Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 37 - Hari Pelantikan Part 8


__ADS_3

1 BULAN YANG LALU


"Hari ini.. adalah hari pertama tanpa kehadirannya.." kata Liliana dengan membuka jendela


"Sudah pagi.. kah..?" sambungnya sambil memandangi matahari yang baru terbit


Hari itu adalah hari pertama setelah kepergian Kron dari kerajaan. Liliana dan para siswa lainnya kembali bersekolah seperti biasanya. Mereka masih bersekolah di perpustakaan kerajaan.


"Selamat pagi, Liliana.." sapa Rose dengan lesu


"Pagi.. tumben sekali kamu tidak bersemangat..?" tanya Liliana mencoba memulai percakapan


"Hahaha.. mungkin karena sedang bad mood ? Tumben juga kamu lesu.." jawab Rose


"Ya.. sama kalau begitu.." jawab Liliana


Mereka berdua pun melanjutkan perjanannya menuju ke perpustakaan kerajaan.


DEPANG PINTU PERPUSTAKAAN KERAJAAN


"Hei Liliana.." kata Rose


"Ya.." jawab Liliana


"Apa.. apakah teman teman kita juga mengalami hal yang sama dengan kita ?" tanya Rose


"Entahlah.. tapi yang pasti, dalam hatinya mereka juga pasti sedih.." jawab Liliana


"Ya.. kau bena-" kata Rose


Tiba tiba terdengar suara gaduh dari dalam perpustakaan. Rose dan Liliana yang mendengar suara gaduh itu pun langsung berlari menuju ke sumber suara. Ketika mereka masuk mereka melihat segerombolan laki laki kelas B mendatangi siswa kelas A. Di situ mereka melihat Ligit yang menarik baju salah satu siswa kelas B, dan wajah wajah siswa kelas A yang sudah hadir saat itu penuh dengan emosi memandangi siswa kelas B.


"Sialan kau ! Apa maksudmu merendahkan, Kron ?!!" kata Ligit dengan emosi


"Ya ! Apa maksud kalian ?!" sambung Alramal dengan emosi


"A-apa apaan kau ini ?!" kata siswa kelas B


"Y-ya ! Jangan jangan kau juga terkena cuci otaknya ?!" sambung siswa kelas B lainnya


"Hei kalian.. bisakah kalian tutup mulut kalian..?" kata Paul ke siswa kelas B


"Cih ! Dasar orang orang bodoh ! Mau maunya kalian dicuci otak oleh rendahan itu !" kata siswa kelas B


"Ya ! Kita tinggalkan saja orang orang bodoh ini !" kata siswa B lainnya


Para siswa kelas B pun meninggalkan tempat tersebut dan balik ke tempat mereka. Liliana dan Rose pun tanpa perlu bertanya sudah tahu garis besar kejadian yang terjadi.


"Orang orang itu !" kata Ligit

__ADS_1


"Seandainya ada Baja dan Justin, sudah habis mereka !" sambung Alramal


"Y-ya.. aku benci mereka..!" kata Eclair


"Teman teman.." kata Liliana


Beberapa menit berlalu.. Baja, Justin, dan anak anak kelas A lainnya pun datang. Mereka pun bertanya mengapa kelas mereka bisa sekacau itu. Lalu ketika para siswa kelas A sudah datang semuanya, anak anak yang terlibat bentrokan tadi pun mulai bercerita. Setelah mendengar cerita tersebut seketika wajah Baja mengeluarkan Mantra yang membuat retak pijakannya tanpa ia sadari. Para siswa pun tidak terkejut karena paham dengan perasaannya Baja, karena mereka juga merasakan hal yang sama.


Waktu pun berlalu.. setiap hari para siswa kelas A terkena bully dari penduduk kerajaan. Para penduduk memasang tatapan tidak suka dengan para siswa kelas A. Namun, yang dibully bukan para siswa kelas A saja, para Pilar pun terkena.


Setiap harinya mereka selalu dicaci maki, dihina, dan ditindas karena menjadi temannya Kron. Meski mereka selalu ditindas tiap harinya, namun mereka tetap tegar. Tak ada sama sekali wajah penyesalan karena telah berteman dengan Kron di wajah mereka.


Hingga hari kejadian pun tiba..


KEMBALI KE WAKTU SEKARANG


"KKRRROOOONNN !!!" teriak para siswa kelas A dan pilar yang melihat kedatangan Kron


"Ya.. sepertinya aku sudah disambut kembali." jawab Kron


Para siswa kelas A dan Pilar pun mendatangi Kron. Air mata yang telah mereka tahan selama ini pun pecah saat itu juga, mereka menangis di hadapan Kron.


