
"Yaa, pertandingan fase pertama yaitu pertandingan kelompok antar kelas sudah selesai ! Kita akan beristirahat sejenak sembari menunggu persiapan untuk fase kedua !" kata Cherry
Dengan begitu pertandingan fase pertama telah usai. Para siswa diberikan waktu untuk beristirahat sejenak guna mempersiapkan tenaga dan kekuatan untuk menghadapi fase ke dua. Para ketua kelas dikumpulkan lagi untuk diberitahukan tentang pertandingan apa yang akan menjadi fase kedua.
Pertandingan di fase kedua adalah pertandingan Battle Royale antar kelas. Setiap kelas adalah satu kelompok yang sama. Pemenang ditentukan jikalau kelas selain kelasnya sudah dikalahkan semua. Cara untuk mengalahkan lawan adalah dengan mengambil ikat kepala lawan.
"Begitu kah.. pertandingan kedua akan menjadi lebih berat ya.." kata Justin
"Bukankah itu bagus ! Kita jadi bisa bertemu dengan lawan yang kuat juga kan !" kata Baja dengan bersemangat
"Tapi masalahnya.. pertandingan kedua ini benar benar membutuhkan kerja sama kelompok.." kata Rose dengan menghela nafas
"Dan kelas lain pun sadar kalau kelas yang paling minim kerusakan.." kata Liliana
"Adalah kelas kita.." kata para siswa kelas A dengan kompak
"Dan secara otomatis pula kelas lain akan mengincar kelas kita.." kata Liliana
"Kita mungkin hanya beruntung saja di pertandingan pertama karena menghadapi lawan yang tak begitu kuat.." kata Liliana
"Ya.. bukannya aku meremehkan mereka, namun bisa saja yang kalian hadapi tadi hanya kacung kacungnya saja.." kata Rose
"Intinya, kita tidak boleh lengah sampai memenangkan pertandingan ini !" kata Paul dengan tiba tiba
"Y-ya.." kata para siswa yang terkejut
"Ada apa.. apakah aku aneh kalau menyemangati ?" tanya Paul
"Tidak tidak.. teriakan mu itu membuat yang lain jadi tambah bersemangat kok.." kata Liliana dan Rose tersenyum palsu
"(Itu.. itu benar benar menakutkan)" kata para siswa dalam hatinya
"Baiklah semuanya.. kita harus memenangkan pertandingan ini, dan tunjukkan pada semua orang tentang kemenangan kita !" kata Liliana
"Ya !" jawab para siswa dengan bersemangat
Para siswa pun dipanggil dan mereka menuju ke arena pertandingan. Namun semua siswa terkejut karena arena tersebut berubah menjadi sangat sangat luas. Para penonton pun tiba tiba menghilang dari sekitaran arena tersebut.
"Oke oke okee ! Pertandingan kedua ini merupakan pertandingan full antar kelas jadi memang harus pakai arena yang sangat luas.. Para penonton silahkan menyaksikan layar yang sudah tersedia !" kata Cherry
"Dan kepada yang memimpin pertandingan, silahkan !" sambung Cherry
"YAA ! Kali ini aku yang akan memimpin pertandingan ini !" teriak Arthur yang tiba tiba ada di tengah arena pertandingan
"I-itu.."
"Itu Sang Pendekar Pedang Arthur !"
"Benarkah dia yang memimpin pertandingan ini ?!"
"Wahh ! Aku jadi sangat bersemangat !!"
"Ini seperti mimpi saja !"
Para siswa yang belum pernah bertemu dengan Arthur pun terkagum kagum akan momen tersebut. Mereka bisa bertemu dengan idolanya bahkan pertandingan mereka dipimpin oleh idolanya adalah suatu momen yang sangat luar biasa.
"Baiklah.. kalian semua diberikan waktu 15 menit untuk merencanakan pertandingan ini ! Segera dirembuk !" teriak Arthur
Para siswa pun mulai merembukkan rencana mereka. Arena yang digunakan untuk bertanding memiliki struktur dan luas yang sama dengan Pusat Kerajaan Orion. Yang mana artinya mereka akan bertanding di tempat yang sama persis dengan Kerajaan Orion.
"Baiklah.. kita akan mulai membagi tugas.." kata Liliana
"Ya.. pembagian kali ini akan sangat krusial jikalau sampai salah." kata Paul
__ADS_1
"Pertama tama.. di mana kita akan menempatkan pusat kita ?" tanya Liliana
"Hm.. Istana Kerajaan merupakan tempat terbaik.. namun kelas lain pasti akan mengincar tempat tersebut juga." kata Justin
"Kalau di dinding bagaimana ?" tanya Ligit
"Di dinding kalau kita terkepung tak akan bisa lari.." kata Rose
"Hm.. merepotkan.." kata Ligit
"Tapi kalau kita tidak memiliki markas apa masalahnya ?" tanya Kunai
"Akan merepotkan bukan? Semisal diantara kita ada yang sekarat, pertandingan ini lebih lama dari dugaan kita dan kita harus mengatur strategi, atau ada diantara kita yang butuh waktu lama untuk memanggil Mantra yang kuat tentu saja butuh sebuah tempat bukan.." jawab Meira
"Nin !" kata Kunai
"Yah begitulah.. jadi intinya kita harus mendapatkan Markas terlebih dahulu untuk mengamankan posisi. Pertanyaannya masih sama seperti tadi.. di mana tempat yang akan menjadi Markas kita ?" kata Liliana
"Hm.." para siswa kelas A berpikir kebingungan
"Ka-kalau boleh saran.. a-ku ada saran satu tempat.." kata Bella yang malu malu mengangkat tangan
"Hm ?" kata para siswa kelas A
Mereka pun berbisik bisik.
