Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 24 - Kehidupan Baru


__ADS_3

Kron pun mulai menapakkan kakinya keluar dari gerbang kerajaan. Cacian dan hinaan terus menyorakinya bahkan ketika ia sudah hampir keluar dari gerbang kerajaan tersebut.


"Pergilah kau !"


"Dasar picik ! Menggunakan Mantra untuk hal yang hina !"


"Sialan kau ! Mentang mentang bisa menggunakan Mantra !"


"Kalau tahu kau akan seperti ini, dari awal kau sudah kuusir !"


"Mati saja makhluk tak berguna !"


Ya.. hinaan tersebut selalu terdengar dengan ricuh seperti sebuah parade. Kron, lagi lagi mengalami penindasan di kehidupannya untuk yang kesekian kalinya.


"(.. ya.. sepertinya aku memang sudah ditakdirkan seperti ini.." kata Kron


" .. tapi syukurlah.. kali ini aku tidak sendiri.. ada orang orang yang baik padaku..)"


"Ah.. aku akan memulai kehidupan baru lagi kah..?" sambungnya


Kron pun meninggalkan kerajaan.


Para penduduk bersorak seolah mereka telah memenangkan pertarungan panjang melawan iblis. Sorakan kebahagiaan terdengar di seluruh kerajaan. Raja baru kerajaan tersebut, Trezeguet angkat bicara.


"Hari ini.. merupakan hari bersejarah.."


"Kita.. telah mengusir para pengkhianat biadab.."


"Kita.. telah mengusir iblis yang menyamar itu.."


"Kita.. telah mengembalikan kesucian kerajaan kita !!" teriaknya


"Yaa !! Yang Mulia Trezeguet !!"


"Benarr !! Kita telah mengusir para iblis itu !"


"Yaa !!"


Para Pilar dan Kelas A menangis diantara kebahagiaan yang dirasakan penduduk. Mereka menangis karena telah gagal melindungi teman mereka. Mereka menangis karena melihat kebiadaban yang dilakukan oleh para penduduk dan penguasa baru. Mereka menangis memikirkan nasib kerajaan ini kedepannya.


"Di-dimana Kron !" teriak Liliana yang baru datang dengan kepanikan


"K-Kron sudah.. pergi.." jawab Rose sembari menangis


"Ti-tidak mungkin kan... Kron.." Liliana terduduk lesu mendengar kabar itu, air matanya pun mulai mengalir deras


"Kenapa.. kenapa ia harus menggunakan Mantra untuk mencegah kita ?!" kata Paul


"Hiks.. hiks.."


FLASH BACK MALAM SEBELUM KEJADIAN


"Teman teman dan Para Pilar.. terima kasih sudah mau menerima panggilanku." kata Kron


"Santai saja Kron.. memangnya kenapa kau memanggil kami malam malam begini ?" jawab Ligit


"Begini.... (Kron kemungkinan kejadian hari ini)"


"T-t-tak mungkin kan ?!" kata mereka tak percaya


"Mungkin terdengar seperti dongeng.. namun ada hal yang tak bisa aku jelaskan.. tapi aku mohon percayalah." kata Kron mencoba meyakinkan


"Da-dari mana kau bisa beragumen seperti itu ?!" kata Orrobo masih tak percaya


"Apa kau punya semacam Mantra penglihatan masa depan ?!" tanya Jessica


"Tentu tidak.. ini hanya semacam intuisi ku saja." jawab Kron


"Kau, kau meminta kami berkumpul malam malam begini hanya untuk mengatakan hal yang tak masuk akal ?!" kata Warmer

__ADS_1


"Tunggu dulu.. Kron tak mungkin berkata yang keji tanpa bukti yang jelas !" kata Baja


"Lalu apa buktinya..?" tanya Paul


"Maaf.. aku tak punya bukti yang kuat." jawab Kron


"LALU KAU BISA BERKATA SEPERTI ITU ?!" sambung Paul sembari mengangkat Kron


"Te-tenanglah kalian-nin !" coba Kunai melerai


"Kron pasti punya alasan yang tidak bisa dia ungkapkan !" sambung Ligit sambil mencoba melerai juga


"Kapan.. kapan peristiwa itu akan terjadi..?" tanya Zetto


"Tidak tahu.." jawab Kron


"JANGAN BERCANDA KAU !!" Orrobo menarik Kron yang sudah tidak bisa menahan amarah


"KALAU..."


