
Zlaruma mengeluarkan aura yang sangat menggelegar hingga membuat Essaract bergetar. Semua orang yang ada di Essaract merasakan getaran.
"Black Mantra : Poison of Thousand Dragon." kata Zlaruma
Dari punggung Zlaruma keluar ribuan naga berwarna ungu yang terbuat dari racun yang sangat mematikan. Naga naga tersebut menyebar dengan cepat ke seluruh area pertempuran bahkan keluar dari area pertempuran.
"Sialan kau !" kata Kron
"Para Malaikat! Tahanlah naga naga itu !" teriak Kron
Para Malaikat yang berada di dalam penghalang langsung menjawab perintah dari Kron. Mereka keluar dari penghalang dan langsung mengejar naga naga yang keluar dari area dan mencoba menyerang orang orang yang ada di sekitar area pertempuran.
Tanpa pikir panjang Zlaruma mengeluarkan sebuah pedang yang terbuat dari Mantranya. Zlaruma mengayunkan pedangnya ke arah penghalang Para Dewa.
Kron yang mengetahui bahwa Zlaruma akan menyerang penghalang Para Dewa langsung terbang dengan sangat cepat ke arah serangan Zlaruma.
Ayunan pedang dari Zlaruma dapat ditahan oleh Kron dengan pedangnya, meski begitu kekuatan Zlaruma yang sangat besar membuat Kron terdorong hingga menjadikan penghalang Para Dewa sebagai tapakan kakinya.
Penghalang Para Dewa mulai retak hanya karena Kron menyentuh penghalang Para Dewa. Ketika Kron menapakkan kakinya guna menahan serangan Zlaruma, Penghalang Para Dewa mulai pecah.
"Sial.. aku tidak boleh terlalu lama di sini !" gumam Kron
Kron berteriak dan mementalkan serangan dari Zlaruma. Dengan sangat cepat Kron langsung terbang ke arah Zlaruma dan mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas. Zlaruma berhasil menghindari serangan Kron dan adu pedang terjadi.
Orang orang yang berada di dalam Penghalang tidak bisa berkata apa apa. Ketiga kerajaan yang berniat menyerang mengurungkan niatnya setelah tahu bahwa Zlaruma alias orang yang mereka sembah mencoba membunuh mereka.
"Kalian bunuhlah orang orang yang ada di dalam penghalang itu !" teriak Zlaruma
Seketika badan dari orang orang yang berada di bawah kepemimpinan Zlaruma bergerak. Badan mereka seolah menjadi boneka yang sedang dikendalikan untuk membunuh seara asal.
"Zlaruma sialan !" kata Hellian
Orang orang dari ketiga kerajaan langsung menyerang secara membabi buta. Hellian dan Para Dewa lainnya dengan dibantu oleh Para Malaikat menahan serangan serangan dari ketiga kerajaan.
"Sialan kau Zlaruma !" kata Kron
Kron langsung menghempas Zlaruma dengan sangat kuat hingga membuat Zlaruma terpental beberapa kilometer ke langit. Kron berpindah ke langit tepat di belakang Zlaruma dan Zlaruma langsung menyerang Kron.
Kron menahan serangan dari Zlaruma dan pertarungan mereka terjadi di langit. Cahaya pertempuran di langit terlihat oleh seluruh orang di Essaract.
__ADS_1
Orang orang di berbagai tempat melihat cahaya yang terus berubah ubah dari putih kuning menjadi ungu dan terus berganti. Cahaya yang sangat terang hingga mencuri perhatian dari semua orang.
"Black Mantra : Naderheim Gophironas !" teriak Zlaruma
Jutaan meteor berukuran sangat besar datang dari berbagai arah. Kron menarik nafas perlahan dan meteor meteor yang dipanggil oleh Zlaruma sudah semakin dekat. Meteor meteor tersebut mulai mendekat ke berbagai tempat di Essaract.
Semua orang yang berada di berbagai tempat melihat meteor meteor raksasa melintas di atas mereka dengan ketakutan.
"Malaikat kematian bersenandu diatas korbannya. Gemuruh badai hitam datang menyelimuti kematian. Petir hitam pekat menyambar seluruh mayat. Dengan izin-Nya, aku memanggilmu. Black Mantra : Sensemann." kata Kron dengan mengeluarkan sebuah sabit berwarna hitam di tangan kirinya
"Malaikat kehidupan menyambut kedatanganmu. Pelangi indah bersinar di Surga menyambut kedatangan penghuninya. Air mata mengalir karena ditinggalkan berubah menjadi tetesan hujan yang menghidupi. Dengan izin-Nya, aku memanggilmu. White Mantra : Rattenfanger Hamelin." kata Kron dengan mengeluarkan sebuah seruling putih keemasan di tangan kanannya.
Zlaruma yang melihat senjata Kron langsung terkejut dan panik. Seruling Hamelin dan Sabit Sensemann adalah senjata yang mampu membunuh Dewa dengan mudah, dan Kron sekarang memegang kedua senjata tersebut.
