Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 72 - Pesta Ulang Tahun Kron


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Kron ulang tahun. Semua orang terbangun di pagi pagi sekali dan langsung bersiap untuk menuju ke istana kerajaan.


Kron yang sejak pagi memiliki banyak urusan sedang dialihkan oleh William dan Lisa. Sementara Kron sedang dialihkan dan disibukkan, orang orang yang telah berencana mengadakan pesta langsung mempersiapkan pesta ulang tahun.


 


AULA ISTANA KERAJAAN


 


"Apa sudah berkumpul semua ?" tanya Arthur


"Sepertinya sudah semua.." kata Silvanna


"Baiklah.. ayo langsung mulai pekerjaannya !" teriak Arthur


"Ya !" teriak orang orang yang hadir


Orang orang tersebut pun langsung mulai bekerja untuk membuat pesta ulang tahun. Mereka pun mulai bekerja dari pagi hingga sore hari. Hingga pesta pun telah siap dan tinggal menunggu kedatangan Kron.


Sore hari telah tiba.. terdengar suara tapakan kaki dari beberapa orang yang menuju ke ruang aula istana. Orang orang yang sudah hadir pun langsung bersiap di posisi sesuai yang direncanakan untuk menyambut kedatangan Kron.


Ketika pintu aula dibuka, terdengar sambutan hangat dari orang orang yang sudah menunggu kedatangan Kron.


"Kron ! Selamat ulang tahun !" teriak orang orang yang sudah hadir sembari menembakkan semacam konfeti


"A.." kata Kron yang terdiam karena terkejut


Kron yang terkejut pun meneteskan air mata. Kron mengusap air matanya dan berkata, "Terima kasih.. semuanya !" dengan senyuman hangat.


"Yosh ! Apalagi yang kita tunggu ?" kata Arthur


"Mari mulai pestanya !" sambungnya


Musik pun mulai dimainkan, gelas pun diangkat dan mulai bersulang. Wajah bahagia dan gembira menghiasi wajah dari semua orang yang hadir dalam pesta tersebut.


"Oi Kron.. berapa usiamu sekarang..?" tanya Arthur sembari merangkul Kron


"Hm.. berapa ya.. tujuh belas mungkin ?" jawab Kron


"Heh.. berarti kamu sudah bisa menikah ya.." kata Arthur


"A-a-apa yang kau maksud kakek tua ?!" kata Kron yang terkejut


"HAHAHA ! Tak usah malu malu begitu.." kata Arthur


"Ya.. bukankah ada banyak wanita yang mendekatimu ?" kata Aldizech


"Paman ga usah ikut ikutan kakek tua ini juga lah.." kata Kron yang memerah


"Hm.. mengapa wajah kau memerah seperti ini..?" tanya Aldizech menggoda Kron


"HAHAHAHA ! Tak ku sangka seorang yang berani mengambil keputusan dengan tegas menjadi malu malu ketika membahas wanita !" tawa keras dari Arthur


Para lelaki yang berada di sekitaran Kron pun tertawa. Sementara para lelaki tertawa, wajah dari para wanita yang hadir di pesta tersebut hampir semuanya memerah.


"Ja-jadi Kron sudah bisa menikah ya.." kata Meira


"A-apa maksudmu.. jangan jangan kau bermaksud untuk melamar Kron ?!" kata Liliana yang tiba tiba agresif


"Me-memangnya tidak boleh ya ?!" jawab Meira


"Sudah sudah.. kalian tenanglah.. kita semua sudah tahu siapa yang akan menjadi istrinya.." kata Rose dengan percaya diri

__ADS_1


"Hah..?! Jangan terlalu percaya diri kau !" kata Meira dan Liliana


"Oi kalian.. jagalah ketenangan.. disini tidak hanya kalian yang hadir.." kata Sakura dengan aura menyeramkan


"A- Baik, Bu.." kata Meira, Liliana, dan Rose


Para wanita yang ribut membuat para lelaki semakin tertawa. Apalagi setelah melihat ekspresi Kron yang semakin memerah. Pesta tersebut berlangsung dengan meriah.


Hingga akhirnya saat dimana pemberian kado dimulai. Dimulai dari Arthur yang memberikan jubah baru untuk Kron, lalu Aldizech yang memberikan buku kuno yang sangat dicari cari oleh banyak orang dan Ras, lalu Silvanna yang memberikan buku tentang Mantra kuno yang tidak bisa dipelajari oleh siapapun, dan diikuti oleh kado kado dari para petinggi lainnya.


Lalu saatnya hadiah dari para siswa kelas A. Para siswa kelas A telah menyiapkan dua hadiah yaitu hadiah dari hasil kesepakatan mereka semua dan hadiah pribadi dari masing masing orang. Hadiah yang telah disepakati bersama tersebut merupakan sebuah gelang dengan nama Kron yang terukir di gelang tersebut.


Alasan mengapa diberikannya gelang tersebut adalah karena masing masing siswa ingin Kron memiliki benda yang dapat ia pakai tiap hari dan para siswa tersebut juga dapat memakainya. Sehingga tanda persahabatan mereka tetap ada meski Kron sudah tidak bisa bermain dan berkumpul dengan mereka seperti dulu lagi.


Kron yang terharu melihat hadiah tersebut dan mendengar alasan tersebut pun lagi lagi meneteskan air mata dan berterima kasih serta meminta maaf karena sudah tidak bisa seperti dulu lagi. Teman temannya yang sangat mengerti keadaan tersebut pun menghibur Kron dan memintanya untuk melanjutkan pesta tersebut.


