Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 58 - Orion Student Battle Part 4


__ADS_3

"Jadi.. Istana dan Gedung Militer sudah dikuasai oleh kelas B dan D kah.." kata Justin


"Lalu di area ini dan ini sudah dikuasai kelas C dan E.." kata Paul


"Sisanya adalah kelas F yang masih belum bisa dipastikan dimana.." kata Rose


"Hm.. dilihat dari lokasi mereka, ini hampir membentuk segi enam.." kata Justin


"Apakah posisi kita juga sudah ketahuan ?" kata Vanta


"Sepertinya begitu.. soalnya dari posisi markas yang terbagi di peta, kecil kemungkinannya kalau posisi kita tidak diketahui.." kata Liliana


"Aku akan di luar, menemani Tromoro." kata Baja yang mulai pulih


"Aku juga ikut, aku akan mengawasi daerah sekitar !" kata Kunai


"Aku juga akan di luar bersama Tromoro dan Baja." kata Ligit


 


Baja, Kunai, dan Ligit pun keluar dari ruangan.


 


"Hm.. tapi yang jadi masalah lainnya adalah kita tidak tahu siapa yang masih tersisa dan siapa yang sudah tidak." kata Liliana


"Ya.. itu akan merepotkan jikalau kita bertanding nanti." sambung Rose


"Hm.. apakah Bella bisa mengirimkan pesan ke kelas lain ?" kata Justin


"Y-ya.. bisa.." kata Bella


"Hehe.." kata Justin dengan senyum jahat


 


Mereka pun merencanakan sesuatu. Justin memberikan semacam saran yang mana bisa sangat menguntungkan bagi kelas A.


 


"Justin.. tak kusangka otakmu benar benar picik." kata Paul


"Ya.. aku juga tidak menyangkanya.." kata Rose


"Di-diamlah ! Dalam perang apapun bisa dilakukan bukan ?!" kata Justin yang malu


"Bagaimana.. apa kita coba ?" kata Liliana


"Ya, boleh saja.." kata Meira


"Baiklah.. Bella silahkan mulai." kata Liliana


 


Bella pun mulai merapalkan Mantra nya.


 


"Halo para siswa.. dikarenakan kalian dalam melaksanakan pertandingan kali ini memakan waktu terlalu lama, maka kalian diwajibkan untuk keluar dari markas kalian saat ini, dan mulai bertanding satu sama lain di Arena Kerajaan." kata suara misterius


"A-apa apaan itu ?!"


"Ya.. kita abaikan saja.."


"Satu hal lagi, kalau kalian tidak mengikuti arahan saya, maka kalian akan didiskualifikasi sekarang juga." sambung suara misterius


"Ya.. ini menyebalkan !"


"Apa mereka pikir membuat strategi semudah itu ?!"


"Sialan !"


 


Para siswa yang sedang dalam kondisi panik pun langsung berlarian keluar dari markas. Dan ketika mereka sudah keluar dari markas.


 


"Halo para siswa.." kata Paul yang sudah bersiap di atas Arena Kerajaan


"Si-siapa itu ?!"


"Jangan bilang kita telah ditipu !"

__ADS_1


"Sialan !"


"Turun kau bang*at !"


 


WAKTU PERENCANAAN


 


"Jadi aku ada ide.. bagaimana kalau kita menggunakan Mantra Bella untuk mengirimkan perintah palsu. Lalu kita arahkan mereka ke tempat yang sama dan kita habisi mereka di sana." kata Justin


"Pe-perintah palsu..?" kata para siswa kelas A


"Ya.. semacam menyuruh mereka menuju ke luar markas." kata Justin


"Lalu siapa yang mau berbicara, bukankah untuk membuat perintah palsu tersebut harus menggunakan suara yang mirip orang dewasa." kata Paul


"Dan kita sudah memilikinya !" kata Alramal


Para siswa kelas A melihat ke arah Paul


"A-Hah.." kata Paul menghembuskan nafas


 


WAKTU PERTANDINGAN


 


"Halo para siswa.. tak kusangka kalian bisa ditipu semudah ini.." kata Paul


"Sialan kau !"


"Mantra : Bola A- Agghh !!"


"Hoi hoi.. apa kalian tidak sadar posisi kalian..?" sambung Paul


 


Para siswa seketika melihat ke sekitarnya. Dan mereka menyadari bahwa mereka telah terkepung oleh para siswa kelas A yang sudah siap untuk melancarkan serangan.


