Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 35 - Hari Pelantikan Part 6


__ADS_3

"Cih.. sekarang posisiku yang tersudutkan kah..?" kata Arthur


"HAHAHAHA !!! Dimana kesombonganmu tadi kakek tua ?!" tawa keras Schwerden


"Sudahlah ! Tak perlu banyak bicara, langsung kita bunuh saja dia !" kata Treze


"Baik Yang Mulia !" jawab Schwerden dan Basiat


"Mantra : Pedang Suci !" kata Schwerden


"Mantra : Bola Api !" kata Basiat


"Mantra : Tangan Magma !" kata Treze


"Cih ! Dasar merepotkan ! Mantra : Perlindungan Dewa !" kata Arthur


*Boooommmmm !!!* suara tabrakan Mantra


Kekuatan Mantra mereka pun bertabrakan, Shockwave yang sangat kuat membuat bangunan sekitar mereka, dinding timur, dan tempat untuk berpijak mereka hancur seketika. Suara dentuman keras tersebut terdengar hingga ke istana kerajaan.


"Su-suara apa itu ?!" kata para pemberontak di halaman istana dengan terkejut


"Be-benar benar menakutkan !" sambung pemberontak lainnya


"(... Pak Tua)" kata Kron dalam hati


Adu kekuatan mantra mereka pun semakin kuat. Ketiga kekuatan yang disatukan oleh Treze dan komplotannya masih mulai menekan kekuatan mantra Arthur


"Huagghhhh !!!!" teriak Arthur dengan menahan semakin kuat


"Si-sialan !! Jangan mau kalah kalian !!" teriak Schwerden


"Mantra : Tangan Raksasa Tanah !" teriak Aldizech dengan lompat dari kuda


"(Su-suara itu.....)" kata Treze sambil menoleh ke belakang


".... Ayaahhh !!!!" teriak Treze yang terkejut dan marah melihat Aldizech berada di hadapannya


"(Maafkan aku.. anakku !) .... Huuuaaaggghhhhh !!!!!!!" teriak lantang Aldizech dengan mengarahkan tangan raksasa menghantam Treze dan komplotannya


"Si- uagh !" kata Treze terkena pukulan telak tangan raksasa


Pukulan tersebut dengan telak menghantam Treze, Basiat, dan Schwerden ke tanah hingga menghancurkan area disekitar tersebut dengan luas lebih dari 500 meter. Sebuah pukulan yang sangat kuat dan sangat telak hingga membuat Treze dan komplotannya sekarat seketika.


"Huh.. huh... ugh.." kata Arthur yang terjatuh akibat kelelahan


"A-Arthur !" teriak Treze merangkul Arthur yang sudah kelelahan


"HAHAHA ! Pada akhirnya kau datang menyelamatkanku ya !" kata Arthur dengan tawa


"Hahaha.. ya.. dengan ini, skor kita 1-1." jawab Aldizech yang kehabisan energi


"HAHAHA ! Ugh ! Ternyata.. kita sudah cukup tua ya.. pertarungan seperti ini saja, kita sudah kewalahan." kata Arthur


"Ya.. kita sudah tidak dapat bertarung seperti dulu lagi.." jawab Aldizech


Arthur dan Aldizech pun tertawa bersama


"Kalian pikir... kalian pikir ini semua sudah berakhir...?" terdengar suara misterius


"..?!" kata Arthur dan Aldizech


"Jangan kalian pikir.. bisa menang semudah itu !" teriak Treze mencoba berdiri

__ADS_1


"T-Treze..? Uagh !" Aldizech pun tiba tiba terjatuh


"A-Aldizech ! Apa yang terjadi ?!"


Tiba tiba Aldizech terjatuh seperti orang sekarat


"Si-sialan ?! apa yang terjadi padamu ?!" teriak Arthur


"Agh (muntah darah).. aku, aku tidak tahu" kata Aldizech


"Bagaimana.. bagaimana mungkin ini bisa terjadi ?! Kapan dia menyerangmu ?!" tanya Arthur dengan panik


"Ti-tidak tahu.. tapi sepertinya.. dia sudah mempelajari semacam Mantra Hitam." jawab Aldizech


"...?!!!! SIALAN KAU BOC- Uaghh (munta darah)" kata Arthur yang tiba tiba terjatuh juga


"Hah.. sungguh Mantra yang luar biasa, Yang Mulia.." kata Schwerden yang mulai berdiri


"Ugh ugh.. benar.. sungguh Mantra yang benar benar luar biasa !" kata Basiat yang mulai berdiri juga


Pasukan berkuda yang menyaksikan kejadian itu pun terkejut dan ketakutan. Mereka ketakutan karena orang orang yang seharusnya terkena pukulan telak yang mematikan malah terbangun sedangkan Arthur dan Aldizech malah terjatuh seperti orang sekarat.


"A-apa yang terjadi di sini ?!!"


"Tidak.. apa tadi Yang Mulia Aldizech berkata Mantra Hitam ?!"


"Si-sialan.. Mantra itu.. kita tidak akan mampu melawannya !"


