
Setelah ujian tersebut Kron, Rias, Raptor, Rexus, dan Yuno membuat sebuah kelompok petualang. Kron dan Rexus yang hanya petualang Tropo 2 dan bisa satu kelompok dengan 3 orang petualang Iono 2 tentu menjadi sasaran dari ketidaksukaan dan kecemburuan.
Para siswa yang melihat Kron dan Rexus terus berjalan bersama 3 orang tersebut sering menjadi bahan gosip dari para siswa yang iri. Tak jarang, berbagai tindakan yang hampir bersifat mencelakakan dilakukan oleh para siswa yang iri tersebut.
Hingga suatu ketika, berita mengenai datangnya 3 orang siswa SMA yang langsung menjadi petualang tingkat Iono 2 tersebar ke seluruh penjuru Essaract.
Hampir semua perwakilan dari kerajaan kerajaan di Essaract datang ke Orion untuk bertemu 3 orang tersebut, banyak dari mereka yang ingin agar 3 orang tersebut menjadi bagian dari kerajaan mereka karena potensi yang dimiliki oleh 3 orang tersebut.
Setiap hari, 3 orang tersebut setidaknya harus bertemu dengan 5-8 orang perwakilan dari suatu kerajaan. Jadwal belajar mereka terganggu, tidak bisa pulang bersama dengan Kron dan Rexus lagi, dan hanya ada pertemuan dan pertemuan di jadwal kegiatan mereka.
Kabar tersebut akhirnya sampai ke telinga dari Raja Iblis atau yang biasa disebut, Juru Selamat. Raja Iblis yang langsung mengetahui bahwa ketiga orang tersebut adalah 3 orang yang pernah mengganggunya ketika akan melenyapkan Kron langsung tertawa terbahak bahak.
Raja Iblis kemudian pergi dari singgahsananya dan mencoba menemui 3 orang yang namanya sedang naik daun tersebut. Di sisi lain, karena Kron dan Rexus sudah jarang terlihat bersama dengan Rias, Raptor, dan Yuno, mereka berdua menjadi sasaran pembulian dari para siswa di Terresia.
Bahkan tak sedikit orang orang dari luar Orion yang ingin merekrut Rias, Raptor, dan Yuno ikut membuli mereka berdua. Orang orang yang berasal dari luar Orion menganggap bahwa 2 orang tersebut adalah hambatan utama mengapa Rias, Raptor, dan Yuno tidak mau pergi dari Orion.
Sedangkan para siswa merasa bahwa Kron dan Rexus terlalu beruntung dan bersikap 'menjilat' terhadap Rias, Raptor, dan Yuno sehingga bisa berteman baik dengan 3 orang tersebut.
Selama Kron dan Rexus tidak bersama dengan Rias, Raptor, dan Yuno, maka mereka berdua akan terus diganggu oleh para siswa Terresia dan orang orang yang ingin merekrut Rias, Raptor, dan Yuno.
Setiap istirahat makan siang, bekal Kron selalu dibuang oleh para siswa Terresia. Tak jarang, makanan tersebut diisi dengan kotoran kuda dan kantin sekolah dipaksa tidak menjual makanan kepada Kron.
Justin, Baja dan teman teman Kron di kelas A ingin membantu Kron namun para siswa dengan mulut manisnya entah bagaimana bisa menipu teman temannya Kron.
Silvanna yang merasa ada yang tidak beres dengan sikap dari para siswa Terresia memutuskan untuk menyelenggarakan sebuah rapat kecil yang beranggotakan Aldizech, Arthur, Cherry, Sakura, dan dirinya di gubuk tempat rahasia yang hanya diketahui oleh mereka berlima.
Ketika Silvanna, Sakura, dan Cherry sampai di tempat yang dijanjikan, alangkah terkejutnya mereka menemukan sebuah rumah megah yang berdiri tepat di tempat yang seharusnya gubuk tersebut berada.
Wajah terkejut mereka bertiga tidak bisa disembunyikan. Hingga akhirnya, Aldizech dan Arthur datang membawa beberapa orang tambahan yaitu King dan Justin.
Aldizech dan Arthur yang melihat gubuk tersebut berubah menjadi sebuah rumah megah ikut terkejut. King dan Justin yang belum pernah datang ke tempat tersebut kebingungan melihat reaksi dari Aldizech dan yang lain.
Ketika semua orang sedang kebingungan, terdengar suara langkah beberapa orang. Aldizech dan yang lain kemudian bersembunyi di pinggir jalan.
