Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 80 - Kepanikan Orang Bullaford


__ADS_3

Kerajaan Bullaford merupakan kerajaan yang didirikan oleh 3 keluarga besar sekitar 200 tahun yang lalu. Kerajaan tersebut didirikan oleh keluarga Lasso, Bhunter, dan Horseman. Ketiga keluarga besar tersebut terkenal akan kemampuan berperangnya menggunakan banteng.


Ketiga keluarga tersebut terus berselisih selama lebih dari 100 tahun. Hingga pada akhirnya pada 200 tahun yang lalu ketiga keluarga besar tersebut sepakat untuk menjadi 1 dibawah naungan nama kerajaan yang sama.


"Dan begitulah Kerajaan Bullaford dapat terbentuk." kata Justin


Suasana hening sejenak.


"Tunggu tunggu tunggu ! Itu ceritanya terlalu pendek kau tahu !" kata William


"Benar, ada terlalu banyak keganjelan di dalam cerita tersebut." kata King


"Apa itu sudah semuanya, Justin ?" tanya Gordon


"Ya.. hanya segini yang bisa saya ceritakan.. sisanya adalah rahasia keluarga kerajaan. Maafkan saya yang tidak dapat menceritakan lebihnya." kata Justin yang kemudian kesal karena tidak dapat menceritakan sepenuhnya


Orang orang dari Orion pun tersenyum.


"Untuk apa kau cemberut seperti ini ?" kata Aldizech mengelus kepala Justin


"Ya, kami paham jikalau ada batas batas yang tidak bisa dilalui." kata Alfonso


"Baiklah.. sekarang pertanyaan ku adalah, apa yang menyebabkan keluarga Lasso ingin merebut kekuasaan ?" tanya Kron


"Ah mengenai itu, karena sejak awal kerajaan ini berdiri, keluarga Lasso baru 1 kali menjadi raja, sedangkan Bhunter dan Horseman sudah berkali kali menjadi raja di kerajaan ini." jawab Justin


"Hm.. konflik keluarga kerajaan kah.." kata Kron


"Jadi.. Justin, kamu keturunan darah keluarga yang mana ?" tanya King


"Aku campuran dari Bhunter dan Horseman. Ayahku seorang Horseman dan ibuku seorang Bhunter." jawab Justin


"Ini sebenarnya pertanyaan yang tidak begitu penting, namun apakah ada semacam kemampuan yang dianggap sebagai kelebihan diantara keturunan tersebut ?" tanya William


"Untuk itu, ada. Lasso merupakan keluarga yang ahli dalam bidang Mantra dan serangan jarak jauh. Bhunter ahli dalam serangan jarak dekat dan pertahanan, sedangkan Horseman ahli dalam serangan yang menggunakan kendaraan baik kuda ataupun yang lainnya." jawab Justin


Percakapan mereka pun terus berlanjut hingga tengah malam. Setelah waktu dirasa sudah terlalu malam, mereka pun memutuskan untuk tidur. Justin pun diantar kembali ke tempat pengungsian oleh Gordon.


Pagi pun tiba. Kron beserta orang orangnya kembali membagi tugas, Kron bersama Aldizech, dan William melanjutkan pembangunan markas kecil dan pencarian panganan. Gordon, Alfonso, dan King akan mencari petunjuk dan hal hal yang berkaitan dengan penyerangan Bullaford.


Mereka pun langsung melaksanakan tugas yang sudah dibagi tersebut dan mulai mengerjakan pekerajaannya masing masing. William mengecek Mobil untuk memastikan apakah ada yang bermasalah atau tidak. Dan ketika ia sedang mengecek Mobil tersebut, ia menyadari bahwa ada beberapa orang yang sedang mengawasi mereka.


Setelah merasa cukup tentang pengecekan Mobil tersebut, ia pun kembali ke tempat dimana Kron dan Aldizech sedang membangun markas kecil. Ia pun melaporkan bahwa ada beberapa orang yang sedang mengawasi mereka. Kron pun menyuruh William dan Aldizech untuk menghiraukan orang orang tersebut.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan pembangunan markas tersebut. Dan ketika matahari sudah tepat diatas mereka, markas kecil tersebut telah jadi.


"Hah.. akhirnya selesai juga.." kata Kron yang duduk kelelahan


"Yah.. ini memang kecil, namun dilihat dari sisi manapun terlihat sangat kokoh dan memberi aura untuk jangan ada yang berani masuk apalagi mendekat.. hahaha." kata Aldizech dengan sedikit candaan


"Ya.. ini benar benar mengagumkan !" kata William yang mudah terkagum


Orang orang yang mengawasi tersebut terkejut melihat bangunan yang sudah jadi tersebut. Mereka pun langsung berlari kembali ke tempat mereka.


"Berita buruk ! Berita buruuk !!' teriak salah seorang diantaranya yang sudah sampai di tempat tinggalnya


"Ada apa?! Ceritakan dengan jelas !" kata Judo dengan membentak


"Orang orang Iblis itu.. sudah membangun markas di dekat sini !!" kata orang yang lainnya


Orang orang dari pengungsian pun terkejut. Mereka pun langsung dilanda kepanikan. Judo dengan sigap langsung berlari ke kediaman Justin.


