
Ligiel dan Dagiel dengan cepat muncul dari sekitar Kron dan memperlambat jatuhnya Kron dari langit. Cahaya dari Ligiel dan Dagiel mengelilingi Kron dan menaruh Kron secara perlahan ke tanah.
Ligiel dan Dagiel berubah menjadi wujud awalnya lagi dan langsung terduduk menangis di samping Kron yang sudah mulai memutih pucat.
Arthur yang langsung datang ke tempat Kron tidak bisa berkata apa apa. Ia hanya bisa terdiam lesu melihat cucu kesayangannya yang dalam kondisi sekarat.
Orang orang dari Orion yang baru mendapatkan ingatannya kembali langsung terkejut dan kebingungan. Mereka yang baru ingat tentang sosok raja mereka harus terpukul dengan fakta bahwa raja mereka akan segera meninggalkan mereka.
".. dia.." gumam Uldag yang juga baru teringat
"Siapa yang memberi kalian izin untuk berbicara." kata Bullaford dengan berdiri tegak
Bullaford yang berdiri di sekitar orang orang dari Kerajaan Westebar, Bullaford, dan Sweba meneteskan air mata. Derowe menepuk pundak Bullaford dan ikut meneteskan air mata.
Aldizech datang bersama dengan Silvanna dan orang orang dari Orion. Ketika mereka sampai di sekitar Kron, mereka langsung berlutut dan menangis tersedu sedu.
Baja yang merasa ada sesuatu yang hilang darinya mulai menyadari akan hal yang hilang. Dan ketika ia menemukan kepingan yang hilang, ia kembali akan kehilangan kepingannya.
".. Apa..kah.. semuanya.. selamat..?" tanya Kron dengan mata yang kosong
"Ya, kami semua selamat berkatmu." kata Hellian yang datang bersama dengan Ussehan dan Para Dewa lainnya (kecuali Bullaford dan Derowe)
"Syu..kur..lah.." kata Kron dengan tersenyum
Suasana yang seharusnya dirayakan dengan kemenangan, layaknya perayaan ketika menaklukan Kerajaan Duca ataupun mengatasi serangan dari Kerajaan Sweba, namun tak ada satupun yang tersenyum bahagia karena menang dari pertempuran tersebut kecuali Kron.
Arthur dan Baja berulang kali memukul tanah, Aldizech dan Silvanna berdiri tegar mencoba menahan air matanya, Justin menghunuskan pedangnya ke tanah dan menangis, teman temannya Kron yang lain tertunduk lemas dan menangis.
Liliana dan Bella merasa sangat bodoh karena sempat mencurigai Kron ketika hilang ingatan. Dan dengan sangat perlahan, Kron mulai mengucapkan kata kata terakhirnya.
"Mantra.. Bessere.. Welt.." kata Kron dengan mengangkat satu tangannya secara perlahan
__ADS_1
Dari tangannya yang terangkat sebuah cahaya muncul dan langsung menembus langit serta menghilangkan seluruh awan yang ada di langit.
Dari langit biru yang kosong, keluar sebuah hologram.
Hologram tersebut tersebar di seluruh Essaract, dan dari hologram tersebut muncul kisah kehidupan Kron selama dia berada di Essaract.
Semua orang berlarian dan saling berebut tempat untuk menonton hologram yang disiarkan Kron. Wajah Kron muncul dari hologram tersebut dan menyampaikan beberapa pesan.
"Halo semua makhluk di Essaract! Seandainya kalian menonton video ini, maka artinya aku sudah berhasil mengalahkan Dewa Para Iblis, Zlaruma. Aku tak tahu apa yang harus aku katakan selanjutnya karena aku hanya ingin menyampaikan kabar gembira ini ke semua orang."
"Aku mohon, setelah kemenangan ini.. hentikanlah segala perbuatan yang merusak dan membuat orang lain menderita. Sudah tak ada lagi musuh yang harus kalian hadapi, tinggal seorang teman yang bisa kalian rangkuli."
"(Menarik nafas) Sekian dan terima kasih." kata Kron mengakhiri videonya dengan tersenyum
Kicauan burung muncul entah dari mana, pelangi pelangi juga bermunculan di mana mana, angin yang berhembus dengan sangat menyejukkan serta pohon pohon yang tiba tiba tumbuh di tempat tempat yang telah rusak muncul secara tiba tiba setelah hologram tersebut hilang
Tangan Kron yang terangkat tiba tiba terjatuh menandakan telah berpisahnya dirinya dengan raganya. Tangan Kron yang jatuh ke tanah membuat semua orang yang berada di area pertempuran syok membatu. Hujan pun langsung turun dengan sangat deras di area pertempuran.
