
Hopeless.. Iblis tingkat 7 memiliki kekuatan setara dengan 100 iblis tingkat 6 evolusi. Yang mana Iblis tingkat 6 evolusi memiliki kekuatan 2x lebih kuat dari iblis tingkat 6 biasa. Yang berarti 1 iblis tingkat 7 setara dengan 200 iblis tingkat 6.
"HAHAHAHAHA !!! SAKSIKANLAH ! SAKSIKANLAH AWAL DARI KEHANCURAN ESSARACT !!" tawa keras Treze
Para penduduk yang gemetar, ketakutan, dan mulai putus asa terhadap kekuatan mutlak di hadapan mereka. Hopeless, mereka sama sekali tidak dapat membayangkan bagaimana cara mereka mengalahkan, tidak bahkan untuk lari dari pertempuran tersebut pun tak ada jawabannya bagi mereka.
"HAHAHAHA !! HOPELESS ! HANCURKAN MEREKA SEMUA !" teriak Treze dibarengi tawa komplotannya
"Habislah.." terdengar suara putus asa dari salah seorang penduduk
"Sudah tamat.." sambung penduduk lainnya
"Apa.. apa ini menjadi akhir dari kita..?"
"Mama.. Mama !!" teriak anak kecil
"Nak.. maafkan mama yang terlalu lemah ini.." jawab ibunya
"Sialan.. mengapa ketika kita ingin bangkit harus menghadapi iblis seperti ini ?!"
"Hiks.. hiks.."
"Apa.. apa sudah tidak ada.."
"Cahaya harapan ?!" kata penduduk dengan kompak
"Kalian semua dengarlah kami !" teriak para pilar dan kelas A dengan kompak
"Saat ini kita menghadapi kematian kita !" teriak King
"Aku.. tidak, kami pernah menghadapi kematian kami juga sebelumnya !" teriak Justin
"Kami sudah pernah merasakan putus asa yang kalian saat ini rasakan !" teriak Orrobo
"Kami sudah pernah menyerah seperti yang kalian lakukan !" teriak Lizard
"Kami sudah pernah menangis seperti yang kalian tangisi !" teriak Warmer
"Kami sudah pernah menyesal seperti yang kalian sesalkan !" kata Zaragoza
"Kami.. kami sudah pernah berhenti berharap seperti yang kalian rasakan !" kata Liliana
"Tapi.. di saat ia datang.." kata Meria
"Ia menjadi cahaya harapan bagi kita semua !" teriak para Pilar dan kelas A
"Aku belum pernah melakukannya lagi.. tapi sepertinya boleh kau adalah lawan yang cocok untuk aku jadikan percobaanku...." kata Kron
"Mantra : Panggilan Dewa Perang !" teriak Kron
Ketika Kron menyebutkan Mantranya, kegelapan yang menyelimuti langit hilang ditembus oleh pilar pilar cahaya. Di dalam pilar cahaya tersebut datanglah makhluk bersayap putih membawa perlengkapan perang menuju ke arah Kron.
"I-itu..."
"Itu Malaikat !"
"Ma-Malaikat..?!"
"Yang benar ?! Apa.."
"Apa anak muda itu yang memanggilnya ?!"
"T-Tak.. tak bisa dipercaya !"
"Ha-harapan.."
__ADS_1
"Harapan masih ada !" kata para penduduk dengan kompak
"Si-sialan ! Apa apaan pilar cahaya itu ?!" kata Treze dengan emosi
"Te-tenangnkan dirimu, Yang Mulia.." kata Schwerden mencoba menenangkan
"Ini.. ini bukanlah waktunya untuk tenang ! Malaikat... sialan darimana ia bisa memanggilnya !" kata Butterfly dengan kesal dan bingung
"Malaikat.. bukankah itu Mantra kuno ?!" kata Basiat dengan heran
"Tuan Kron.. kami datang membawa perlengkapan dan pasukan perang Anda.." kata Pemimpin Malaikat
"Hm? Oh bagus ! Segera bersiap !" jawab Kron
"Siap, Tuan !" jawab Pemimpin Malaikat
"Baiklah Para Malaikat, Aku pemimpin kalian Azazel memerintahkan kalian untuk bersiaplah di posisi kalian ! Kita akan menghadapi Iblis hina itu, demi tuan kita, demi para penghuni Essaract, dan demi para Dewa !!" teriak Pemimpin Malaikat Azazel
"Ya !" teriak semangat para Malaikat
"Semua sudah siap, Tuan.." kata Azazel
"Baiklah.. Habisi Iblis itu !!" teriak Kron
"YAA !!!" jawab para Malaikat dengan penuh semangat
Malaikat.. merupakan Makhluk yang sudah lama sekali menghilang. Semenjak pertarungan 10 abad yang lalu Malaikat seolah telah lenyap di telan Essaract. Mantra untuk memanggil mereka pun sudah tidak bisa ditemukan. Malaikat sudah dianggap sebagai sosok pembawa harapan, sebagai sosok suci yang akan memerangi iblis di tengah kegelapan.
