
Sosok bersayap yang turun dari langit tersebut memancarkan cahaya yang sangat terang. Meskipun sangat terang tetapi pancaran cahaya tersebut tidak menyilaukan dan masih bisa dilihat seperti biasa.
Tongkat yang diangkat mengeluarkan bola setengah lingkaran yang cukup luas hingga mampu menutupi seluruh pulau.
Setengah bola tersebut berwarna kuning keputihan namun agak transparan hingga bagian luar pulau masih bisa terlihat. Di pulau tersebut, sosok wanita bersayap tersebut kemudian merapalkan Mantra Cahaya yang memunculkan sebuah gerbang dari langit.
"Silahkan, ikuti saya." kata wanita bersayap tersebut
Kron berjalan memasuki gerbang tersebut mengikuti wanita bersayap tersebut tanpa berkomentar sedikitpun. Raptor, Yuno, dan Rias saling melihat dan memasang wajah agak ragu. Namun Raptor yang merasa kesal terhadap Kron, melihat Kron yang memasuki gerbang tersebut akhirnya ikut masuk.
Rias dan Yuno yang melihat Raptor masuk ikut masuk ke gerbang tersebut. Ketika mereka memasuki gerbang tersebut, mereka menemukan tempat yang jauh berbeda dari tempat mereka berpijak tadi.
Tempat tersebut merupakan sebuah ruangan yang sangat luas dan hanya ada meja dan beberapa kursi yang mengelilingi meja tersebut. Wanita tersebut mempersilahkan Kron dan yang lain untuk duduk di kursi yang tersedia.
Ketika mereka duduk, Rias dan yang lain memasang wajah kebingungan. Mereka melihat ke arah Kron dan Kron memasang ekspesi datar seperti di pulau tadi.
Mereka juga melihat Kron yang nampaknya bagi mereka, Kron tidak terkejut dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini. Dan ketika mereka sedang kebingungan terasa aura sangat kuat dari belakang mereka.
Sebuah pintu raksasa terbuka. Sosok dengan aura yang sangat kuat tersebut semakin mendekat ke arah mereka. Raptor, Rias, dan Yuno tidak berani melihat ke belakang mereka dan hanya mencoba menghentikan tangan mereka yang gemetaran.
Kron dengan tenang meminum minuman yang sudah disediakan oleh wanita bersayap tersebut. Ketika sosok dengan aura sangat kuat sudah dekat, wanita bersayap tersebut membungkukkan badannya dan menyambut kedatangan sosok tersebut.
"Selamat datang, Tuan Hellian." kata wanita bersayap tersebut
Mendengar nama tersebut, Raptor, Rias, dan Yuno langsung terkejut. Nama yang sangat agung dipanggil tepat di belakang mereka.
"Ya, terima kasih." kata Hellian
Raptor, Rias, dan Yuno perlahan mulai menoleh ke belakang. Mereka terkejut melihat sosok Dewa Perang, Hellian tepat di belakang mereka. Sosok dengan badan berukuran 5 meter, rambut pendek berwarna pirang dengan bekas luka di bagian mata kirinya.
Hellian dengan tangan satu membawa pedang seukuran dengan dirinya dan ditenteng di salah satu pundaknya. Raptor, Rias, dan Yuno yang tidak bisa berkata apa apa langsung berlutut di hadapan Hellian dan memandangkan wajahnya ke tanah.
"Apa maksudnya ini ?" kata Hellian
Rias dan yang lain gemetar ketakutan karena perkataan Hellian. Mereka merasa telah melakukan sesuatu yang memicu murka seorang Dewa Perang.
"Ma-Maafkan ketidaksopanan kami, Dewa Hellian." kata Yuno
"Hm." kata Hellian
Ketika Rias dan yang lain sedang ketakutan di hadapan Hellian, tiba tiba Kron mengeluarkan sepatah kata.
"Jangan menakuti mereka, Hellian." kata Kron
Hellian dan orang orang yang sedang berlutut terkejut dengan perkataan Kron. Raptor dan yang sedang berlutut terkejut bukan main mendengar Kron yang memanggil Hellian dengan santainya.
"Suara ini.." kata Hellian
__ADS_1
"Kron kah ?!" kata Hellian yang suaranya berubah
Suara Hellian yang tadinya berat dan menakuti Rias dan yang sedang berlutut tiba tiba langsung berubah menjadi lebih ringan bahkan terdengar seperti suara seorang remaja laki laki.
Rias dan yang lain tentu terkejut mendengar Hellian yang memanggil nama Kron. Mereka terkejut karena Hellian mengenal Kron bahkan hingga dapat merubah suara Hellian.