Para Malaikat, Rexus, dan Para Dewa memberikan penghormatan kepada Kron yang telah gugur. Orang orang dari Orion menangis dengan sangat keras ketika tahu Kron telah tiada.
Gugurnya Kron tidak hanya meninggalkan luka yang mendalam bagi orang orang dari Orion, tetapi juga meninggalkan luka yang mendalam bagi orang orang dari berbagai Kerajaan Besar.
Raja raja dari kedelapan kerajaan besar selain Westebar, Sweba, dan Bullaford datang ke sekitar Kron dan memeluk Para Petinggi serta Penasihat Orion. Begitu juga dengan para prajurit dari kelima kerajaan saling merangkul menangisi kepergian Kron.
Hari pun berakhir dengan kebahagiaan karena kemenangan sekaligus kesedihan karena kehilangan.
Keesokan harinya, orang orang dari kedelapan kerajaan berkumpul di satu tempat. Para Dewa meninggalkan sebuah pesan kepada kedelapan kerajaan agar saling bahu membahu untuk mengembalikan keseimbangan dan kesejahteraan di Essaract.
Raja Sweba, Raja Westebar, Syno, dan Para Petinggi Bullaford yang busuk serta Para Pengawal Zlaruma yang masih hidup sudah dipindahkan oleh Para Dewa ke Neraka untuk segera mendapatkan hukuman.
Mata yang bengkak nampak hampir di seluruh wajah orang orang yang berkumpul di tempat tersebut. Satu per satu Dewa sudah menyampaikan pesannya.
__ADS_1
"Baiklah, tugas kami di sini sudah selesai. Tolong, jagalah kedamaian yang telah Pahlawan kalian ciptakan. Jangan sia siakan pengorbanannya." kata Hellian dengan mata yang berkaca namun pandangan lurus ke depan
"Baik, wahai Dewa !" jawab seluruh orang dengan tegas
Pilar cahaya muncul dari langit membawa Para Dewa pergi untuk kembali ke tempat mereka. Suasana canggung sempat terasa ketika Para Dewa telah meninggalkan mereka.
Waktu pun terus berlalu. Ras Ras yang awalnya terpecah sudah dapat bersatu. Dendam di masa lalu mungkin akan muncul di beberapa makhluk, namun sesuai kesepakatan, Ras Ras di Essaract akan bersatu untuk memberantas kebencian yang muncul di Essaract.
Orion telah menjadi kerajaan besar sama besarnya dengan Sweba dan Unora. Patung megah Kron juga telah dibuat dan diresmikan oleh Para Penasihat Kerajaan.
Peresmian patung Kron dihadiri oleh raja raja dari berbagai ras dan kerajaan. Semua orang bersorak gembira ketika patung tersebut telah diresmikan. Hari Kematian Kron juga diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh semua makhluk di Essaract.
Kebahagiaan dan kedamaian yang telah hilang selama selama berabad abad telah kembali meski harus mengorbankan banyak orang.
Di Surga sana, Kron bertemu kembali dengan Cerberus dan Sterben. Mereka bermain main di Surga sana sembari mengamati keadaan di Essaract. Tak jarang, Para Dewa datang berkunjung untuk bertemu atau bergurau dengan Kron.
Kron tersenyum bahagia, baik karena telah menuntaskan tugasnya sebagai pahlawan maupun melihat kedamaian yang ada di Essaract.
"Sampai berjumpa lagi, teman teman !" kata Kron
-TAMAT-
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih kepada teman teman yang sudah membaca sampai chapter ini alias chapter terakhir ini. Author tahu bahwa Novel ini memiliki banyak kekurangan dan Author sangat berterima kasih kepada teman teman reader yang selalu mendukung Author dan memberi kritikan serta masukan.
InsyaAllah Author akan kembali dengan cerita cerita lainnya, dan dengan adanya masukan masukan di cerita ini, Author akan berusaha semampu Author untuk membuat cerita selanjutnya menjadi lebih menarik dan lebih baik lagi!
Terima kasih dan sampai jumpa !
__ADS_1
----------=======-----------