 


"Si-sialan !!"


 


 


"Yosh ! Tinggal ambil saja ! Kunai !" kata Justin


"Nin !" kata Kunai dengan sigap langsung mengambil semua ikat kepala


"Hah.. tak kusangka kita akan menggunakan cara picik seperti ini.." kata Liliana


"Yah.. harga diri kita dihancurkan oleh satu orang.." kata Rose


"Bu-bukannya kalian sudah setuju ?!" teriak Justin


 


Para siswa kelas A pun sudah berada diatas kertas. Mereka telah mengumpulkan hampir semua ikat kepala lawan.


 


"...?! Hoi ! Ikat kepalanya kurang !! Ada beberapa yang tak a- sialan !" teriak Kunai yang seketika langsung menghindari serangan


"Cih! Ternyata ada yang cukup pintar juga.." kata Justin


"Ya.. ini di luar rencana kita.." kata Paul


"Hahahaha ! Luar biasa ! Kalian bisa menipu orang orang bodoh ini !" tawa dari seseorang


"Siapa kau ?!" teriak Paul


"Aku.. oh.. perkenalkan.. namaku Syno de Sweba.." kata Syno


"S-Sweba ?!" teriak para siswa kelas A yang terkejut


"Ah.. ini akan menjadi pertandingan yang berat.." kata Justin


"Baiklah.. aku tidak suka bertele tele.. ekhem, serahkan ikat kepala itu, rendahan." kata Syno

__ADS_1


"Hah ! Kau pikir aku akan menyerahkannya begitu sa- agh !" kata Kunai yang tiba tiba terkena pukulan


"Kunai !" teriak para siswa kelas A


"Opp, tertangkap." kata Alramal yang menggunakan pasirnya membentuk tangan dan menangkap Kunai yang terlempar


"Alramal, bawa ke sini !" teriak Meira


"Baiik." kata Alramal


"Heh.. hebat juga ada yang bisa menyadari pukulan tersebut.." kata Syno


"Cih! Seandainya tadi aku tidak menghindar sedikit, pasti aku sudah pingsan !" kata Kunai yang emosi


"Hm.. boleh juga kau.." kata Raptor yang mulai terlihat


"Kau.. Raptor-Nin kah.." kata Kunai


"Lama tak berjumpa, Kunai." kata Raptor


"Baja !" teriak Rose


"Ya ! Aku tahu ! Mantra : Dinding Pelindung !" teriak Baja


 


Baja pun sadar bahwa ada serangan yang mengarah ke mereka. Serangan yang cukup kuat untuk membuat mereka terkapar sementara.


 


"Sialan.. siapa yang melancarkan serangan tiba tiba seperti itu.." kata Baja


"Bajaro !" teriak Tromoro


"Tenang saja, aku tak apa !" jawab Baja


"Heh.. kalian bisa menghindari serangan ini juga kah.." kata Syno


"Maafkan hamba, Tuan.." kata Rias


"(Ini bukan salahmu.. mereka saja yang bisa meresponnya dengan cepat) Tak apa.. tingkatkan lagi kekuatanmu." kata Syno dengan dingin


"Mantra itu, itu bukan Mantra biasa !" kata Liliana


"Ya.. Mantra : Bola Api biasa seharusnya tidak sekuat itu !" sambung Rose


 


Ligit dan Justin tiba tiba langsung melompat ke arah Syno dan melancarkan serangan dadakan.


 


"Ottoo.. berbahaya tahu menyerang seperti itu.." kata Syno menghindari serangan Ligit dan Justin


"Cih ! Mantra : Tangan Cahaya !" kata Ligit memukul Syno


"Hoi hoi.. mengapa kau terkejut begitu..?" kata Syno menahan serangan Ligit


"Ligit, kita mundur dulu !" kata Justin


 


Ligit dan Justin pun mundur. Mereka terkejut melihat bentuk dari Syno.


 


"Hahaha.. kalian pasti belum pernah melihat Mantra seperti ini bukan.." kata Syno


"Biar kuperkenalkan.. ini adalah Mantra Khusus yang diciptakan oleh Kerajaan Sweba ! Mantra Transformasi !" teriak Syno dengan bangga


"Mantra.. Transformasi..?!" kata para siswa kelas A


 


----------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !

__ADS_1


Terima Kasih !


----------=======-----------


__ADS_2