
Pembangunan kerajaan sudah selesai, para penduduk yang berkumpul di depan gerbang kerajaan bersorak dengan riang. Kron sebagai Raja baru pun melangkahkan kakinya ke atas mimbar untuk memberikan pidato singkat.
"Selamat pagi semua dan semoga sehat selalu. Ekhem, Hari ini.. hari bersejarah dimana kita telah menyelesaikan pembangunan kerajaan baru kita." kata Kron
"YAA !!!" sorak para penduduk
"Kerajaan baru kita.. berdiri tepat diatas Kerajaan Duca. Kerajaan yang telah mengukir berbagai kenangan dan sejarah di hidup kita." sambung Kron
Para penduduk yang bersorak dengan riang tadi terdiam mendengar omongan Kron
"Kerajaan Duca mungkin telah hilang.. tapi tidak dengan sejarah dan kenangannya." kata Kron
Para penduduk tertegun mendengar perkataan Kron
"Oleh karena itu.. demi menghormati segala kenangan, perjuangan para pejuang, dan sejarah yang telah terukir.. akan kita kenang mereka dan kita perjuangkan apa yang ada di masa depan." kata Kron
"Nama kerajaan baru kita akan berlandaskan penghormatan kita kepada kerajaan lama kita. Kerajaan lama kita, sejarahnya, kenangannya, dan para pejuangnya telah gugur dan menjadi indah layaknya rasi bintang di malam hari." sambung Kron
"Dan dengan ini.. aku mengumumkan nama kerajaan baru kita ! Kerajaan.. ORION !!" teriak Kron
"YAAA !!!" sorak para penduduk
"Tanamkan dalam diri kalian semua ! Kita ini lemah ! Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang sama dengan pendahulu kita !" teriak Kron
"YAAA !!!" sorak para penduduk
"Buka gerbangnya !" kata Kron
Dan dengan begitu, berdirilah kerajaan baru, Kerajaan Orion.
Kron sebagai Raja baru memiliki banyak tugas yang menumpuk. Mulai dari pembentukan kabinet baru, peresmian sekolah, peresmian gedung militer, peresmian rumah sakit, dan masih banyak yang lainnya yang harus ia lakukan.
SEKOLAH TERRESIA
"Heh.. sejak kapan sekolah ini tambah besar..?" kata Kron ke Silvanna
"Hahaha !! Selagi pembangunan ulang aku berpikir kenapa aku tidak sekalian renovasi saja ?! Hahaha !!" tawa Silvanna
"Hahaha.. kau memang nenek tua yang licik." kata Kron
"Siapa yang kau panggil nenek tua.." kata Silvanna dengan aura membunuh
"Hahaha.." mereka pun tertawa
"Tapi Kron.. terima kasih.. kau telah melepaskan belenggu kami." kata Silvanna
"Hm..? Tidak.. apa yang kalian sebut belenggu itu kalian sendirilah yang melepasnya. Jadi berterima kasihlah pada diri kalian sendiri." kata Kron
"Hem ! Benar katamu !" kata Silvanna yang tersenyum lebar
GEDUNG MILITER
"Hm.. jadi begini jadinya gedung militer kita..?" tanya Kron dengan agak kaget
__ADS_1
"HAHAHAHA !! Gimana.. besar bukan ?!" tawa Arthur
"Yah.. sepertinya kita menghabiskan dana yang berlebihan, Kron.." kata Aldizech
"Hahaha.. tidak apa.. kita memang membutuhkan perkembangan militer yang kuat. Jika tidak, kita tidak akan bisa menghadapi serangan serangan yang akan datang." kata Kron
"Ya.. apalagi posisi kita sekarang sedang sangat lemah." kata Aldizech
"HAHAHAHA !! Tenang saja ! Kita pasti bisa menjadi yang terkuat diantara Kerajaan kerajaan yang lain !" tawa Arthur
RUMAH SAKIT
"Wah.. ternyata jadinya lebih baik dari dugaanku.." kata Kron
"K-Kron..? Kron kah itu ?" tanya Sakura
"Heh.. Sakura kah ? Lama tak bertemu.." kata Kron
"Y-ya.. atas kepentingan apa kamu kemari..?" tanya Sakura yang malu malu
"Hm..? Tidak.. aku hanya mau memeriksa Rumah Sakitnya saja.. akan bahaya bukan jikalau pusat medis malah yang terparah ?" kata Kron
"Y-ya.. eh maaf seharusnya aku sudah memanggilmu Yang Mulia !" kata Sakura yang langsung berlutut
"Tidak.. tidak.. oh ya, aku lupa berterimakasih pas perang. Pengobatan medismu sungguh luar biasa." puji Kron
"I-itu.. biasa saja Yang Mulia.." kata Sakura yang memerah
ISTANA KERAJAAN
"Jadi.. mulai sekarang aku harus bisa membuat kerajaan ini jauh lebih kuat. Karena masih ada beberapa hal yang mengganjel di hatiku. Mengapa aku harus sekuat ini sedangkan lawan yang kuhadapi sejauh ini lemah lemah ?" kata Kron berbicara sendiri
"Bro ! Bisakah aku disummon keluar terus ?" permintaan dari Cerberus
"Heh? Oh ya tentu saja. Mantra : Summon ! Cerberus !" kata Kron
Cerberus pun keluar dengan ukuran yang standar namun memiliki perawakan seperti dia biasanya.
