
"Ke-Kendaraan ini benar benar kencang !" kata Justin yang terkejut
"Ya ! Tapi suaranya cukup berisik." kata King
Kendaraan tersebut melaju dengan kencang melintasi jalan menuju ke tempat pengungsian. Selama perjalanan mereka hanya bisa terpukau dengan kecepatan dari Mobil tersebut.
Perjalanan terus berlanjut hingga sekitar 5 jam perjalanan, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di tepi sungai.
"Aghh.. akhirnya keluar juga !" kata Justin meregangkan tubuh
"Ya.. tapi tak kusangka kita bisa sejauh ini dalam waktu yang sebentar.." kata King
"Benar, kendaraan ini benar benar mengagumkan !" kata Aldizech
"Meski begitu, suara bising ini tidak bisa digunakan untuk misi penyerangan secara diam diam." kata William
"Ya, sepertinya kita perlu mengembangkan sesuatu yang berbeda untuk penyerangan secara diam diam." kata Kron
Mereka pun duduk berjajar di tepi sungai sembari menikmati sejuknya udara di waktu pagi. Ada yang terlentang dan tidur sejenak, ada yang membuat data mengenai kemampuan dari Mobil, ada yang membahas tentang apa yang harus dilakukan setelah sampai di sana.
Setelah beristirahat kurang lebih 1 jam, mereka memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Mereka pun membuka bekal yang sudah disiapkan oleh para koki.
Mereka makan dengan berbincang bincang ditemani oleh suasana yang tenang. Gurauan dan candaan pun menghiasi waktu sarapan tersebut. Dan setelah sarapan, mereka kembali ke mobil dan mulai melanjutkan perjalanan.
Perjalanan pun berlanjut dan mereka melihat pemandangan yang cukup berbeda dari sebelumnya. Mereka melihat pemandangan yang tidak bisa mereka lihat di waktu malam selama perjalanan.
Pohon pohon yang dilewati seolah tak memiliki kesempatan untuk dipandang oleh mereka saking cepatnya kendaraan tersebut.
Hingga akhirnya bagian hutan mereka lalui dan mereka menemui sebuah ladang yang luas dan matahari yang terbit diantara gunung gunung yang berjajar. Pemandangan tersebut memukau mereka.
Tak lama setelah itu mereka menemui gerbang pembatas Kerajaan Orion. Tentu para penjaga yang belum pernah melihat Mobil sangatlah terkejut dan ketakutan. Meski begitu dengan cukup berani mereka menghalangi pintu keluar dan memberikan sebuah tanda untuk berhenti meski dengan tangan dan badan yang gemetaran.
Mobil pun berhenti beberapa langkah di depan para penjaga tersebut. Ketika para penjaga mau menghampiri Mobil tersebut, keluarlah kepala dan tubuh Alfonso dari jendela mobil.
"Oi kalian ngapain ?!" teriak Alfonso
"Menepilah, kalian tidak tahu ada siapa di dalam ?" kata Alfonso
"T-Tuan Alfonso !" kata para penjaga yang terkejut
"Maafkan ketidaksopanan kami !" kata para penjaga dengan kompak sembari membungkukan setengah badan
"Oi oi.. sepertinya kau terlalu keras itu.." kata Aldizech dari dalam mobil
"Benarkah? Baiklah akan saya perbaiki." kata Alfonso
"Oi kalian berdirilah ! Tidak enak dilihat oleh Yang Mulia !" teriak Alfonso
"Y-Yang Mulia ??" kata para penjaga
"Y-Ya.. selamat pagi.." kata Kron yang muncul dari jendela
__ADS_1
"Ma-Maafkan ketidaksopanan kami, Yang Mulia !" teriak para penjaga yang langsung berlutut
"(A-Ah.. terjadi lagi..)" kata Kron dalam hatinya
Mereka pun berbincang bincang sebentar sembari meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Setelah berbincang sekitar 10 menit, mereka pun melanjutkan perjalanan dan meninggalkan gerbang pembatas Kerajaan Orion. Mereka melanjutkan perjalanan kurang lebih 5 jam hingga akhirnya memasuki wilayah Bullaford.
Mereka menaiki semacam perbukitan yang terhalangi oleh kabut cukup tebal yang berada di daerah utara Kerajaan Bullaford. Kabut tersebut cukup tebal untuk menghalangi pandangan seseorang.
Setelah setengah jam Mobil mendaki, terdengar suara teriakan seseorang dari atas bebatuan.
"Se-Serangan !!" teriak suara tersebut
Tepat setelah teriakan tersebut, langsung muncul orang orang bersenjata tombak, pedang, dan panah dari balik bebatuan di samping jalan tersebut.
Mereka langsung menodongkan senjata mereka karena kepanikan yang mereka hadapi. Mereka ketakutan melihat sebuah benda yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.
"A-Apa apaan kau ini ?!" teriak prajurit Bullaford yang menodongkan senjata
"Be-Benda apa itu ?!" teriak prajurit lainnya
"La-Langsung kita serang saja !" teriak prajurit lainnya
Para prajurit yang dilanda panik dan takut itu pun langsung menyerang Mobil tersebut dengan membabi buta. Mereka tidak dapat berpikir jernih dan hanya berpikir untuk segera menghabisi benda asing tersebut.
