Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 29 - Malam Sebelum Kehancuran


__ADS_3

ISTANA KERAJAAN DUCA


Treze yang dalam kondisi pingsan, tertidur tak berdaya diatas kasurnya. Penjagaan di sekitar istana kerajaan pun semakin diperketat. Yang mana secara otomatis penjagaan terhadap persiapan hari pelantikan semakin berkurang.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya Treze terbangun dari pingsannya.


"Agh.. apa aku berada di kamar ?" kata Treze sembari bernjak dari kasur


"Tu-tuan, tuan sebaiknya beristirahat dulu." kata salah seorang pelayan


"Hah ? Kau orang kasta rendah berani memerintahku ?" jawab sinis Treze


"Ti-tidak tuan.. bukan begitu maksud saya." kata pelayan sambil ketakutan


"Jadi maksudmu.. kau menyalahkanku..?" sambung Treze dengan nada menakuti pelayan


"Ti-tidak tuan.." jawab pelayan


"Cih. Di mana Schwerden ?" tanya Treze


"Tu-tuan Schwerden sedang mencari penyusup.." jawab Pelayan


"Penyusup ?!" kata Treze dengan terkejut


"Panggil Schwerden untuk menemuiku, cepat !" perintah Treze


"Ba-baik tuan.." jawab pelayan


"(ini pasti ulah si tua itu !)" kata Treze dalam hati


Tak butuh waktu lama, Schwerden yang mendengar panggilan tersebut segera menemui Treze.


"Syukurlah anda sudah bangun, Yang Mulia." kata Schwerden dengan berlutut


"Hoi Schwerden !" jawab Treze dengan kasar


"Ada apa, Yang Mulia ?" tanya Schwerden


"Mengapa orang orang ini masih memanggilku tuan ? Bukankah aku calon Raja ?!" tanya Treze dengan marah


"Mengenai itu saya sudah menyuruh orang orang untuk memanggil anda Raja. Namun, kehendak mereka berkata lain.." jawab Schwerden


"Cih ! Ya sudahlah, kalau sudah pelantikan juga mau tidak mau mereka akan memanggilku Raja." kata Treze


"Yang lebih penting.. bagaimana bisa ada penyusup di kerajaan ini ?!!" bentak Treze


"Maafkan kelalaian kami, Yang Mulia !" jawab Schwerden dengan nada bersalah


"Di mana penyusup itu ?!" sambung Treze


"Masih dalam pencarian, Yang Mulia." jawab Schwerden


"Cih ! Tugas begini saja kalian tidak mampu ?! Dan kalian memanggil diri kalian prajurit kerajaan ?!" kata Treze


"Maafkan kami, Yang Mulia." jawab Schwerden


"Permintaan maafmu hanya bisa dimaafkan jika kau sudah membawa penyusup itu ke hadapanku." kata Treze


"Baik, Yang Mulia ! Akan kami kerahkan tenaga maksimal kami dalam mencarinya !" jawab Schwerden dengan tegas


"Pergilah !" usir Treze

__ADS_1


Dengan begitu dimulailah pencarian secara besar besaran terhadap penyusup tersebut.


GUBUK


"Jadi bagaimana hasil penyusupan mu ?" tanya Aldizech


"Sementara ini aku baru bisa melucuti pijakan kaki kudanya saja." jawab Kron


"HAHAHA ! Melucuti pijakan kuda tidak mungkin terpikirkan oleh siapapun, apalagi pihak kerajaan yang bodoh itu !" tawa keras dari Arthur


"Lalu.. bagaimana dengan kondisi anakku ?" tanya Aldizech


"Untuk Treze, setelah terjatuh ia pingsan. Sedangkan Sakura-" jawab Kron


*BRAK suara keras membanting pintu*


"Hei Kron.. bukankah ada yang harus kau katakan..?" kata Sakura dengan aura membunuh


"H-hai Sakura..?" jawab Kron dengan senyum palsu


"SIALAN KAUU !!" teriak Sakura mencoba memukul Kron


"Hahaha.. syukurlah kau tak apa.." kata Aldizech


"Ra-raja ! Maafkan ketidaksopananku ini !" kata Sakura sembari berlutut


"Tak apa, berdirilah." jawab Aldizech


Mereka pun mulai membahas tentang kejadian hari ini.


Di rapat tersebut, Silvanna tidak bisa hadir dikarenakan ia harus mencari bala bantuan dari luar kerajaan. Arthur menceritakan bahwa dirinya menemui salah seorang teman lamanya dari Ras Dwarf, Kuraraku untuk meminta bantuan dari Ras Dwarf. Sedangkan Aldizech mencari bantuan dari kerajaan sebelah Bullaford.


