Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 119 - Turunnya Para Dewa


__ADS_3

"Di mana Kron ?!" teriak Hellian


Teriakan Hellian membuat gelombang kejut yang mendorong ke belakang semua orang yang berada di hadapannya. Rias, Raptor, Yuno, dan yang lain terdorong ke belakang beberapa meter karena teriakan Hellian.


Rexus yang berlutut dari awal kedatangan Hellian dan yang lain tidak bergeming dari tempatnya. Rexus kemudian maju menghadap ke hadapan Hellian.


"Rexus, di mana Kron ?" tanya Hellian


Rexus hanya berlutut dengan meneteskan air mata. Hellian yang sudah mendapatkan perasaan tidak enak mengeluarkan kekuatannya hingga membuat semua orang yang melihatnya ketakutan.


"Hellian, tenanglah." kata seseorang menepuk pundak Hellian


Seseorang dengan penampilan Elf namun dengan mahkota mewah di kepalanya. Klire terkejut melihat sosok tersebut dan ia langsungĀ  berteriak memerintah agar semua Elf segera bersujud.


"Kalian.. berdirilah." kata Elf tersebut


"Ras mu benar benar tahu cara memperlakukan tuannya ya." kata seseorang dari gerombolan


"Di-Dia..!" kata Kuraraku


"Kalian sujudlah !" teriak Kuraraku


Semua orang dari Ras Elf dan Dwarf bersujud. Orang orang darii Ras tersebut tidak tahu mengapa mereka harus bersujud. Dari gerombolan tersebut datang juga Iris dan beberapa orang lainnya. Rexus kemudian mengangkat kepalanya.


"Selamat datang di Essaract, wahai Para Dewa." kata Rexus


Perkataan Rexus membuat terkejut semua orang yang ada di tempat itu. Hellian kemudian menyuruh semua orang untuk berdiri. Rexus kemudian menyuruh Klire dan Kuraraku untuk menyambut kedatangan Para Dewa.


Pesta penyambutan dengan cepat langsung disiapkan. Para Dewa yang miris melihat tempat tersebut kemudian bersamaan merapalkan Mantra Putih dan dengan sekejap langsung merubah tempat gelap tersebut menjadi tempat layaknya surga.


Semua orang terpukau dengan kekuatan dari Para Dewa. Tempat yang selalu gelap gulita dengan pemandangan mati di mana mana tiba tiba berubah menjadi tempat yang sangat indah.


Pohon pohon langsung muncul dari tanah dan mengeluarkan buah buah yang sudah matang, rumput hitam dengan cepat berubah menjadi hijau dan langit yang gelap menjadi biru kembali.


Pemandangan yang sudah lama tidak dilihat oleh orang orang dari Ras Elf dan Dwarf membuat mereka langsung terjatuh bahagia. Mereka langsung berterima kasih kepada Para Dewa.


"Sekarang, jawab pertanyaanku. Di mana Kron ?" tanya Hellian ke Rexus yang berlutut dihadapannya


"Yang Mulia.. telah gugu-" jawab Rexus


Hellian kemudian mengeluarkan kekuatannya hingga membuat tanah di sekitarnya retak dan hampir runtuh.


"Yang Mulia telah gugu-" kata Rexus


"Maafkan kami, wahai Dewa !" kata Justin yang langsung berlari dan bersujud ke hadapan Hellian dan Para Dewa lainnya


"Karena kamilah, Kron harus tewas !" kata Justin


Teman temannya kemudian ikut berlari dan sujud di hadapan Hellian dan Para Dewa lainnya. Mereka juga berkata seperti apa yang Justin katakan.

__ADS_1


"Jadi.. kalian penyebab Kron.. mati..?" tanya Hellian


Justin dan teman temannya hanya bisa bersujud ketakutan. Rias dan Yuno yang merasa bersalah juga ikut bersujud sembari meminta maaf dan memohon ampunan.


Tanpa menghiraukan Hellian sudah mengangkat pedangnya dan siap mengayunkan pedang tersebut kapanpun ia mau. Klire dan Kuraraku kemudian ikut bersujud dan meminta ampunan kepada Hellian.


Hellian yang dipenuhi rasa emosi tidak mengindahkan kata kata dari Rias dan yang lain. Ketika ia mau mengayunkan pedangnya, seseorang memegang tangan Hellian dan mencegah ayunan pedang tersebut.


"Hellian, tenangkanlah dirimu." kata seseorang dengan jubsh berwarna biru dengan garis garis emas.


"Bullaford, singkirkan tanganmu." kata Hellian


"Maaf, tapi tidak bisa." kata Bullaford


'Sialan !" kata Hellian mengayungkan tangan satunya mencoba memukul Bullaford


Bullaford kemudian mengangkat satu tangannya dan menahan serangan Hellian. Pukulan tersebut cukup kuat hiingga bisa membuat hembusan angin yang kuat mendorong seseorang terlempar.


