Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 51 - Peresmian Aliansi


__ADS_3

"Yang Mulia.. sudah saatnya." kata Lisa


"Hm? Baiklah.. tungguh sebentar." kata Kron yang sedang makan


 


Setelah itu mereka kembali ke istana kerajaan Bullaford dan bersiap siap untuk menghadiri peresmian aliansi antar kerajaan. Kron menggunakan pakaian layaknya seorang Raja yang sangat gagah, berwarna merah dengan garis garis emas.


 


RUANG RAPAT ISTANA


 


"Selamat siang.." kata Kron dikawal pengawalnya yang memasuki ruangan


"Selamat siang.." jawab Raja Bullaford


Mereka pun bersalaman


"Anda pasti Kron kan ?" kata Raja Bullaford dengan bersemangat


"Y-ya... dan anda adalah Raja Bullaford kan ?" tanya Kron


"Ya, saya adalah Raja Bullaford. Saya harus memanggil anda Kron atau Raja Orion ?" tanya balik Raja Bullaford


"Ah.. panggil saja saya Kron, Yang Mulia.." jawab Kron dengan senyum


"Baiklah.. kalau begitu kamu panggil saya Paman Erdia." kata Raja Bullaford


"E-eh? Tak apakah, Yang Mulia ?" kata Kron dengan ragu


"Ya.. anak saya sering sekali bercerita tentangmu. Dia selalu bersemangat kalau bercerita tentangmu." sambung Erdia


"Aha.. terima kasih atas pujiannya.." jawab Kron merasa malu


"Oh ya, silahkan duduk.." kata Erdia


 


Kron, Erdia dan orang orang yang hadir pun duduk di kursi rapat. Para pengawal Kron tadinya enggan untuk duduk, namun Erdia memaksa mereka untuk duduk dan akhirnya mereka pun mengalah.


 


"Baiklah.. mari kita mulai rapatnya.." kata Erdia


"Mungkin nak Kron sudah tahu bahwa kerajaan ini ingin menjalin aliansi dengan Kerajaan Orion. Namun, perlu diketahui bahwa keuntungan dan kerugian juga menjadi pertimbangan dalam adanya sebuah aliansi." sambung Erdia


"Ah.. saya sependapat dengan anda.. Paman.." kata Kron


"Hahahaha.. kalau masih berat memanggilnya tak usah dipaksakan.." tawa dari Erdia


"Ba-baiklah.. ahaha.." kata Kron dengan tawa kecil


"Jadi.. keuntungan apa saja yang bisa kami dapatkan dari menjalin aliansi dengan kerajaanmu ? Apalagi kerajaanmu adalah kerajaan yang baru berdiri, hutang hutang dari kerajaan lama kalian pun masih banyak bukan ?" tanya Erdia


"Benar sekali, Yang Mulia. Kerajaan kami masih memiliki banyak kekurangan di segala sisi." kata Kron yang mengejutkan orang orang yang hadir di rapat


"Mungkin terdengar frontal ucapan saya, Yang Mulia. Namun, dalam hal ini saya harus jujur. Saya tak ingin jikalau kita menjalin aliansi akan ada hal hal yang disembunyikan antara kerajaan kita." kata Kron


"Hm.. lalu bagaimana tindakanmu jikalau kita tidak jadi beraliansi ? Bukankah dengan begitu kerajaan kami jadi mengetahui banyak kelemahan kerajaan kalian dan bisa menyerang kapan saja ?" kata Erdia


"Mengenai itu saya tidak mengantisipasinya...." kata Kron


 


Mendengar perkataan Kron, orang orang dari Kerajaan Bullaford pun mulai mengerutkan dahinya dan bertanya tanya mengapa orang seperti Kron bisa menjadi Raja. Dan perkataan yang dikatakan oleh Kron tidak seperti orang yang dapat beraliansi dan rapat pada umumnya.


 


".... karena setelah mendengar apa yang akan saya katakan, saya yakin kerajaan anda tidak akan bisa menolak aliansi dengan kerajaan kami." kata Kron dengan percaya diri


Marquis dan Lisa tersenyum kecil seolah sudah tahu bahwa aliansi sudah pasti akan terjadi.


"Jangan bercanda kau ! Jangan mentang mentang kau seorang Raja jadi bisa seenaknya !" bentak seorang bangsawan dari Bullaford


"Hm?" Kron kebingungan


"Oh ya.. saya belum mengenalkan mereka ya.." kata Erdia


"Orang yang angkat suara barusan adalah yang bertugas untuk mengurusi keuangan kerajaan, Kuza. Lalu disampingnya yang berbadan besar adalah jendral perang kami, Judo. Sebelahnya lagi yang cantik itu adalah ahli strategi kerajaan kami Ista, dan yang terakhir adalah ahli teknologi kerajaan kami Futara."