Hari hari terus berlalu, kerja sama demi kerja sama mereka jalin baik dengan dalam maupun luar kerajaan. Pelucutan pun hari demi hari semakin meresahkan pihak kerajaan hingga hari pelantikan harus diundur cukup lama.


"Maafkan kami, Yang Mulia. Tapi penyusup itu bukanlah orang biasa. Ia sangat hebat seolah sudah tahu segala letak yang ada di kerajaan ini." jawab Schwerden dengan menjelaskan


"SI-SIALAN !!" teriak Treze


"Lalu bagaimana dengan persiapan pelantikan ?!" tanya Treze lagi


"Soal itu.." jawab Schwerden


"Jangan bilang..!" kata Treze


Berkat aksi lihai dari Kron dan Sakura, pihak kerajaan harus mengundur hari pelantikannya dari 21 hari menjadi 32 hari. Pihak kerajaan semakin memperketat penjagaan mereka, baik siang maupun malam.


Dan pada hari ke 28, jumlah pasukan dari pihak pemberontakan belum memenuhi ekspetasi. Arthur yang meminta bantuan dari Ras Dwarf hanya mendapatkan 20 orang saja. Aldizech yang meminta bala bantuan dari Bullaford hanya mendapat 80 orang prajurit 35 pemanah dan 15 prajurit berkuda saja. Sedangkan Silvanna hanya mendapatkan 5 Raksasa dan 20 pemanah dari Ras Elf. Dengan jumlah hanya 175 saja, mereka harus melancarkan serangan kepada pihak kerajaan yang berjumlah lebih dari 4000 orang.


Pada hari ke 29, mereka pun melaksanakan rapat besar pertama di sebuah tempat rahasia yang didirikan oleh Silvanna. Pada rapat pertama itu, hanya terjadi kericuhan saja. Kepanikan akibat kalah jauhnya jumlah membuat banyak yang ingin mengibarkan bendera putih sebelum berperang. Begitu pula yang terjadi pada hari ke 30.


Hingga akhirnya pada malam di hari ke 31..


"Perangnya sudah besok ?!!"


"Bagaimana ini ?!"


"Tidak mungkin dengan jumlah segini kita bisa mengalahkan pihak kerajaan !" sambungnya


"Mustahil ! Ini Mustahil !"


"Aku tidak mau menyerahkan nyawaku begitu saja !"

__ADS_1


"Ini hanya setor nyawa !"


Kericuhan terjadi.. Arthur, Silvanna, dan Aldizech mencoba menenangkan namun suara mereka tak dihiraukan. Sakura yang melihat keributan itu hanya bisa terdiam dan bersedih. Hingga akhirnya ada seseorang yang naik ke atas meja rapat


"DENGARKAN AKU KALIAN SEMUA !!" betnak Kron


Suasana hening sejenak memfokuskan perhatian kepada Kron


"Kalian.. apa kalian selemah dan sepenakut ini ?" tanya Kron


"A-apa maksudmu bocah ?!"


"Jaga omonganmu itu !"


"Kau itu masih bocah tahu apa soal perang ?!"


"Banyak omong saja kau !"


"Bukankah kalian tidak terima dikatakan lemah ?!" tanya Kron membuat bisu semua yang menyorakinya


"Bukankah kalian tidak terima dikatakan penakut ?!" tanya Kron lagi


"Bukankah kalian tidak terima akan semua pernyataanku ini ?!" kata Kron dengan tegas


"Lalu mengapa hanya dengan kalah jumlah kalian menjadi takut ?! Apakah kalian tidak percaya pada kekuatan kalian ?!" Apakah kalian tidak percaya pada kemampuan kalian ?! Apakah kalian terima akan mati sia sia ?! Apakah kalian terima.. dengan pernyataanku barusan..?" sambungnya


"Te-"


"TENTU TIDAK BOCAHH !!!" kompak semua prajurit menjawab


"MANA MUNGKIN KAMI TERIMA DIKATAIN OLEH BOCAH !!"


"TUTUP MULUTMU DAN LIHATLAH AKSI KAMI !!"


"HOII AYO BAHAS STRATEGINYA !!"


"Bocah itu.." kata Silvanna dengan senyum


"HAHAHAHA !! Dia sudah menjadi lebih baik dariku !! HAHAHAHA !!" kata Arthur dengan bangga


"Hahaha.. sudah kuduga dia memiliki bakat sebagai pemimpin.." kata Aldizech


"K-Kron.." kata Sakura yang lagi lagi terpukau dengan aksi dari seorang Kron


"YOSH ! MARI KITA BERPESTA PADA MALAM HARI INI !!" teriak Arthur


"YAAAHHH !!!!" teriak para prajurit dengan semangat


Dan dengan begitu, malam sebelum tragedi kehancuran Kerajaan Duca..


DIMULAI.


-----------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Terima Kasih !

__ADS_1


-----------=======-----------


__ADS_2