
Mereka yang telah selesai berbicara, langsung berangkat menuju ke suatu tempat. Mereka kemudian dipindahkan oleh wanita bersayap menuju ke sebuah tempat yang kosong dan sangat luas.
"Heh.. jadi nostalgia ya.." kata Kron
"Hahaha!! Aku tak sabar ingin bertanding denganmu lagi !" tawa dari Hellian
Rias dan yang lain gemetaran karena terlalu gugup.
"Kalian jangan gugup! Kita pasti bisa melewati latihan ini !" kata Raptor dengan nada ingin meyakinkan kedua temannya
"Tapi.. kau sendiri gemetaran bukan ?" kata Yuno
"I-Ini.. ini hanya kurang minum saja !" bentak Raptor
"(Tunggu.. sejak kami tiba di tempat ini.. kami belum pernah makan dan minum bukan..?)" kata Rias dalam hatinya
"Baiklah, cukup basa basinya dan katakan kapan kalian siap menghadapi latihannya ?" tanya Hellian
"Kami siap kapanpun !" jawab Raptor dengan percaya diri
"Hah..kalian benar mau mencoba latihan ini ?" tanya Kron
"Tentu saja! Kami akan buktikan bahwa kami bukanlah orang yang bisa kau anggap remeh !" kata Raptor
"Oi Kron, kau tidak ingin ikut latihan ini ?" tanya Hellian
"Tidaklah.. akan sia sia saja dengan badanku yang seperti ini." jawab Kron
"Ahahaha!! Begitukah?! Baiklah.. latihannya akan aku segera mulai, jadi bersiaplah !" kata Hellian
Kron dan Hellian mundur beberapa langkah menjauh dari Raptor dan yang lainnya. Setelah beberapa langkah, Hellian mulai menghitung mundur.
Ketika angka mencapai satu, Kron dan Hellian langsung menghilang dari pandangan Raptor dan yang lain. Raptor dan yang lain langsung menghadapi suasana tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya.
Tempat tersebut berubah menjadi luar biasa panas hingga tak sadar kaki mereka sudah terbakar meleleh seperempatnya.
"Rias! Apa yang terjadi ?!" tanya Raptor yang panik
"Aku tidak tahu !" kata Rias
"Agh!! Kakiku.. kakiku sangat sakit !!" kata Yuno yang memegang kakinya dengan menangis kesakitan.
"Sial!! Ini sangat menyakitkan !!" teriak Raptor
"Siapaun.. tolong selamatkan kami !" teriak Raptor dan yang lain secara kompak
Dan tiba tiba, tempat mereka berdiri langsung berpindah ke tempat kosong berwarna putih yang sangat luas, tempat dimana mereka terakhir melihat Kron dan Hellian.
"Bagaima- Oh oh.. benar benar kondisi yang sangat buruk. Iris!" kata Hellian
Iris kemudian datang dan mengeluarkan tongkatnya. Iris adalah wanita bersayap yang menjemput Kron dan yang lain ketika mereka terdampar.
"White Mantra : Heaven's Light !" kata Iris
Seketika cahaya terang berwarna hijau muncul dari tongkatnya. Cahaya tersebut kemudian merambah ke kaki Rias dan yang lain yang meleleh.
Kaki dari Rias dan yang lain perlahan mulai kembali seperti semula. Rias dan yang lain yang awalnya berteriak dan menangis kesakitan mulai tidak berteriak dan menangis.
Mereka menyadari bahwa perlahan lahan kaki mereka mulai sembuh dan kembali seperti semula. Dan rasa sakit yang mereka alami sebelumnya langsung menghilang begitu saja.
"Kalian sudah sadar ?" kata Hellian
Rias dan yang lain langsung terkejut, mereka baru sadar bahwa mereka sedang berada di tempat terakhir mereka melihat Kron dan Hellian. Mereka melihat kaki mereka yang perlahan lahan mulai kembali seperti semula. Rias merasa mual karena melihat proses tersebut.
