
Rias mulai membuka matanya.
Ia melihat ada seseorang yang sedang berdiri menghadap ke arah laut. Orang tersebut berdiri membelakangi dirinya dan hanya mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.
Rias yang masih setengah sadar mulai mencoba duduk. Orang tersebut menyadari bahwa ada yang sudah terbangun. Ia pun menoleh sedikit ke arah Rias.
"Anda.. siapa ?" tanya Rias sambil mengucek matanya
Wajah dari orang tersebut tidak bisa dilihat sepenuhnya karena cahaya matahari terlalu menyilaukan. Rias mencoba menutup matanya sedikit agar bisa melihat lebih jelas.
"Kau.. sudah bangun ya." kata orang tersebut
"Ya.. dan siapa anda ?" tanya Rias
"Terima kasih." kata orang tersebut
Setelah mendengar suara tersebut dengan lebih seksama, ia langsung teringat tentang sosok yang berdiri tersebut. Rias langsung menggoyang-goyangkan Yuno dan Raptor dengan tujuan membangunkan mereka dengan kedua tangannya.
Raptor dan Yuno tidak terbangun, bahkan sekedar respon saja tidak ada. Rias mulai sedikit panik melihat tak adanya respon dari teman temannya tersebut.
Orang tersebut berkata bahwa keadaan Yuno dan Raptor baik baik saja. Rias percaya dengan perkataan orang tersebut.
"Yang Mulia.. apa yang terjadi pada anda ?" tanya Rias
"Yah.. banyak hal yang terjadi.." kata Kron
Ombak mulai menari, dan angin mulai berhembus. Kron melihat ke arah Rias dan ia berjalan melewati Rias. Kron mengajak Rias untuk mencari makanan untuk mereka makan.
Rias yang agak terkejut langsung mengiyakan perkataan Kron. Mereka berjalan memasuki pulau tersebut. Mereka berjalan mencari panganan di hutan hijau tersebut.
Rias yang berjalan sekitar 2 langkah di belakang Kron. Ia berjalan dengan perasaan tidak enak. Kron yang menyadari tingkah aneh Rias tidak mengatakan apa apa. Ia hanya berjalan dengan muka datar dan mencari pasokan makanan.
Ketika mereka sudah selesai mencari pasokan makanan, mereka kembali ke pinggir pantai. Dan mereka melihat bahwa Yuno dan Raptor sudah terbangun dari tidurnya.
Raptor dan Yuno yang melihat Kron dan Rias membawa makanan terkejut. Mereka terkejut melihat orang yang mereka ungsikan sudah terbangun dari tidur lamanya.
"Yang Mulia.. apakah itu anda ?" tanya Yuno
Kron diam dan tidak menjawab apa apa. Kron kemudian berjalan mendekat dan menaruh makanan yang ia bawa. Ia juga menyuruh Rias agar menaruh makanannya dan mulai makan bersama.
__ADS_1
Rias, Yuno dan Raptor duduk. Kron kemudian berjalan untuk menghadap ke arah laut sekali lagi. Rias dan yang duduk saling memandang satu sama lain dengan satu pikiran yang sama. Mereka ingin bertanya tentang apa yang terjadi pada Kron selama ini.
"Kalian.. ingin tahu apa yang terjadi padaku bukan ?" kata Kron tanpa menoleh sedikit pun
"Ka-Kalau diperbolehkan.. Yang Mulia." jawab Yuno
Ombak mulai menderu. Kron menolehkan wajahnya sedikit ke arah Rias dan yang lain. Raptor yang merasa kesal karena orang yang mereka selamatkan malah bersikap sombong dan tidak jelas dihadapan mereka berteriak.
"Apa apaan maksudmu?! Apa apaan sikap sombongmu itu ?!" teriak Raptor
Kron hanya menoleh sedikit seperti tadi.
