
Kron yang melihat Zlaruma sudah bersiap untuk memulai pergerakannya menyuruh Baja untuk mengamankan teman temannya yang lain. Kron juga meminta agar Bella mengabari Para Dewa bahwa dirinya akan memulai pergerakan. Baja yang tidak tahu maksud Kron hanya percaya dengan apa yang dikatakan Kron dan langsung melaksanakan permintaan Kron.
Baja kembali ke teman temannya dan mengajak teman temannya untuk menyingkir dari area pertempuran. Baja juga menyampaikan pesan dari Kron dan Bella pun langsung menyampaikan pesan dari Kron ke Para Dewa.
Sehabis menyampaikan pesan ke Para Dewa, Bella langsung terjatuh dan merasa kepalanya sangat pusing. Baja dan teman teman yang lain membawa Bella yang sudah mulai kehilangan kesadaran dan mundur dari area pertempuran.
Para Dewa langsung mundur dan berkumpul di satu titik. Para Pengawal Zlaruma yang melihat Para Dewa mundur langsung mengerti bahwa perang terbesar akan segera terjadi sehingga mereka juga memutuskan untuk mundur.
Rexus yang sedang bertempur langsung pergi ke tempat Rias, Raptor, dan Yuno serta menarik mereka bertiga untuk mundur dari hadapan Syno dan Pasukan Kerajaan Sweba.
"Hah! Mundur?! Hahaha! Dasar pengecut !" teriak Syno
"Re-Rexus! Mengapa kita harus mun-" kata Raptor
"Diamlah! Kita harus mundur selagi sempat! Lihat saja kemana perginya Para Pengawal Dewa Kerusakan !" kata Rexus
Raptor, Rias, dan Yuno yang sedang ditarik Rexus melihat ke sekitar dan mereka baru menyadari bahwa Para Pengawal Zlaruma sudah mundur terlebih dahulu.
Ussehan yang mendapat kabar dari Bella langsung menyampaikan perintah untuk mundur ke seluruh Pasukan Para Dewa. Para Penasihat Kerajaan yang sedang bertarung dengan Para Petinggi Orion kebingungan mendengar perintah dari Ussehan. Meski dengan keraguan dan kebingungan, mereka memutuskan untuk mundur dan percaya dengan perintah dari Ussehan.
Seluruh Pasukan Para Dewa serentak mundur dari area pertempuran meski dikejar dan diserang serta ditekan habis habisan oleh Pasukan Para Iblis.
Raja atau Para Petinggi dari kedelapan kerajaan besar merasa ada yang janggal dari ditarik mundurnya Pasukan Para Dewa, dan ketika mereka melihat ke belakang mereka menemukan bahwa Para Pengawal Zlaruma sudah berada di samping Zlaruma.
"Apa.. yang sedang terjadi..?!" kata Marquis
Marquis yang melihat kejanggalan dengan cepat langsung mengambil keputusan untuk menarik mundur seluruh pasukan Orion. Perintah dari Marquis sempat ditentang oleh Para Petinggi lainnya namun ketika Marquis menjelaskan bahwa ada sesuatu yang janggal mereka pun mempercayai keputusan Marquis.
Melihat Kerajaan Orion yang ditarik mundur membuat beberapa kerajaan lainnya seperti Arases, Unora, Teast, dan kerajaan kerajaan lainnya kecuali Sweba, Bullaford dan Westebar. Ketiga kerajaan tersebut merasa bahwa mundur bukanlah sebuah pilihan dan mengatakan bahwa kerajaan kerajaan lainnya adalah pecundang karena mundur dari pertempuran.
Area pertempuran menyisakan Para Iblis dan dua kerajaan yang memutuskan untuk tidak mundur. Melihat seluruh Pasukan Para Dewa sudah dalam jangkauan, Bullaford bersama Para Malaikat lainnya merapalkan Mantra Pelindung sekali lagi.
__ADS_1
"Sekali lagi semuanya! White Mantra : Barrier of Gods !" teriak Bullaford memimpin pembuatan penghalang
Penghalang pun berhasil diciptakan dan dengan cepat langsung membatasi antara Para Malaikat yang berada di garda depan dengan Para Iblis yang terus menyerang.
Pelindung yang dibuat kali ini jauh lebih kokoh dan kuat daripada yang pertama dibuat. Melihat seluruh Pasukan Para Dewa sudah dapat dilindungi Kron mulai merapalkan Mantranya.
Melihat Kron yang mulai merapalkan Mantra, Zlaruma tidak membiarkan Kron merapalkan Mantranya sampai selesai. Zlaruma dengan kecepatan cahaya langsung menghantam perut Kron dan melemparnya hingga menabrak penghalang Para Dewa.
