
Keesokan harinya, hari Pelantikan pun telah tiba. Para prajurit kerajaan memperkuat penjagaan dan keamanan di area kerajaan terutama sekitaran Treze. Segala hal mereka cek dengan teliti terlebih dahulu mulai dari makanan yang akan dimakan Treze, kuda yang akan ditunggangi, pakaian yang akan dipakai, hingga hal hal kecil lainnya mereka perketat demi keamanan dan keselamatan Treze.
Para penduduk Kerajaan Duca mulai memadati area kerajaan. Prosesi pelantikan dilaksanakan di dalam tempat peribadatan mereka. Lebih dari 6000 penduduk yang memadati area tersebut.
Ketika matahari akan sampai pada puncaknya, terdengar suara langkah kuda yang diiringi oleh langkah kaki yang begitu rapi. Tak salah lagi itu adalah kedatangan dari Calon Raja baru.
*Tetterettt suara terompet*
"Minggir kalian semua ! Yang Mulia ingin lewat !" teriak Schwerdian membersihkan jalan
Para penduduk pun menepi. Mereka bersorak gembira karena Sang Raja baru akan segera dilantik, mereka akan mendapatkan raja baru setelah selama lebih dari 1 bulan, pemimpin mereka hilang tanpa kabar.
TEMPAT PERIBADATAN
Di dalam tempat tersebut telah berbaris prajurit untuk menjaga keamanan selama prosesi berlangsung. Orang orang penting di kerajaan dan orang orang hebat dari luar kerajaan pun menghadiri prosesi tersebut, mereka ingin melihat wajah dari masa depan Kerajaan Duca. Treze pun duduk di kursi yang sudah disediakan. Lalu Ahli agama mereka datang bersama dengan 2 muridnya yang membawa mahkota kerajaan serta pusaka kerajaan. Kemudian Ahli agama tersebut berjalan ke belakang Treze sembari akan meletakkan mahkota tersebut di atas kepala Treze.
"Dengan nama Dewa Keberkahan Girafia, Aku melantikmu sebagai Raja baru di Kerajaan Duca." kata Ahli agama
*tepuk tangan yang sangat meriah*
"Dengan begini.. engkau telah sah menjadi Raja dari Kerajaan Duca ini, Yang Mu-" kata Ahli agama
Tiba tiba saja, Treze memotong leher dari sang Ahli agama
"Ti-tidaakkk !!!" teriak kedua murid Ahli agama tersebut
"HAHAHAHAHAHA !!! Dengan begini, tidak akan ada lagi yang bisa menjadi Raja selain diriku !!" tawa kejam dari Treze
"Luar biasa ! Mari kita berikan tepuk tangan kepada Raja baru kita, Yang Mulia Duca 8, Treze !" kata penasihat kerajaan Basiat
Orang orang yang ketakutan akan kejadian tersebut terpaksa untuk tepuk tangan karena takut mati. Semua orang bertepuk tangan dan semakin meriah karena paksaan dari pihak kerajaan. Semua orang bersorak kecuali 2 murid dari sang Ahli agama yang langsung berlari meninggalkan tempat peribadatan.
"HAHAHAHAHA !!!!" tawa lantang dari Treze
"Dengan begini aku bisa menaklukkan dunia !" sambungnya dengan percaya diri
Tiba tiba..
"Apa yang kau tertawakan itu, pecundang ?" suara misterius dari langit langit tempat peribadatan
"Si-siapa kamu ?!" bentak Treze
"Hahaha.. siapa aku itu tidak penting, namun bukankah apa yang telah kau lakukan itu lebih penting ?" tanya balik suara tersebut
"Si-?! Cari, cari sumber suara itu !" perintah Treze
"Baik, Yang Mulia !" kata Schwerden dan para prajurit
Seketika Schwerden dan para prajurit berlari keluar untuk mencari sumber suara tersebut. Namun, apa yang mereka saksikan di luar pikiran mereka.
Suara sorakan yang tadi bergema di mana mana tiba tiba hilang. Para rakyat yang tadi berkumpul tiba tiba menghilang bak ditelan bumi. Schwerden dan para prajurit lainnya kebingungan. Kemudian datanglah Treze dan melihat hal yang sama dengan yang dilihat oleh Schwerden dan para prajurit. Ia pun kebingungan dan mulai panik.
