
Keesokan harinya, orang orang dari Orion yang berada di markas kecil bangun dan menjalankan tugas sesuai dengan yang telah diberikan oleh Kron.
Justin yang terkejut karena Kron dan yang lain bangun paagi pagi sekali pun langsung berlari mengejar Kron untuk meminta sebuah tugas.
Ia ingin sesegera mungkin menjadi bagian resmi dari Orion dan tidak ingin menjadi beban bagi Kron dan yang lain. Apalagi ia dan tiga orang yang ikut bersamanya sudah merepotkan Kron dan yang lain.
Kron pun memberi tugas agar Justin dan yang lain menggambarkan peta Kerajaan Bullaford sedetail-detailnya. Justin tanpa banyak tanya langsung menerima tugas tersebut dan berlari kembali ke markas kecil tersebut dan membangunkan yang lain.
Ia pun langsung memberitahukan mereka yang baru terbangun bahwa mereka mendapatkan tugas dari Kron. Ia pun menyadari bahwa ada seseorang yang tidak ada, dan itu adalah pamannya, Tombas.
Dengan panik ia pun langsung mencari pamannya dan menyuruh Archy dan Vitan yang masih molor untuk segera bersiap untuk melaksanakan tugas dari Kron.
Ketika Justin sedang mencari-cari pamannya di sekitar markas kecil, ia melihat ada seseorang berjubah colat yang menutupi hingga kepalanya dan sedang berunding dengan seseorang berjubah hitam hingga menutupi kepalanya.
Dan ia pun langsung teringat dengan perkataan Gordon mengenai adanya penghianat yang menjalin hubungan busuk dengan pihak di luar kerajaan.
"Jadi inikah yang dimaksud, Pak Gordon.." kata Justin yang tengkurap dan memata-matai mereka
"Ya, aku tidak tahu apa yang kau maksud namun mereka sudah pasti orang Bullaford yang berkhianat." kata Tombas yang sedang tengkurap dan memata-matai juga
"Pa-Paman Tom-!" kata Justin yang terkejut
"Ssstt ! Diamlah ! Nanti mereka bisa curiga !" kata Tombas menutup mulut Justin
"Ba-Baiklah baiklah.. lepaskan tanganmu itu !" kata Justin
Mereka pun lanjut memata-matai orang orang tersebut. Setelah 5 menit berlalu, mereka melihat ada semacam benda dengan wujud yang asing berwarna hitam dengan goresan goresan berwarna ungu menyala diberikan oleh orang berjubah hitam tersebut kepapda orang yang lainnya.
"Apa itu ?" kata Jusitn yang curiga
"Entah mengapa.. sepertinya aku pernah melihat benda yang mirip seperti itu." kata Tombas
Setelah transaksi tersebut, kedua orang yang tadi bertransaksi langsung meninggalkan tempat tersebut. Yang berjubah hitam mengeluarkan semacam lingkaran Mantra berwarna ungu dan hitam yang merupakan hitam untuk Teleportasi.
Sedangkan yang berjubah coklat langsung menghilang seperti seorang ninja.
Tombas dan Justin yang melihat orang orang berjubah sudah pergi, langsung beranjak dari tempatnya dan mencoba memecahkan permasalahan tersebut.
Ditengah pembicaraan mereka mengenai permasalahan tersebut, Archy dan Vitan yang sudah siap memanggil mereka berdua setelah mencari-cari ke sekeliling markas kecil.
Justin yang baru teringat bahwa ada tugas dari Kron langsung mengatakan kepada pamannya mengenai tugas tersebut. Justin dan pamannya sepakat bahwa pembicaraan mengenai masalah tersebut akan ditunda dulu.
Mereka berempat langsung menuju ke tempat sisa sisa Kerajaan Bullaford untuk mencari apakah masih ada sebuah peta yang bisa mereka jadikan referensi dalam menggambar peta sesuai perintah Kron.
Dan ketika mereka sedang mencari cari sisa tersebut, terdengar suara segerombolan kuda dengan pakaian besi yang mendekat ke arah reruntuhan kerajaan tersebut. Mereka pun bersembunyi dan ternyata gerombolan kuda tersebut adalah prajurit Bullaford yang sedang berpatroli.
__ADS_1
Prajurit prajurit yang sedang berpatroli tersebut beristirahat di reruntuhan Kerajaan Bullaford dan memulai sebuah topik pembicaraan.
Dan topik pembicaraan tersebut adalah, mengenai raja baru di Bullaford.
Keempat orang yang sedang bersembunyi tidak terkejut sama sekali ketika mendengar bahwa akan ada raja baru di Bullaford dalam waktu secepat ini, namun yang membuat mereka terkejut adalah sosok yang menjadi raja baru tersebut.
Sosok tersebut adalah Uldag van Lasso.
Dan berdasarkan percakapan prajurit prajurit Bullaford tersebut, Uldag akan dilantik besok tepat ketika matahari telah sampai di puncaknya.
Setelah berehat cukup lama, para prajurit tersebut melanjutkan patrolinya. Justin dan yang lain keluar dari persembunyiannya dengan wajah yang terkejut.
