Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 115 - Tiga Orang Palsu


__ADS_3

Baja dengan cepat langsung berlari dan menggendong Kron di pundaknya dengan satu tangannya. Rose yang menyadari sekitar seratus prajurit datang mendekat langsung memberi kode kepada Justin dan yang lain.


Justin langsung menyuruh agar teman temannya segera lari dan membawa Kron pergi. Paul dan Ligit memutuskan untuk menemani Justin menghadapi para prajurit yang mendekat.


Ketika Kron dan teman temannya sedang berusaha lari dari kejaran para prajurit, ayunan pedang dengan cepat melewati tipis diatas kepala Ligit dan menancap tepat ke syal Kunai.


Kunai yang syal nya tertancap akibat pedang yang melayang tersebut terjatuh dan kepalanya membentur ke tanah. Beberapa saat kemudian, Justin dan para siswa kelas A menyadari pedang besar tersebut.


Mereka menoleh dan benar saja dugaan mereka. Arthur yang masih dalam pose sehabis melempar pedang tertawa melihat wajah panik dari para siswa kelas A.


"Hahahaha! Mau lari kemana kalian ?!" tawa keras dari Arthur


Setelah tawa tersebut usai, Para Petinggi Kerajaan lainnya mulai berdatangan. Alfonso, Edward, dan Marquis dengan perlengkapan perang lengkapnya sudah siap mencegah Justin dan yang lain melarikan diri.


Tanah bergemuruh, dan dari bawah tanah muncul sebuah dinding raksasa yang membentuk setengah bola dan menutupi daerah sekitar Sekolah Terresia.


"Mantra : Star Dust !" teriak Ligit


Tempat yang semulanya gelap akibat tak adanya cahaya matahari yang bisa masuk mulai menerangi tempat tersebut. Dan ketika cahaya sudah cukup terang untuk menyinari seluruh tempat, nampak Para Petinggi dan ribuan prajurit sudah siap untuk bertempur dengan Justin dan yang lain.


"(Apa apaan mereka ini.. sejak kapan mereka berani melakukan sesuatu yang dapat membahayakan nyawa penduduk seperti ini.)" kata Kron dalam hatinya


Keheneningan sempat terjadi. Hingga akhirnya, dengan gagah Aldizech mengangkat ujung pedangnya ke langit. Aldizech tanpa mengatakan sepatah kata, menghunuskan pedangnya ke arah Justin dan Para Siswa Kelas A.


Para prajurit yang paham dengan kode tersebut langsung berjalan mencoba menyerang Justin dan yang lain dengan perlengkapan yang mampu memusnahkan suatu kerajaan besar dengan mudah.


"Sial! Apa yang harus kita lakukan ?!" kata Paul


"Liliana! Apa kau bisa menggunakan Mantra Teleportasi ?!" teriak Justin


"Tentu tidaklah! Mantra Teleportasi hanya bisa digunakan orang dengan level 60 ke atas !" kata Liliana


"(Apa.. apa yang harus kita lakukan ?!)" kata Justin dalam hati


Ketika Justin dan Para Siswa Kelas A sedang dalam kebingungan, Kron meminta Baja untuk menurunkan dirinya.


"Baja.. turunkan aku." kata Kron


Baja dengan agak kebingungan menurunkan Kron dari gendongannya. Kron kemudian membersihkan bajunya sebentar. Ia kemudian menarik nafas secara perlahan dan mulai berjalan ke arah Aldizech.


"Li-Lincoln! Apa yang kau lakukan !" teriak Justin


"Oi bodoh! Apa kau tidak tahu alasan kami melakukan ini semua! Kalau kau pergi maka sia sia saja usaha kami !" teriak Paul


"Aku tahu, oleh karena itu diamlah." kata Kron


Aldizech, Arthur, dan Silvanna yang sedang berdiri di salah satu bangunan tinggi menyadari bahwa Kron berjalan mendekat ke arah mereka.