"Jadi, bagaimana komentarnya ?" tanya Hellian
"Ah?" kata Rias dan yang lain seperti orang yang kebingungan
"Hah.. biarkan mereka beristirahat dulu Hellian.. kita kembali saja dulu." kata Kron yang langsung berjalan mendekati pintu keluar
__ADS_1
"Oi Kron! Tunggu sebentar !" panggil Hellian yang mengejar Kron
Kron dan Hellian kemudian meninggalkan ruangan tersebut menyisakan Rias, Raptor, dan Yuno yang terduduk lesu tak bisa berkata apa apa dan Iris yang sedang mengobati mereka.
"Apakah anda.. Dewi Iris ?" tanya Rias
"Ya, ada apa ?" jawab Iris dengan suara yang sangat lembut
"Dewi Iris, bolehkah saya bertanya sesuatu ?" tanya Raptor yang kakinya sudah sembuh sepenuhnya
"Silahkan." jawab Iris
"Apakah.. apakah orang itu mengalami hal yang sama dengan kami ?" tanya Raptor
"Ya, tentu saja." jawab Iris
"La-Lalu.. bagaimana orang itu bisa bertahan di tempat tersebut ?" tanya Raptor
"Kron? Ia tidak bertahan." jawab Iris
"Lalu, apa bedanya dengan kami ?!" tanya Raptor
"Ia mati sedangkan kalian tidak." jawab Iris
Perkataan Iris tentu membuat Raptor dan yang lainnya terkejut. Mereka yang sudah biasa dikejutkan oleh berbagai hal sejak mengenal Kron tak pernah bosan mendengar kejutan kejutan tersebut.
"Apa.. apa maksud anda ia mati ?" tanya Yuno
"Kron mati di tempat itu, ia meleleh sepenuhnya." jawab Rias
"Tidak mungkin! Tidak mungkin ada orang yang bisa tahan dengan rasa sakit sesakit itu !" kata Raptor yang tidak percaya
"Namun Kron bisa menahannya." jawab Iris
Raptor terdiam membatu tak bisa menyangkal jawaban Iris.
"Karena ia dihidupkan lagi." jawab Iris
"Lalu.. beliau kembali ke tempat tersebut lagi..?" tanya Rias
"Ya." jawab Iris
"Ra-Ratusan kali..?" tanya Yuno
"Ya.." kata Iris
Yuno dan yang lain langsung memikirkan satu pemikiran yang sama. Yaitu, berarti Kron terus mengulang roda kematian tersebut hingga ia bisa tahan dan berdiri di tempat tersebut. Belum sempat Iris menyelesaikan bicaranya, Raptor langsung memotong omongan Iris.
"Mengapa?! Mengapa ia mau menahan rasa sakit seperti itu bahkan hingga ratusan kali ?!" tanya Raptor yang terkejut
"Karena ia ingin menjadi kuat." jawab Iris
"Mengapa, mengapa ia ingin menjadi kuat ?!" tanya Raptor
"Karena ia tidak ingin kehilangan orang orang yang ia cintai." jawab Iris melihat ke arah Raptor
Raptor terduduk diam tidak bisa berkata apa apa. Ia baru sadar bahwa mulut besarnya itu tidak ada apa apa dibandingkan dengan Kron.
Rias dan Yuno juga menyadari bahwa apa yang mereka tempuh selama ini tidak ada apa apanya dibandingkan apa yang telah Kron selama ini.
"Lalu.. berapa lama ia menjalani latihan seperti ini..?" tanya Yuno
Iris tidak menjawab.
"Jadi.. benar benar lama ya.." kata Yuno
"Baiklah, karena luka lukanya sudah sembuh, silahkan kembali ke ruang istirahat kalian." kata Iris
Yuno dan yang lain tidak merespon apa apa. Mereka hanya membayangkan seberapa jauhnya perbedaan mereka dengan Kron, baik itu tentang kepeduliannya kepada para rakyat, kekuatan, ataupun ketangguhan.