"T-Tunggu dulu Pahlawan! Kau akan mati jikalau menggunakan salah satu dari kedua senjata itu !" teriak Zlaruma
"... Sepertinya aku lupa menulis surat perpisahan." kata Kron dengan tersenyum
Dalam waktu yang sangat singkat Kron kembali mengingat semuanya. Ia mengingat ketika datang pertama kali ke Essaract dengan penuh ketakutan dan penuh kepanikan. Mengingat pertama kali ia mengenal seorang gadis yang menggandeng tangannya.
Mengingat pesta pertamanya bersama orang orang dari Desa Gradi. Mengingat bagaiamana depresinya dia ketika orang orang yang ia sayangi harus mati dan terbantai di hadapannya. Mengingat betapa kerasnya pelatihannya. Mengingat bagaimana ia bisa akrab dan bersahabat baik dengan Para Dewa.
Mengingat rasa kebahagiaan ketika kembali bertemu dengan wanita yang ia cintai. Mengingat masa masa indahnya pertemanannya dengan teman temannya. Mengingat dirinya menjadi pahlawan dan raja. Mengingat dirinya diasingkan dan dimusuhi oleh banyak pihak.
Para Dewa yang mengetahui cahaya khas yang muncul ketika seseorang memanggil Seruling Hamelin dan Sabit Sensemann berusaha berdiri tegar guna menghormati Kron.
Ligiel, Dagiel dan Rexus yang menyadari bahwa Kron telah memanggil kedua senjata tersebut juga ikut berdiri guna menghormati Kron. Orang orang yang berada sekitar area pertempuran kebingungan melihat sikap dari Para Dewa dan orang orangnya.
Kron meniup serulingnya dan seluruh meteor yang mau menghantam Essaract meledak begitu saja. Meteor meteor tersebut meledak menjadi serpihan serpihan batu kecil dan meledak lagi hingga akhirnya menjadi sebuah abu.
Ledakan tersebut sangat keras suaranya dan sangat kuat efeknya hingga membuat semua orang tertunduk dan berlindung takut.
"Agh.." kata Kron yang mengeluarkan darah dari mulutnya
"Sialan.. sialan kau Pahlawan..!" kata Zlaruma
Kron dan Zlaruma sama sama menderita dan mengeluarkan darah dari mulutnya.Kron memaksakan dirinya dan terbang menuju ke arah Zlaruma.
Zlaruma yang berupaya kabur menabrak sebuah penghalang. Dan ketika ia melihat ke bawah ia melihat Bullaford dan Para Malaikat lainnya mengangkat kedua tangannya dan memberi sebuah penghalang.
__ADS_1
"Sialan.. sialan kau.. Bullaford..!" kata Zlaruma
"Sepertinya, kau sudah tidak bisa lari lagi.. Zlaruma." kata Kron
".. Akan aku bunuh kau sebelum kau dapat membunuhku !" teriak Zlaruma yang melihat Kron sudah dekat darinya
Ketika Zlaruma mengeluarkan pedangnya dan mencoba mengayunkan pedangnya, tangannya serasa ditahan oleh sesuatu yang sangat berat. Dan ketika ia melihat ke tangannya, ia menyadari bahwa tangannya telah ditahan oleh sebuah tangan yang terbuat dari abu meteor.
"Tofa.. Tofa kau sialan..!" kata Tofa
Kron sempat terhenti di langit dan mengeluarkan darah yang sangat banyak hingga tetesan darahnya sampai ke tanah dan membuat semua orang yang berada di bawah panik.
"Dewa! Apa yang terjadi dengan cucuku ?!" teriak Arthur
Hellian tidak menjawab meski kerah bajunya telah ditarik tarik oleh Arthur. Arthur yang sebenarnya sudah paham bahwa Kron akan mengorbankan dirinya berusaha menolak fakta tersebut. Aldizech dan Silvanna menarik Arthur dan berusaha menenangkannya.
Teman teman Kron beserta para bawahan Kron mulai meneteskan air mata setelah melihat Arthur yang sampai sebegitunya khawatir dengan keadaan Kron.
Ketika sudah dalam jarak jangkauannya, Kron mengayunkan sabitnya dan dari belakangnya, muncul sesosok Grim Reaper dengan ukuran yang sangat besar dan terlihat dari seluruh penjuru Essaract.
Kron mengayunkan sabitnya dan Grim Reaper melakukan hal yang sama. Sabit dari Kron dan sabit dari Grim Reaper mengenai Zlaruma.
Zlaruma berteriak kesakitan dan cahaya berwarna hitam langsung terpancar di langit di seluruh Essaract. Dan cahaya hitam yang terpancar di seluruh langit di Essaract terserap ke satu titik yaitu sabit dari Kron.
Zlaruma menghilang dari langit bersamaan dengan hilangnya cahaya hitam yang terpancar di seluruh langit di Essaract.
Ingatan tentang sosok Kron yang menghilang di pikiran semua orang di Essaract, tiba tiba kembali tepat setelah hilangnya Zlaruma.
Sabit dari Kron menghilang dan Kron terjatuh dari langit.
---------\=\=\=\=\=\=\=-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------\=\=\=\=\=\=\=-----------