
Setelah mengunjungi ruang tahanan yang berisikan prajurit biasa, Kron ditemani Arthur dan Edward berjalan menuju ke ruang tahanan lain, yaitu ruang tahanan yang berisikan Syno dan para pengawalnya.
"Jadi ini ruangannya ?" tanya Kron
"Benar, Yang Mulia." jawab Edward
"Baiklah, akan aku buka !" kata Arthur dengan semangat
Arthur pun membanting pintu karena terlalu bersemangat sehingga membuat Syno dan para pengawalnya terkejut.
"Si- Pak Tua lagi kah.." kata Syno
"HAHAHA !! Apa kalian terkejut lagi ?!" tawa dari Arthur
"Jadi.. langsung ke intinya saja.. ada keperluan apa kau kemari, Pak Tua ?" tanya Syno
"Hm.. kau tidak bisa menyadari kehadirannya kah.." kata Arthur
"Ha? Apa maksud- !" kata Syno yang terkejut melihat kedatangan Kron
"Yo.. apa kabar..?" tanya Kron dengan aura menakuti sehingga menakuti Syno dan para pengawalnya
Seketika Syno dan para pengawalnya yang tadi sedang bersantai langsung berubah menjadi tegang. Mereka terdiam tak berani berkata apa apa.
"Hm..? Aku dikacangi kah ?" kata Kron
"Oi Kron.. sepertinya kau terlalu menakut-nakuti mereka." kata Arthur
"Hm? Benarkah? Ah.. sepertinya kau benar." kata Kron yang melihat Syno dan para pengawalnya terdiam gemetar
"Tenang saja.. aku tak ada niat buruk pada kalian." kata Kron
Syno dan para pengawalnya menelan ludah. Namun mereka merasa sedikit lega karena mendengar Kron tidak memiliki niat buruk terhadap mereka.
"Tapi selama kalian mau diajak bekerja sama." kata Kron dengan aura menakuti
"Hahaha.. tidak tidak.. aku hanya ingin mengunjungi kalian.. saja..?" kata Kron
Kata kata Kron sebelumnya sudah terlanjut membuat mereka ketakutan lagi. Dan Kron pun berusaha mencairkan suasana dibantu Arthur dan Edward.
Setelah situasi sudah tidak begitu tegang, Kron mempertegas bahwa ia hanya ingin mengunjungi mereka saja sembari mencari para penyusup yang dikabarkan telah berada di dalam wilayah kerajaan.
Namun setelah mengetahui bahwa para penyusup tersebut merupakan utusan dari Sweba, tujuan Kron yang semula hanya ingin mengunjungi berubah menjadi ingin menginterogasi sekalian.
"Jadi.. apa maksud dari para penyusup ini..?" tanya Kron
Syno dan para pengawalnya terdiam.
__ADS_1
"Tak ingin menjawabkah ?" kata Kron
Syno dan para pengawalnya masih terdiam.
"(Hah.. apakah aku perlu menggunakan kekerasan..? Tidak.. itu bukanlah tindakan seorang raja yang bijak.)" kata Kron dalam hatinya
"Hoi ! Yang Mulia sedang bertanya pada kalian ! Jawablah !" bentak Arthur yang emosi karena Syno dan para pengawalnya mengacuhkan Kron berulang kali.
"Cih, kami beberkan pun tak ada gunanya." kata Syno
"Hah? Apa maksudmu ?!" tanya Arthur
"Kalian.. menahan kami disini hanyalah tindakan sia sia. Apalagi memberikan fasilitas seperti ini kepada lawan, bukankah ini tindakan bodoh ?! Seharusnya para tawanan dikerangkeng, disiksa, dijadikan budak ! Apa apaan kalian ini ?!" kata Syno yang bicara tidak jelas
Kron hanya terdiam.
"Hoi.. kau raja bukan? Raja macam apa kau ini? Memberikan fasilitas seperti ini kepada lawan yang sudah menjadi tawanan? Hah! Jangan bercanda kau! Raja macam apa yang memperlakukan tawanannya seperti in-" kata Syno yang belum sempat menyelesaikan omongannya karena Arthur langsung memukul Syno.
"Yang Mulia !" kata para pengawal Syno
"ahahahaha.. HAHAHAHAHA !! Benar.. seperti inilah seharusnya seorang raja.. melakukan tindakan yang tegas! Raja pengecut sepertimu hanya akan membawa kehancuran bagi para pengikutnya saja !" kata Syno yang seperti menggila
"Kau.. tutup mulutmu !" teriak Arthur yang mau menghajar Syno namun dicegah oleh Kron.
