
"Ghhooaaahhh !!!" teriak Hopeless menebar aura kegelapan
"Mantra Suci : Pedang Suci !" teriak para malaikat yang jarak dekat
"Mantra Suci : Tembakan Cahaya Suci !" teriak para malaikat yang jarak jauh
Perang antara Iblis dengan Malaikat yang sudah lama tidak terjadi kembali terjadi untuk pertama kalinya. Sebuah pertempuran besar yang membuat para makhluk Essaract lainnya terdiam bisu karena terpukaunya dengan pertempuran tersebut.
"Fokus ! Kalian masih memiliki tugas yang lainnya !" teriak Kron menyadarkan para penduduk dan pemberontak
"Ba-baik !" jawab para penduduk dan pemberontak
"Mantra Hitam : Teriakan Keputusasaan !" teriak Hopeless
"Mantra Suci : Pelindung Malaikat !" teriak para malaikat yang jarak dekat
"Malaikat jarak jauh, gunakan mantra tembakan suci lagi !" teriak Azazel
"Baik ! Mantra Suci : Tembakan Cahaya Suci !" jawab para malaikat jarak jauh
"Aaaghhhhh !!!" teriak kesakitan Hopeless
TEMPAT PERSEMBUNYIAN
"Sialan ! Bagaimana mungkin Hopeless ku bisa tersudutkan ?!" teriak Treze emosi
"Aku.. cih ! Apa yang harus aku lakukan ?!" sambungya dengan penuh emosi dan kekesalan
Di tempat lainnya, pasukan yang mencari persenyembunyian dari Treze dan komplotannya bertemu dengan beberapa musuh.
TEMPAT LAINNYA
"Kron !" teriak Bella
"Ya ada apa ?" tanya Kron
"Kak Warmer dan Kak Zaragoza bertemu dengan musuh, kata mereka dia adalah Basiat. Lalu Justin dan Ligit bertemu dengan Schwerden. Begitu pula Liliana dan Rose yang bertemu dengan Butterfly !" kata Bella dengan panik
"(Hm, sesuai dugaan bahwa beberapa diantara mereka akan bertemu dengan musuh) Baiklah.. katakan pada mereka untuk tidak panik dan sebisa mungkin untuk menahan mereka hingga bala bantuan datang." kata Kron ke Bella
"Baiklah !" kata Bella yang kemudian menjelaskannya kepada yang lain
"Begitu.. baiklah ! Kita akan percayakan urusan strategi padanya !" kata Justin dan Ligit mendengar jawaban Bella
"Cih ! Tanpa dikirimi bala bantuan pun kita pasti bisa mengurusnya !" kata Warmer dan Zaragoza
Dengan begitu kelompok yang bertemu dengan para musuh mulai menghadapi sambil menunggu bala bantuan yang akan datang.
"Bella, tolong sambungkan aku ke Klire, Kuraraku, dan 3 Terkuat." kata Kron
"Baiklah.... sudah terhubung !" jawab Bella
"Ekhem, seperti kataku sebelumnya, ini saatnya kalian untuk beraksi. Siap kan ?" tanya Kron
"HAHAHAHA !! Kau kira bicara dengan siapa ?!" tawa Arthur
"Yah.. luka luka kami juga sudah mendingan.." sambung Aldizech
"HOHOHOHO !! Arahkan kami kemana harus pergi !" kata Kuraraku
"Baiklah.." kata Kron yang mulai mengarahkan mereka
"Baiklah ! Akan kami segera lakukan !" kata Arthur dengan semangat
"Ya ! Ku serahkan pada kalian !" kata Kron
"Tentu saja !" kata 3 Terkuat, Kuraraku, dan Klire
Sambungan terputus
"Bella, tolong sambungkan aku ke kelompok King, Paul, Zetto, Jessica dan Eclair." kata Kron
"Baiklah... sudah terhubung !" kata Bella
"King, Paul, Zetto, Jessica, Eclair kalian bisa mendengar ku ?"
"Ya !" jawab mereka
"Kelompok Warmer, Lliliana, dan Justin bertemu dengan musuh. Aku ingin kalian membantu mereka menghadapi para musuh tersebut." kata Kron
"Baiklah.. lantas kemana kami harus pergi ?" kata King
"Baiklah..." kata Kron mulai mengarahkan
"... kalau sudah paham, segera tolong mereka !" kata Kron
"Ya !" jawab mereka
__ADS_1
Dengan begitu para 3 Besar dan bala bantuan yang lainnya mulai menuju ke kelompok yang bertemu dengan musuh. Dan di tempat lainnya peperangan antara kelompok yang bertemu dengan musuh mulai tersudut.
