
Pasukan Para Dewa dan Para Iblis mulai berperang. Para Iblis Pemantra dari jauh menembakkan energi hitam ke arah Pasukan Para Dewa. Namun serangan serangan energi tersebut dapat di tahan dengan penghalang yang diciptakan oleh Para Malaikat.
Para Malaikat yang bertarung jarak dekat mulai ikut maju dengan mengacungkan tombak cahaya mereka ke arah depan. Melihat kedatangan Para Malaikat, Raja Iblis dengan cepat merapalkan sebuah Mantra Hitam sehingga membuat Para Malaikat tertahan langkahnya.
Para Iblis yang melihat kesempatan untuk menyerang Para Malaikat dengan berlari langsung mengayunkan senjatanya ke arah Para Malaikat. Para Malaikat dengan mudah mementalkan semua iblis yang mencoba menyerang mereka.
Para Iblis yang terpental terjatuh ke lubang yang telah diciptakan oleh Tofa dan Para Dwarf lainnya. Raja Iblis yang merasa dirinya harus turun tangan langsung terbang menuju ke medan pertempuran.
Zlaruma yang melihat Raja Iblis terbang meninggalkan tempatnya begitu saja tidak mengacuhkan hal itu dan hanya memantau jalannya pertempuran.
Raja Iblis yang baru datang langsung menapakkan kakinya ke tanah dan membuat gelombang kejut yang cukup kuat hingga membuat tanah disekitarnya menjadi retak dan debu dari tanah gersang berterbangan.
Kedatangan Raja Iblis disambut dengan tinjuan dari Rewark (Gorila Derowe). Tinjuan tersebut berhasil ditahan oleh penghalang yang dimunculkan oleh Raja Iblis.
Namun penghalang tersebut tidak bisa menahan posisinya dan terpental karena kuatnya pukulan dari Rewark. Raja Iblis membatalkan Mantra penghalangnya dan langsung berdiri setelah terlempar beberapa meter.
Ketika Raja Iblis menghadapkan wajahnya ke depan, Instinc (Phoenix Derowe) datang dengan sangat cepat dengan posisi kaki yang siap mencekram mangsanya layaknya seekor elang.
Raja Iblis merapalkan Mantra Bola Hitam dan langsung melempar bola bola hitam tersebut ke arah Instinc. Instinc mampu menghindari beberapa namun pada akhirnya ia terkena serangan bola hitam tersebut dan tersungkur ke tanah.
Melihat Raja Iblis yang terlalu fokus ke Instinc, Zun (Dewa Matahari) yang sudah menunggu momen tersebut langsung menembakkan energi yang sangat panas tepat ke arah Raja Iblis.
Raja Iblis berusaha menghindari serangan tersebut namun usahanya terlambat karena serangan tersebut sangatlah cepat layaknya sebuah laser. Pundak kanan Raja Iblis terbakar hingga membuat sebuah cekungan gosong pada pundak kanannya.
Raja Iblis yang terkena serangan langsung merasa murka dan mensummon beberapa Iblis tingkat atas. Ia memanggil sosok yang sangat besar.
"Black Mantra : Devil Summon! Gigantia !" teriak Raja Iblis
Dari bawah tanah muncul sosok Gigantia, sosok yang memiliki wajah seperti putra dari Aldizech, Treze. Tanah bergoyang karena kemunculannya dan membuat banyak pasukan dari kedua belah pihak kocar kacir.
Tubuhnya yang luar biasa besar dengan cepat memenuhi seperempat area pertempuran dengan hanya setengah badannya saja.
Para Dewa yang melihat iblis tersebut ikut terkejut karena mereka tidak pernah menyangka bahwa akan ada iblis sebesar itu yang bisa diciptakan oleh seorang iblis.
Di tempat persembunyian.
__ADS_1
"Hah !" kata Aldizech yang membuka matanya
"Akhirnya kau bangun juga, Pak Tua." kata Arthur
Aldizech melihat ke sekitar. Ia melihat Arthur dan Silvanna yang sedang berdiri dengan badan yang penuh perban. Aldizech bertanya ke Arthur dan Silvanna mengenai dimanakah mereka berada dan Silvanna menjawab bahwa mereka berdua tidak tahu namun satu hal yang pasti mereka sudah diselamatkan.
Aldizech duduk dan tepat saat Aldizech akan duduk, terdengar suara tapakan kaki menuju ke tempat mereka bertiga berada.