Kron mengangkat tangan kanannya ke samping memberi kode agar Arthur menahan emosinya.
"Ka-Kau..!!" kata Arthur yang semakin emosi
Kron menyadari bahwa Edward juga emosi dan berniat memukul Syno. Namun hal itu dicegah dengan Kron yang langsung melirik ke arah Edward seolah memberi kode untuk tetap menahan diri.
"Hahahaha.. orang pengecut seperti dia kalian jadikan raja? Kalian jadikan pemimpin kalian? Ingin dibawa kemana masa depan kalian hah ?!" kata Syno
"Ya-Yang Mulia.." bisik Yuno
"Apa ?! Katakan saja dengan lantang ! Orang bodoh dihadapanmu ini tidak akan bisa memahami perkataan bijak darimu !" kata Syno
"Tenangkan diri anda, Yang Mulia.." kata Yuno
"Hah?! Apa maksudmu ?! Aku harus takut dengan orang seperti dia ? Jangan bercanda ! Sekali kutampol palingan juga merengek nangis ke mamanya !" kata Syno
Mata Arthur dan Edward seketika langsung melotot dengan tatapan ingin membunuh saat itu juga. Para pengawal Syno langsung ketakutan dan tak berani melihat ke arah Kron dan para pengawalnya. Mereka seketika langsung memalingkan wajah mereka ke bawah dengan keringat yang terus bercucuran dan hanya berani mengintip sesekali saja.
"Kau.. mulutmu benar benar busuk ya.." kata Arthur
"Seandainya Yang Mulia tidak menyuruh kami untuk menahan diri.. sudah pasti tarikan nafasmu saat ini adalah tarikan nafasmu yang terakhir." kata Arthur
Syno yang sebenarnya ketakutan sedari awal mulai menujukkan ketakutannya. Ia mulai gemetar dan mencucurkan keringat yang membasahi tubuhnya.
__ADS_1
Ketika suasana sedang sangat sangat tegang dan diliputi dengan penuh ketakutan, Kron langsung berdiri dari kursinya dan membuka pintu ruang tawanan.
Orang orang yang ada di ruangan tersebut bingung dengan tindakan Kron. Namun, Syno yang melihat Kron seperti melarikan diri kembali memanas manasi Kron.
"Hahahahah !! Sudah kuduga kau itu seorang pengecut ! Melarikan diri ? Hah ! Memang hanya itu yang pantas dilakukan oleh orang rendah sepertimu !" kata Syno
"Katakan pada orang tuamu, kalian telah gagal dalam mendidik anaknya !" teriak Syno
Suasana hening sejenak.
Kron yang sedang memegang ganggang pintu perlahan memalingkan wajahnya ke arah Syno dan para pengawalnya.
"Arthur, Edward jangan melihat ke arahku." kata Kron
Arthur dan Edward langsung memalingkah wajahnya.
"Aku harap sisa umurmu masih panjang.." kata Kron dengan wajah emosi yang belum pernah dilihat oleh siapapun. Aura yang ia pancarkan nampak sekali diliputi dengan kebencian dan amarah. Siapapun yang melihat Kron saat itu dapat dipastikan akan ketakutan dengan sosoknya seumur hidupnya.
Gematar dan takut, dua kata yang mungkin bisa menggambarkan keadaan yang dialami oleh Syno dan para pengawalnya. Gemetar tiada henti serta keringat yang mengalir terlalu deras, ditambah ketakutan yang sangat terpancar jelas dari wajah mereka ketika memandangi sosok Kron saat itu.
Mereka ingin memalingkan wajahnya namun tak bisa, seolah ada sesuatu yang mewajibkan mereka untuk melihat ke arah Kron saat itu.
"Sy, no kah..?" kata Kron
Syno menelan ludah dengan gemetar dan takut yang tak bisa dibendung.
"Semoga mimpi indah..." kata Kron yang lalu meninggalkan ruang tersebut.
Arthur dan Edward yang menyadari Kron telah meninggalkan ruangan tersebut langsung ikut meninggalkan ruangan tersebut.
Syno dan para pengawalnya hanya bisa terduduk dengan rasa takut dan gemetar yang terus menerus melanda diri mereka. Mereka terus teringat dengan sosok Kron yang sangat menakutkan tersebut. Mereka tidak bisa berbuat apa apa selain gemetar dan ketakutan.
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1