"Heh.. jadi aku harus mengurus bocah tengik macam kalian ?" kata Schwerden merendahkan Justin dan Ligit
"Hah.. mengapa anak kecil zaman sekarang banyak yang songong.." kata Basiat ke Warmer dan Zaragoza
"Wah.. anak anak yang manis.. akan aku jadikan pajangan saja kalian.." kata Butterfly ke Liliana dan Rose
"Cih ! Dia meremehkan kita !" kata Warmer
"Ya.. tapi yang terpenting.. kondisi para penduduk sekarang." kata Zaragoza
"Ya.. tapi terlihat dari mata mereka.. mereka masih ingin bertarung !" kata Justin
"Ya.. kita tidak bisa menyianyiakan semangat juang mereka !" kata Ligit
"Kita harus menunggu hingga bala bantuan datang.." kata Liliana
"Sampai saat itu, kita harus bisa menahan orang orang sialan itu !" kata Rose
Perang antar kelompok melawan para penjahat pun masih berlangsung, begitu pula yang terjadi di medan perang utama.
"Sialan kalian para Malaikat !!" teriak Hopeless
"Tutup mulutmu yang busuk itu !" teriak Azazel
"Mantra Hitam : Summon ! Devil Crusher !" teriak Hopeless
"Para Malaikat ! Jangan gentar dengan para Iblis itu !" teriak Azazel memotivasi
"Yaa !!" jawab para Malaikat
Devil Crusher merupakan Iblis tingkat 3 yang muncul dengan cara dipanggil. Ia disummon dan memiliki tinggi 140 cm namun sekalinya disummon kedatangan mereka berjumlah lebih dari 300.
"Kron, Alramal ingin berbicara.." kata Bella
"Baiklah, tolong sambungkan." jawab Kron
"Sudah terhubung.." kata Bella
"Kron ! Kami sudah menemukannya !" kata Alramal
"Bagus ! Aku akan segera mengirimkan bantuan ke sana !" jawab Kron
"Tapi.. Kak Lizard, Gargantua, Tromoro dain yang lain sudah masuk ke tempat persembunyiannya duluan.." sambung Alramal
"Ba-baik !" jawab Alramal
DI TEMPAT PERSEMBUNYIAN
"Jadi.. bagaimana cara kalian bisa menemukanku..?" kata Treze ke Lizard dan yang lainnya
"Hm.. apa untungnya kita katakan padamu ?" kata Gargantua
"Ya.. lagipula kau akan segera kalah di sini !" sambung Lizard
"RORORORORO !!" kata Tromoro
"HAHAHAHA !! Bocah tengik macam kalian memang harus diberi pelajaran ya !" jawab Treze
"Mantra : Pedang Ganda Api !" kata Lizard
"Mantra : Pedang Raksasa !" kata Gargantua
"Mantra : Palu Thor !" kata Tromoro
"Mantra Hitam : Pedang Hitam !" kata Treze
"Huaghhhh !!!" teriak mereka semua mulai bertempur
Perang pun terjadi di seluruh area sekitar kerajaan. Baik antar manusia maupun antar Ras. Perang besar tersebut akan menjadi awal dari sebuah bab yang baru. Menjadi sebuah awal dari sebuah harapan yang baru. Menjadi awal, dari konflik konflik yang akan datang.
"Agghhh !!" teriak kesakitan Warmer dan Zaragoza
"HAHAHAHA !! Hanya segini sajakah kemampuan kalian ?!" tawa Basiat
"Hah.. hah.. hah.." terdengar nafas ngos-ngosan dari Ligit dan Justin
"Hoi hoi.. ada apa ? Di mana mulut besar kalian tadi ?!" teriak Schwerden
"Hei hei manis.. menyerah sajalah.. kalian tidak akan sanggup mengalahkanku.." kata Butterfly
"Hah.. hah.. hah.. dia.. dia sangat kuat !" kata Lliliana dan Rose
Para penjahat yang bertempur dengan kelompok di luar persenyembunyian pun sudah mulai merasa akan memenangkan pertempuran tersebut dengan sangat mudah. Namun ketika mereka ingin melakukan serangan penghabisan mereka tidak melakukannya ke para pemimpin kelompok terlebih dahulu. Namun mereka melakukannya ke para penduduk. Dan di saat mereka akan melancarkan serangan, serangan mereka ditepis.