"Yang Mulia, sudah saya katakan pada anda bukan. Untuk apa kita menjalin kerja sama dengan kerajaan kecil seperti mereka !" kata Kuza yang memberontak


"Maafkan hamba Yang Mulia.. namun benar apa yang dikatakan oleh Kuza.." kata Judo


"Martabat, kekuatan perang, dan hal hal lainnya yang seharusnya kuat disuatu kerajaan mereka sangatlah lemah. Mengurus tingkat 7 saja sampai menghancurkan kerajaan mereka." kata Ista


"Dan dari segi teknologi pun mereka jauh dibawah kita. Tidak, malah dibawah kerajaan kerajaan lain sekalipun." kata Futara

__ADS_1


 


Hinaan yang dilontarkan oleh bangsawan bangsawan tersebut terus terusan dilontarkan hingga membuat Marquis dan Lisa mulai kesal dan mengepalkan tangan mereka ketika mendengar kerajaan mereka dihina dan direndahkan, terutama penghinaan langsung terhadap Raja mereka, Kron. Namun, ketika Marquis dan Lisa akan angkat suara mereka dicegah oleh Kron.


 


Kron mengangkat telapak tangannya dengan isyarat agar Marquis dan Lisa tetap tenang selama rapat berlangsung. Marquis dan Lisa pun mau tidak mau akhirnya tetap tenang meskipun di dalam hati mereka emosi dan amarah sudah sangat membara. Erdia menyadari akan sikap yang sangat bijak dari seorang Kron. Karena bagi seorang Raja pada umumnya, jikalau dihina atau direndahkan secara otomatis akan langsung terbawa emosinya dan kehilangan ketenangannya. Apalagi di usia Kron yang terhitung masih sangatlah muda untuk seorang Raja.


 


"Kalian tenanglah !" bentak Erdia


 


Suasana pun hening. Bangsawan bangsawan yang menghina tadi pun terdiam. Erdia tidak biasanya membentak mereka apalagi hingga menggunakan nada emosi.


 


"Nak Kron.. tidak, Raja Orion. Maafkan ketidaksopanan para bawahanku.." kata Erdia menundukkan kepala


"E-eh?? Tidak usah sampai begitu, Yang Mulia !! Anda juga tidak perlu meminta maaf.." kata Kron yang merasa tidak enak


"Syukurlah kalau kau tak marah.." kata Erdia mengangkat kepalanya


"Bisakah kau jelaskan mengapa kami tak akan bisa menolak untuk menjalin aliansi dengan kerajaan mu ?" tanya Erdia


"Baiklah.. Lisa, tolong tunjukkan." kata Kron


"Baik, Yang Mulia." jawab Lisa sambil mengeluarkan suatu barang


 


Tatapan merendahkan dan sinis dari para bangsawan Bullaford terpampang dengan sangat jelas hingga membuat Marquis sangat jengkel.


 


"Ini, Yang Mulia.." kata Lisa sembari memberikan barang tersebut


"A-apa ini, nak Kron ?" kata Erdia yang sangat terkejut


"Ini.. adalah contoh dari barang yang akan kami kembangkan. Sebuah Kendaraan Mantra dan Senjata Mantra." kata Kron


"Ke-kendaraan Mantra ?" kata Ista


"Se-senjata  Mantra ?!" kata Futara


"Apa maksudnya ?" tanya Erdia


 


 


"Begini Yang Mulia..." kata Kron


Kron pun mulai menjelaskan tentang Kendaraan Mantra dan Senjata Mantra. Setelah penjelasan dari Kron selesai,


"Tidak mungkin !" kata Futara dengan keras


"Fu-Futara ?" kata Erdia dengan terkejut


"Perkembangan seperti itu tidak mungkin dilakukan pada zaman sekarang ini, Yang Mulia !" kata Futara yang jarang sekali menunjukkan emosi panik


"Be-benar Yang Mulia.. kerajaan kita sudah berkali kali mencoba mengembangkan hal seperti itu tapi selalu gagal." kata Kuza


"Yang mana secara otomatis pula.. mereka hanya ingin menipu kita, Yang Mulia !" kata Ista


 


Suasana pun hening sejenak.