Kron menabrak penghalang dan langsung membuat penghalang bergetar dan agak retak. Para Iblis dan kedua kerajaan terkejut melihat Kron yang terlempar hingga ke penghalang. Mereka bersorak karena melihat Kron yang bagi mereka seperti sudah akan kalah.
Kron memasang kuda kuda layaknya orang yang mau lomba lari. Ia kemudian mendorong satu kakinya dan dengan cepat meninggalkan penghalang Para Dewa dibarengi dengan shockwave yang sangat kuat hingga mementalkan seluruh Pasukan Para Iblis yang berada di sekitar penghalang.
Dengan kecepatan yang sama cepatnya dengan Zlaruma, Kron memukul Zlaruma ke langit dan langsung ia tangkap dan ia lempar lagi ke tanah. Zlaruma menabrak tanah dan membuat sebuah cekungan yang besarnya setengah dari cekungan yang dibuat oleh meteor ketika Kron datang.
Kron menapakkan kakinya di tanah dan sesuai dugaannya Zlaruma mampu berdiri dengan hampir tanpa tergores meski pakaiannya agak berdebu.
"Hahaha! Sudah kuduga kau sangat kuat !" kata Zlaruma
"Tak semudah itu.. wahai Pahlawan !" teriak Zlaruma
Kron dipentalkan Zlaruma dengan pedangnya. Kron yang terlempar ke langit langsung ditebas beberapa belas kali oleh Zlaruma sebelum akhirnya dipentalkan ke tanah sama seperti yang Kron lakukan pada dirinya.
Pertarungan dahsyat tersebut membuat semua orang gemetar bukan main. Selama mereka hidup mereka belum pernah melihat pertempuran sedahsyat itu di Essaract.
Meski begitu, pertempuran antar Kron dengan Zlaruma bukanlah hal yang mengejutkan bagi Para Dewa, Para Pengawal Zlaruma dan Rexus.
"Black Mantra : Kuroaspida !" kata Zlaruma
Sebuah perisai hitam seperti milik Rordo dikeluarkan oleh Zlaruma. Namun ukuran yang dikeluarkan Zlaruma jauh lebih besar daripada yang dikeluarkan oleh Rordo.
Perisai tersebut sangat besar hingga cocok digunakan oleh Gigantia. Dan oleh Zlaruma perisai hitam yang ia ciptakan, ia tekan ke arah Kron.
__ADS_1
Perisai raksasa datang dari langit dan Kron langsung mengeluarkan Mantra yang mampu membelah perisai tersebut menjadi dua.
Sebuah bilah pedang dari cahaya berukuran raksasa keluar dari bawah perisai dan langsung membelah perisai tersebut sekaligus menyerang Zlaruma. Zlaruma dengan cepat menghindari serangan Kron dan mengeluarkan ratusan Bola Hitam yang disekeliling bola hitamnya teraliri listrik kuning.
Bola bola hitam langsung dilempar oleh Zlaruma ke arah Kron tanpa menyentuh bola bola hitam tersebut. Kron yang melihat datangnya ratusan bola hitam mencoba menghindari bola bola hitam Zlaruma yang datang dengan sangat cepat.
Kron berhasil menghindari bola bola hitam Zlaruma namun ketika bola bola hitam Zlaruma menyentuh tanah, sebuah ledakan besar terjadi hingga membuat sebuah setengah bola raksasa.
Bola bola raksasa itu langsung menarik Kron ke dalam bola bola raksasa dan dari bola bola raksasa tersebut juga terpancar percikan percikan listri. Kron merapalkan Mantra dan langsung menetralisir dan menghilangkan seluruh bola hitam raksasa milik Zlaruma.
Ketika bola bola hitam raksasa Zlaruma sudah hilang, sebuah cekungan besar muncul disebabkan bola bola hitam raksasa dari Zlaruma.
"Hah.. merepotkan." kata Zlaruma
Kron memainkan pedangnya dengan tangan kanannya dan langsung bersiap menyerang Zlaruma. Zlaruma yang melihat Kron bersiap menyerangnya langsung terbang dengan sangat cepat ke arah Kron.
Kron pun melompat dengan kekuatan penuhnya ke arah Zlaruma. Zlaruma mengayunkan pedangnya begitu pula dengan Kron. Sebuah pedang putih yang melambangkan cahaya dan pedang hitam yang melambangkan kegelapan bertemu di tengah tengah.
Ketika kedua pedang tersebut bertemu, ledakan yang hebat terjadi hingga membuat seluruh area pertempuran menjadi hancur dalam hitungan detik.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------