Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 124 - Pernyataan Perang


__ADS_3

Beberapa menit berlalu dan tiba tiba, langit dari utara retak. Retakan tersebut berada beberapa ratus meter dari tempat Ussehan, Derowe, dan Tofa berada.


Tofa dan Derowe langsung merasakan aura yang sangat kuat datang dari arah retakan tersebut dan mereka sudah menduga akan sosok yang sedang menuju ke tempat mereka.


Semua orang melihat ke arah retakan tersebut dan terdiam. Orang orang mulai ketakutan karena mereka tidak pernah melihat retakan di dalam tempat persembunyian mereka.


"Kalian tenanglah !" teriak Derowe


Teriakan Derowe membuat orang orang menjadi lebih tenang. Tofa merapalkan Mantra dan mencoba menutup retakan tersebut dengan tanahnya.


Ia tahu bahwa usahanya akan sia sia namun setidaknya ia harus mencoba sesuatu untuk mencegah kedatangan dari sosok di balik retakan tersebut.


Derowe memanggil beberapa hewannya. Seekor serigala putih dengan 3 ekor yang memliki ujung berwarna hitam, burung phoenix berwarna biru, dan gorila raksasa dengan salah satu tangan lebih besar dari tangan satunya.


Retakan tersebut bertambah besar hingga akhirnya pecah. Langit terbuka dan dari balik langit tersebut muncul seorang Dewa Kerusakan dengan beberapa bawahannya.


"Selamat siang.. semuanya." kata Dewa Kerusakan


Kedatangan Dewa Kerusakan langsung membuat langit menjadi gelap. Semua orang mulai ketakutan dan gemetar lagi. Rexus yang menyadari akan sosok yang datang tersebut memasang pose melindungi teman teman dan orang orangnya Kron.


"Re-Rexus ?" kata teman teman dan orang orangnya Kron


"Diamlah. Salah satu gerakan kita bisa tamat." bisik Rexus


Rexus yang terlihat panik tentu membuat teman teman dan orang orangnya Kron kebingungan. Mereka baru menyadari alasan Rexus terlihat panik setelah melihat sosok di dekat Dewa Kerusakan, yaitu Raja Iblis.


"Jadi.. hanya ini saja Dewa Dewa nya ?" tanya Dewa Kerusakan


"Blizzard !" teriak Derowe


Blizzard (Serigala putih) langsung membuat badai salju dengan tujuan membuat penghalang agar Dewa Kerusakan dan orang orangnya tidak bisa menyerang.


Namun dengan mudah, Dewa Kerusakan menghentikan badai salju tersebut. Salju yang mengitari jatuh ke tanah dan menjadi abu seketika.


Tofa merapalkan Mantra dan menyerang Dewa Kerusakan dengan batu batu raksasanya. Raja Iblis dengan memasang badan di depan Dewa Kerusakan dan membuat sebuah penghalang sehingga mampu melindungi Dewa Kerusakan dari serangan tersebut.


"Oi.. kau pikir aku bisa mati karena serangan seperti itu ?" tanya Dewa Kerusakan dengan kesal


"Maafkan hamba, wahai Dewa.. namun tidak etis bagi seorang Dewa seperti anda mengotori tangannya hanya untuk membereskan mereka." jawab Raja Iblis


"Apakah aku memberimu izin? Tidak bukan, maka menyingkirlah." kata Dewa Kerusakan


"Baiklah, wahai Dewa.." kata Raja Iblis


Raja Iblis menyingkir dari hadapan Dewa Kerusakan dengan hati yang bergumam kesal. Dewa Kerusakan kemudian mengeluarkan auranya dan membuat tanah bergetar serta petir bergemuruh di langit.

__ADS_1


Aura berwarna ungu muncul dari sekeliling tubuh Dewa Kerusakan. Matanya berubah menjadi warna putih-ungu menyala. Dewa Kerusakan mengangkat satu tangannya.


Para pengawalnya langsung maju menyerang. Rexus dengan sigap langsung menendang balik para pengawal Dewa Kerusakan.