"Bro, lebih baik kau fokus dulu mengembangkan kerajaan ini. Kita tidak akan tahu tentang masa depan." saran Cerberus
"Ya.. kau benar. Aku tidak boleh hanya memikirkan diriku saja. Sekarang aku adalah seorang Raja.. kepentingan rakyat harus lebih diutamakan !" kata Kron
"Ya !" kata Cerberus dengan gonggongan senang
Waktu pun terus berlalu. Seleksi untuk menjadi anggota militer kerajaan pun dilakukan.
"Selamat pagi semuanya !" teriak Arthur
"Pagi !" jawab anggota seleksi
"Seleksi kali ini hanya boleh diikuti oleh yang berusia 17 tahun ke atas, oleh karena itu.. LIGIT, TROMORO, PAUL ! Kalian ngapain disini ! Bukannya sekolah malah seleksi ?!" teriak Arthur
"Si-siap ! Kami ingin mengikuti seleksi militer !" jawab ketiganya
"Tidak boleh ! Tunggulah hingga usia kalian mencukupi !" kata Arthur sambil menendang pergi ketiganya
__ADS_1
"TI-TIDAAAKK !!" teriak ketiganya yang terusir
"(membersihkan tangan) ekhem.. kembali ke topik utama. Kerajaan baru kita ini sedang dalam masa atau fase terlemahnya. Terutama karena tak adanya kekuatan tempur atau militer. Oleh karena itu, seleksi yang akan kita lakukan akan menjadi sangat sulit, meski begitu.. apa kalian semua siap ?!" teriak Arthur
"Ya ! Siap !" jawab para anggota seleksi
"Baiklah ! Seleksi kita mulai sekarang !" teriak Arthur
Dengan begitu seleksi untuk anggota militer kerajaan pun dimulai. Oh ya, untuk kekuatan militer kerajaan saat ini adalah 0 karena semua anggota militer di kerajaan sebelumnya telah gugur karena menjadi tumbal untuk kedatangan Hopeless.
Dan untuk bangsawan dan orang orang tamak lainnya juga mati menjadi tumbal pemanggilan Hopeless. Sedangkan bagaimana mungkin Kerajaan Orion bisa mendapatkan harta ? Karena Sakura dan beberapa orang lainnya ditugaskan oleh Kron untuk mengambil harta harta yang ada di Kerajaan Duca baik itu harta kerajaan maupun harta para bangsawan.
Kron pun datang untuk melihat seleksi yang sedang dilaksanakan
"Woh ! Kau datang ya !" teriak Arthur menunjuk Kron
Sontak para anggota seleksi melihat arah yang ditunjuk oleh Arthur. Dan seketika mereka semua langsung berlutut di hadapan Kron.
"(Pak Tua itu..) ekhem.. lanjutkan seleksinya !" kata Kron
"Baik, Yang Mulia !" jawab para anggota seleksi yang kemudian melanjutkan seleksinya
"Hadeh.. mengapa kau pakai teriak memanggil namaku segala sih.. ditunjuk lagi.." kata Kron yang kesal mendekati Arthur
"HAHAHAHA !! Maaf maaf ! Reflek seorang kakek melihat cucunya ! HAHAHAHA !!" tawa Arthur
"Yah.. jadi gimana seleksinya ?" tanya Kron
"Mereka ini.. lebih kuat daripada anggota prajurit kerajaan sebelumnya." jawab Arthur
"Hm.. mengapa kau bisa mengatakan demikian ?" tanya Kron
"Semangat mereka, keinginan mereka, dan tekad mereka sudah melambangkan itu semua !" jawab Arthur
"Oh.. syukurlah. Dengan begini kita bisa sedikit tenang dengan kekuatan militer kita. Pastikan kau menyeleksi dan melatih mereka dengan baik, Pak Tua !" kata Kron yang mulai terbang meninggalkan Arthur
"Yosh ! Serahkan saja padaku ! HAHAHAHA !!" kata Arthur yang melambaikan tangan
"Kalian semua, semoga beruntung !" kata Kron memotivasi para anggota seleksi
Para anggota seleksi pun terdiam sejenak. Kemudian mata mereka berbinar dan..
"YANG MULIA TELAH REPOT REPOT MENGUNJUNGI KITA !!"
"YAA !! SAMPAI SAMPAI BELIAU MENYEMANGATI KITA !!"
"Kita.. kita harus bisa lolos seleksi !"
"YAA !!" teriak semangat para anggota seleksi
Kron telah menjadi sosok yang sangat diagungkan oleh penduduk Orion. Ia menjadi cahaya harapan bagi semua orang. Ia.. telah menjadi sosok pahlawan bagi mereka semua.
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------