Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 61 - Serangan Kejutan


__ADS_3

Satu pekan telah berlalu dan hari penyerangan dari Kerajaan Sweba pun tiba. Para prajurit Kerajaan Orion telah bersiap menyambut kedatangan Kerajaan Sweba.


 


"Yang Mulia, ada laporan dari para prajurit yang bersiap di posisi bahwa Kerajaan Sweba telah tiba di posisi yang direncanakan." kata Marquis


"Baiklah.. laksanakan sesuai rencana !" perintah Kron


"Baik, Yang Mulia !"


 


Marquis pun memulai rencana dan strategi yang telah dibuat. Para prajurit yang sudah disiapkan di hadapan pasukan Kerajaan Sweba langsung menyerang dan mengalihkan perhatian Kerajaan Sweba.


Syno yang terkejut dengan serangan dadakan tersebut dan langsung memerintahkan para pasukannya untuk menyerang dengan kekuatan penuh ke para prajurit Kerajaan Orion.


"Si-sialan ! Para prajurit, serang !" teriak Syno


"Yaa !!" teriak para prajurit Kerajaan Sweba


Para prajurit pun menyerang sekuat tenanga. Serangan dari para prajurit Kerajaan Sweba langsung mendobrak para prajurit Kerajaan Orion. Mereka menyerang namun tak mampu menembus pertahanan para prajurit Kerajaan Orion.


"Si-sialan ! Jangan menyerah !" teriak prajurit Sweba


"Ya !" teriak prajurit Sweba


Mereka telah menyerang dengan sekuat tenaga namun para prajurit Kerajaan Orion tidak bergeming sama sekali. Pertahanan yang tidak bisa ditembus oleh para prajurit Sweba membuat Syno kesal.


"Apa apaan kalian ini ?! Menyerang mereka saja tidak bisa !" teriak Syno


"Ma-maafkan kami, Yang Mulia.. pertahanan mereka sangat kuat hingga kami tak mampu menembus mereka." kata pengirim pesan Sweba


"Cih ! Begitu saja tidak mampu ! Dasar tidak be-" kata Syno


"Agghh !" teriak prajurit Sweba


"Agh !" teriak prajurit Sweba


"Aagh !" teriak prajurit Sweba


Para prajurit Sweba terkena serangan dari langit. Mereka terkena hujan panah karena terlalu fokus menyerang bagian depan hingga tidak memperhatikan keadaan sekitar.


"Gunakan perisai kalian untuk pertahanan ke langit !" teriak Rias


"Ya !" teriak para prajurit Sweba


Para prajurit Sweba pun langsung mengarahkan perisai mereka menghadap ke langit. Panah panah yang terus berdatangan itu pun membuat para prajurit menjadi terfokuskan ke pertahanan serangan dari langit.


"Serang !" teriak Edward


"Yaa !!" teriak para prajurit Sweba yang tadinya bertahan


Para prajurit Orion langsung menyerang dengan semangat. Panah panah seketika berhenti berdatangan dari langit. Para prajurit Sweba yang terkejut tidak bisa berganti senjata karena cepatnya serangan dari para prajurit Sweba.


"Agghh !" teriak para prajurit Kerajaan Sweba yang tertusuk


"Matilah kalian !" teriak prajurit Orion


"Serang ! Jangan kasih istirahat !" teriak prajurit Orion


"Ya !" teriak para prajurit Orion

__ADS_1


Serangan kejutan dari depan membuat para prajurit Sweba menjadi panik. Pergantian arah serangan membuat para prajurit Kerajaan Sweba kebingungan dan panik.


"Me-mengapa mereka bisa panik begini !" kata Syno dengan emosi


Para pengawal yang ikut bersama Syno hanya bisa terdiam takut. Syno yang emosi nya telah memuncak memerintahkan para pengawalnya untuk ikut serta dalam perang tersebut.


"Kalian ikutlah dalam perang ini !" teriak Syno


"Ba-baik, Yang Mulia !" jawab para pengawal


"Mantra : Semburan Naga Api !" kata Rias


Para prajurit Orion yang melihat serangan Mantra yang besar dari depan terdiam membatu tak bisa bergerak.


"Mantra : Dinding Air !" teriak Silvanna


 


*bessshhh* Kedua serangan Mantra yang bertemu menjadi uap dan menutupi pandangan semua orang yang ada di sekitar area pertempuran itu.


 


"Rencana kedua ! Segera laksanakan !" teriak Alfonso


"Baik !" teriak para prajurit Orion


Para prajurit Orion pun langsung mundur dari area peperangan tersebut. Para prajurit Sweba yang kebingungan karena musuh dihadapannya tadi ada menjadi kebingungan. Ditambah lagi kabut yang menutupi pandangan mereka membuat mereka tidak tahu yang mana kawan yang mana lawan.