Para pengawal Dewa Kerusakan menahan tendangan Rexus dengan perisainya. Salah satu pengawal mengayunkan pedangnya mencoba menyerang Rexus namun Rexus berhasil menghindar. Rexus melapisi tangannya dengan sarung tangan listrik dan melayangkan pukulan dari samping.


Pukulannya membuat 3 dari 5 pengawal terpental ke samping. Mereka menabrak langit dan membuat retakanĀ  di langit yang cukup dalam.


Dewa Kerusakan menyuruh Raja Iblis untuk membantu para pengawalnya. Raja Iblis menganggukkan kepala sebentar dan langsung maju menyerang Rexus dengan kecepatan tinggi.


Rexus terlempar ke tanah dan Raja Iblis berdiri di langit dengan tangan dilapisi cahaya berwarna hitam dengan aura ungu di sekujur tubuhnya.


Rexus yang terbaring karena terlempar langsung berdiri. Rewark (Gorila Derowe) menahan serangan dari 2 pengawal Dewa Kerusakan yang tersisia. Instinc (Phoenix Derowe) mengibaskan sayapnya dan membuat angin topan dengan api biru yang menyala nyala.


Raja Iblis mengangkat kedua tangannya dan memasang barrier guna menahan serangan dari Instinc. Derowe menyuruh Blizzard untuk melancarkan serangan bola salju dari samping.


Blizzard menyerang dengan puluhan ribu bola salju dari samping dan langsung mengarah dengan cepat ke arah Raja Iblis. Raja Iblis yang dibuat kesulitan terpaksa harus menggunakan seluruh kekuatannya untuk bertahan.


Barrier berbentuk bola muncul dari sekeliling Raja Iblis dan mencoba menahan semua serangan dari Derowe. Raja Iblis yang sedang direpotkan otomatis membuat Dewa Kerusakan tak ada pelindung sama sekali.


Tofa yang melihat kesempatan tersebut langsung menyerang dengan ratusan batu yang ia layangkan. Dewa Kerusakan yang sudah menduga gerakan Tofa dengan mudah mementalkan balik semua serangan Tofa.


Tofa membuat dinding pelindung dari batu yang meluas menutupi arah semua serangan balik dari Dewa Kerusakan. Klire, Kuraraku, dan Gordon yang daritadi terdiam karena takjub dengan pertarungan dari Para Dewa mulai bergerak.


Klire melancarkan ribuan panah ke arah para pengawal Dewa Kerusakan. Kuraraku membawa Ussehan untuk bersembunyi lewat terowongan bawah tanah. Gordon mencoba membantu Derowe guna menahan pergerakan dari Raja Iblis.


Rias membantu Blizzard dengan membuat tempat di sekitar Blizzard semakin dingiin dan Yuno membantu Tofa untuk melarikan diri dari serangan balik Dewa Kerusakan.


Teman temannya Kron yang terdiam daritadi mulai melakukan pergerakan dengan mengungsikan dan melindungi Para Demi Human dan ras lainnya.


Sedangkan di dalam kediaman Para Dewa, Kron dan Para Dewa lainnya sudah memulai aksinya. Kron berbaring di tempat yang sudah disiapkaN. Ia memejamkan matanya dan Iris mulai merapalkan Mantranya.


Bunyi petarungan yang berada di luar membuat Kron membuka matanya dan Iris batal dalam merapalkan Mantranya. Konsentrasi mereka terganggu akibat petarungan yang terjadi.


Bullaford mencoba menenangkan mereka berdua dan menyuruh untuk fokus saja dalam mengembalikan tubuh Kron. Mereka berempat menyadari bahwa yang datang adalah Dewa Kerusakan.


10 menit berlalu. Ketika kondisi di luar sedang sengit sengitnya, cahaya yang sangat terang terpancar dari kediaman Para Dewa.


Cahaya tersebut sangat terang hingga membuat semua orang yang sedang bertarung teralihkan. Dewa Kerusakan yang menyadari bahwa cahaya tersebut disebabkan oleh Kron dan Para Dewa lainnya mengangkat tangannya dan mengarahkan tangannya ke arah kediaman Para Dewa.


Hellian yang menyadari bahwa Dewa Kerusakan mau menyerang ke arah mereka mengajak Bullaford untuk menahan Dewa Kerusakan dan mengalihkan perhatainnya hingga proses pengembalian tubuh Kron berhasil dilakukan.