"Yang Mulia ! Orang orang Iblis tersebut sudah membangun markas di dekat sini !" kata Judo membanting pintu ruang rapat


Di dalam ruang rapat tersebut ada para petinggi Bullaford. Mereka yang mendengar kepanikan dari Judo pun langsung ikutan panik. Mereka berbondong bondong bertanya kepada Justin tindakan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.


Justin pun hanya terdiam menatap ke jendela yang menampakkan pemandangan kota Bullaford di dalam gua. Ia tidak menoleh ke arah para petinggi Bullaford sedikitpun seolah olah ia benar benar tidak peduli dengan perkataan mereka.


"Tenanglah kalian ! Tidakkah kalian sadar kepanikan hanya membawa kehancuran semata ?!" kata Ista mencoba menenangkan


"Tapi.. tapi orang orang tersebut sudah mengetahui lokasi kita, dan sekarang mereka sudah membangun markas di dekat kita !" kata Kuza


"Lalu kenapa?! Apa kau takut?! Tidakkah kau sadar.. tidakkah kau sadar kita kehilangan sosok pemimpin kita karena kita panik seperti ini ?!!" bentak Ista dengan emosi


Perkataan Ista membuat para petinggi terdiam dan menganga. Mereka yang tadinya panik dan berdebat tentang langkah selanjutnya terdiam mendengar perkataan Ista.


Justin yang tahu bahwa kondisi dalam ruangan tersebut sudah tenang membalikkan tubuhnya. Ia pun berjalan meninggalkan ruang rapat tanpa sepatah kata apapun.


"Mereka.. mengapa mereka bisa seperti ini..!" kata Justin yang berjalan dengan terburu buru


"Ayah.. apa yang harus aku lakukan ?!" kata Justin dalam hatinya dengan menggigit bibirnya


Ketika Justin sedang jalan dengan terburu buru, ia tidak sengaja bertemu dengan salah seorang dari keluarga Lasso.


"Hoya hoya.. bukankah itu si kecil Justin..?" kata seseorang berambut pirang terurai dengan perawakan berantakan khas orang orang bren*sek


Justin pun hanya berjalan melewati orang tersebut tanpa memperdulikannya sedikit pun.

__ADS_1


"Oi tunggu !" kata orang tersebut sembari menarik tangan Justin


"Cih, apa yang kau inginkan.. Luca !" kata Justin yang melirik ke arah Luca dengan tajam


Luca pun agak terkejut melihat wajah Justin. Ia tidak pernah melihat wajah Justin yang seperti itu sebelumnya.


"Oi oi.. janganlah marah marah begitu.. ini kakak sepupumu hanya ingin menyapamu setelah sekian lama tidak berjumpa.." kata Luca


Justin pun menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Luca van Lasso, anak ke lima dan putra ke tiga dari keluarga Lasso. Ia memiliki sifat yang picik dan kejam. Ketika usianya masih 13 tahun ia telah menculik seorang gadis hanya untuk diajak bermain olehnya dan lalu disiksa hingga sang gadis tidak sanggup untuk berjalan lagi.


Namun ketika sang gadis meminta pembelaan terhadap dirinya dihadapan hukum, sang gadis lah yang terkena hukuman sedangkan Luca terbebas dari segala tuduhan dan dianggap sebagai korban yang menjadi pelampiasan kesedihan dari sang gadis tersebut.


Justin yang sedari kecil tidak memiliki kenangan baik bersama Luca pun tahu bahwa pertemuan mereka bukanlah sapaan kerinduan dari Luca terhadap dirinya. Ada maksud tersembunyi dari dalam otak piciknya.


"Katakan.. apa yang kau inginkan Luca ! Aku tidak ada waktu untuk meladeni omong kosongmu !" kata Justin


"Heh.. baru balik dari kerajaan runtuh itu kau jadi sombong seperti ini ya.. apa raja mereka adalah orang barbar hingga membuat rakyat dan orang orangnya menjadi barbar sepertimu..?" kata Luca


Justin yang mendengar perkataan Luca langsung mendekatinya. Justin pun memasang wajah yang sangat dekat dengan Luca. Ia menatap mata Luca dalam dalam dan mengatakan.


"Kau.. jangan pernah berani merendahkan Yang Mulia lagi.. seandainya, aku mendengar mulut busukmu mengatakan hal semacam itu lagi.. maka aku tidak bisa menjamin keselamatanmu." kata Justin mengintimidasi Luca


Luca pun sekali lagi terkejut dengan perkataan dan sikap Justin. Ia hanya bisa terdiam gemetaran dan keringetan tanpa mampu membalas perkataan orang yang dianggap remehnya sejak dulu itu.


Justin pun berpaling dan berjalan menjauh meninggalkan Luca yang masih terdiam kaku tersebut. Setelah Justin tidak nampak oleh Luca, Luca pun berkata dalam hatinya.


"Bocah.. jangan kau pikir hanya karena kau calon raja bisa bertindak seperti itu.." kata Luca


"Akan kutunjukkan.. kata kata sebenarnya dari 'tidak akan menjamin keselamatanmu' itu.." kata Luca dengan mata melotot dan senyum yang lebar.


----------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !


----------=======-----------

__ADS_1


__ADS_2