
Beberapa pekan telah berlalu semenjak Kron mulai melancarkan rencananya. Teman temannya yang dilatih dengan khusus oleh anak buah Cerberus dan Sterben mulai menunjukkan perkembangannya.
Bahan bahan yang diminta oleh Kron pun sudah berhasil dikumpulkan oleh Cerberus dan Sterben. Kron pun mulai membuat suatu barang dari benda benda tersebut.
Di tempat yang lain, Aliansi 3 Iblis memberi nama resmi aliansi mereka dengan nama Rasul Para Dewa. Kabar tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru Essaract.
"Apa apaan maksudnya ini! Rasul Para Dewa? Jangan bercanda !" bentak Kuraraku dengan kesal
"Tenanglah, Kuraraku. Aku yakin ini hanyalah nama palsu belaka." kata Klire
Di tempat persembunyian, Ras Elf dan Dwarf semakin sering berkelahi karena memiliki perbedaan pandangan dan di masa lalu kedua ras itu sering berperang dan terbawa hingga saat ini.
Klire dan Kuraraku mulai kewalahan dalam menghadapi orang orang di rasnya mereka. Mereka hanya bisa berharap bahwa Kron akan sesegera mungkin menyelesaikan segala permasalahan yang ada di Essaract dan mengembalikan perdamaian di Essaract.
Rasul Para Dewa kemudian mendeklarasikan perang terhadap siapapun yang berani menentang dan melawan mereka, tak terkecuali rakyat jelatah sekalipun.
Mereka dengan tegas akan menghukum siapapun yang tidak mau tunduk pada mereka dan 'Agama' mereka. Mereka mulai menyebarkan ajaran agama mereka dan mewajibkan orang orang yang mereka sebarkan ajarannya harus menerima ajaran agama tersebut.
Kerajaan kerajaan kecil yang tidak bisa berbuat apa apa mau tidak mau harus tunduk pada ajaran agama tersebut. Dan dengan hanya dalam 3 bulan, ajaran tersebut sudah menyebar ke seluruh Essaract dan hampir 90% menganut ajaran tersebut.
3 bulan telah berlalu.
Rexus, Raptor, dan Gordon kembali dari perjalanan mereka dalam mencari informasi. Mereka bertemu di bukit tempat Kron pertama kali datang ke Essaract.
Ketika mereka menuju ke kediaman Kron, mereka menemukan Raja Unora, Westebar, dan Sweba sedang berdiri dengan ratusan pasukannya di depan kediaman Kron yang terbakar.
Rexus, Raptor, dan Gordon melihat sosok Kron yang terduduk lemas dengan penuh darah bersandar pada dinding rumah tersebut. Melihat sosok yang dihormatinya terluka tentu membuat 3 orang tersebut langsung ingin melancarkan serangan.
Namun ketika mereka akan melancarkan serangan, ada seseorang yang menepuk bahu dari mereka bertiga. Orang orang yang menepuk bahu mereka bertiga adalah teman temannya Kron serta Rias dan Yuno.
Mereka dengan menangis mengajak Rexus, Raptor, dan Yuno untuk pergi meninggalkan tempat tersebut sesegera mungkin. Mereka bertiga yang baru saja kembali dan tidak tahu apa apa tentu menolak ajakan tersebut dengan perasaan marah.
"Apa kau meremehkanku?! Kau tahu bukan aku sekuat apa !" kata Rexus dengan membentak
"Aku memang tahu anda sekuat apa, guru. Tapi, sosok yang akan anda hadapi bukanlah sosok yang bisa anda hadapi !" kata Rias
"Apa maksudmu ?!" kata Rexus
Rexus kemudian melihat ke depan lagi. Kemudian ia menyadari bahwa ada 2 sosok yang berada di depan 3 Raja besar. Sosok yang pertama adalah seseorang dengan pakaian serba putih layaknya orang suci, dan tidak lain adalah Raja Iblis.
Sedangkan yang berada di depan mereka semua, berada tepat di hadapan Kron adalah orang dengan jubah hitam yang berkibar dengan pakaian layaknya raja raja namun berwarna hitam pekat dengan garis emas.
Memiliki aura berwarna ungu kehitaman yang terus keluar dari sekitar tubuhnya dan rambut pendek berwarna emas. Setelah mengamati lebih jauh lagi Rexus tersadar akan siapa sosok tersebut.
"Kita.. pergi dari sini." kata Rexus
Perkataan Rexus membuat kaget Raptor dan Gordon.
__ADS_1
"Apa maksudmu! Bukankah kau bisa menghabisi mereka semua sendirian ?!" kata Raptor
"Tidak! Ada sosok yang memiliki kekuatan jauh di atas kita semua! Kita tidak akan bisa apa apa di hadapannya !" kata Rexus
"Si- Aku tak peduli.. kalau kaliian mau lari, larilah! Aku tak akan ikut bersama kalian meski harus mati sekalipun !" kata Raptor yang bersiap menyerang
Raptor yang sedang bersiap untuk menyerang dibuat pingsan oleh pukulan dari Gordon.