"Mereka ini ya.." kata William
"Apa yang perlu kita lakukan, Yang Mulia ?" tanya Alfonso
Kron dan yang lain masih berdiam di dalam Mobil. Kron berpikir kalau mereka keluar maka akan langsung di serang karena kepanikan orang orang tersebut, ditambah kabut yang tebal membuat mereka semakin tidak dapat berpikir jernih.
"Kalian semua hentikan tindakan bodoh kalian itu !" teriak Gordon dari atas
"A-Apa yang anda maksudkan ?" teriak para prajurit
"Kalian ini.. hentikan serangan kalian saat ini juga !" teriak Gordon
Serangan tersebut pun berhenti. Para prajurit pun mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak dari benda asing tersebut. Gordon pun langsung turun dari atas dan berdiri di samping Mobil tersebut.
Gordon pun menundukkan tubuhnya seolah menyambut kedatangan seseorang yang terpandang. Melihat Gordon yang menundukkan tubuhnya, para prajurit semakin kebingungan.
Terbukalah pintu yang ada di bagian belakang Mobil tersebut. Kaki pun mulai kelihatan muncul dari balik pintu tersebut. Para prajurit Bullaford semakin menggenggam erat senjatanya dengan gemetaran.
Hingga akhirnya orang orang dari bagian belakang Mobil tersebut muncul. Senjata para prajurit Bullaford tersebut pun langsung berjatuhan. Mereka terkejut dan tak percaya bahwa sang putra Mahkota muncul dari benda asing tersbeut.
Para prajurit Bullaford langsung menghampiri Justin dan meminta maaf karena ketidaksopanan mereka.
Mereka pun mengawal Justin dan orang orang yang bersamanya menuju ke tempat pengungsian. Mereka berjalan dengan perlahan hingga akhirnya mereka sampai ke tempat pengungsian di atas pegunungan tersebut.
Ketika sampai di tempat pengungsian, nampak dengan jelas orang orang yang terbaring dengan kelaparan. Wajah sedih dan depresi nampak di wajah mereka.
"Kalian semua !" teriak salah seorang prajurit yang baru datang bersamaan dengan Justin dan yang lain
__ADS_1
Teriakan tersebut membuat orang orang yang ada menjadi teralih kepadanya.
"Yang Mulia Justin telah datang !" lanjut teriakannya
Teriakan tersebut langsung membuat orang orang yang ada di tempat pengungsian merinding. Mereka yang telah pupus harapannya dan jatuh dalam depresi serta kesedihan langsung berlarian menuju ke arah Justin.
Orang orang dari para pengungsian yang menghampiri Justin dan hanya bisa terduduk lemas, memegang tangan Justin, memohon bantuan serta sebuah harapan, dan terdiam menangis.
Justin pun merasa iba dan bersalah karena ketidakmampuannya dalam menjawabi harapan para rakyatnya, ketidakmampuannya menemani para rakyatnya ketika dalam kondisi terburuk, ketidakmampuannya menjadi seseorang yang mampu dengan berani dan tegas membangkitkan kembali semangat para rakyatnya.
Para petinggi dari Kerajaan Bullaford yang mendengar kedatangan Justin dan sorakan dari para pengungsi pun langsung berlari keluar menuju ke arah Justin.
Para prajurit Bullaford pun membuka jalan dengan menepikan para pengungsi yang sedang berada di dekat Justin. Para petinggi pun langsung berlutut dan menangis di hadapan Justin karena ketidakmampuannya mereka dalam menjalani tugasnya.
Mereka merasa sangat bersalah karena telah membiarkan rakyat Bullaford terlantar dan terbantai, mereka juga merasa sangat bersalah karena tidak bisa mempertahankan kerajaan yang mereka cintai, dan yang paling utama mereka merasa sangat bersalah dan menganggap sebagai dosa yang tidak bisa diampuni karena membiarkan Raja mereka tewas dalam pertempuran tersebut.
Justin pun berlulut untuk dan memegang pundak para petinggi kerajaan tersebut dan mengatakan.
"Berdirilah.. kalian.. yang terpenting.. kalian selamat." kata Justin yang meneteskan air mata
"Kalian.. telah melakukan yang terbaik yang kalian bisa, kalian telah menyelamatkan orang orang yang ada di sini, menjaga dan mendampingi mereka ! Kalian.. kalian sudah berusaha yang terbaik..! Maafkan aku yang tidak bisa mendampingi kalian disaat saat yang kritis..!" kata Justin yang menangis
Justin pun memeluk para petinggi tersebut dengan tangisan yang menyelimuti pelukan tersebut. Para pengungsi yang melihat pun terduduk lemas dan menangis.
Beberapa saat kemudian ketika tangisan sudah reda dan para pengungsi tersebut sudah berhenti menangis dan dapat berdiri, Gordon berdiri seakan memiliki suatu pengumuman.
"Mohon maafkan ketidaksopanan saya. Namun, masih ada seseorang yang perlu kalian sambut kedatangan dan kehadirannya." kata Gordon
"Ah benar.. maafkan ketidaksopanan saya." kata Justin yang menghadap Gordon
Para petinggi dan para pengungsi bingung dengan perkataan Gordon dan sikap dari Justin. Orang orang dari Kerajaan Orion pun langsung berjajar seolah menyambut seseorang.
Alfonso membuka pintu dari salah satu bagian Mobil. Diiringi suasana yang hening, salah bagian dari kaki tersebut mulai nampak.
Mata orang orang dari pengungsian pun langsung terbuka lebar. Mereka langsung menyadari akan sosok yang telah muncul di hadapan mereka tersebut.
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1