena kabar yang disampaikan oleh Gordon. Kron pun langsung meminta Lisa agar Justin dibawa ke hadapannya. Lisa pun langsung bergegas menuju ke ruang kelas A.
Bella yang sudah menunggu kedatangan dari perwakilan Kron pun tersenyum senyum sendiri. Teman teman kelasnya yang melihat Bella kembali ke kelas kebingungan dengan senyum Bella tersebut.
15 menit kemudian, datang seorang perwakilan dari Kron yaitu Lisa. Lisa pun mengutarakan tujuannya yaitu untuk membawa Justin ke hadapan Kron. Setlah itu, Lisa dan Justin meninggalkan ruangan dan segera menuju ke ruang kerja Kron.
RUANG KERJA KRON
"Ah ! Sudah datang kah !" kata Kron yang sedang mengerjakan laporan
"Maaf lama, Yang Mulia.. saya sudah membawa Justin sesuai perintah anda.." kata Lisa
"Ja-jadi.. ada apa, Yang Mulia ?" tanya Justin
"Aku langsung ke topiknya saja.. Gordon.. telah menemukan orang orang dari Bullaford yang menghilang." kata Kron
Suasana hening sejenak.
"Be-benarkah itu, Yang Mulia ??!!" kata Justin dengan sangat terkejut
"Ya, tidak salah lagi." kata Kron
"Syu-syukurlah.." kata Justin yang terduduk lemas.
"Ketika kau sudah siap untuk menemui mereka maka kabari aku." kata Kron
"Baik.. terima kasih banyak.. Yang- tidak.. terima kasih banyak, Kron !" kata Justin
Beberapa saat kemudian Justin meninggalkan ruangan kerja Kron dan menuju kembali ke kelasnya dengan perasaan yang sangat lega dan bahagia. Kron pun menghubungi William untuk mempersiapkan Kendaraan Mantra dalam waktu dekat.
Sembari menunggu kepastian dari Justin, Kron menemui Syno dan para tawanan lainnya. Ketika Kron ingin berangkat menuju ke penjara kerajaan, Kron mendapat informasi dari Edward bahwa ada penyusup dari luar kerajaan yang mencoba merusak kerajaan dari dalam.
Mendengar kabar tersebut, Kron pun memutuskan untuk menyamar dan mencari pelaku. Sembari mencari pelaku Kron pun menuju ke penjara kerajaan.
PENJARA KERAJAAN
"Tunggu sebentar, ada keperluan apa anda kemari ?" tanya seorang penjaga
"Hm..? Hanya ingin berkunjung saja.." kata Kron yang mengenakan jubah menutupi wajahnya
"Mencurigakan.. tolong tunjukkan bukti identitas anda.." kata penjaga lainnya
"Hm.. maaf, bukti identitasku ketinggalan di kediamanku." jawab Kron
"Tak boleh. Anda tidak diizinkan untuk memasuki penjara ini." kata penjaga lainnya
"Mengapa tak boleh..?" tanya Kron
"Kamu ini.. pergilah dari sini !" bentak penjaga lainnya
"Tapi.. aku ada keperluan yang sangat penting di penjara ini.." kata Kron
__ADS_1
"Kau tidak dengar perkataanku kah ?!" kata penjaga lainnya
"Ta-tapi.." kata Kron
"Pergilah !" kata penjaga lainnya sembari menendang Kron
"He-hei.. kau terlalu keras itu !" kata penjaga
"Apa maksudmu ?! Orang ini sangat menjengkelkan ! Sudah tidak diizinkan masih saja ingin masuk !" bentak penjaga lainnya
"Ha ? Sejak kapan, Yang Mulia mengajarkanmu membentak warga seperti itu ?!" kata penjaga
"Ha ?? Bocah ingusan itu kah ?! Dia hanya beruntung saja bisa menjadi seorang raja ! Lawan aku juga paling keok !" kata penjaga lainnya
"Hah.. sejak kapan para prajurit Kerajaan Orion sekejam ini.." kata Kron
"Ha ?! Dari dulu memang sudah sekejam ini ! Kau saja pendatang yang tak tahu apa apa !" kata penjaga lainnya
"Oi ! Tutup mulutmu brengsek ! Kau itu sebenarnya siapa hingga bisa berkata demikian ?! Dari tadi pagi aku merasa asing dengan wajahmu itu !" kata penjaga dengan mencoba melindungi Kron
"Kau menghalangi saja !" kata penjaga lainnya memukul penjaga yang melindungi Kron
"A-?! Apa apaan maksudmu hoi !" teriak penjaga yang dipukul
"Oh.. jadi ini salah satu orangnya.." kata Kron
Para penjaga tersebut terkejut dengan perkataan Kron. Kron pun membuka tutup kepalanya dan membuat para penjaga terkejut bukan main.
"Jadi.. bisa aku minta penjelasanmu.. wahai penyusup sialan.." kata Kron dengan aura mengintimidasi
"A-Sialann !!" teriak penyusup mencoba menyerang Kron
"Apa.. yang mau kau lakukan..?" kata Kron mengintimidasi dengan auranya yang membunuh
Penyusup yang mau menyerang tersebut langsung terjatuh dalam ketakutan. Ia gemetaran bukan main hingga hampir pingsan.
"Kau.. tolong bawa orang ini ke dalam." kata Kron menyuruh penjaga yang mencoba melindunginya tadi
"Ba-Baik.. Yang Mulia !" kata penjaga tersebut
RUANG INTEROGASI
"Oh, kakek tua kah ?" kata Kron
"Yah.. sudah kuduga kau tak apa, HAHAHAHA !!" tawa dari Arthur
"Jadi kau hanya ingin membuat orang ini takut saja ya.." kata Kron
"HAHAHAHA !!" tawa dari Arthur
Penyusup tersebut gemetaran dan ketakutan karena melihat sesosok Arthur yang masuk ke dalam ruang interogasi tersebut.