"Oi bocah! Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau tak sengaja terkurung di tempat ini ?!" teriak Arthur


"(Orang ini.. bukanlah Arthur yang ku kenal.)" kata Kron


Arthur yang kesal karena dirinya tidak ditanggapi langusng melompat ke arah Kron. Tanah yang dijadikan pijakan olehnya langsung retak seketika.


"Oi bocah.. apa kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa..?" kata Arthur menatap ke arah Kron dengan mata seolah siap membunuh


"Ha? Memangnya dengap siapa aku berbicara ?" kata Kron


Tepat setelah Kron membalas perkataan Arthur, dari bawah tempatnya beridir muncul duri duri berukuran cukup besar hingga dapat menembus tubuh seseorang hingga membuat lubahg hampir seperut manusia.

__ADS_1


Kron yang menyadari serangan tersebut melompat ke belakang. Dan dari belakang sudah ada Aldizech yang siap menghunuskan pedangnya ke arah Kron.


Aldizech yang melihat Kron melompat ke arahnya langsung mencabut pedangnya dari sarungnya dan kemudian menyerang Kron secara horizontal.


Tanpa perlu melihat ke belakang Kron memanfaatkan salah satu duri tanah yang dikeluarkan oleh Silvanna untuk dijadikan pijakan guna menghindari serangan horizontal dari Aldizech.


Arthur yang melihat Kron sudah tidak bisa menghindar dari serangan karena berada di udara langsung melompat ke arah Kron dengan kepalan tangan yang dikelilingi oleh kobaran api.


Ketika Kron sudah dalam jangkauannya, ia langsung melepaskan pukulannya tepat ke arah perut dari Kron. Kron  terlempar hingga menabrak langit langit tempat tersebut.


"Lincoln !" teriak teman temannya


Ketika teman temannya sedang panik melihat Kron yang terhempas ke langit langit, pedang pedang mulai diayunkan ke arah mereka.


Arthur, Aldizech, dan Silvanna kemudian terbang perlahan menuju ke arah Kron. Kron yang masih tertancap di langit langit mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Ah.. sudah lama aku tidak merasakan sakit.." kata Kron


Perkataan Kron tentu membuat Arthur, Silvanna, dan Aldizech terkejut. Kron mulai melepaskan tangan kanannya


yang tertancap di langit langit, kemudian kaki kirinya, lalu tangan kirinya, kaki kanannya, badannya, dan yang terakhir kepalanya.


Kron membunyikan leher, melemaskan badannya, dan memejamkan matanya.


"Baiklah..  dengan ini aku tidak perlu ragu ragu lagi untuk menyerang kalian.." kata Kron


"Si-Siapa kau.." kata Silvanna


"Tidak mungkin kau bisa bertahan dari pukulan ku !" teriak Arthur


Arthur kemudian langsung terbang dengan cepat ke arah Kron. Kron membuka matanya dan langsung mengeluarkan aura yang menjadi ciri khasnya.


Arthur yang tangan kanannya sudah ia arahkan ke Kron langsung terhenti. Arthur, Aldizech, dan Silvanna langsung sadar dengan sosok yang sedang mereka hadapi saat ini.


"Seseorang dengan badan kurus.. berambut merah.." kata Aldizech


"Memiliki 2 iblis yang sangat kuat.. serta aura yang mampu membuat siapa saja berlutut ketakutan.." kata Silvanna


"Mata hitam.. serta mata merah ketika mengeluarkan auranya.." kata Arthur


"Orang ini.. KRON GOKAMI !" teriak Arthur, Aldizech, dan Silvanna secara bebarengan


"Salam kenal." kata Kron


Cerberus dengan cebat langsung mengaum dalam bentuk auranya Kron. Auman tersebut menggelegar hingga membuat tembok yang menghalangi tempat tersebut retak seketika.


Mata merah Cerberus dengan tajam menatap Arthur, Aldizech, dan Silvanna. Arthur, Aldizech, dan SIlvanna yang gemetar melihat sosok Cerberus tersebut, langsung mencoba melarikan diri dari hadapan Kron.


