
"Hahaha.. HAHAHAHA.. HAHAHAHAHAHA !!!" tawa lantang dari Syno
"Orang macam dia menjadi Raja kalian ?!" sambungnya
Syno yang melihat sosok dari Kron tertawa terbahak bahak karena tidak menyangka orang seperti Kron yang menjadi Raja dari sebuah Kerajaan.
"Orang seperti dia menjadi Raja kalian ? HAHAHAHA !! Dan orang orang kuat macam kalian (menunjuk 3 Penasihat Kerajaan) tunduk kepadanya ?!" kata Syno dengan menghina
Kron pun turun dari langit menemui pasukan Kerajaan Orion. Kron disambut dengan gembira oleh para pasukan Orion.
"Yang Mulia !" semua pasukan berlutut dihadapan Kron
"Oi oi.. kita sedang dalam peperangan ini.. Berdirilah." kata Kron
Para pasukan Orion pun berdiri. Dalam situasi perang yang sedang sengit tersebut pihak dari Kerajaan Sweba seolah diacuhkan oleh pihak dari Kerajaan Orion. Pihak kerajaan Orion lebih sibuk mengurusi kedatangan dan menyambut Raja mereka.
"Si-sialan.. mereka mengacuhkanku !!" kata Syno yang emosi sambil mengepalkan tangan
"Sterben, serang mereka !" teriak perintah dari Syno
Sterben pun langsung melancarkan serangan petir yang sangat kuat. Langit hitam yang bergemuruh seperti sedang mengumpulkan petir. Dibalik langit hitam tersebut terdapat pancaran warna biru yang terang, yaitu petir yang terkumpul sedang ditahan untuk dilancarkan bersamaan.
"Y-Yang Mulia.. lihatlah ke langit !" teriak salah seorang prajurit
Semua orang melihat ke langit. Mereka terkejut karena sudah yang siap menyambar mereka dengan kekuatan yang sangat besar. Kron hanya terdiam dan mengangkat tangan kanannya.
"Hah.. apa apaan itu ? Menyerah kah ?" kata Syno
"Yang Mulia ! Kita harus bersembunyi juga !" kata Rias dengan panik
"Untuk apa ? Gunakan saja Mantra perlindungan mu !" kata Syno
"Kalau kita tidak mundur sekarang juga, pasukan kita bisa habis tersambar petir, Yang Mulia !" kata Yuno
"Cih! Tak usah pedulikan para prajurit lemah itu ! Gunakan saja Mantra perlindungan untuk kita !" bentak Syno
Yuno dan Rias dengan ragu mulai merapalkan Mantranya.
"HAHAHAHAHA !! Matilah kalian !" teriak Syno
"Mantra Hitam : Sambaran 200.000 Volt !" teriak Sterben
Petir pun menyambar dengan sangat kuat. Saking kuatnya hingga membuat tebing tebing di sekitar pertempuran runtuh.
"HAHAHAHA !! HAHAHAHA !!" tawa keras dari Syno
Petir yang menyambar pun telah selesai, menyisakan api sisa sambaran petir dimana mana. Syno dan para pengawalnya yang selamat mulai menampakkan dirinya. Mantra pelindung yang ada mulai terhapus.
"Pa-pasukan kita.." kata Yuno yang tertunduk lesu
"Mereka.. mati.. hampir seluruh pasukan kita.. mati.." kata Rias meneteskan air mata
"Kalian ngapain bersedih seperti itu ?! Biarkan mereka yang mati menjadi saksi kekuatan kerajaan kita !" kata Syno dengan tersenyum bangga
__ADS_1
"Y-Yang Mulia.. apa yang anda katakan.." kata Yuno yang terkejut
"Ha ?? Kau berani menentangku ?!" bentak Syno
"Ini.. ini tidak benar Yang Mulia.." kata Rias
"Manusia suci kah kau sehingga berani mengatakan mana yang benar mana yang salah ?" kata Syno
"Kalau kalian memang tidak setuju.. maka pergilah dari kerajaan ini !" bentak Syno
Yuno, Rias, dan Raptor yang terkejut mendengar perkataan Syno hanya bisa terdiam. Mereka membisu karena tidak berani membantah. Ketika mereka sedang bertengkar tiba tiba muncul portal dihadapan mereka.
"Syukurlah kita selamat.." kata Aldizech keluar dari portal
"Benar Tuan.. untung saja Yang Mulia sigap menghadapi serangan tersebut." kata King
"Hahaha ! Tentu saja ! Namanya juga cucuku !" tawa Arthur
Para pasukan Kerajaan Orion yang keluar dari portal tersebut membuat Syno dan para pengawalnya terkejut. Mereka tidak percaya dengan yang ada dihadapan mereka. Mereka telah mengorbankan hampir seluruh pasukan yang ada namun pasukan lawan seolah tidak terkena serangan sama sekali.