"Apa kau tidak ingat jikalau di dunia ini semua kekuatan kita setara ?" kata Bullaford


"Cih." kata Hellian


Ketika Hellian dan Bullaford sedang bertikai, seseorang mengatakan bahwa ada 2 sosok iblis yang sangat kuat mencoba lari dengan membawa tubuh Kron.


"Hellian! Bullaford! Aku mendeteksi 2 sosok iblis membawa tubuh dari Kron !" kata Ussehan


"Baiklah !" kata Ussehan


Gerbang kemudian dibuka dan 2 sosok iblis memasuki gerbang yang dibuka oleh Ussehan. Dua sosok iblis itu adalah Cerberus dan Sterben.


Cerberus dan Sterben langsung terjatuh seketika setelah melewati gerbang yang dibuka oleh Ussehan. Ussehan menutup gerbang dan Para Dewa langsung menghampiri Cerberus dan Sterben.


"Ah.. ah.." kata Cerberus dan Sterben


"Kalian! Di mana Kron ?!" tanya Hellian


"De-Dewa.." kata Cerberus membuka tangannya


Dari balik tangan Cerberus nampak Kron yang sudah tidak sadarkan diri. Tubuh yang penuh dengan luka bahkan tangan dan kaki yang sudah putus satu serta tubuh yang hampir terbagi menjadi dua.


Iris dengan cepat langsung merapalkan Mantra penyembuhan kepada Kron. Hellian kemudian berteriak memanggil siapa saja yang bisa menggunakan Mantra penyembuhan untuk membantu Iris menyembuhkan luka luka Kron.


Meira sekilas terkejut. Kemudian ia langsung berlari menuju ke tempat Kron dan ia terkejut serta hampir muntah melihat keadaan Kron saat itu. Ia kemudian menenangkan dirinya dan mencoba sebisa mungkin membantu Iris menyembuhkan luka luka Kron.


Orang orang yang tadi berada di hadapan Hellian dan Para Dewa lainnya masih tidak bergerak. Mereka hanya bisa terdiam dan memandang dari jauh berharap agar keadaan Kron baik baik saja.


"Apa kita tidak bisa langsung menggunakan Mantra itu ?" tanya Bullaford


"Tidak, seandainya kita menggunakan Mantra penukaran tubuh maka Kron akan langsung kehabisan energi dan mati seketika." jawab Iris

__ADS_1


"Cerberus! Sterben! Bertahanlah, akan aku panggil Derowe !" kata Hellian


"De..wa.. tolong selamatkan tuan kami.." kata Cerberus yang mulai kehilangan kesadaran


Waktu pun berlalu. Kedatangan Derowe terlambat sehingga nyawa dari Cerberus dan Sterben tidak bisa diselamatkan.


Tubuh yang sudah bolong bolong dan darah yang mengalir keluar dengan cepat membuat nyawa mereka tidak bisa diselamatkan. Nyawa Kron masih abu abu, kehidupannya masih berada diantara kehidupan dan kematian.


Di alam yang lain.


Kron membuka matanya secara perlahan. Ia langsung berdiri karena terkejut. Ia melihat adanya 2 sosok dengan penampilan berwarna putih polos dan merah polos. Kron berjalan perlahan mendekati mereka berdua.


"Kalian.. siapa ?" tanya Kron


"Kau.. Kron bukan ?" tanya seseorang dengan penampilan berwarna putih


"Y-Ya.." jawab Kron


"Kami adalah Dewa Kehidupan dan Kematian serta Dewa yang menjaga Surga dan Neraka." kata Dewa Kematian


"Kau sekarang berada di perbatasan menuju ke alam kehidupan abadi, atau yang disebut sebagai kehidupan setelah kematian." kata Dewa Kehidupan


"Begitukah.. teman temanku! Bagaimana dengan mereka ?!" tanya Kron


"Mereka berhasil engkau selamatkan." jawab Dewa Kehidupan


"Namun dua sosok yang terus bersama mu harus gugur ketika menyelematkanmu." kata Dewa Kematian


"Dua sosok..? Cerberus.. dan Sterben..?" tanya Kron


Dewa Kehidupan dan Kematian tidak menjawab apa apa. Kron kemudian terjatuh dan menyalahkan dirinya. Ia menyalahkan dirinya yang tidak bisa melindungi nyawa Cerberus dan Sterben. Ia terlalu sibuk memikirkan pengorbanan dirinya sehingga melupakan bahwa akan ada dua sosok yang terus bersamanya dan bersedia mati deminya.


Dengan tubuh yang terduduk lemas ia mengangkat kepalanya menghadap ke Dewa Kehidupan dan Kematian. Dengan tatapan kosong ia bertanya kepada mereka.


"Apakah.. aku boleh menemui mereka sekali lagi ?" tanya Kron


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !


----------=======-----------

__ADS_1


__ADS_2