
Setelah peperangan berakhir, seluruh pasukan dari Kerajaan Sweba dibawa ke Kerajaan Orion sebagai tawanan. Jumlah tawanan yang dibawa oleh Kerajaan Orion hanya setengahnya saja karena seperempatnya sudah mati dan seperempat lainnya melarikan diri.
"Yang Mulia.. hanya segini yang mampu kami amankan." kata Marquis
"Tak apa.. kita berperang bukan untuk menundukkan suatu kerajaan." kata Kron
"Baik.." jawab Marquis
Kron bersama pasukannya kembali menuju ke kerajaan dengan tawanan berjumlah lebih dari 9000 orang, karena 2000 sisanya sudah dibawa terlebih dahulu untuk pertolongan pertama. Para penduduk yang melihat jumlah dari pasukan Kerajaan Sweba terkejut serta terpukau dengan pencapaian kemenangan yang diraih oleh Kerajaan Orion.
"Yang Mulia !!" sorak para penduduk menyambut kedatangan Kron dan yang lain
"Y-Yang Mulia !!" teriak seseorang dari belakang kerumunan
Semua orang terkejut dengan teriakan tersebut dan langsung memperhatikan sumber suara tersebut.
"Yang Muliaa !!" teriak Yuno yang memiliki banyak luka
Syno hanya terdiam dan tak menjawab panggilan tersebut.
"Yang Mulia !" teriak Rias di sampingnya Yuno
Setelah berteriak dan dihiraukan Yuno dan Rias terjatuh karena masih kesakitan. Henrietta dan petugas medis lainnya yang sedang mencari Yuno dan Rias kabur pun langsung menghampiri Yuno dan Rias. Henrietta pun memohon maaf karena telah membiarkan pasiennya kabur kepada Kron.
"Kembalilah.. mereka butuh waktu untuk beristirahat." kata Kron
"Baik, Yang Mulia.." jawab Henrietta
Kron dan pasukannya pun melanjutkan jalannya menuju ke istana kerajaan. Alfonso dan Edward langsung membawa para prajurit yang berkhianat kepada Kerajaan Sweba ke gedung militer Kerajaan Orion. Para prajurit yang terluka cukup serius langsung diarahkan menuju ke rumah sakit. Dan yang tidak memiliki luka serius dibiarkan untuk beristirahat kembali di rumah masing masing.
KAMAR KRON
Ketika sudah berada di kamarnya, Kron pun langsung berbaring di kasurnya dan berkata sendiri.
"Ah.. sudah selesaikah.." kata Kron
"Apakah.. apakah yang sudah kulakukan ini benar.. apakah aku harus tetap membiarkan mereka berperang dan bersakit-sakitan.." sambungnya
"Sial.. aku tidak tega melihat mereka menderita, terluka, dan harus berpisah dengan yang disayang... tapi seandainya tidak seperti ini, maka orang orang tersebut akan terus dihantui rasa bersalah dan kemalasan.." kata Kron
"Hah.. apa yang harus aku lakukan.. mengapa aku bisa ragu begini.." sambungnya
Kron yang terus berbicara dengan dirinya sendiri dan semakin kebingungan akhirnya tertidur tanpa ia sadari.
"Yang Mulia.." terdengar suara seseorang
"Yang Mulia.." terdengar suara yang sama lagi
"Ahaa ! Akhirnya kau bangun juga !" terdengar suara yang sama lagi
"Ah.. Ligiel kah." kata Kron
"Yuhuu ! Lama tak berjumpa !" kata Ligiel
"Halo Kron.. lama tak berjumpa." kata Dagiel
"Y-Ya.. jadi.. ada urusan apa kalian..?" tanya Kron
"Hmm.. mentang mentang sudah menjadi Raja jadi bersikap sok dingin yaa.." kata Ligiel
"Eh? Bukankah memang begini sikapku ?" kata Kron
"Kron masih kecil jadi wajar kalau masih labil." kata Dagiel
"Bukankah aku sudah berusia lebih dari 3000 tahun." kata Kron dengan muka datar
"A-" kata Ligiel dan Dagiel
"Jadi kedatangan kami disini.." kata Ligiel
__ADS_1
"(Dialihkan kah)" kata Kron
"Dalam waktu yang akan mendatang.. kemungkinan takdirmu akan semakin dekat." kata Ligiel
"Takdirku..? Menjadi Pahlawan kah.." kata Kron
"Ya, namun ingat.. tujuanmu adalah menjadi seorang Pahlawan, bukan penguasa atau Raja." kata Dagiel