"Si sialan itu.. bagaimana mungkin dia bisa menjadi seorang raja !" kata Tombas dengan emosi
Ketika masih kecil, Uldag adalah sosok yang pintar dan bertalenta dalam bidang bermusik. Ia adalah sosok yang mampu menghidupkan suasana dengan musiknya. Namun ketika menginjak usia 11 tahun, popularitas, sanjungan, dan uang membutakan dirinya.
Ia mulai sering menghamburkan kekayaan. Lebih dari 1/5 kekayaan Kerajaan Bullaford dikorupsi oleh dirinya demi kesenangan pribadinya.
Ia hobi bermain wanita, bahkan tak sedikit wanita yang ia bunuh karena tidak bisa memuaskan hasrat seksualnya. Sekarang, Uldag menjadi orang yang 'berusia' dengan sifat yang busuk. Ia sudah tidak bisa membedakan mana yang baik dan benar karena bagi dirinya, segala suatu dapat dibenarkan dengan uang.
Uldag juga tidak memiliki kemampuan memimpin, berpedang, dan strategi. Sekarang, ia hanyalah orang tua yang suka menghambur-hamburkan kekayaannya saja.
Melihat suasana yang tidak mendukung, Justin memutuskan untuk menghentikan pencarian sisa peta di reruntuhan tersebut dan kembali ke markas kecil.
Ketika mereka kembali, nampak keramaian menyelimuti markas tersebut. Tak butuh waktu lama bagi mereka berempat untuk menyadari siapakah orang orang di keramaian tersebut.
Justin dengan gagah langsung menghampiri orang orang yang ada di keramaian tersebut, Archy dan Vitan mau mencoba mencegah namun Justin sudah tidak bisa mereka jangkau. Tombas yang tadinya hanya ingin mengamati saja, setelah melihat Justin berjalan menghampiri dirinya ikut tergerak untuk menghampiri.
"Kalian ! Sedang apa kalian di sini ?!" teriak Justin dari belakang kerumunan
"Su-suara itu ?!" kata orang orang di kerumunan dengan sahut menyahut
Ia pun melihat ke depan pintu kediaman di markas kecil Orion. Ia melihat Kron dan para pengawalnya sedang berhadapan dengan Uldag, Luca, Chiwa, Olfy, Darius, Sebas, Ista, dan Judo. Ia langsung memiliki firasat tidak enak.
Tombas yang ada disamping Justin memiliki pemikiran serupa dengan Justin. Ia juga memiliki firasat tidak enak tentang apa yang akan terjadi dalam waktu dekat.
"Baiklah.. karena sudah tidak ada kepentingan lagi.. saya undur diri dulu yayaya.." kata Uldag ke Kron
Uldag pun berbalik badan dan berjalan menuju ke pintu depan markas kecil Orion. Ia melihat ke arah Justin dengan senyum yang nampak sekali 'jahatnya'.
Ia berjalan dengan dikawal oleh orang orang yang tadi berhadap hadapan dengan Kron dan para pengawalnya. Dan ketika Uldag sampai di hadapan Justin, ia berhenti sejenak dan menaruh kedua tangannya di atas tongkat yang ia tancapkan ke tanah.
"Yayaya.. lihat siapa ini.. si kecil Justin yang sudah dibuang dari rumahnya.." kata Uldag
Tawa pun berderai. Semua orang tertawa kecuali Darius, Sebas, Judo dan Ista. Darius dan Sebas menatap ke arah Justin sedangkan Judo dan Ista memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Ya, tidak ada yang bisa aku sampaikan pada seekor anjing yang kehilangan rumahnya.." kata Uldag yang kemudian mengangkat tongkatnya dan berjalan melewati Justin
Ketika Uldag dan para pengawalnya telah melewati Justin, mereka bertemu dengan Tombas yang sudah menunggu mereka melewati Justin.
"Sekarang.. ada anjing tua yang kehilangan rumahnya menghalangi jalan.." kata Uldag
"Hoho.. inikah sifat raja baru Bullaford..?" kata Tombas dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya
"A-!" kata Olfy yang marah namun ditahan oleh tangan kiri Uldag
"Yayayaya ! Ternyata seekor anjing hilang pun bisa tahu infonya ya ! Ternyata Kerajaan Bullaford memang terkenal !" tawa dari Uldag
"Hahaha.. sungguh lawakan yang tidak lucu !" tawa dari Tombas
Uldag yang tidak peduli dengan perkataan Tombas, kembali melanjutkan jalannya. Ia dan para pengawalnya melewati Tombas. Ketika mereka berjalan melewati Tombas, Archy dan Vitan masuk ke markas kecil Orion dengan tatapan tajam ke depan seolah tidak menghormati sama sekali Uldag dan para pengawalnya.
"Cih! Buangan saja sombong !" kata Chiwa
Setelah Uldag dan para pengawalnya berada di luar area markas kecil Orion, Tombas Justin membalikkan tubuhnya. Kemudian, ia menyatakan suatu pernyataan.
"Biar kuberi sedikit peringatan untuk kalian.."
Kron dan para pengawalnya mendekat ke arah Justin.
"Kalau kalian macam macam dengan kerajaan ini.."
Archy, Vitan, dan Tombas berjalan mendekati Justin dan menolehkan kepalanya ke arah Uldag dan para pengawalnya.
"Maka kematian akan menjadi hal yang kalian sangat rindukan." kata Justin dengan tatapan tajam
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1