"Maafkan kami yang terlambat datang !" teriak bala bantuan dari para pemimpin kelompok
__ADS_1
"Cih ! Ada penggangu lagi rupanya !" kata para penjahat
"Hah.. untung tepat waktu.." kata Jessica bersama dengan Anima dan kelompoknya
"Kalian, kalian tak apa ?" tanya Baja dengan kelompoknya
"Kalian selamatkan orang yang terluka dulu ! Bawa mereka ke tempat penyembuhan !" kata Zetto bersama kelompoknya
"Cih.. bisa bisanya mereka datang disaat seperti ini !" kata Schwerden dengan kesal
"Tapi tak apa.. hanya dengan datangnya mereka, tidak mungkin bisa membalikkan keadaan sekarang ini." sambungnya
Para pemimpin kelompok dan para penduduk pun mulai berkumpul dan kekuatan tempur mereka pun bertambah kuat.
"Mantra : Summon ! Leonard !" teriak Anima
"Mantra : Tembakan Api !" teriak Liliana
"Mantra : Panah Angin !" teriak Rose
"Hahahaha ! Sungguh Mantra yang lemah !" tawa dari Butterfly yang dengan mudah menepis serangan mereka
"Leonard, mundur !" teriak Anima menyuruh Leonard untuk mundur
"Heh.. jadi kau bisa menggunakan Mantra pemanggilan kah ? Tapi.. dari level yang kau panggil, sepertinya kau masih amatir.." kata Butterfly menjatuhkan mental Anima
"Anima ! Jangan dengarkan dia !" kata Liliana mencoba membangkitan semangat Anima
"Ya ! Kita bisa mengalahkannya kalau kita bekerja sama !" sambung Rose
"Ba-baik !" jawab Anima
"Hahaha !! Majulah pajangan manisku !" kata Butterfly
Namun, meski sudah berkumpul dan melakukan penyerangan dengan kekuatan terbaik mereka, kerja sama terbaik mereka, dan perjuangan habis habisan mereka, kekuatan dari para penjahat masih diatas mereka.
"Hah.. hah.. hah.." kata Justin
"Sialan.. perbedaan kekuatan kami.." sambung Warmer
"Terlalu jauh !" kata para pemimpin kelompok
"HAHAHAHA !! Gimana ? Sudah mau menyerah ?!" tawa ejek dari Schwerden
"Menyerahlah.. dan matilah dengan tenang." kata Basiat
"Menyerah saja anak anak manis.. jadilah koleksi ku.." kata Butterfly
Meski pertarungan tersebut terhitung berat sebelah, namun perjuangan mereka tidaklah sia sia sepenuhnya. Karena berkat pertempuran tersebut, kekuatan dari para penjahat semakin melemah.
"Hah.. hah.. hah.. tidak akan.." kata King
"Meski kau lebih kuat dari kami.." kata Orrobo
"Dan juga bisa mengalahkan kami.." kata Rose
"Meski kematian ada di depan mata kami.." kata Baja
"Kami tak akan pernah menyerah lagi !" teriak para pemimpin kelompok
Para penduduk yang awalnya ingin membantu hanya bisa terdiam kagum melihat perjuangan para pemimpin kelompok melawan para penjahat. Perasaan bersalah mereka pun semakin kuat. Mereka yang tadinya ingin membantu malah membebani.
"Be-berjuanglah !"
"Ya !! Kalahkan dia !"
"Kalian pasti bisa !"
Para penduduk pun hanya bisa menyemangati para pemimpin kelompok yang sedang bertempur habis habisan. Tapi suara dukungan tersebut, membuat semangat para pemimpin kelompok tidak pudar.
"Ya.. lebih baik kita akhiri saja pertempuran tak berguna ini !" kata Schwerden
"Matilah kalian !" teriak Basiat
"Mantra Hitam : Kibasan Api Hitam !" kata Butterfly
Serangan dari para penjahat pun mulai menuju ke arah mereka. Para pemimpin kelompok tidak bisa berkutik ketika para penjahat melancarkan serangan tersebut. Mereka.. hanya bisa terdiam kewalahan.
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------