"Bullaford! Si bedebah itu sudah menyadari kita !" teriak Hellian


"Baiklah, ayo kita alihkan !" jawab Bullaford

__ADS_1


Hellian dan Bullaford pergi dari kediaman Para Dewa dan langsung mengeluarkan senjata mereka. Kron bertanya kepada Iris mengenai apakah pengembalian tubuhnya bisa dipercepat atu tidak. Iris menjawab agar Kron tetap fokus saja dan ia sudah berusaha sekuat yang ia bisa untuk mempercepat proses pengembalian tubuh Kron.


Dewa Kerusakan yang melihat adanya sosok Hellian dan Bullaford langsung merasa yakin bahwa Kron berada di dalam tempat tersebut. Dewa Kerusakan dengan tanpa ragu langsung mengeluarkan sebuah pedang hitam dengan aura ungu yang mengelilingi pedang tersebut dengan menyala nyala.


Pedang tersebut memliki bilah yang sangat panjang hingga 2 kali ukuran tubuh dari Dewa Kerusakan itu sendiri. Dewa Kerusakan langsung mengayunkan serangannya.


Tebasan tersebut mengeluarkan sebuah garis yang lurus mengarah tepat ke kediaman Para Dewa. Setelah garis tersebut melintas, sebuah gelombang berwarna hitam keluar dari lintasan tersebut dan membelah tanah menjadi dua.


Bullaford dengan cepat mengeluarkan sebuah perisai dengan ukuran yang sangat besar hingga cukup menutupi kediaman Para Dewa. Perisai tersebut mampu membuat serangan tersebut mengitari kediaman Para Dewa.


Setelah serangan tersebut berhasil dihalau sepenuhnya dengan cepat Hellian yang sudah menahan energi serangan pada pedangnya langsung melancarkan tebasannya.


Tebasan tersebut langsung mengarah tepat ke arah Dewa Kerusakan. Dewa Kerusakan mengangkat tangan kirinya dan membelah tebasan ersebut menjadi dua.


Tebasan tersebut menabrak langit dan membuat langit menjadi bolong dengan ukuran yang sama dengan energi tebasan pedang tersebut.


"Ini membosankan.." gumam Dewa Kerusakan


"Cukup !" teriak Dewa Kerusakan


Teriakan tersebut menggelegar dan membuat tanah bergetar. Mengetahui bahwa Dewa Kerusakan sudah berteriak seperti itu, para pengawal Dewa Kerusakan langsung terbang kembali ke sisi Dewa Kerusakan. Dewa Kerusakan menarik nafasnya.


"Aku! Zlaruma, Dewa Para Iblis! Dewa Kerusakan! Dewa Penghancur! Menyatakan perang terhadap semua makhluk yang ada di tempat ini !" teriaknya


Teriakan tersebut dibarengi dengan aura ungu kehitaman yang semakin besar dari sekitar tubuhnya. Tanah mulai gempa, petir petir di langit bergemuru serta menyambar sehingga membuat kebakaran pada rumah rumah di tempat tersebut, dan lahar yang mengalir di bawah tanah muncul dan meledak ke permukaan.


Raja Iblis yang mengetahui bahwa ini waktunya untuk mundur merasakan kekesalan di dalam hatinya. Ia yang tidak bisa membantah perkataan Dewa nya terpaksa harus mundur dari pertarungan yang sudah dinanti nantinya.


Raja Iblis mementalkan semua serangan yang mengarah pada dirinya dan ia langsung terbang ke sisi dari Zlaruma. Kron yang mendengar pernyataan perang dari Zlaruma hanya terdiam.


Kron yang sedang terapung di langit dengan posisi berdiri. Dengan mata yang mengeluarkan cahaya serta cahaya putih yang mengitari seluruh tubuhnya. Ia menggenggam tangannya dengan sangat kuat hingga membuat darah keluar dari genggaman tangannya.


"Sampai jumpa di medan perang, wahai Para Dewa.. wahai Pahlawan !" teriak Zlaruma


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !

__ADS_1


----------=======-----------


__ADS_2