"Jawab pertanyaanku. Apakah Yang Mulia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kalian ?" tanya Gordon
Teman temannya Kron menganggukkan kepala. Gordon kemudian menghela nafas dan mereka pun mulai pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Jadi..? Hanya ini kemampuan seseorang yang digadang sebagai Pahlawan oleh Para Dewa ?" kata Dewa Kerusakan
Kron tidak menjawab dan hanya memejamkan matanya dan sedikit tersenyum. Dewa Kerusakan yang kesal melihat Kron tak menjawab pertanyaannya kemudian mengangkat satu tangannya.
Ia mengeluarkan semacam energi yang menyelimuti tangannya. Ia melihat Kron dengan tatapan jijik.
"Ada kata kata terakhir.. wahai Pahlawan ?" tanya Dewa Kerusakan
"... Aku akan kembali." kata Kron dengan lirih
Dewa Kerusakan kesal dengan kata kata terakhir Kron. Dewa Kerusakan mengayunkan tangannya dan membelah apa saja yang ada di hadapannya hingga membuat 40 kilometer jauhnya.
Semua orang yang menyaksikan kekuatan dari Dewa Kerusakan terkagum dan semakin yakin dengan ajaran agama mereka. Mereka juga bersorak setelah melihat serangan yang dilancarkan oleh Dewa Kerusakan.
Di sisi yang lain Rexus, Gordon, dan teman temannya Kron berlari dengan penuh kesedihan. Mereka menangis dan menyalahkan diri mereka yang tidak cukup kuat hingga membuat Kron mengorbankan dirinya.
Ketika mereka sudah berhasil berpindah ke tempat pengungsian, mereka menangis sejadi jadinya. Suara tangisan yang keras tersebut membuat semua orang yang berada di tempat pengungsian sadar akan kedatangan mereka.
Mereka yang sempat mau bersorak gembira karena menduga bahwa sosok yang mereka anggap sebagai pahlawan telah kembali harus menunda sorakan mereka.
Karena apa yang mereka temui adalah segerombolan orang yang sedang menangis. Klire dan Kuraraku yang mendapatkan kabar tersebut langsung berlari mendatangi Gordon dan yang lain.
Ketika mereka sampai di tempat kedatangan Gordon dan yang lain, mereka menyadari satu hal. Kron tidak ada diantara mereka semua.
"Kron.. di mana dia..?" tanya Kuraraku dengan pasrah
Tak ada satupun yang menjawab pertanyaan tersebut. Tangisan mereka semakin menjadi setelah mendengar pertanyaan dari Kuraraku.
"Kalian bercanda bukan..?" tanya Kuraraku yang mulai terjatuh
"Jawab aku kalian bercanda bukan ?!" teriak Kuraraku
"Apa anda pikir tangisan kami ini merupakan suatu candaan ?" kata Rias
Kuraraku terpukul dengan jawaban dari Rias. Klire yang masih berdiri mulai kehilangan harapan. Matanya mulai berkaca kaca.
__ADS_1
Orang orang dari Ras Elf dan Dwarf kebingungan, karena bagi mereka untuk apa menangisi sosok Kron. Bukankah ia hanya pembawa kekacauan saja? Mereka yang menangisi kepergian Kron itu untuk apa, bukankah itu hanya buang buang waktu saja.
"Tuan Klire! Untuk apa anda menangisi kepergian orang itu !" teriak salah seorang Elf
"Ya! Anda tidak perlu berempati kepada orang seperti dia !" teriak Elf lainnya
Orang orang dari Ras Elf dan Dwarf mulai mencoba menyemangati Klire dan Kuraraku dengan mengatakan bahwa tak ada gunanya menangisi kepergian Kron.
Mereka juga mengatakan bahwa kepergian Kron akan membawa sebuah keberuntungan. Mereka yang tidak tahu apa apa terus mengatakan hal hal yang malah membuat Klire dan Kuraraku semakin terjatuh.
"Kalian.." kata Klire
"Diamlah! Orang orang seperti kalian yang tidak tahu apa apa lebih baik diam saja !" teriak Kuraraku dengan tatapan yang membuat orang orang tersebut ketakutan
Melihat orang yang dihormatinya marah tentu membuat mereka terdiam. Tak ada satupun yang berani berbicara dan hanya memasang wajah bingung dan kecewa.
Mereka yang kecewa perlahan mulai berjalan meninggalkan tempat tersebut dengan bergumam mengatakan bahwa pimpinan mereka sudah terlalu lembek dan mulai tidak berguna.
Mereka berjalan dengan mulai meragukan kepemimpinan dari pemimpin mereka.
30 menit berlalu dan tangisan mulai berhenti meski kesedihan masih menyelimuti.
"Bagaimana.. bagaimana Kron bisa kalah..?" tanya Klire
"Yang Mulia.. mengorbankan dirinya agar bisa menyelamatkan kami." kata Justin yang terduduk dan masih menangis
"Siapa.. lawannya..?" tanya Klire
"Dewa Ke-" kata Justin
Ketika Justin mau menyelesaikan kalimatnya, sebuah pilar cahaya muncul dari belakang mereka semua. Pilar tersebut datang dari langit dan membuat smeua orang tersadar akan kedatangan pilar cahaya tersebut.
Orang orang yang tadinya berjalan meninggalkan tempat tersebut kembali lagi karena rasa penasaran mereka dengan pilar cahaya tersebut.
"Di mana Kron berada ?!" teriak Hellian keluar dari pilar cahaya
Hellian muncul dari pilar dengan segerombolan orang yang ada dibelakangnya.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------