Pesta tersebut pun berlanjut hingga malam hari tiba. Sekitar pukul 22.00 pesta tersebut berakhir dan para siswa diminta untuk kembali ke rumah masing masing terlebih dahulu karena besok mereka masih harus bersekolah. Awalnya mereka tidak mau kembali namun karena adanya sesosok Sakura membuat mereka mengurungkan niatnya untuk tetap berada di istana.


Tapi sebelum para siswa kelas A kembali ke rumah masing masing, Kron menyampaikan sebuah pengumuman.


"Tunggu sebentar.. sebelum pestanya berakhir ada yang ingin kusampaikan." kata Kron


Semua orang yang hadir pun memperhatikan Kron.


"Aku mohon kepada semuanya untuk merapat dan membuat semacam barisan." kata Kron


Semua orang pun melakukan sesuai permintaan Kron.


"A- (Ini di luar perkiraan..) Hm.. Nyonya Silvanna tolong buat semacam tangga yang bisa dibuat berdiri oleh jumlah orang yang hadir." kata Kron


"Hm..? Baiklah.. Mantra : Tangga Tanah." kata Silvanna


Tangga berbentuk tanah yang mampu digunakan oleh orang orang yang hadir pun muncul dari bawah tanah.


Semua orang pun melakukan sesuai yang diminta Kron.


"Baiklah.. tahan dulu dan berposelah !" kata Kron


"Po-pose?" kata orang orang yang hadir dengan kebingungan


"William, sudah disetel?" tanya Kron


"Sudah, Yang Mulia." jawab William


"Baiklah, semuanya tolong diam diposisi dan berposelah !" kata Kron


"Ba-Baik !" jawab orang orang yang hadir dengan kebingungan


Orang orang pun berpose meskipun mereka kebingungan.


"Pelayan, setelah aba abaku tolong pencet tombol yang ini ya.." kata Kron


"Baik, Yang Mulia.." jawab pelayan


"Baiklah.. William ayo kita ikut berbaris juga !" kata Kron


"Baik, Yang Mulia !" jawab William


Mereka pun mulai berbaris (berjejer).


"Pelayan ! Tekan tombolnya sekarang !" teriak Kron dengan semangat


*Cekrek* terdengar suara dan pancaran cahaya dari benda tersebut. Orang orang yang tadinya berpose pun langsung kaget dan mengucek mata mereka karena terkejut dengan benda tersebut. Setelah beberapa saat\, muncul semacam kertas dari benda tersebut.

__ADS_1


Kron dan William dengan sigap langsung mendatangi pelayan tersebut.


"Terima kasih !" kata Kron


"Tidak masalah, Yang Mulia.." jawab pelayan tersebut


"Baiklah.. sekarang tinggal kita kibas kibaskan saja.." kata Kron


"Ahh.. aku tidak sabar melihat hasilnya, Yang Mulia !" kata William dengan semangat


"Ya ! Aku juga begitu !" kata Kron


Setelah beberapa kibasan, nampak gambar yang mulai muncul dari kertas tersebut. Orang orang yang hadir pun menghampiri dan mulai bertanya tanya benda apa tersebut. Lalu setelah menunggu beberapa saat gambar tersebut terlihat dengan jelas.


"Yang Mulia.. Yang Mulia !!" teriak William dengan semangat


"Ya !! Kita berhasil !!" kata Kron sembari memegang kertas tersebut


"Apa itu ?" kata orang orang yang hadir yang semakin penasaran


"Biar kuperkenalkan ini pada kalian.. ini benda yang berbunyi dan memancarkan cahaya ini disebut Kamera ! Dan kertas yang perlahan lahan mengeluarkan gambar ini adalah foto !" kata Kron


"Kamera? Foto?" kata Aldizech


"Kakek Tua ! Lihatlah foto ini !" kata Kron


"Mana ma... AJIGILE !!!" teriak Arthur dengan sangat terkejut


Orang orang yang hadir pun terkejut dengan teriakan Arthur.


"Be-benda apalagi ini ?!!" kata Silvanna yang ikut terkejut


"Ya ! Ini keren sekali, Nyonya !" teriak Justin


"Ada wajah kita disini !" kata Liliana


"Ya.. ini benar benar sama seperti poseku tadi !" kata Aldizech


Mereka terkagum kagum dengan gambar tersebut. Waktu pun berlalu dan mereka pun kembali ke rumah masing masing.


Beres beres pun dimulai. Para pelayan yang dengan sigap membersihkan sisa sisa pesta tersebut dan ketika para petinggi ingin membantu, para pelayan mencegah dan meminta agar para petinggi beristirahat saja.


Keesokan harinya telah tiba. Kron yang terbangun pun kembali mengingat ingat kejadian yang terjadi semalam. Ia mengingat akan kegembiraan yang telah terjadi di pesta semalam dan melihat foto yang kemarin diambil bersama sama serta menjadikannya sebagai semangat dalam menjalani harinya.


Kron pun berjalan ke ruang kerjanya. Seperti biasa ia disambut oleh para pelayannya dan Lisa. Di dalam ruang kerja telah tertumpuk kertas kertas berupa laporan yang harus dikerjakan. Kron yang awalnya bersemangat langsung lemas melihat tumpukan kertas tersebut.


Ketika siang hari telah tiba, Kron mendapatkan laporan dari Gordon. Kron yang mendengar laporan tersebut langsung berdiri dari kursinya dan tersenyum dan membalas laporan tersebut dengan sangat senang.


 


----------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !


----------=======-----------

__ADS_1


__ADS_2