
"Ke-Kepsek ?!" tanya Kron
"Ohh ! Kau pasti terkejut karena ini pertama kalinya kamu melihatku dengan wujud ini kan ?!" tanya Kepsek
"Y-ya.. begitulah.." jawab Kron
"Hehehe.. perkenalkan namaku Silvanna !" kata Kepsek
"Si-Silvanna ? Silvanna, 1000 Mantra ?!" tanya Kron
"Heh.. masih ada yang tahu julukan itu to.." kata Silvanna
"HAHAHA ! Kau terkejut bukan, Kron ?!" kata Arthur
"Jadi kau yang memberitahunya ya.." kata Silvanna ke Arthur
"HAHAHA ! Ya begitulah !" jawab Arthur
"(tunggu.. jikalau mereka ini adalah Pendekar Pedang dan Si 1000 Mantra.. jangan jangan..)" gumam Kron
"Hahaha.. sepertinya kau menyadari sesuatu ya, Kron." kata Aldizech
"Mu-mungkin..?" jawab Kron dengan senyum palsu
"Sepertinya kau memang belum tahu ya.." sambung Aldizech
"Kau belum menceritakan yang ini ? Padahal seluruh dunia sudah tahu fakta yang ini.." tanya Silvanna ke Arthur
"Oh ! Sepertinya belum ! Maaf aku lupa, Hahaha !" jawab Arthur
"Hahaha.. baiklah, izinkan aku memperkenalkan diri. Seperti dugaanmu aku adalah salah satu dari 3 orang tersebut, Greatwall si Benteng Abadi." kata Aldizech
"Oh begitu.." jawab Kron
Mereka pun mulai membahas tentang kondisi kerajaan lagi. Mulai dari perencanaan pemberontakan, perlawanan terhadap pihak kerajaan, pengangkatan raja baru, hingga nasib para rakyat. Nasib dari para rakyat yang sudah terlalu sering ditipu kerajaan, ditindas oleh kerajaan dan banyak yang kehilangan hak haknya menjadi Inti dari pembicaraan tersebut. Ketiga orang tersebut berpikir dengan keras bagaimana cara menyelamatkan kerajaan dan rakyat Kerajaan Duca. Namun, Kron memiliki pemikiran lain.
"Kron.. sepertinya kamu memiliki pendapat yang berbeda dari kami." kata Arthur
"Y-ya ?" jawab Kron
"Utarakan saja jikalau kau memiliki pendapat." kata Aldizech
"Hm.. tapi ini hanyalah pendapat sementara." kata Kron
"Katakan saja." kata Arthur
"Baiklah.. aku harap kalian tidak tersinggung, karena pendapatku mungkin terdengar hina." kata Kron
Seketika orang orang yang hadir di rapat tersebut terdiam dan memfokuskan perhatiannya ke Kron
"(menarik dan menghela nafas..) Begini.. daripada kita mempertahankan kondisi kerajaan yang sudah hampir hancur ini, mengapa tidak kita hancurkan saja ?" kata Kron
"Ha-hancurkan ?!" sontak orang orang yang hadir
"Apa maksudmu !!" kata Sakura penuh amarah dengan menaruh pisau di leher Kron
__ADS_1
"Sakura, tenanglah." kata Aldizech mencoba menenangkan
"Tapi Raja, orang ini tidak tahu diri !" kata Sakura yang emosinya semakin melunjak
"Mengapa anda ingin menjadikan orang yang ingin menghancurkan kerajaan sebagai Raja ?! Orang seperti ini tidak pantas untuk hidup !" kata Sakura
"Saya sudah tidak tahan dengan sifatnya dihadapan anda !" sambungnya
"Sakura, tenangkanlah dirimu !" kata Aldizech dengan teriak
"Mo-mohon maaf Raja, hamba telah lantang padamu." dengan berlutut Sakura menurunkan pisaunya
Suasanamu pun mulai tenang
"Kron, apa kau mengerti yang kau katakan ?" tanya Silvanna
"Ya." kata Kron
"Cih!" kata Sakura dengan emosi dan suara lirih
"Lalu.. apa alasan kau berkata demikian ?" tanya Aldizech
"Begini, kondisi kerajaan yang saat ini sudah sangatlah rapuh dan kritis. Jikalau kondisi kerajaan saat ini sampai bocor keluar kerajaan maka pihak dari luar pasti akan menyerang kerajaan." kata Aldizech
"Mengapa kau sangat yakin pihak luar akan menyerang ?" tanya Aldizech