"Hoi hoi.. kau menakutinya.. Kakek.. Tua.." kata Kron dengan nada menakut nakuti si penyusup
"A-a-a-a-a.. ampuni aku !!" teriak penyusup tersebut
Interogasi pun dimulai. Kron ditemani Arthur dan Edward menginterogasi si penyusup dan mengulik info hingga si penyusup tidak bisa berkata apa apa lagi.
"Baiklah.. terima kasih atas informasinya.. dan ku peringati kau sekali lagi.." kata Kron
Si penyusup menelan ludah.
"Kalau kau berani berniat busuk terhadap kerajaan ku sekali lagi.. ku pastikan hembusan nafasmu berakhir saat itu juga." kata Kron
"A-" kata penyusup tersebut yang lalu pingsan
"Hm.. jadi ini ulah dari Kerajaan Sweba lagi ya.." kata Kron
"Jadi, apa yang harus kita lakukan, Kron ?" tanya Arthur
"Hm.. sementara ini kita tangkap saja dulu para penyusup yang masih berkeliaran. Kita jadikan mereka tahanan seperti tawanan perang kemarin." kata Kron
"Baiklah !" jawab Arthur dan Edward
Setelah interogasi tersebut, Kron ditemani Edward dan Arthur menuju ke ruangan dimana para tawanan perang berkumpul. Pintu menuju ruangan tawanan dibuka.
"Heh.. sungguh suasana yang menggembirakan ya.." kata Kron ke Arthur dan Edward
__ADS_1
"HAHAHA !! Sepertinya mereka betah ya !" tawa dari Arthur
"Hah.. tak kusangka ketika anda menyuruh kami memberikan pelayanan mereka dengan pantas ternyata disuruh seperti ini.." kata Edward
"Hahaha.. tak apa.. lagi pula ada maksud dibalik perintahku." kata Kron
Ketika Kron, Arthur, dan Edward sedang berbincang bincang, tiba tiba salah seorang dari tawanan tersebut menyadari kedatangan mereka bertiga. Seketika ia berteriak.
"Ya-Yang Mulia, Kron !!" teriak tawanan tersebut
Para tawanan lain yang mendengar teriakan tersebut langsung berlari menghampiri Kron dan yang menemaninya. Mereka langsung berlutut dihadapan Kron.
"Se-Selamat datang, Yang Mulia !" kata para tawanan dengan kompak
"E-Eh? Te-terima kasih.." jawab Kron yang kaget
"Oi Kakek Tua, Edward.. sejak kapan mereka begini.." bisik Kron
"Hm? Ohh kau belum tahu ya ! Sejak mereka melihat kebusukan dari Kerajaan Sweba mereka kebingungan soal pihak mana yang harus mereka pilih. Lalu ketika kau menyalamatkan mereka, mereka langsung tahu pihak mana yang harus dipilih." kata Arthur
"Ya.. kurang lebih seperti yang dikatakan Tuan Arthur, Yang Mulia. Tapi ada sedikit tambahan, yaitu semenjak mereka memasuki penjara ini, mereka memiliki satu keinginan yang ingin mereka sampaikan, Yang Mulia." kata Edward
"Hm? Keinginan apa itu ?" tanya Kron
"Ah.. sepertinya lebih baik mereka sendiri yang menyampaikannya.." kata Edward sembari memberi kode kepada para tawanan
"Hm.. baiklah.. jadi, kalian ingin menyampaikan sesuatu ?" tanya Kron
"Be-begini, Yang Mulia.." kata salah seorang tawanan
"Ma-maafkan kelancangan kami.. tapi.." kata tawanan lainnya
"Izinkan kami melayani anda, Yang Mulia !!" teriak para tawanan
Teriakan tersebut saling sahut menyahut. Semua tawanan yang berteriak meneriaki satu hal yang kurang lebih sama, yaitu keinginan mereka untuk melayani Kron.
"Yang Mulia ! Izinkan saya melayani anda !"
"Izinkan saya melayani Anda, Yang Mulia !"
Teriakan tersebut terus menerus diteriakan hingga membuat Kron terpukau dan tersenyum. Setelah kurang lebih 30 detik, Kron mengangkat satu tangannya sebagai kode agar para tawanan tenang.
"Tolong tenang !!" teriak Edward
Suasana yang tadinya gaduh karena teriakan para tawanan langsung berubah menjadi tenang.
"Kalian.. ingin melayaniku ?" kata Kron
"hahaha.. Hahahahaha.. HAHAHAHAHA !!" tawa dari Kron
"Kalian.."
Para tawanan menelan ludah karena takut mendengar jawaban dari Kron.
"Aku terima." kata Kron
Para tawanan tersebut langsung mengangkat kepalanya setelah mendengar perkataan Kron.
"Hm.? Kalian tadi ketakutan kah..? Hahaha.. maaf maaf.. aku kaget soalnya mendengar keinginan kalian." kata Kron
"Baiklah, mulai besok.. Kakek Tua, Edward, dan para petinggi lainnya yang bertugas di bidang militer, kalian aku tugaskan untuk membimbing, melatih, dan memperlakukan mereka selayaknya prajurit kerajaan lainnya !" kata Kron
"Ya !" jawab Arthur dan Edward
"Hm.. Edward, mereka.. jumlahnya ada berapa ?" tanya Kron dengan berbisik
"Sekitar 9000 orang, Yang Mulia." jawab Edward
"He-Heh?? Sebanyak itu ?!" kata Kron dengan terkejut
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------