
Pada tanggal 26 FEZRAIRI telah direncanakan akan dilaksanakan pertemuan pertama antar Kerajaan Orion dan Bullaford untuk meresmikan aliansi antar kerajaan. Oleh karena itu, Kron dan beberapa orang yang dipilihnya untuk ikut pergi bersamanya akan melaksanakan perjalanan. Kalau berjalan kaki bisa 4 hari 4 malam paling cepatnya. Kron memutuskan untuk pergi dengan dikawal oleh Lisa dan Marquis.
"Ah.. akhirnya bisa jalan jalan.." kata Kron
"A.. Yang Mulia.." kata Lisa
"Ya?" jawab Kron
"Bukankah lebih baik menggunakan Mantra Teleportasi ?" tanya Lisa
"Mengapa demikian ?" tanya Kron
"Dengan menggunakan Mantra kan Yang Mulia jadi tidak perlu berjalan jauh serta bisa punya waktu istirahat lebih.." jawab Lisa
"Oo begitu.." kata Kron sambil lanjut berjalan
"Y-Yang Mulia..!" kata Lisa
"Hm? Tunggu apalagi kalian? Ayo jalan." kata Kron
"A-a.. jadi kita harus berjalan kah..?" kata Lisa dengan suara kecil
"Mengalah sajalah.. Yang Mulia kalau sudah memutuskan susah untuk diganggu gugat." kata Marquis
"Hah.. setidaknya kan bisa menggunakan kuda.." kata Lisa
Mereka pun mulai melakukan perjalanan ke Kerajaan Bullaford. Jalan yang mereka lewati banyak melewati kediaman warga warga desa.
"I-Itu kan..?"
"Ah..! Apa kita tidak salah lihat..?!"
"Co-coba kau panggil.."
"Kau saja.. kalau salah aku yang malu nanti."
"Mengapa mereka tidak langsung menyapaku saja ya ?" kata Kron ke Marquis dan Lisa
"Sepertinya mereka malu, Yang Mulia.." kata Marquis
"Hm.." kata Kron
Ketika mereka sedang berbincang bincang dan para warga lainnya ragu ragu untuk memanggil Kron, lewatlah seorang anak kecil di depan Kron dan tersandung di depannya Kron.
"Aduh.." kata si anak kecil
"Kau tak apa..?" tanya Kron sambil mencoba menolong anak kecil tersebut
"Sakit sedikit.. tapi aku tak apa kok !" jawab si anak kecil tersebut
"Ohh.. syukurlah.. Lisa, tolong gunakan Mantra penyembuhan.." kata Kron
"(Ma-Mantra penyembuhan..?)" kata anak kecil tersebut dalam hatinya
"Baik, Yang Mulia.." jawab Lisa
"Y-Y-YANG MULIAA ??!!" teriak si anak kecil tersebut
"Benar kan kataku !"
"Itu itu Yang Mulia !!"
"Yaa !!"
"Yang Muliaa !!"
Seketika setelah si anak kecil tersebut suasana pun menjadi heboh. Para warga yang tadinya ragu langsung berteriak dan menuju ke Kron. Warga lainnya yang tidak sengaja mendengar pun terkejut dan segera menuju ke sumber suara tersebut juga. Mereka tidak percaya dapat bertemu dengan Raja mereka di tempat yang tak disangka sangka.
"Oi kalian ini.." kata seorang warga lainnya
"A- Kepala Desa ?!" jawab warga lainnya
__ADS_1
"Hah.. Kalian ini sedang ada di depan Yang Mulia.. tidak bisakah menjaga sikap sedikit.." kata Kepala Desa
"A- Mohon maafkan kami Yang Mulia !!" kata para warga dengan kompak
"Tidak tidak.. tidak apa apa.. santai saja.." jawab Kron sambil melambaikan kedua tangannya
"Yang Mulia.. maafkan kami karena tidak bisa menyambutmu dengan baik. Sepertinya warga sini terlalu bersemangat ketika melihat engkau datang.." kata Kepala Desa tersebut
"Ahaha.. tidak apa. Justru aku senang kalau kalian menyambutku begitu.. kan secara otomatis kalian menerimaku sebagai Raja kalian, jadi tentu aku senang atas sambutannya !" jawab Kron dengan penuh senyuman
"Yang Mulia.. anda benar benar orang yang baik." kata Kepala Desa dengan senyum
"Tidak.. masih banyak orang baik di luar sana.." jawab Kron dengan senyum
Suasana hening sejenak..