Justin terkejut melihat Kron yang sedang berjalan bersama dengan Rexus. Orang orang selain Justin kemudian langsung keluar dari persembunyiannya dan mencoba menyergap Kron dan Rexus.
Rexus yang menyadari hal tersebut langsung dengan mudahnya membuat semua orang yang mencoba menyergap dirinya dan Kron tertunduk ke tanah.
Melihat sosok Rexus yang bisa dengan mudahnya menjatuhkan orang orang yang dijuluki terkuat di Orion, Justin langsung keluar dari persembuyiannya.
"Li-Lincoln !" kata Justin
"Eh? Jus- Kak Justin ?" kata Kron
Setelah melihat Justin, Kron melihat ke sekelilingnya. Dan dengan sedikit terkejut, ia menemukan bahwa orang orang yang ditundukkan oleh Rexus adalah para bawahannya.
"Rexus, bawa mereka masuk." kata Kron
"Ta-tapi, Yang Mulia." kata Rexus
"Sudahlah, bawa saja dulu mereka masuk." kata Kron
"Baik, Yang Mulia." jawab Rexus
Mendengar kata Yang Mulia disebut, tentu membuat semua orang bertanya tanya apa maksudnya. Mengapa seorang siswa dengan badan kecil bisa disebut dengan panggilan yang agung.
Rexus yang dibantu Justin kemudian membawa semua orang yang ia tundukkan ke dalam rumah. Dan ketika mereka beberapa langkah lagi masuk ke rumah tersebut, mereka merasakan ada 2 sosok yang luar biasa kuatnya.
__ADS_1
"Kalian diamlah, kalau terus gemetar seperti ini aku jadi susah membawanya." kata Rexus
"Ba-Baiklah.." jawab Silvanna, Cherry, dan Sakura
Ketika pintu tersebut dibuka, pancaran gelombang hitam dengan kuat langsung mendorong mereka semua kecuali Rexus. Mereka semua langsung terdorong cukup jauh hingga menabrak pohon pohon yang berada di hutan yang mengelilingi rumah tersebut.
Rexus kemudian menghela nafas.
"Hah.. kalian ini ingin menambah pekerjaan ku ya." kata Rexus
"Ah, Rexus kah? Maafkan kami, kami pikir yang datang adalah pengganggu biasa." kata Cerberus
"Jadi kau pikir aku ini penganggu luar biasa gitu ?!" teriak Rexus
"Sudahlah, sebaiknya kita bawa orang orang tersebut kehadapan Yang Mulia sesegera mungkin. Tak sepantasnya kita membiarkan Yang Mulia menunggu." kata Sterben
Mereka bertiga kemudian menggendong orang orang yang terhempas tadi ke hadapan Kron. Ketika mereka sampai di hadapan Kron, mereka masih dalam kondisi tidak sadar.
Kron kemudian menyuruh Sterben dan Cerberus untuk menyiapkan minuman hangat untuk diminum ketika mereka sudah terbangun.
10 menit kemudian Arthur, Aldizech, dan Silvanna terbangun dari tidurnya. Mereka yang masih merasa sedikit sakit kepala langsung memasang posisi siap bertempur.
"Selamat sore, Para Penasihat Kerajaan." kata Kron
"Silahkan diminum dulu, maaf kami hanya bisa menyediakan ini." kata Kron
Mereka bertiga kemudian melihat ke arah gelas yang telah disajikan. Aldizech berbisik ke Silvanna untuk memastikan apakah di dalam minuman tersebut ada semacam racun atau hal hal yang tidak diinginkan dimasukkan ke dalam minuman tersebut apa tidak.
Silvanna kemudian memeriksa minuman minuman tersebut dan dengan yakin mengatakan bahwa tidak ada yang aneh dengan minuman tersebut.
Mereka bertiga kemudian duduk, dan Arthur pun tertawa.
"Ya, tak masalah, hal hal semacam ini sudah biasa terjadi." kata Kron
"Anak muda, kamu itu salah satu siswa di sekolah saya bukan ?" kata Silvanna
"Ya, anda benar." kata Kron
"Apa kau tahu tempat ini dulunya apa ?" tanya Aldizech
"Ya, tempat ini dulunya sebuah gubuk." kata Kron
"Bagaimana.. kau bisa tahu tempat ini ?" tanya Aldizech
"Hanya kebetulan saja ketika mencari lahan kosong aku menemukan gubuk ini." kata Kron
"Tidak mungkin! Tempat ini disembunyikan dengan Mantra tingkat tinggi! Kau tidak mungkin bisa menemukan tempat ini dengan kebetulan !" kata Silvanna
"Silvanna, tenangkan dirimu." kata Aldizech
Kron menyeruput segelas teh yang telah disediakan.