"Kron ! Maaf.. maafkan kami yang tidak bisa melindungimu !" kata Meria sambil memeluk Kron


"Ya.. kami justru meninggalkanmu di saat kau terpuruk !" sambung Rose dan Liliana


"Sudahlah.. ini semua bukan salah kalian.. lagipula aku juga seharusnya meminta maaf. Karena kalian mau berteman denganku.. kalian harus mengalami penderitaan." jawab Kron yang meneteskan air mata


"Kron.." kata Baja yang menangis


"KRROOONNN !! MAAFKAN SAHABATMU YANG TAK BERGUNA INI !!" kata Baja memeluk Kron dan menangis keras


"Oi Baja ! Aku sedang memeluknya ! Jangan kau ambil kesempatanku !" kata Meria


"Ya ! Kapan lagi aku bisa memeluk Kron !" kata Rose


"Y-ya.. begitulah." sambung Liliana


"Heh.. jadi kalian memeluk Kron bukan karena rasa bersalah namun rasa rindu ? hehehe.." kata Jessica menggoda 3 wanita tersebut


"A-apa maksudmu ?!" kata mereka bertiga dengan wajah memerah


"HAHAHAHA !! Sudah lama sekali kita tidak bercanda lepas seperti saat ini !" tawa dari King


"HAHAHA ! Benar sekali !" kata Orrobo


"Yah.. aku tidak menyangkalnya." sambung Paul


"Heh.. jadi Paul masih malu malu nih ??" kata Alramal menggoda  Paul

__ADS_1


Para penduduk hanya bisa melihat reuni tersebut tanpa berani mendekat karena perasaan bersalah yang masih sangat membekas di dalam hati mereka. 3 Terkuat, Klire, dan Kuraraku tersenyum lebar melihat kedatangan Kron, karena bagi mereka Kron sudah menjadi cahaya harapan ketika terjatuh dalam lubang keputusaan.


Reuni Kron dengan teman temannya sangatlah membahagiakan bagi mereka. Selain karena penindasan yang mereka rasakan selama ini, rasa rindu dan bersalah menjadi alasan lainnya. Sayangnya reuni mereka di saat yang tidak tepat, yaitu disaat mereka sedang berperang.


"HAHAHAHAHA !!! Apa kalian pikir hanya dengan kedatangan 1 orang bisa merubah keadaan kalian yang tersudut ini ?! HAHAHAHA !!" tawa dari Treze diiringi tawa Schwerden dan Basiat


"(Anak itu.. bagaimana mungkin dia bisa lepas dari Mantra tidurku ?!)" kata Butterfly dalam hatinya dengan terkejut dan tak percaya


"Hahaha.. kau pasti terkejut kan Butterfly..?" kata Silvanna sambil mengobati Aldizech dan Arthur


"Ya.. dia pasti tidak menyangka Kron akan sekuat itu.." sambung Aldizech


"HAHAHAHAHA !!! Ia terlalu meremehkan cucu jeniusku !" tawa Arthur


"Teman teman.. dengarkan aku. Aku ada 1 rencana." kata Kron ke teman temannya


Kron yang sedang bicara dengan teman temannya mulai mengutarakan rencana yang ia pikirkan. Meski sebenarnya mudah baginya untuk mengalahkan Hopeless. Namun kepercayaan diri, rasa bersalah, dan perasaan para penduduk harus diobati pula.


"Hei Meria.. bukankah kau harus menolong Pak Tua dan Raja ?" tanya Kron


"Ah ya ! Aku lupa ! Kron, aku tinggal dulu ya.. sisakan malam ini bersamaku.." kata Meria sambil menuju ke Silvanna dan menggoda Kron


"Oi Meria ! Apa maksudmu ?!" teriak Liliana


"Ya !" sambung Rose


"Sudah sudah.. yang terpenting semua ingat dengan rencananya kan ?"


"Ya !" jawab teman teman Kron dengan lantang


"Baiklah.. mulai rencananya !"


Ketika mereka sedang bicara satu sama lain dan mulai melaksanakan rencana yang dirancang oleh Kron, Hopeless telah muncul hampir sepenuhnya.


"Yang Mulia.. sudah saatnya." kata Butterfly


"Hm? Baiklah.. mari kita mulai pertempuran akhirnya !" kata Treze dengan senyuman jahat


----------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Terima Kasih !


----------=======-----------

__ADS_1


__ADS_2