"Tentu saja." jawab Kron
"Hah !" kata Kron membuka matanya dan terbangun dari tidurnya
"Sudah pagi ternyata.." kata Kron yang mencoba duduk
"Dalam waktu dekat.. kah.." kata Kron yang memegang dahinya
"Baiklah.. saatnya kembali bekerja." sambungnya yang beranjak dari kasurnya
ISTANA KERAJAAN
"Selamat pagi, Yang Mulia." sambut para petinggi Kerajaan
"Selamat pagi... Ada apa ini ?" kata Kron yang kebingungan
"Yang Mulia.. Kerajaan Bullaford, telah hancur." kata Lisa
"Ha ?" kata Kron yang terkejut
"Kerajaan Bullaford.. diserang oleh Kerajaan Sweba." kata Lisa
"Bukankah mereka.. jadi begitu.. yang menyerang kita hanya sebagian kecilnya saja." kata Kron
"Seperti yang anda katakan, Yang Mulia." kata Lisa
"Sekarang kita segera menuju ke ruang rapat." perintah Kron
"Baik, Yang Mulia." jawab para petinggi
RUANG RAPAT ISTANA
"Kita langsung mulai saja. Di mana Nyonya Silvanna dan Henrietta ?" tanya Kron
"Mereka masih sibuk mengurusi yang terluka, Yang Mulia. Apa mereka perlu dipanggil juga ?" jawab Aldizech
"Tak perlu.. biarkan mereka tetap fokus mengobati yang terluka." kata Kron
"Baiklah." jawab Aldizech
"Kita kembali ke topik utama. Kehancuran Kerajaan Bullaford." kata Kron
Semua orang langsung tertegun dengan perkataan Kron.
"Tolong dijelaskan detailnya." kata Kron
"Baik, Yang Mulia. Izinkan saya menjelaskan." kata Lisa
"Silahkan." jawab Kron
"3 hari sebelum kita berperang dengan Putra Mahkota Syno dan bawahannya, Kerajaan Sweba yang dipimpin oleh Raja Sweba telah mengibarkan bendera perang terkadap Kerajaan Bullaford.Perang tersebut hanya berlangsung kurang dari 1 jam." kata Lisa
"Sa-satu jam ?!" kata para petinggi dan Kron yang terkejut
"Benar.. daripada disebut perang, itu lebih tepat disebut pembataian." sambung Lisa
"Mengapa demikian ?" tanya Aldizech
__ADS_1
"Kerajaan Sweba melancarkan 50 iblis tingkat 6 dan 10 iblis tingkat 7." kata Lisa
"Li-Lima puluh iblis tingkat 6 ?!" kata Arthur terkejut
"Se-sepuluh iblis tingkat 7 ?!" kata Marquis yang terkejut
"Kita tidak salah dengar bukan..?" tanya Aldizech memastikan
"Benar.." kata Lisa
Kron yang tiba tiba mengalirkan air mata membuat terkejut para petinggi yang hadir dalam rapat tersebut.
"Yang Mulia.." kata Aldizech
"Lalu.. bagaimana dengan keadaan Raja Bullaford..?" tanya Kron
"Status beliau.. telah dipastikan meninggal." jawab Lisa
Semua orang terdiam. Arthur dan Aldizech yang merupakan teman seperjuangan Erdia ikut menangis.
".... rapat kali ini... kita tunda dulu." kata Kron mengakhiri rapat
"Baik.. Yang Mulia.." jawab para petinggi
Setelah rapat ditutup Kron langsung izin meninggalkan ruangan istana kerajaan tersebut. Ia langsung mencari Justin.
"Liliana, Rose !" kata Kron memanggil
"K- Yang Mulia.." jawab mereka berdua
"Kron saja, aneh rasanya kalian memanggilku seperti itu." kata Kron
"Baiklah.. jadi, ada apa Kron ?" tanya Liliana dan Rose
"Justin.. dimana dia ?" tanya Kron
"Justin..? Tadi pagi setelah menerima sebuah surat ia langsung berlari keluar kelas." kata Liliana
"Kita belum sempat bertanya padanya.." kata Rose
"Ada apa memangnya Kron ?" tanya Liliana
"Hm, tunggu saja beritanya. Aku harus mencari Justin dulu." kata Kron
"Be-beritanya ?" tanya Rose ke Liliana
"Sudah dulu ya, sampai jumpa." kata Kron
"Sa-sampai jumpa Kron !" jawab Liliana dan Rose
Kron pun langsung pergi meninggalkan Liliana dan Rose dengan cepat.
"Justin.. dimana kau ?!" gumam Kron
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1