ISTANA KERAJAAN


"Kalian semua ! Percayakan saja yang di sana pada mereka ! Pekerjaan kita di sini belum berakhir !" teriak tegas Kron


"Ba-Baik !" jawab para pemberontak


"Segera cari komplotan si pengkhianat ! Cari hingga ke penjuru sudut sudut kerajaan sekalipun !" sambungnya


"Baik !" jawab tegas para pemberontak


Treze dan komplotannya pun sudah mulai pulih seakan mereka tidak pernah mengalami pertempuran sebelumnya. Namun luka yang di derita oleh Arthur dan Aldizech semakin parah. Dan perlahan namun pasti, Treze mulai berjalan ke arah mereka dengan membawa sebilah pedang penuh dengan aura hitam.


"Si-sialan.. kita tidak bisa berdiri melawan..!" kata Arthur mencoba berdiri


"Agh.. kita.. kita harus bisa bangkit..!" kata Aldizech mencoba berdiri


"Huaghh !! Agh ! Agh !" teriak mereka berdua yang mencoba bangkit namun terjatuh kembali


"HAHAHAHAHA !!! Lihatlah orang orang tua bodoh ini !" tawa keras dari Treze


"HAHAHAHA !!! Apa mereka sudah tidak ingat umur ?!! HAHAHAHA !!" tawa keras dari Schwerden


"Hahahaha.. apakah memang sebodoh ini raja sebelumnya.." tawa Basiat


"Baiklah.... langsung kita mulai saja eksekusinya.." tawa Treze dengan tatapan membunuh


Arthur dan Aldizech yang tak bisa berkutik hanya terduduk terjatuh lemas tak bisa melawan. Mereka seperti tahu bahwa ajal sudah ada di depan mereka.


"Hoi hoi.... inikah orang orang yang memiliki julukan 3 Orang Terkuat..? Jangan membuatku bercanda.." kata Treze dengan tatapan membunuh


"HAHAHAHA !! Langsung eksekusi saja, Yang Mulia !" tawa Schwerden


Para pasukan berkuda tak bisa berkutik karena terkena Mantra pengunci pergerakan dari Basiat.


"RAJA !!"

__ADS_1


"MAAFKAN KAMI TAK BISA MENOLONGMU !!"


"RAJAAA !!"


"Kalian.. tetaplah hidup !" jawab Aldizech


"Baiklah.. sepertinya ini adalah akhirnya.." kata Treze


"Selamat tinggal Arthur.... selamat tinggal..... Ayah." sambungnya


Pedang pun mulai diayunkan. Arthur dan Aldizech pun sudah mulai menerima nasibnya. Para pasukan berkuda pun hanya dapat menangis bersalah. Dan Treze serta komplotannya hanya tertawa lepas.


Ketika pedang sudah tinggal 1 inci lagi dari leher Arthur dan Aldizech, datanglah ribuan tembakan anak panah dari langit.


"Ya-Yang Mulia ! Lihatlah ke arah langit !" teriak Schwerden


"Cih ! Mantra Hitam : Perlindungan Iblis !" teriak Treze mengalihkan pandangannya ke langit


Ribuan panah yang akan berjatuhan itu pun ditepis oleh perlindungan Mantra yang dibuat oleh Treze.


"Sialan ! Berani beraninya mereka mengganggu waktuku !" kata Treze dengan kesal


"Sialan ! Berani beraninya mereka mengganggu, Yan Mulia ?!" teriak Schwerden dengan marah


"Heh.. pantas saja kau bisa mengalahkan kedua orang tua itu.." kata suara misterius dari atas dinding


"Tunjukkan mukamu sialann !!" teriak Treze mengarahkan pedangnya ke atas dinding


"Anakmu.. sudah menjadi anak yang kurang ajar ya.. Aldizech." kata suara misterius


"Suara itu... Klire !" teriak Aldizech dan Arthur


"K-Klire ?! Panah Tak Terhingga, Klire ?!" kata Schwerden


"Yo ! Tapi kali ini.. aku tidak sendirian..." kata Klire


"A-apa maksudmu ?!" tanya Basiat dengan mengerutkan dahi


*drugudugudugudug* suara dari bawah tanah


"Huah ! Akhirnya kita sampai !" kata sosok yang muncul dari bawah tanah


"Si-siapa lagi itu ?!" kata Treze yang makin kesal


"HOHOHOHOHO !! Apa kalian sudah setua itu ?!" tanya sosok tersebut


"Suara itu.. Kuraraku !" kata Aldizech dan Arthur


"Ku-Kuraraku ?! Kuraraku si Penggali Tanah ?!" kata Schwerden yang makin terkejut


"Sialan... di saat saat begini kita malah terkepung.." kata Treze


"... kalian pikir aku akan berkata seperti itu ? Hahahaha.. Hahahahahaha... HAHAHAHAHAHAHA !!! Tidak semudah itu kalian makhluk rendahan !!" sambungnya


----------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Terima Kasih !

__ADS_1


----------=======-----------


__ADS_2