"...?!" mereka langsung memfokuskan pandangan ke satu orang


"Kalau benar intuisimu itu.. apa yang kau inginkan dari kami..?" tanya King


"K-King..?" para Pilar terkejut


"Aku tak tahu akan seperti apa kudeta yang akan terjadi, atau nasib seperti apa yang akan menimpaku. Akan tetapi jikalau aku memang benar terkena sebuah masalah.. maka Mantra : Absolute Command .." kata Kron dengan suara lembut


"K-KRON !!" kata teman temannya kompak


"...   'Jangan menolong Aku.'." sambungnya


KEMBALI KE WAKTU AWAL


"Kalau saja.." kata Paul, Orrobo, Warmer, Zetto, Ligit, Eclair, King


".. kita mempercayai. " kata Vanta, Kunai, Tromoro, Zaragoza, Alramal, Anima


".. dia pasti .. " kata Baja, Liliana, Rose, Bella, Meria


".. tak akan menderita." kata mereka dalam hati dengan tangis


Tangisan dan kebahagiaan bercampur aduk di siang hari itu. Para gadis yang tadinya menyukai Kron, bukannya menangis namun malah ikut bersorak gembira. Mereka seolah percaya bahwa mereka dicuci otak sehingga mereka bisa menyukai Kron. Para pelaku kudeta bergembira diatas istana dan bersulang serta mengadakan pesta yang sangat mewah.


Di waktu yang lain, Kron berjalan seorang diri dengan badan penuh luka akibat penindasan yang dilakukan oleh Kerajaan Duca. Kron bisa terluka bukan karena ia tidak memiliki daya tahan fisik namun ia menggunakan Mantra untuk melemahkan jauh tubuhnya itu.


"Bro ! Mengapa kau diam saja ketika ditindas ?!" tanya Cerberus yang tidak terima sahabatnya ditindas


"Hahaha.. tak apa.. ini ga ada apa apanya kok.." jawab Kron


"Tapi.. mereka berani beraninya menindas Bro ku.." sambung Cerberus dengan geram


"Hahaha.. oh ya, kamu dalam wujud ini lebih imut dan nyaman dipeluk loh.. wkwkwk" kata Kron untuk meredakan emosi Cerberus


"Si-sialan kau Kronn !" kata Cerberus yang malu


Tiba tiba terdengar suara langkah kuda


"Bro. Ada yang datang." kata Cerberus dengan ekspresi yang tiba tiba berubah


"Ya.." jawab Kron


"A-anak muda !" kata seseorang tersebut


"Ada yang bisa saya bantu..?" tanya Kron sembari menoleh ke arah suara tersebut


"Bisakah kau ikut denganku sebentar..?" tanyanya


Kron pun ikut dengan sang suara misterius tersebut. Selama di perjalanan mereka hanya terdiam. Hingga akhirnya tiba disebuah gubuk kecil di atas pegunungan yang sudah lama tidak terjamah manusia.

__ADS_1


"Kita sudah sampai." kata seorang misterius tersebut


"Di mana kita ?" tanya Kron


"Kron.. sudah lama tak bertemu.." terdengar suara dari dalam gubuk


Seketika wajah Kron berbinar, orang yang memanggilnya tersebut adalah..


"He.. Pak Tua lama tak bertemu !" kata Kron


"P-Pak Tua.." jawab Arthur serasa ditusuk pedang


"Hahahaha.. syukurlah kau masih bisa tertawa.." kata suara lainnya


"Su-suara itu..?" kata Kron


"Syukurlah kau selamat.." kata Raja Aldizech


"Ya-Yang Mulia !" seketika Kron langsung berlutut layaknya kesatria pada umumnya


"Santai saja anak muda.. aku sudah bukan raja lagi kan.." sambung Mantan Raja Aldizech


"Ta-tapi.." kata Kron


"Kau dengar sendiri katanya kan ? Berdirilah !" bentak Arthur


"Kau ini masih sama berisiknya ya, Pak Tua.." jawab Kron sembari akan berdiri


"P-Pak Tua..." kembali seperti tertusuk kata Arthur


"Oh ya.. ngomong ngomong yang menjemputmu tadi adalah pengawal pribadi ku, Sakura." sambung Aldizech


"Sa-Sakura ?! berarti dia..." kata Arthur


"Apa kau kira aku pria ?" kata Sakura sambil membuka penutuh kepalanya


"(.... dia ... seperti dewi...)" kata Kron dalam hatinya


"Heh-heh gimana..? Dia cantik kan ?" kata Arthur mencoba menggoda


"Hahaha.. mari masuk ke dalam dulu saja.." kata Aldizech


DI DALAM GUBUK


Mereka pun duduk di dalam gubuk tersebut


"Jadi.. mengapa aku dibawa ke sini..?" tanya Kron


"Alasannya ? Hm.. lebih baik kita menunggu tamu terakhir kita." jawab Aldizech


"Tamu terakhir ?"


Terdengar suara kuda


"Sakura, tolong sambut mereka." kata Aldizech


"(Mereka..?)" Kron bergumam


"Lama tak berjumpa, Arthur, Aldizech !" terdengar suara yang semakin mendekat


"I-itu.. Pak Kepsek ?!" kata Kron dengan terkejut


-----------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari temen temen ya !

__ADS_1


Terima Kasih !


-----------=======-----------


__ADS_2