"Oi Kron! Ayo kita bertanding! Tunggu.. apa yang terjadi dengan badanmu ini ?!" kata Hellian
Hellian tiba tiba menjadi sangat berisik, sangat berisik seperti seorang sahabat yang melepas kerinduannya pada sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
"Hah.. kau tahukan ketika aku di kirim ke Essaract aku pikir tubuhku akan tetap sama, ternyata ketika tumbuh tubuhku malah seperti tubuhku ketika di Bumi." kata Kron
"Hah!! Sial! Jadi kita tidak bisa bertanding ya !" kata Hellian
"Oi.. bukankah seharusnya tugas kaummu mengirimku dengan tubuhku yang sudah susah payah aku bentuk ya." kata Kron
"Ha.. entahlah.. nanti akan aku coba pastikan lagi, ehe." kata Hellian
Kron menghela nafas seolah tahu akhir pembicaraannya akan seperti ini. Ketika Kron dan Hellian sedang berbincang bincang, Rias dan yang sedang berlutut hanya bisa melihat dengan wajah penuh kebingungan.
"Ah, melepas rindunya nanti saja.. Aku lupa kalau ada tamu lain di sini." kata Hellian yang suaranya kembali menjadi berat
"(Bukannya kau yang mengajak ku berbicara dari tadi ya.)" kata Kron dalam hatinya
Hellian kemudian menyuruh Rias dan yang berlutut untuk kembali duduk di kursi yang sudah tersedia. Hellian kemudian mulai membuka sebuah topik mengenai alasan ia memanggil Kron dan yang lain ke tempat ini.
"Cukup pembukaannya, sekarang topik utamanya." kata Hellian
Rias. Raptor, dan Yuno menelan ludah.
"Kron, ini saatnya." kata Hellian
"Baiklah.. akan aku ulangi semuanya dari awal." kata Kron
"Maaf, namun hanya ini satu satunya jalan yang bisa kau tempuh." kata Hellian
"Tak apa, selama tak ada yang mati aku tak keberatan." kata Kron
Dan pembicaraan tersebut ditutup dengan wajah kebingungan dari Rias, Raptor, dan Yuno. Raptor yang tidak terima dengan pembicaraan singkat dan tidak jelas tersebut meminta penjelasan kepada Hellian.
"Maafkan ketidaksopanan hamba, Dewa. Namun, apa maksudnya ini semua?! Mengapa hanya dia yang harus kau panggil?! Apa yang terjadi sebenarnya?! Bukankah ada banyak orang yang bisa melaksanakan tugas yang engkau berikan jauh lebih baik daripada dirinya ?!" kata Raptor
"Apakah anda tidak tahu, seberapa banyak orang yang dia susahkan selama ini?! Ia tertidur dengan nyenyak sementara rakyatnya menderita kelaparan !" kata Raptor
"Manusia.." kata Hellian
Seketika wanita bersayap menodongkan tongkatnya ke lehen Raptor.
__ADS_1
"Kau.. tidak tahu apa apa." kata Hellian
Kron hanya terdiam dengan jidat yang ditaruh di kedua tangannya yang berada di atas meja.
"Akan tiba saatnya, dimana kalian. tidak, semua makhluk di Essaract mengetahui yang sebenarnya." kata Hellian dengan menatap Raptor
"Dan satu hal lagi.. jangan pernah kau berani merendahkan sahabatku." kata Hellian menatap tajam Raptor
Raptor tak bisa berkata apa apa dan kembali duduk dengan amarah yang diselimuti kebingungan. Yuno dan Rias tidak berkata apa apa karena mereka juga dilanda kebingungan.
"Baiklah.. silahkan beristirahat dan ketika kau sudah siap, akan kami kirim kalian kembali ke Essaract." kata Hellian yang kemudian meninggalkan ruangan tersebut
Raptor, Rias, dan Yuno kembali tambah bingung. Kembali ke Essaract, bukankah itu berarti mereka sedang tidak berada di Essaract, lalu berada dimanakah mereka. Itulah yang menjadi pertanyaan tambahan di tengah kebingungan mereka.
"Yang Mulia.. bisakah anda jelaskan, apa yang terjadi sebenarnya..?" tanya Rias yang ragu ragu
Kron menghela nafas. Yuno dan Raptor melihat ke wajah Kron.
"Bukankah Hellian sudah berkata bahwa bila tiba saatnya maka kalian akan mengetahui yang sebenarnya? Bersabarlah hingga waktu itu tiba." kata Kron
"Apa, jangan mentang mentang kau dipercaya oleh Dewa menjadi songong seperti ini !" kata Raptor yang memukul meja
Wanita bersayap sekali lagi menodongkan tongaktnya ke leher Raptor.
"Mohon tenang.. bersabarlah sebentar dan kalian akan tahu semuanya." kata wanita bersayap tersebut
Raptor kembali duduk. Kron berjalan meninggalkan ruangan seolah sudah terbiasa dengan tempat tersebut. Raptor dan yang masih duduk berbincang sebentar.
"Sekarang.. apa yang akan kita lakukan ?" tanya Yuno
"Tidak tahu! Tapi yang pasti, akan aku cari tahu dulu kebenarannya sebelum ktia kembali ke Essaract !" teriak Raptor
Yuno dan Rias tidak merespon apa apa selain anggukan kepala mereka.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1