"Jadi.. saatnya mengeluarkan barisan kedua." kata Kron yang keluar terakhir
"Ba-barisan kedua ?" kata Syno dan para pengawalnya
Orang orang yang keluar dari portal adalah para prajurit Kerajaan Sweba. Syno dan para pengawalnya semakin terkejut lagi karena melihat pasukan yang mereka korbankan keluar dari portal yang dibuat oleh lawan mereka.
"Y-Yang Mulia ! Mereka selamat !" kata Yuno dengan bersyukur
"Ya ! Mereka selamat Yang Mulia !" kata Rias dengan tersenyum
"SIALAANN !!" teriak Syno
"Bagaimana mungkin mereka masih hidup ?! Seharusnya mereka mati bersamaan dengan kerajaan sialan itu !" teriak Syno
Orang orang yang ada di pertempuran tersebut pun terkejut dengan teriakan Syno. Para prajurit Kerajaan Sweba yang keluar dari portal menjadi ragu untuk kembali ke barisan Kerajaan Sweba.
"Mengapa.. mengapa kalian tidak mau kembali SIALAN !" teriak Syno ke pasukannya
Para prajurit Kerajaan Sweba hanya bisa terdiam. Mereka tidak mendengarkan perintah dari Syno dan hanya berdiam tepat di depan portal.
"Yang Mulia ! Tenangkan dirimu !" kata Yuno mencoba menenangkan
"HA ?!" kata Syno menatap dengan aura membunuh ke Yuno
"Y-Yang Mulia.." kata Yuno terjatuh takut
"Sterben.. habisi mereka semua !" teriak Syno
Sterben yang mendengar perintah tersebut langsung menyerang Kron dan pasukannya. Sterben langsung mentargetkan Kron karena Sterben tahu bahwa yang paling berbahaya adalah Kron.
Kron yang sadar bahwa dirinya diincar langsung terbang meninggalkan pasukannya. Kron langsung menggunakan Mantra Summon untuk mendatangkan Cerberus.
"Mantra : Summon ! Cerberus !" kata Kron
__ADS_1
"Cerberus? Iblis tingkat 6 mau dihadapkan dengan tingkat 7 ? Apa dia sudah putus asa ? HAHAHA !" teriak Syno
"Ghhooaamm !!" auman Cerberus yang keluar dengan badannya yang sangat besar.
Mendengar auman itu membuat semua orang yang ada di pertempuran menjadi gemetar. Entah pihak kawan maupun lawan gemetar melihat sosok Cerberus yang sangat besar.
"I-itu.. Ce-Cerberus..?" kata Rias
"Itu.. jauh lebih besar daripada milik kerajaan kita.. bahkan yang terbesar yang dimiliki kerajaan kita sekalipun.." kata Yuno
Syno hanya bisa gemetar ketakutan. Syno hanya bisa menatap ke langit dengan ketakutan.
"Sterben kah.." kata Cerberus
"Ce-Cerberus.. sejak kapan kau sebesar ini..?!" kata Sterben yang gemetar
"Hahahaha.. entahlah.. mungkin semenjak aku bersama sahabatku." kata Cerberus
"Si-sialan.. jangan belagu hanya karena badan besarmu saja ! Mantra : Sambaran 300.000 volt !" teriak Sterben
"Petir lemah seperti ini tak akan mempan ! Mantra : Auman Cerberus !" teriak Cerberus
Sambaran petir tersebut langsung disapu bersih oleh Auman Cerberus. Langit yang hitam pun ikut tersapu oleh Auman Cerberus.
"Hei Cerberus.. apakah dia bisa dijinakkan ?" tanya Kron
"Hm.. tergantung dianya Bro.. mungkin bisa dicoba." jawab Cerberus
"Hm.. oke. Hoi Sterben !" teriak Kron
"A-apa ?!" jawab Sterben yang panik dan emosi
"Ikut aku sebentar.." kata Kron yang memindahkan Sterben dan Cerberus ke tempat yang sangat jauh
Kron, Sterben, dan Cerberus yang menghilang membuat orang orang yang ada di pertempuran terkejut. Namun orang orang dari Kerajaan Orion percaya bahwa Kron akan menyelesaikan urusannya dan mereka tinggal menyelesaikan urusan yang bisa mereka selesaikan.
"Hoi Syno !" teriak Arthur
"Ayo kita selesaikan urusan kita.." kata Arthur dan Aldizech
Pasukan Kerajaan Orion yang berbaris telah bersiap untuk menyerang Syno dan kawanannya.
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------