 


"Kron.. seperti yang sudah dijelaskan oleh para bawahanku.. sepertinya untuk saat ini, kita tidak bisa menjalin aliansi." kata Erdia dengan nada sedih


"T-Tak apa Yang Mulia.." kata Kron dengan senyum tipis


 


Dan dengan demikian pula rapat berakhir dengan kekecewaan yang mendalam bagi pihak Kerajaan Orion. Di pihak Kerajaan Bullaford, para bangsawan tersebut merasa lega karena merasa berhasil melindungi kerajaan mereka dari penipuan yang dilakukan oleh pihak Kerajaan Orion.


 


Lalu pada malam harinya di depan gerbang istana.


 


"Kron.. apakah kau harus pulang sekarang ?" tanya Erdia


"Maafkan saya, Yang Mulia.." jawab Kron

__ADS_1


"Tidak.. seharusnya saya yang meminta maaf. Para bawahan saya sudah bertindak kurang ajar, dan saya sebagai Raja telah gagal memperlakukan seorang tamu seperti seharusnya." kata Erdia


"Tidak Yang Mulia.. anda adalah Raja yang hebat. Justin selalu menceritakan tentang diri anda kepada saya dengan sangat bersemangat." kata Kron dengan tersenyum


"Kron.. saya yakin kerajaan yang kamu pimpin pasti akan menjadi kerajaan yang sangat besar. Dan jujur, saya merasa sangat menyesal telah membatalkan aliansi dengan kerajaanmu. Namun, jikalau saya menuruti keegoisan dari saya, maka saya bisa kehilangan kepercayaan dari para bawahan." kata Erdia


"Oleh karena itu saya min-" kata Erdia


"Anda tidak perlu meminta maaf lagi Yang Mulia. Saya paham dengan apa yang anda rasakan. Lagi pula, kita masih bisa menjalin aliansi di masa yang akan mendatang bukan ?" kata Kron dengan tersenyum


"Kron.. kau benar benar luar biasa seperti kata anakku." kata Erdia dengan senyum tipis


 


Tiba tiba para bangsawan tadi datang menemui Erdia.


 


"Yang Mulia ! Mengapa malam malam begini anda ada di sini ?!" kata Judo dengan khawatir


"Benar Yang Mulia ! Kami sudah mencari anda ke mana mana !" kata Ista


"Ah.. maaf maaf.." kata Erdia


"Baiklah, Yang Mulia.. kami izin untuk kembali ke kerajaan kami dulu. Terima kasih atas segala sambutan dan jamuannya." kata Kron sembari memberi hormat


"Ya. Hati hati di jalan." kata Erdia dengan senyuman


"Yang Mulia.. sebaiknya kita menunjukkan pada mereka sedikit kekuatan anda." bisik Marquis


"Hm? Mengapa ?" tanya bisik Kron


"Dengan menunjukkan sedikit kekuatan anda, bukankah akan membuka rasa penyesalan di hati mereka. Dan dengan begitu di rapat aliansi yang akan mendatang akan mempermudah kita ?" kata Marquis dengan berbisik


"Jujur saja Yang Mulia.. saya setuju dengan pikiran licik Marquis.." bisik Lisa


"Ahh.. aku suka pikiran licikmu Marquis !" bisik Kron


"Ada apa nak Kron ? Apa ada yang ketinggalan ?" tanya Erdia


"Ah.. tidak Yang Mulia.. kami hanya sedang memikirkan sebaiknya pulang menggunakan apa.." kata Kron


"Ha ? Kenapa ga pake 'Kendaraan Mantra' mu saja ?" kata Kuza dengan merendahkan


"Hahahaha" tawa dari apra bangsawan tersebut


 


Erdia hanya bisa menggeleng-geleng kepala


 


"Baiklah sudah diputuskan !" kata Kron


"Kalian bersiaplah !" kata Kron ke Marquis dan Lisa


"Tentu. Yang Mulia." jawab mereka berdua


 


Para bangsawan dan Erdia pun kebingungan.


 


"Mantra : Summon !" kata Kron


Mata Erdia mulai terbuka lebar


"CERBERUS !" kata Kron


Kron dan para pengawalnya pun menaiki Cerberus yang semakin ke atas ukurannya semakin besar. Hingga akhirnya ketika sudah mencapai ketinggian yang aman, Cerberus mengeluarkan ukuran tubuh aslinya. Dan seketika, cahaya bulan tertutupi oleh besar tubuhnya.


"Baiklah Yang Mulia ! Kami pulang dulu ya !" kata Kron melambaikan tangan dan Cerberus yang mulai terbang pergi


"A-Ah ! Hati hati !" kata Erdia yang tertawa kecil dan tersenyum


 


----------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !

__ADS_1


----------=======-----------


__ADS_2