__ADS_1
Iris kemudian duduk sembari menunggu mereka beranjak dari tempatnya dan kembali ke ruang istirahat mereka. Dan setelah 1 jam, mereka baru menyadari Iris yang menunggu mereka untuk pergi dari tempat tersebut. Mereka kemudain berterima kasih kepada Iris dan mulai berjalan serta membuka pintu keluar.
"Ah, ada satu hal yang harus saya benarkan." kata Iris
Raptor dan yang lain menoleh ke arah Iris dengan pintu yang sudah terbuka dan langkah kaki yang sudah menuju ke luar ruangan tersebut.
"Kron tidak mati ratusan kali.. ia sudah mati dengan jumlah yang tidak pernah kalian bayangkan." kata Iris dengan tersenyum
Perkataan Iris langsung membuat Rias dan yang lain terdiam sekali lagi di luar ruangan tersebut. Mereka terdiam setelah mendengar perkataan Iris.
"Apa.. apa yang sebenarnya telah dilalui oleh Raja Orion..?" kata Yuno
"Aku.. tidak tahu.. tapi yang pasti.." kata Rias
"Ia lebih menderita daripada yang kita kira." kata Raptor
Mereka bertiga kemudian berjalan dengan pikiran yang entah kemana. Mereka berjalan dengan tatapan yang kosong. Raptor adalah orang yang paling merasa bersalah setelah latihan tersebut. Ia terus teringat dengan perbuatannya kepada Kron di waktu waktu sebelumnya.
Mereka kemudian bebaring di ruang istirahatnya dan tanpa sadar mereka tertidur. Mereka kemudian terbangun di tempat yang melelehkan mereka, mereka berteriak kesakitan namun tak ada satupun yang menjawab teriakan mereka. Mereka meleleh dengan diliha oleh orang banyak, termasuk mantan tuan mereka, Syno.
Mereka meminta tolong kepada siapapun namun tak ada satu orang pun yang mau menolong mereka. Hingga ketika tinggal setengah kepala dan setengah tangan mereka, seseorang meraih tangan mereka.
"Ah !" kata Rias dan yang lain dengan membuka mata mereka seperti orang yang baru terkena mimpi buruk
Mereka bertiga keringetan dengan sangat deras. Dan ketika pandangan mereka sudah lebih jelas, mereka melihat sosok yang mengulurkan tangannya di dalam mimpi mereka tersebu.
"Oi! Kalian tidak apa?! Apa yang terjadi ?!" tanya Kron yang menggoyang goyangkan badan mereka bertiga
"Yang Mulia !" kata mereka bertiga yang langsung berlutut
Kron terkejut dengan sikap mereka bertiga.
"Maaf.. maafkan saya yang telah bersikap tidak sopan kepa-" kata Raptor
"Sudahlah, maaf juga telah membiarkan kalian merasakan latihan tersebut. Hellian sudah aku tapok karena memberikan latihan tersebut kepada kalian." kata Kron
"Yang Mulia.." kata Raptor dan yang lain
"Apa.. apa yang harus saya tebus untuk menebus kesalahan saya, Yang Mulia ?" tanya Raptor
"... Mengabdilah dengan tulus kepada Orion. Utamakanlah kepentingan rakyat dan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi mu. Dan tetaplah tersenyum meski dilempari kotoran sekalipun." kata Kron dengan tersenyum
"Baik.. Yang Mulia." jawab Raptor yang meneteskan air matanya
Hellian kemudian mendobrak pintu tersebut dengan mulut penuh makanan.
"Oh, jadi mereka sudah bangun ya ?" kata Hellian yang menggendong sejumlah makanan
"Kau.. benar benar merusak momen ya.." kata Kron yang berdiri menghadap ke Hellian
Kron kemudian berjalan ke arah Hellian dan bersamaan dengan Hellian meninggalkan ruangan tersebut dengan pembicaraan seperti dua orang sahabat yang satunya mengajak main yang satunya menolak karena sibuk.
"Betapa bodohnya aku." kata Raptor
Rias dan Yuno tidak menjawab apa apa selain sedikit tersenyum lega.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1