"Ah.. jadi, ada keperluan apa sampai sampai orang orang penting seperti kalian menemui saya ?" tanya Kron
Mereka bertiga kemudian saliing memandang seolah bertanya satu sama lain. Arthur yang tidak tahan dengan keheningan tersebut kemudian langsung melontarkan jawaban dari pertanyaan tersebut.
"Kami ini ingin membahas tentang dirimu, si manusia setengah rubah itu, dan 3 orang yang namanya sedang naik daun !" kata Arthur
__ADS_1
"(Arthur !")" kata Aldizech dan Silvanna dalam hatinya
"Hoho.. kalau begitu mari kita undang orang orangnya sekalian." kata Kron
Pintu yang berada di belakang Aldizech, Arthur, dan Silvanna kemudian terbuka. Dan dari pintu tersebut keluar Rias, Raptor, Yuno dan Rexus.
"Maaf mengganggu, Yang Mulia." kata mereka berempat dengan menundukkan badan
"Ya. Ekhem, jadi orang orangnya sudah ada. Sekarang bisa kita mulai pembahasannya ?" tanya Kron
Aldizech kemudian menghela nafas.
"Baiklah, seperti yang sudah kita semua ketahui bahwa Rias, Raptor, dan Yuno namanya sedang naik daun saat ini. Bahkan orang orang dari luar Orion dengan segala upaya ingin merekrut mereka bertiga." kata Aldizech
"Dan dampak dari hal tersebut adalah teman teman dekat mereka bertiga yaitu Lincoln dan Rexus jadi tersisihkan bahkan diganggu oleh berbagai pihak. Maka dari itu kami ingin membahas bagaimana jalan keluar dari permasalahan ini." kata Aldizech
"Hm..? Memangnya ada yang salah ?" tanya Kron
"Tentu saja! Ketika kalian berdua diganggu seperti itu mana mungkin ada yang tidak salah !" kata Justin
"Sudah bangun rupanya.." kata Kron
King, Cherry, dan Sakura yang pura pura tertidur kemudian terbangun beberapa saat setelah Justin angkat bicara. Suasana kemudian hening sejenak.
"Hah.. padahal aku ini sudah berupaya untuk tidak menarik perhatian.." kata Kron menghela nafas
"Baiklah, kalian pasti masih memiliki banyak pertanyaan namun semua pertanyaan tersebut akan hilang jikalau waktunya telah tiba." kata Kron
Aldizech, Arthur, Silvanna dan yang lain kemudian memasang wajah bingung karena perkataan Kron tersebut. Kron kemudian berdiri dari kurisnya dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
"Ah.. aku lelah, pembicaraan ini kita cukupkan sampai sini saja. Silahkan kembali ke rumah kalian masing masing." kata Kron
Mendengar Kron yang seolah mengusir tersebut Sakura, Cherry dan King langsung mengeluarkan senjata mereka dan mencoba menyerang Kron.
Namun ketika mereka baru mau mengeluarkan senjata mereka, Cerberus dan Sterben muncul di hadapan mereka dengan aura kegelapan yang menyelimuti tubuh mereka.
Tatapan mata merah Cerberus dan petir yang mengalir dan menyala di sekitar tubuh Sterben langsung membuat King, Sakura, dan Cherry terduduk lemas.
Aldizech, Arthur, Silvanna juga merasa takut terhadap 2 sosok tersebut. Dan dengan menelan ludah, Aldizech menyuruh agar orang orangnya pergi dari rumah tersebut.
Mereka kemudian pergi meninggalkan rumah tersebut dengan diantar oleh orang orangnya Kron sampai dii depan pintu rumah tersebut.
Dengan perasaan yang terombang ambing mereka berjalan meninggalkan rumah tersebut. Mereka terus bertanya tanya selama perjalanan mereka meninggalkan rumah tersebut.
Siapakah 2 sosok mengerikan tersebut, mengapa 3 orang yang sedang naik daun dan Rexus bisa tinggal satu atap dengan Kron, dan siapakah sosok sebenarnya seorang Lincoln (Kron) ini.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------