Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 52 - Kenyataan yang Pahit


__ADS_3

Setelah memunculkan Cerberus, para bangsawan yang merendahkan Kron dan para pengawalnya terdiam dan matanya seketika melotot. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Y-Yang Mulia.. i-tu..?!" kata Kuza dengan ketakutan


"Cerberus ?!" kata Judo dengan mengeluarkan keringat


"Tidak mungkin ! Tidak mungkin seorang manusia bisa menggunakan Mantra untum mensummon Cerberus !" kata Futara tidak percaya


"Cerberus.. iblis itu hanya iblis tingkat 6. Tapi mengapa bisa sebesar dan mengeluarkan aura sekuat itu ?!" kata Ista dengan kebingungan


"Luar biasa.. anak itu memang luar biasa." kata Erdia dengan lirih dan tersenyum


DI PUNGGUNG CERBERUS


"He.. lihatlah wajah wajah terkejut mereka itu.." kata Marquis


"Tapi apa ini tidak terlalu besar, Yang Mulia ?" kata Lisa


"Hm.. sepertinya tidak." kata Kron


Mereka pun melanjutkan perjalan untuk kembali ke Kerajaan Orion. Mereka keluar dari wilayah Kerajaan Bullaford dengan menggunakan Cerberus yang berukuran sangat besar. Orang orang atau masyarakat Bullaford yang melihat makhluk yang melintas di atas kepala mereka ketakutan dan gemetaran.


"Bro, apa perlu aku mengecilkan tubuh ku ?" tanya Cerberus


"Hm? Mengapa ?" tanya Kron


"Orang orang dibawah sana sepertinya sudah sangat ketakutan." jawab Cerberus


"Hm... baiklah. Kecilkan tubuhmu." kata Kron


Cerberus pun mengecilkan tubuhnya hingga ukuran yang bisa ditunggangi oleh 3 orang. Orang orang yang melihat Cerberus mengecilkan tubuhnya pun semakin keheranan.


"Hah.. orang orang ini.." kata Kron menghela nafas


"Jadi.. apa yang akan anda lakukan, Yang Mulia ?" tanya Lisa

__ADS_1


"Aku akan menggunakan Mantra Teleportasi untuk memindahkan kita keluar wilayah kerajaan ini." kata Kron


"Kalian bersiaplah ! "Mantra : Teleportation !" kata Kron


Dan dengan demikian Kron, Cerberus, dan para pengawalnya seketika menghilang dari langit Kerajaan Bullaford. Mereka pun muncul kembali di hutan hutan Kerajaan Bullaford sehingga tak ada satupun yang sadar bahwa mereka berpindah ke tempat tersebut.


"Baiklah.. mulai dari sini kita akan melakukan perjalan seperti berangkat tadi !" kata Kron


"A-Mengapa anda tidak langsung memindahkan kita ke istana saja Yang Mulia ??" tanya Lisa keheranan


"Haa? Tidak lah.. kalau seperti itu perjalanannya akan membosankan !" jawab Kron


"Bro, aku mau ikut jalan jalan boleh kan ?" tanya Cerberus


"Yoi ! Tentu saja boleh !" jawab Kron


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali ke Kerajaan Orion. Sepanjang perjalanan Kron menemukan hal hal yang unik yang tidak ada di Kerajaan Orion seperti, hewan hewan baru yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, tanaman yang bisa digunakan untuk pengobatan, dan pohon yang mengeluarkan buah yang rasanya sangat manis.


Mereka juga bertemu dengan orang orang desa di Kerajaan Bullaford. Namun keadaan di desa tersebut sangat berbanding terbalik dengan keadaan desa desa di Kerajaan Orion. Jikalau di Kerajaan Orion keadaan perdesaannya sangat tentram, damai, dan berkecukupan di Kerajaan Bullaford orang orangnya banyak yang sangat kurus karena kekurangan panganan, jeritan kelaparan di mana mana, dan orang orangnya penuh dengan keputus-asaan.


Kron yang merasa iba pun akhirnya mengunjungi desa tersebut dan bertemu dengan kepala desanya.