"Ha ! Ide yang bagus itu !!" teriak Liliana dan Rose
"Ya, aku setuju kalau menggunakan tempat itu." kata Paul
"Rorororo ! Biar Tromoro dan Baja yang menjadi benteng kalian !" kata Tromoro
"Yoi Rororororo !!" tawa dari Baja
"Ya ! Waktu berembuk sudah habis !" teriak Arthur
Para peserta pun mulai berjalan untuk berkumpul ke dekat Arthur.
"Pertandingan, dimulai !" teriak Arthur
"Ehh ??!!!" kata para siswa
Para siswa yang terkejut dan panik. Ada yang segera melaksanakan rencana yang sudah dirancang, ada yang langsung berperang, dan ada yang kebingungan dan gemetaran.
"Kalian semua sesuai rencana ! Kita harus mengamankan Markas kita dulu !" teriak Liliana mengomandoi
"Baik !" teriak para siswa kelas A
"Kalian duluan lah ! Biar Aku, Justin, dan Vanta yang mengalihkan perhatian mereka !" teriak Baja
"Rororo ! Tromoro serahkan pertahanan padamu Baja !!" teriak Tromoro dengan air mata mengalir
"Hm! Tentu saja ! Kau juga pertahankan mereka !" jawab Baja dengan air mata mengalir
"Me-mereka.. sejak kapan sedekat itu.." kata Alramal
"Hm.. seperti baru tadi-Nin." jawab Kunai
"Baiklah ! Ayo kita segera ke sana !" teriak Liliana
Para siswa kelas A selain yang menahan pun mulai menuju ke tempat yang sudah direncanakan. Tempat itu adalah Rumah Sakit. Mereka pun segera menuju ke tempat tersebut secepat yang mereka bisa.
"Syukurlah belum ada yang menggunakan tempat ini." kata Liliana
"Ya.. ayo kita segera lakukan persiapan." kata Rose
"Ya !" jawab para siswa kelas A
__ADS_1
"Baiklah.. pertama kita harus kabari Baja, Justin, dan Vanta bahwa kita sudah berhasil mengamankan tempat."
"Biarkan aku yang melaksanakannya-Nin !" kata
Kunai pun langsung menghilang menuju ke tempat Baja dan yang lainnya
"Kedua, kita harus mencari letak dimana kelas kelas yang lain." sambung Rose
"Biarkan aku kalau itu !" kata Alramal
"Aku akan membantu Alramal !" kata Anima
Alramal dan Anima pun mulai pergi dan mencari tempat persembunyian kelas kelas yang lain.
"Ketiga, kita harus membangun pertahanan dan jebakan jebakan di sekitar markas kita. Bella akan mengabari yang sedang ada di luar." kata Liliana
"Si-siap !" kata Bella
"Yosh ! Ayo kita berjuang !" teriak Liliana
"Ya !" teriak para siswa kelas A
Para siswa kelas A pun mulai menyiapkan jebakan. Kunai pun berhasil membawa kembali Baja dan yang lain dari medan pertempuran. Anima dan Alramal masih dalam pencarian tempat persembunyian. Ketika Baja, Justin, dan Vanta datang dan sampai ke markas mereka langsung duduk di lantai karena kelelahan.
"Hah.. hah.. hah.." kata Baja, Justin, dan Vanta yang datang kelelahan
"Ada apa ? Mengapa kalian bisa sangat kelelahan ?" tanya Rose dengan khawatir
"Sial.. ada beberapa diantara mereka yang sangat kuat !" kata Justin
"Ya.. hah.. hah.. terutama dia.." kata Vanta
"Dia.. dia siapa ?" tanya Liliana
"Siswa kelas B, pengguna Mantra elemen Magma, Lahaar !" kata Baja
"Lahaar ?" kata para siswa kelas A yang ada disekitar mereka
"Jadi benar.. kelas kelas itu belum mengeluarkan siswa siswa dengan kemampuan terbaiknya !" kata Paul
"Ba-ba-bagaimana ini.." kata Eclair gemetaran
"Tapi sepertinya, kekuatan Lahaar bukanlah kekuatan murninya." kata Kunai
"Maksudmu ?" tanya Justin
"Ketika aku hendak menemui kalian, aku sempat melihat beberapa siswa kelas B berdiri di belakangnya Lahaar dan mengalirkan semacam kekuatan." kata Kunai
".. jadi, antara kekuatan gabungan, atau mereka mengirimkan Mantra Support kah ?" kata Vanta
"Sepertinya begitu." jawab Kunai
"Baiklah.. yang terpenting ikat kepala kalian tidak diambil. Dan kita memiliki info yang akan sangat berguna !" kata Rose
"Kalian diam dulu.. jangan terlalu banyak bergerak dan bicara." kata Meira ke Baja, Justin, dan Vanta sambil mengobati luka luka yang ada
Beberapa saat kemudian, Anima dan Alramal datang kembali ke markas. Mereka mengabari tempat tempat yang kemungkinan besar menjadi markas mereka.
"Baiklah, ayo kita rancang rencana lagi !" kata Liliana
"Ya !" jawab para siswa dengan semangat
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------