Oleh karena itu, ketika para penduduk melihat para Malaikat yang datang untuk berperang, air mata mereka mengalir tanpa disadari. Mereka melihat sebuah cahaya, tidak, cahaya yang sangat terang. Cahaya yang akan menyelamatkan hidup mereka.
"Dengarkan aku para penduduk ! Kalian masih memiliki tugas ! Jangan hanya bergantung pada para malaikat saja !" teriak Kron mengarahkan dan memotivasi para penduduk
"Orang orang itu ! Bukankah mereka masih hidup ?!" menunjuk ke layar hologram Treze dan komplotannya
"Orang orang yang telah memanipulasi kalian, orang orang yang telah membawa kehancuran ke kerajaan, orang orang yang telah membawa kegelapan di hati kalian !" sambungnya
Para penduduk mulai bangkit
"Apa kalian akan membiarkan orang orang tersakiti lagi karena perbuatan mereka ?!" teriak Kron
Para penduduk mulai memasang wajah siap berperang lagi
"Apa kalian akan membiarkan kejahatan menang melawan kebaikan ?!" teriak Kron
"TIDAK !!" teriak para penduduk
"BAGUS !! Sekarang ikuti komando ku ! Masing masing orang yang berdiri di depan akan memimpin kalian untuk mencari orang orang jahat itu ! Ikutilah mereka dan menangkan pertempuran ini !!" teriak Kron memotivasi
"YAA !!!!" jawab semangat para penduduk
"MAJULAH DAN MENANGKAN PERTEMPURAN INI !!" teriak Kron
"YAAA !!!!!" jawab para penduduk yang semangatnya makin berkobar
Para penduduk pun mengikuti arahan dan komando dari Kron. Mereka mulai membagi tim dan mencari keberadaan Trize dan komplotannya
WAKTU PERENCANAAN
"Jadi.. aku nanti akan menggunakan Mantra yang akan mengembalikan harapan semua orang." kata Kron
"Ma-Mantra apa itu ?" tanya Justin
"Nanti lihat saja.. tapi yang pasti, setelah para penduduk mulai bangkit, akan menyuruh mereka mengikuti kalian untuk mencari Treze dan komplotannya." kata Kron
"Siapa yang menemukannya segera panggil Bella, nanti biar Bella yang menyebarkannya ke yang lain ? Kau siapkan Bella ?" tanya Kron
__ADS_1
"Te-tentu saja, siap !" jawab Bella
"Oh ya ada 1 lagi.. selama aku menyiapkan diri untuk menggunakan Mantra, kalian cobalah nyalakan percikan api semangat para penduduk." kata Kron
"Ca-caranya ?" tanya Baja
"Kalian pasti akan menemukannya sendiri !" jawab Kron
KEMBALI KE WAKTU SEKARANG
"Si Kron itu.." kata Paul
"Dia benar benar tahu segalanya ya-nin !" kata Kunai
"HAHAHAHA !! Namanya juga sahabatku !" kata Baja
DI TEMPAT YANG LAIN
"Sialan !! Bagaimana mungkin bocah itu bisa memanggil Malaikat ?!" teriak kesal Treze
"Ma-maafkan hamba, Yang Mulia.. hamba gagal menidurkannya." kata Butterfly
"Cih ! Kalian semua.. dengarkan aku.. sekarang ini pasti sudah ada pasukan pengintai untuk mencari keberadaan kita. Oleh karena itu, cegahlah orang orang yang akan datang ke sini !" kata Treze
"Baik, Yang Mulia !" jawab komplotannya
Kron telah memperkirakan bahwa setelah kedatangan para Malaikat, Treze dan komplotannya akan mulai panik dan memperkuat pertahanan di sekitar mereka. Kron juga tahu bahwa komplotannya hanya berjumlah 4 orang termasuk Treze, sedangkat yang dikirimkannya di luar dugaan Treze, yaitu lebih dari 8 kelompok.
"Bella, tolong sambungkan aku ke Kuraraku dan Klire." kata Kron ke Bella
"Baik. Sudah terhubung !" jawab Bella
"Klire, Kuraraku, kalian bisa mendengarku ?" kata Kron
"Suara ini.. Kron ada apa ?" jawab mereka berdua
Aldizech, Arthur, dan Silvanna terkejut mendengar kata kata Klire dan Kuraraku
"Aku.. ada permintaan untuk kalian berdua.."
DI TEMPAT LAINNYA
"Kalian ikuti aku ya !" teriak Liliana dan Rose
"Lewat sini para prajurit !!" teriak Justin dan Paul
"Jangan mau kalah dengan mereka !!" teriak Warmer dan Zaragoza
"Ayo kita menangkan pertempuran ini !" teriak Baja dan Lizard
"MAJULAH !!" teriak para Pilar dan kelas A
"YAAA !!!" jawab semangat para penduduk
Dan dengan begitu.. pertempuran mulai menemukan titik akhir.
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------