Kron yang sejak awal menduga bahwa ketiga orang tersebut akan melarikan diri dengan cepat menghadang tiga orang tersebut dari berbagai arah.


"Kalian ingin pergi kemana..?" kata Kron dan para bayangannya


Tiga orang tersebut hanya bisa gemetar ketakutan melihat sosok Kron yang memiliki Cerberus dengan bentuk aura di belakangnya mengelilingi mereka bertiga dari berbagai arah.


"Ah.. sekarang.. di mana yang asli..?" kata Kron


Tiga orang tersebut sudah menduga bahwa Kron akan menanyakan hal tersebut, namun mereka yang gemetar ketakutan tidak berani menjawab. Mereka memohon kepada Kron untuk melepaskan mereka bertiga dan mereka berjanji tidak akan mengganggu dan mengusik kehidupan Kron dan teman temannya lagi.


"Ha..? Pertanyaanku mudah.. di mana tiga orang yang asli !" teriak Kron

__ADS_1


Teriakan Kron langsung membuat seluruh orang yang sedang bertarung di bawah terhempas dengan kuat ke tanah. Semua orang yang berada di tanah tertekan dengan sangat kuat hingga tidak bisa bergerak sedikitpun selain tengkurap di tanah.


"Ini.. apakah ini kekuatan Lincoln..?" kata Justin


"Sudah kuduga.. ada sesuatu yang luar biasa di dirinya..!" kata Paul


Kron dan bayangan bayangannya perlahan mulai mendekati Arthur, Aldizech, dan Silvanna.


"Kalau kalian tidak ingin memberi tahu jawabannya.. maka akan aku korek sendiri jawabannya dari otak kalian.." kata Kron


Mendengar perkataan Kron yang mengintimidasi tentu membuat tiga orang itu semakin ketakutan. Dan ketika ketakutan mereka sudah tidak bisa dibendung lagi, Arthur membocorkan informasi mengenai tempat di mana Arthur, Aldizech, dan Silvanna yang asli ditawan.


"Sudah aku jelaskan bukan! Sekarang lepaskan aku !" teriak Arthur


"Iblis bodoh! Apa yang kau barusan saja katakan ?!" teriak Silvanna


"Aku tak peduli! Yang terpenting aku ingin selamat !" teriak Arthur


Ketika tiga orang tersebut sedang berdebat, Kron menghilangkan bayangan bayangannya. Aura mencekam pun perlahan mulai menghilang. 3 orang yang berdebat mulai menyadari bahwa aura dari Kron sudah menghilang.


Arthur dengan keringat yang mengalir dengan deras langsung terbang mencoba meninggalkan tempat tersebut. Namun nasib berkata lain, Kron membuka gerbang teleportasi yang meliputi Arthur, Aldizech, dan Silvanna.


"Selamat tinggal dan terima kasih informasinya." kata Kron


"S-Sialaann !!' teriak tiga orang tersebut


Ketiga orang tersebut kemudian dipindahkan oleh Kron ke suatu tempat. Kron yang urusannya sudah beres kemudian menghampiri teman temannya yang sudah sedang melihat ke arahnya dengan luka luka di sekujur tubuhnya.


"Lincoln !" kata teman temannya dengan khawatir


"Ya, terima kasih sudah menyelamatkanku." kata Kron


"Lincoln.. tidak.. Kron bukan..?" kata Justin


"Ya.. itu nama asliku." kata Kron


"Yang Mulia !" teriak seseorang berjubah berlari ke arah Kron dan teman temannya


Teman teman Kron yang merasa curiga memasang pose untuk mencegah orang berjubah tersebut mendekat ke arah Kron. Kron kemudian menyuruh teman temannya untuk tetap tenang.


"Sudah kuduga itu kau." kata Kron yang mendekat ke arah pria berjubah hitam


"Syukurlah anda tak apa.. selama 4 tahun ini.." kata Gordon yang membuka penutup kepalanya


"Ya.. maafkan aku.." kata Kron


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !


----------=======-----------

__ADS_1


__ADS_2