"Maaf jikalau pertanyaan saya kurang sopan Yang Mulia.. namun, selagi anda di sini mengapa tidak mampir dan lihat lihat desa kami dulu ?" tanya Kepala Desa tersebut
"Ah.. sebuah tawaran yang sangat bagus. Aku terima dengan senang hati." jawab Kron
"(E-eh..?) Maaf mengganggu anda Yang Mulia.. tapi bukankah kita har-" kata Lisa dengan berbisik
"Nanti saja bahas itu." jawab Kron memotong omongan Lisa
"Ba-baiklah Yang Mulia.." kata Lisa
"Hahaha.. sepertinya Yang Mulia tidak ingin terburu buru.." kata Marquis
"Baiklah.. darimana kita harus mulai ?" tanya Kron
Kron beserta 2 pengawalnya pun mulai melihat lihat ke sekeliling desa. Kepala Desa menjelaskan tentang seluk beluk desa tersebut, seperti asal usulnya kenapa desa tersebut bisa berdiri, perekonomiannya bisa maju karena apa, dan lain sebagainya. Dan ketika sedang berkeliling, Kron bertanya kepada Marquis dengan berbisik apa nama desa tersebut dan Marquis menjawab kalau nama desa tersebut adalah Yagara.
"Oh ya Kakek.." kata Kron
"Ka-Kakek..? Bukankah panggilan itu terlalu tinggi untuk saya Yang Mulia..?" tanya Kepala Desa tersebut
"Hm..? Bukankah memang seharusnya aku memanggil dengan panggilan itu ?" kata Kron
"A-ah.. Yang Mulia ternyata memang orang yang rendah hati.." kata Kepala Desa
"Hm.. untuk salah atau tidaknya saya tidak begitu tahu Yang Mulia.. namun, ketika orang bangsawan memanggil orang biasa seperti kami biasanya mereka hanya menyebut dengan 'kau, kamu, heh' atau panggilan lainnya yang seperti itu.." jelas si Kepala Desa
"Hm.. benarkah begitu, Lisa, Marquis ?" tanya Kron
"Benar Yang Mulia.. sangat jarang atau bahkan mungkin tidak ada seorang Bangsawan yang memanggil orang biasa dengan formal.." jawab Lisa
"Ya.. penjelasan dari Kepala Desa sudah menjelaskan kurang lebihnya, Yang Mulia.." sambung Marquis
"Ooo.. benar benar aneh ya.." kata Kron
"A-aneh bagaimana Yang Mulia..?" tanya Kepala Desa
"Yah.. hanya karena kedudukan atau jabatan, orang orang yang seharusnya setara jadi merasa lebih tinggi dan lebih rendah. Bukankah hal tersebut aneh..?" kata Kron
Perkataan Kron membuat Lisa, Marquis, dan Kepala Desa tersentak kaget. Karena pernyataan dari Kron tidak pernah dikatakan atau mungkin dipikirkan oleh bangsawan bangsawan lainnya.