"Hiaaghh !" teriak prajurit Orion


"Agh !" teriak tertusuk prajurit Orion


"Awas kalian ! Hiaaghhh !" teriak prajurit Orion


Para prajurit Sweba yang kebingungan dan panik pun mulai menyerang yang ada disekitarnya. Mereka menyerang dengan cara membabi buta tanpa peduli itu lawan atau kawan.


"Ma-matilah kau !" teriak prajurit Sweba


"Agghh !" teriak tertusuk prajurit Sweba


"Si-sialan..! Matilah kau !" teriak prajurit Sweba


"Agh !" teriak kesakitan prajurit Sweba


Para parjurit Sweba pun langsung menyerang satu sama lain. Syno yang emosi memerintahkan Rias untuk menghapus kabut yang menghalangi pandangan.


"Baik Yang Mulia.. Mantra : Ombak Angin !" kata Rias


Kabut yang menghalangi pandangan pun menghilang. Namun mereka lagi lagi dikejutkan oleh pihak Kerajaan Orion.


"Sekarang !" teriak Aldizech


"Mantra : Bola Api !" teriak para Pemantra Orion yang sudah bersiap di atas bukti sekitar mereka


"Si-sialan ! Gunakan Mantra perta-" teriak Syno


Sebelum sempat memerintah serangan Mantra tersebut sudah dilaksanakan lebih dulu. Serangan tersebut mengenai telak para prajurit Kerajaan Sweba.


Para prajurit yang terkena serangan telak langsung terjatuh dan tumbang. Syno yang panik melihat kejadian tersebut mulai menyadari mengapa para Pemantra kerajaannya tidak melakukan apa apa. Dan ia pun melihat bahwa para Pemantra Sweba telah terjatuh dan pingsan.


Syno pun emosinya semakin kehilangan kendali atas dirinya. Pasukan mereka telah berkurang sangat banyak. Sisa pasukan mereka tinggal 9000 orang.

__ADS_1


"Yang Mulia ! Yang Mulia !" teriak para pengawal Syno


"A-a-a-a-a-apa yang harus aku lakukan.. a-a-a-aku akan kena marah ayah nanti.." kata Syno yang panik dan depresi


"Arthur ! Sekarang saatnya !" teriak Aldizech


"Yosh ! Akhirnya giliran kita unjuk gigi ! Para prajurit, SERANG !" teriak Arthur yang muncul dari bebatuan sekitar mereka


"Yaa !!" teriak para prajurit yang ikut muncul dari bebatuan di sekitar


"Si-si-si-sialan ! Sialaann !!" teriak Syno


Rias dan para pengawal lainnya yang bingung akhirnya memutuskan untuk bertahan dari serangan yang dilancarkan oleh Kerajaan Orion.


"Yang Mulia ! Apa yang harus kita lakukan ?!" teriak Raptor


"Yang Mulia !" teriak para pengawal Syno


"Gu-gunakan itu saja.. Ya ! Gunakan itu saja !!" kata Syno yang sudah depresi


"Ya-Yang Mulia.." kata Rias yang terkejut


"Ja-jangan lakukan itu Yang Mulia !" kata Raptor


"Yang Mulia Muda, jangan lakukan itu.." kata Yuno (pengawal lainnya Syno)


"DIAMLAH ! Aku tidak boleh kalah di pertempuran ini !" bentak Syno


"Mantra Hitam : Summon ! Iblis tingkat 7 : Sterben !" teriak Syno


Setelah teriakan Syno tersebut langit berubah menjadi hitam. Petir yang menyambar secara liar membuat orang orang yang ada di pertempuran menjadi kocar kacir. Syno yang tertawa terbahak bahak dan para pengawalnya hanya bisa terdiam ketakutan.


"Saksikanlah.. SAKSIKANLAH !" teriak Syno


"Saksikanlah kekuatan Kerajaan Sweba Yang Maha Agung ! Aku memanggilmu.. STERBEN !" teriak Syno


Sterben yang muncul dari langit dengan ukuran sekitar 4 meter dan sayap hitam yang berjumlah empat. Serta dialiri oleh garis garis biru yang merupakan petir yang dipadatkan.


Sterben yang telah turun di medan pertempuran langsung melancarkan kekuatan auranya. Kekuatan yang membuat orang orang di area sekitar tersambar petirnya dan membakar segala yang ada.


"HAHAHAHAHA !! Rasakanlah.. RASAKANLAH ITU ! RASAKANLAH ITU KERAJAAN SAMPAH !" teriak Syno dengan tawanya


Ketika orang orang pada ketakutan dengan sosok Sterben. Terdengar suara seseorang dari langit.


"Jadi mereka sudah mengeluarkan senjata pamungkasnya.." kata Kron


"Ya-Yang Mulia !" kata orang orang Orion yang terkejut


"Yang.. Mulia..?" kata Syno dengan keheranan


----------=======-----------


 


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !

__ADS_1


Terima Kasih !


----------=======-----------


__ADS_2