"Se-selamat malam.." jawab Kepala Desa


"Apakah anda Kepala Desa di desa ini ?" tanya Kron


"Benar.. anda siapa ya ?" tanya Kepala Desa


"Oh.. perkenalkan saya seorang pengembara.. nama saya Amon." kata Kron


"Dan ini adalah teman teman saya Aerus, Isla dan Arzi." sambung Kron


Mereka pun bercengkrama sedikit mengenai apa yang terjadi di desa tersebut. Setelah bercengkrama Kron menemukan fakta yang membuatnya terkejut bahwa ternyata kondisi desa ini akibat dari serangan Kerajaan sebelah yaitu Kerajaan Sweba. Pihak Kerajaan Bullaford tutup mata atas kejadian yang menimpa di desa ini karena takut jikalau menindaklanjuti masalah tersebut maka akan menimbulkan permasalahan dengan Kerajaan Sweba.


Dan fakta yang mengejutkannya lagi, terdapat semacam bendera yang tertancap dengan lambang yang sama dengan yang pernah Kron lihat ketika segerombolan orang membakar dan membantai orang orang di Desa Gradi. Dan Kron pun bertanya, bendera itu adalah milik siapa dan dijawab oleh Kepala Desa bahwa bendera itu adalah bendera Kerajaan Sweba.

__ADS_1


Kron yang mengetahui fakta tersebut langsung terdiam dan mengepalkan tangan seolah menaruh segala amarahnya di kepalan tangannya tersebut. Cerberus, Lisa, dan Marquis yang tidak pernah melihat Kron semarah itu pun kebingungan, ketakutan, dan mencoba menanyakan mengapa Kron bisa sampai semarah itu. Kron tidak menjawab pertanyaan mereka dan hanya tersenyum palsu untuk menutupi segala amarahnya.


"Baiklah Paman.. sekarang kami harus melanjutkan perjalanan kami.." kata Kron sembari mulai berdiri


"Terima kasih atas informasi dan sambutannya.. oh ya, Lisa.." kata Kron sembari memberikan kode untuk memberikan uang yang mereka miliki kepada Kepala Desa tersebut


"A-untuk apa ini, nak pengembara..?" kata Kepala Desa dengan mata berkaca


"Itu untuk paman dan warga desa lainnya.. semoga cukup untuk menghidupi desa ini walau hanya sementara.." kata Kron dengan tersenyum


"Ti-tidak.. ini sudah jauh lebih dari cukup.." kata Kepala Desa dengan menangis


"Terima kasih.. desa ini sangat berhutang budi pada kalian.. kami berjanji akan menggunakan uang pemberian kalian sebaik baiknya.." sambung Kepala Desa


Kron dan yang lainnya meninggalkan desa tersebut dan melanjutkan perjalanan mereka walau waktu sudah menunjukkan tengah malam. Kron yang melihat kondisi tidak baik untuk dilanjutkan memutuskan untuk berkemah di tempat yang sekiranya cukup aman untuk mereka dirikan tenda.


"Baiklah.. kita akan beristirahat di sini dulu.. besok pagi pagi sekali kita akan melanjutkan perjalanan !" kata Kron


Mereka pun mendirikan tenda dan mulai beristirahat sembari menunggu matahari terbit. Kron, yang terkejut dengan fakta yang ia temukan kepikiran hingga tidak dapat membuatnya tertidur. Ia berpikir apa yang harus ia lakukan, apakah ia perlu membantai habis semua orang di Kerajaan Sweba hingga tak tersisa, atau hanya membunuh pemimpinnya saja, dan hal hal lainnya yang pada intinya adalah untuk membunuh orang orang di Kerajaan Sweba.


Namun Kron masih merasakan keraguan sebab bukti yang ia miliki masih sangatlah sedikit. Ia merasa harus mengumpulkan lebih banyak bukti untuk menentukan apa yang harus ia lakukan.


Pagi hari pun tiba, mereka melanjutkan perjalanan sesuai yang direncanakan. Mereka melanjutkan perjalanan seperti ketika mereka pergi menuju ke Kerajaan Sweba. Mereka bertemu kembali dengan orang orang di Desa Yagara. Namun kali ini mereka memutuskan untuk tidak mampir dan hanya sekadar menyapa saja. Meski begitu, tentu orang orang di desa tersebut sangat senang karena Raja mereka menyempatkan waktunya untuk melihat mereka.


Ketika mereka sudah sampai di istana kerajaan, mereka langsung mengadakan rapat. Kron ingin sesegera mungkin mengadakan rapat karena menurut intuisinya, dalam beberapa saat kedepan akan ada sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi.


----------\=\=\=\=\=\=\=-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !

__ADS_1


Terima Kasih !


----------\=\=\=\=\=\=\=-----------


__ADS_2