"Kerajaan Duca memiliki sumber daya yang luar biasa baik dari tanahnya, laut, ataupun gunung. Jumlah kekuatan militer kita pun tidak sekuat pihak luar. Satu satunya alasan mereka belum menyerang, adalah karena masih adanya kalian, 3 Orang Terkuat di Duca." jawab Kron
"Jadi, apa hubungannya dengan kudeta ini ?" tanya Aldizech
"Bukankah hanya sedikit yang tahu bahwa kami adalah 3 orang tersebut ?" tanya Silvanna
"Bukankah tak ada yang tahu kabar kalian masih hidup atau tidak ?" jawab Kron dengan pertanyaan
"Y-ya.. begitulah." jawab Silvanna
"Satu satunya yang masih diketahui statusnya hanyalah si Pak Tua karena ia saja yang koar koar.." kata Kron
"Jadi, mengapa katakan lah alasan utamamu ingin menghancurkan kerajaan ?" tanya Aldizech
"Karena kerajaan ini sudah tidak pantas untuk berdiri." ucap tegas Kron
"Si-sialan !" teriak Sakura yang ingin menodong Kron lagi
"HAHAHAHA !! Sudah kuduga kau akan membawa perubahan besar Kron !" tawa keras dari Arthur
Sakura kebingungan dengan tawa Arthur serta sikap Silvanna dan Aldizech
"Hahahaha.. kita pernah membahas hal tersebut namun tak kusangka ada juga yang memikirkannya.." kata Aldizech
"Ya.. dia memang anak yang unik. Terlebih lagi alasan alasannya lebih kuat dibandingkan alasan kita." sambung Silvanna
"Ya.. alasannya dia sudah menghilangkan keraguan pada diri kita sebelumnya. Jadi, perlukah kita ragu lagi ?" tanya Aldizech
"HAHAHAHA ! Ayo kita lakukan !" kata Arthur
__ADS_1
"Ka-kalian... mengapa kalian mengatakan hal seperti itu..." kata Sakura dengan tidak percaya
"Sakura dengarkan kami." kata Aldizech
"Tidak ! Apa yang terjadi denganmu Raja ?!" kata Sakura tak percaya
"Apa.. apa kau juga menghipnotis Raja, bajin**n ?!" teriak Sakura ke Kron dengan tangan yang seolah akan menusuk Kron
"SAKURA !" bentak Aldizech dengan tegas
"Ra-raja..?" kata Sakura dengan takut
"Aku tidak dihipnotis oleh Kron. Ada banyak hal yang tidak kamu ketahui mengenai busuknya kerajaan saat ini." kata Aldizech
"Me-mengapa.. mengapa anda mantan pemimpin kerajaan ini malah ingin menghancurkan kerajaan ?!" kata Sakura dengan air mata yang mengalir kepada Aldizech
"Sakura.. Kerajaan Duca saat ini sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Dan demi kebaikan rakyat pula, kita harus melakukannya." kata Aldizech
"Apa ini.. tidak mungkin kan..? Raja seharusnya tak berkata seperti itu !" teriak Sakura dan meninggalkan tempat rapat
Terdengar suara bantingan pintu Sakura meninggalkan gubuk tersebut. Sakura pun mulai menunggangi kudanya dan pergi secepatnya dari gubuk tersebut.
"Sakura.." kata Aldizech dengan nada sedih
"Kron, kau sudah tahu kan ?!" tanya Arthur dengan tegas dan senyum
"Ya begitulah.." jawab Kron dengan senyum
"Untuk urusan disini biar kami yang urus sisanya. Oleh karena itu, aku mohon..." kata Aldizech dengan nada sedih
"Tidak Raja.. engkau tak perlu memohon padaku. Serahkan saja urusan Sakura padaku dan akan kupastikan Sakura kembali dengan senyuman !" jawab Kron dengan tegas dan senyum
"Kron.. terima kasih !" kata Aldizech
Kron pun mulai meninggalkan gubuk tersebut dan mengejar Sakura
"Apakah kita bisa menyerahkan Sakura padanya..?" tanya Silvanna
"HAHAHA !! Tentu saja ! Dia itu cucu ku loh !" tawa Arthur
"(menghela nafas) ya.. mari kita lanjutkan rapatnya.." kata Aldizech
"Jadi ? Apa yang akan kita lakukan pada kerajaan ?" tanya Silvanna
"Kalian sudah tahu jawabannya kan ?" tanya Aldizech
-----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Terima Kasih !
__ADS_1
-----------=======-----------