"Kalian sudah sadar ?" tanya Iris
Sosok Iris yang sangat menawan membuat ketiga orang itu terkagum dan terpesona. Selama beberapa tahun mereka yang hanya melihat kegelapan dan mendapatkan siksaan menemui sosok yang sangat indah.
"A-Anda.. siapa ?" tanya Aldizech
"Perkenalkan, saya Dewi Iris." jawab Iris
Mendengar nama Dewi Iris, ketiga orang itu langsung berlutut dihadapan Iris. Iris yang tidak terbiasa melihat orang berlutut dihadapannya meminta ketiga orang itu untuk berdiri dan berkelakuan seperti biasa.
Ketiga orang itu dengan sungkan mulai berdiri. Iris bertanya kepada tiga orang itu apakah mereka masih mengenali diri mereka sendiri dan mereka bertiga menjawab dengan agak bingung bahwa mereka masih mengenali diri mereka sendiri.
Iris yang mengetahui maksud wajah kebingungan dari ketiga orang itu kemudian menjelaskan bahwa sesosok bernama Raja Iblis yang mengaku sebagai Juru Selamat telah membawa perubahan besar terhadap Essaract selama lebih dari 3 tahun.
"Apakah kalian mengingat nama Kron Gokami ?" tanya Iris
"Kron.. Gokami ?" tanya tiga orang tersebut
"Ya." jawab Iris
Kepala ketiga orang tersebut kembali terasa sakit. Iris yang semakin yakin bahwa ini adalah efek tambahan yang diberikan oleh Raja Iblis terhadap mereka bertiga.
Iris yang selalu mengawasi Kron dari langit mengetahui bahwa ketiga orang ini adalah yang ingatan tentang Kron paling sulit untuk dihapuskan. Oleh karena itu, Iris berspekulasi bahwa ketiga orang ini pasti diberi pelayanan spesial oleh Raja Iblis.
"Kalian duduklah, ini akan terasa sangat sakit namun setelahnya, kalian akan memahami apa yang aku maksudkan." kata Iris
Mendengar perkataan seorang Dewi yang sampai seserius itu tentu ketiga orang itu tidak bisa menolak perintah dari Sang Dewi. Mereka bertiga duduk dan Iris mulai merapalkan Mantranya.
__ADS_1
Dari dahi ketiga orang tersebut muncul sebuah aksara dengan membentuk kata "Berkah Dewa" dan bercahaya. Ketiga orang itu awalnya terkejut dengan tanda aksara yang muncul di dahi mereka namun lama kelamaan. rasa sakit mulai mereka rasakan lagi.
"Lawanlah rasa sakit itu! Kunci kemenangan ada di kalian !" kata Iris
"Baik.. Dewi..!" kata mereka bertiga dengan menahan rasa sakit
Cengkraman mereka bertambah kuat seiring bertambahnya rasa sakit yang mereka derita. Cahaya yang ada di dahi mereka semakin terang dan semakin terang hingga membuat satu ruangan silau karena cahayanya.
Mendengar teriakan kesakitan dan cahaya terang, membuat para pelayan yang berada di luar rumah tersebut menjadi penasaran. Mereka mencoba melihat ke dalam namun tidak bisa karena saking terangnya cahaya tersebut membuat mata mereka menjadi kesakitan.
Beberapa saat kemudian cahaya tersebut menghilang dengan mengeluarkan sebuah gelombang kejut. Para pelayan yang mengetahui cahaya dan teriakan sakit sudah hilang langsung memasuki rumah dan mencari Dewi mereka.
"Wahai Dewi! Apa anda baik baik saja ?!" kata salah seorang pelayan yang memasuki rumah
Iris tidak menjawab dan hanya memandangi Aldizech, Arthur, dan Silvanna yang terkapar dan duduk dengan mengeluarkan keringat yang sangat banyak.
"Kalian bawakan baju ganti serta makanan dan minuman." kata Iris
"Baik, Dewi." jawab para pelayan yang langsung melaksanakan perintah Iris
Pelayan meninggalkan rumah dan langsung mencari pakaian baru dan menyiapkan makanan serta minuman. Iris kemudian kembali melihat ke arah tiga orang yang nampakĀ sedang kelelahan.
"Apakah.. kalian sudah mengingatnya ?" tanya Iris
"Tentu.. saja." jawab mereka bertiga yang kemudian pingsan.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------