"Ke-kejadian ini.. pasti... SIALANN KAU ORANG TUAA !!!" teriak kesal Treze
"Hahaha ! Jadi kau sudah tahu siapa dalang pelakunya ?" tanya Rieleyen
__ADS_1
"Apa maksudmu..?" tanya Treze
"Tidak.. tidak.. ini hanyalah permulaannya saja.." kata Rieleyen yang tiba tiba menghilang
"Ma-Mantra itu ?! Tidak salah lagi hanya dia yang bisa menggunakannya !" kata Treze
"SILVANNNAAAA !!!!" sambung nya dengan teriak kesal pula
"La-lapor ! Dinding sebelah timur sudah ditembus oleh musuh !" kata salah seorang prajurit
"Ce-cepat pergi Schwerden ! Bereskan mereka semua !" perintahnya ke Schwerden
"Baik, Yang Mulia ! Sebagian ikut saya dan yang lainnya lindungi Yang Mulia !" jawab Schwerden
Schwerden dan sebagian prajurit pun mulai berlari menuju ke benteng sebelah timur.
"Yang Mulia.. lebih baik anda bersenyembunyi terlebih dahulu.." saran dari Basiat
"Apa apaan kau Basiat ?! Kau pikir aku takut dengan cecunguk cecunguk itu ?!" tolak keras dari Treze
"Bukan begitu maksud hamba Yang Mulia.. namun jikalau anda ikut berperang, lantas siapa yang mengendalikan kerajaan ini dari belakang ?" kata Basiat meyakinkan Treze
"Hm..... baiklah. Kita menuju ruang strategi !" kata Treze
"Baik Yang Mulia." jawab para prajurit dan Basiat
Mereka pun langsung menuju ke dalam ruang strategi.
BENTENG TIMUR
"A-apa maksudnya ini...?" tanya Schwerden dengan kebingungan dan marah
"Di mana prajurit itu ?!" tanya nya dengan penuh emosi
"DI SINI !!" terdengar suara keras dari atas benteng
"Su-suara itu ?!" kata Schwerden
"Ada apa Schwerden.. kau takut ?" kata Arthur dengan merendahkan Schwerden
"AAARRRRTTTHUUUURRRRR !!!!" bentak Schwerden yang tambah emosi
"Mantra : Jubah Terbang !" kata Schwerden dan langsung menyerang Arthur
"Mantra : Jubah Terbang !" kata Arthur dengan senyum yang lebar
*WHOOOMM !!!* shockwave ketika pedang merak bertemu mementalkan para prajurit yang menyaksikannya
"SIALAN KAU ARTHUR !!" kata Schwerden
"Ada apa bocah ? Apa kau masih lemah seperti dulu ?!" kata Arthur
Mereka pun melanjutkan pertarungan mereka.
RUANG STRATEGI
__ADS_1
"Penyerangan ini.. tidak salah lagi pelakunya dia !" kata Treze
"Yang Mulia... Raja Duca 7 kan..?" tanya Basiat dengan nada serius
"Ya.. tak ada orang selain dia yang bisa merencanakan ini semua !" jawab Treze
"Y-y-y-y Yang Mulia Aldizech ?!"
"Yang Mulia masih hidup ?!"
"Syukurlah ! Tapi di mana beliau sekarang ?"
"Mengapa beliau menyerang kerajaan ini ?!"
"Kira kira apa alasan beliau menyerang ke-"
"KALIAN SEMUA DIAMLAH !" teriak penuh emosi dari Treze
"Kalian tidak memiliki hak untuk berbicara sebelum aku mengizinkan. Mengerti ?!" bentaknya
"Baik Yang Mulia !"
"(Tapi ini semua.. sialan ! Aku masih kekurangan informasi musuh !)" kata Treze
"Yang Mulia.. kalau hamba boleh saran.. mengapa kita tidak menggunakan itu saja..?" saran dari Basiat
"I-itu..?" jawab Treze dengan nada agak kaget dan bingung
"Ya.. itu." sambung Basiat dengan senyum jahat
DINDING BARAT
"Wushaa.. diliat dari shockwave nya saja sudah jelas pertarungan mereka sudah dimulai.." kata Silvanna
"Apakah ini saatnya..?" tanya Sakura
"Ya ! Pergilah !" jawab Silvanna
"Baik !" kata Sakura dengan semangat
Sakura pun pergi meninggalkan Silvanna dengan semangat
"Anak itu.. dia bisa menjadi seorang kesatria hebat seperti ku di masa depan nanti.. Hahaha !" kata Silvanna dengan tawa
"Namun.. anak itu (Kron)... dia berbeda. Dia benar benar berbeda..." kata Silvanna dengan wajah yang serius
"Mantra ini.... hanya bisa digunakan para Elf saja.." sambung Silvanna dengan heran
-----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
__ADS_1
Terima Kasih !
-----------=======-----------