"Hahahaha.. Yang Mulia ternyata benar benar orang yang unik ! Sifat anda mengingatkan saya kepada Aldizech.. ternyata keputusan Aldizech memilih anda sangatlah tepat.." tawa dari Kepala Desa
"Wah.. anda mengenal Paman Aldizech ?" kata Kron
"Ya.. dulu pas masih kecil, ia sering main ke desa kami.. dia kabur dari kerajaan lalu ke desa kami sekedar untuk bermain bersama anak anak kecil sepantarannya." kata Kepala Desa
"Ooo.. dia ternyata orang yang berani ya.." kata Kron
"Ahahaha.. ya seperti itulah. Setiap dia datang ke desa kami pasti ada saja luka yang bertambah pada dirinya. Saya merasa luka itu ada karena ia sering kabur dari kerajaan, namun ketika saya tanyakan luka itu ia dapat darimana, ia selalu menjawab lukanya ia dapat dari latihan." kata Kepala Desa
"Hm? Bagaimana Kakek tahu kalau luka itu ia dapat bukan karena latihan ?" tanya Kron
"Aldizech adalah seorang Guardian yang berfokus pada pertahanan bukan ?" kata Kepala Desa
"Ya kurang lebih seperti itu.." kata Kron
"Nah.. apakah luka sabetan cambuk di punggung pantas untuk latihan seorang Guardian ?" tanya Kepala Desa
"Ahh.. benar juga Kakek !" kata Kron
"Hahaha.. ternyata anda cepat paham ya, Yang Mulia.." kata Kepala Desa
__ADS_1
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan mereka dalam mengelilingi Desa Yagara tersebut. Pendapatan utama desa tersebut didapatkan dari kerajinan batu Mantra. Batu Mantra sendiri merupakan item yang biasa digunakan oleh Pemantra untuk membantu meningkatkan kekuatan dan kualitas dari mantranya.
Ketika mereka berkeliling, Kron dan para pengawalnya selalu mendapatkan buah tangan dari rumah orang orang yang mereka lewati. Dan tanpa terasa hari sudah menjelang sore. Ketika menjelang sore, Kron dan para pengawalnya diajak untuk makan di pesta yang sudah disiapkan oleh para warga desa.
Di pesta tersebut, tampak sekali sorak sorakan kebahagiaan dari para warga. Mereka merayakan penjualan desa yang melejit tajam serta kedatangan dari Raja mereka ke desa mereka tanpa disangka sangka. Kron dan para pengawalnya pun ikut menari di pesta tersebut.
"Yang Mulia.. sepertinya kita harus melanjutkan perjalanan sekarang juga.." bisik Lisa
"Hm? Baiklah.. tunggu sebentar.." kata Kron
"Apakah Yang Mulia ada keperluan ? Jangan jangan kami mengganggu rencana Yang Mulia..?" tanya Kepala Desa yang merasa bersalah
"Hahaha.. tidak tidak.. aku justru senang diajak berkeliling seperti ini.." jawab Kron
"Ya-Yang Mulia.." kata para warga desa
"Tapi.. karena memang aku ada keperluan, jadi aku tidak bisa berlama lama lagi di sini.." kata Kron
Para warga desa pun tampak sedih
"Tapi tenang saja.. kalau ada waktu lagi, aku pasti akan menyempatkan diri untuk datang ke desa ini lagi !" kata Kron dengan senang hati
Mata para warga desa pun berbinar setelah mendengar perkataan Kron
"Terima kasih Yang Mulia !"
"Kalau anda datang lagi, akan saya siapkan makanan yang lebih enak dari ini !"
"Kakak Marquis dan Kakak Lisa diajak juga ya Yang Mulia !"
"Mampirlah secepatnya Yang Mulia !"
"Hahaha.. tentu saja !" jawab Kron dengan senyum yang lebar
Setelah berpesta, Kron dan para pengawalnya pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka. Ketika mereka mulai berjalan, lambaian tangan dari para warga desa sangatlah ramai seperti sebuah konser. Kron pun membalas lambaian itu dan berjalan semakin menjauh dari Desa Yagara.
"Ahh.. sungguh desa yang sangat tentram.." kata Kron
"Anda benar Yang Mulia.. penduduknya juga sangat ramah.." kata Marquis
"Kan..??" kata Kron
Kron dan Marquis saling bercerita tentang kesenangan mereka di desa tersebut. Namun, Lisa yang hanya bisa diam kebingungan karena Kron dan Marquis bisa tertawa sedangkan seharusnya mereka sedang dalam perjalanan ke Kerajaan Bullaford.
"Lisa, kau bingung kan kenapa aku dan Marquis bisa bersenang senang seperti ini ?" kata Kron
"T-tidak Yang Mulia.." kata Lisa dengan memalingkan wajah
"Hm..?" kata Kron
"Marquis.. aku yakin kau sudah paham.. jadi nanti kau saja yang jelaskan padanya ya.." kata Kron berbisik ke Marquis
"Hahaha.. siap Yang Mulia !" jawab Marquis dengan berbisik juga
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1