"Raptor! Tahan amarahmu !" kata Yuno menahan Raptor
"Apa kau tak tahu betapa sulitnya kami menyelamatkanmu! Apa kau tak tahu apa yang terjadi pada orang orang di Orion selama kau pingsan ?!" teriak Raptor
"Kau tak tahu kan! Kau tak tahu karena kau hanya tertidur manja di kasur empukmu! Rakyatmu menderita dan kau dengan nyenyaknya terbaring di kasurmu !" teriak Raptor
"Raptor !" teriak Yuno dan Rias
Raptor duduk setelah ditenangkan oleh Yuno dan Rias.
Rias dan yang lain terkejut mendengar perkataan Kron. Mereka juga mengatakan bahwa ini baru satu hari sejak mereka terdampar di pulau ini.
"Kita sudah terdampar.. selama 3 tahun." kata Kron
Rias dan yang lain terkejut mendengar perkataan Kron sekali lagi. Mereka tidak percaya dengan perkataan Kron dan menantang Kron agar memberikan bukti bahwa mereka sudah terdampar di pulau tersebut selama 3 tahun.
Kron menjawab bahwa ia tahu bahwa mereka semua sudah terdampar selama 3 tahun, karena ia selalu menghitung waktu sejak ia terbaring di kasur yang dikatan oleh Raptor 'empuk' tersebut.
"A-Apa.. apa maksud anda, Yang Mulia..?" kata Yuno
"Aku.. tidak butuh cerita kalian. Karena aku.. tahu apa yang terjadi di kerajaan saat itu." kata Kron
Raptor yang tidak tahan langsung berlari ke arah Kron dan menarik kerah baju Kron. Ia berteriak di wajah Kron dengan sangat lantang.
"Kalau kau memang tahu dan sadar lalu mengapa kau membiarkan mereka menderita ?!" teriak Raptor
Yuno dan Rias tidak bisa berbuat apa apa selain terdiam dan memasang wajah terkejut. Kron tidak menjawab apa apa selain memandang rendah wajah Raptor.
__ADS_1
"Apa apaan wajahmu itu?! Kau yang sudah diselamatkan bukannya berterima kasih malah memberikan pandangan seperti itu !" teriak Raptor
Rias teringat bahwa Kron sudah berterima kasih sebelumnya. Ia mengatakan hal tersebut kepada Raptor bahwa Kron telah berterima kasih kepadanya sebagai perwakilan Yuno dan Raptor yang masih tertidur.
Raptor melepaskan genggamannya tersebut. Kron membenarkan kerah bajunya. Kron menarik dan menghela nafasnya.
Ketika suasana sedang tegang dan hening, tiba tiba dari laut muncul sosok monster laut berukuran sangat besar. Monster tersebut dapat menelan pulau yang mereka huni sementara dalam satu lahapan.
Raptor, Rias, dan Yuno terkejut dan sedikit gemetar melihat kedatangan monster tersebut. Kron membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah monster tersebut.
Monster yang memasang rupa sangar dan kejam mulai gemetar melihat tatapan Kron.
"Kau.. berani beraninya kau datang ke hadapanku lagi.." kata Kron
Monster tersebut gemetaran melihat Kron. Ia pun langsung beranjak pergi meninggalkan pulau tersebut. Raptor, Rias dan Yuno takjub dan takut kepada Kron karena dapat mengusir sosok monster dengan ukuran yang luar biasa besar hanya dengan tatapannya saja.
"Kalian.. apakah benar ingin mendengar yang sebenarnya ?" tanya Kron yang memandang ke arah laut
Dengan menelan ludah Raptor dan yang lain menganggukkan kepalanya dan berkata iya. Seketika, dari langit muncul sebuah pilar cahaya dengan sosok bersayap putih dengan membawa tongkat dan memiliki paras dan badan yang sangat indah.
Sosok tersebut turun dan menapakkan kakinya di pasir pantai tersebut.
"Selamat sore, wahai para manusia." kata sosok bersayap tersebut
Raptor dan yang lain hanya bisa terdiam takjub melihat sosok indah yang turun dari langit tersebut. Sosok tersebut kemudian tersenyum dan mengangkat tongkatnya.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1