
"Yang Mulia Raja Orion telah tiba !" teriak Gordon
Para pengungsi yang sudah sadar sebelumnya akan kedatangan dari Kron pun hanya bisa terduduk dan menghadapkan wajahnya ke bawah. Mereka tidak sanggup memandang Kron karena telah 'merendahkan' Kron sebelumnya.
Kron pun berjalan menghampiri Justin. Justin pun bertanya kepada Kron mengapa orang orangnya tertunduk tak berani melihat ke arah Kron. Bahkan tak sedikit dari mereka yang meneteskan keringat dan ketakutan.
Kron tidak menjawab, namun meski begitu Justin paham bahwa kesalahan ada di pihak kerajaannya. Suasana pun menjadi canggung.
Kron menyuruh Justin untuk masuk ke dalam dan berehat serta melepas kerinduan dengan orang oran dari kerajaannya. Ia juga menyuruh agar Justin dapat menenangkan orang orang yang sedang dalam kepanikan dan membantu bangkit orang orang yang sedang dalam keputusasaan.
Justin pun mengajak orang orang dari pengungsian untuk masuk ke dalam tempat pengungsian. Tempat pengungsian itu berada di dalam gua yang sangat besar yang memang dirancang oleh Raja Bullaford Erdia sebagai tempat berjaga jaga jikalau ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Orang orang dari pengungsian pun mengikuti arahan dari Justin untuk masuk ke dalam tempat pengungsian meski dengan menundukkan kepala dan masih tidak berani mengangkat kepalanya, apalagi melihat ke arah Kron.
Setelah mereka masuk, Gordon dan para pengawal Kron pun mendekati Kron dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa orang orang tersebut bertindak ketakutan seperti itu.
Kron sebenarnya tidak memiliki jawaban yang pasti, hanya sebuah praduga akan jawaban dari pertanyaan pertanyaan tersebut. Sebelum memberikan penjelasan, Kron pun mengajak orang orangnya ke dalam Mobil.
"Jujur, sebenarnya aku sendiri tidak tahu apa yang membuat mereka ketakutan sampai seperti itu. Namun jikalau memang benar, maka dugaanku adalah mereka awalnya menganggap kita sebagai penipu ulung yang membuat Kerajaan Duca runtuh dan mencoba menghasut Raja Bullaford." kata Kron
Para pengawalnya pun terkejut. Mereka bertanya mengapa Kron bisa berkata demikian.
"Hm.. yang pertama adalah ketika waktu itu aku bersama dengan Lisa dan William menunjukkan prototype dari Kendaraan dan Senjata Mantra kita, mereka menganggap bahwa apa yang akan kita ciptakan adalah sebuah kemustahilan dan hanya tipuan belaka." kata Kron
"Lalu yang kedua, adalah ketika aku bersama dengan Lisa dan William mau angkat kaki dari Bullaford, aku memutuskan untuk memberikan semacam peringatan kepada mereka dengan kembali ke Orion menggunakan Cerberus." kata Kron
"Tunggu.. Cerberus.. Cerberusmu bukannya sudah sangat besar ?" tanya Aldizech
"Ya.. begitulah." jawab Kron sembari menggaruk kepala belakang
"Kau.. benar benar ingin pamer ya.." kata Aldizech
"Lalu untuk alasan ketiga entah benar atau tidak, namun dilihat dari polanya maka orang orang yang melihat kami saat itu ditambah dengan para petinggi Kerajaan Bullaford yang ketakutan, tentu saja mereka akan menyebarkan sebuah rumor tidak mengenakkan bukan ?" kata Kron
Mendengar 3 alasan dari Kron sudah cukup membuat mereka paham kemana arah selanjutnya. Mereka pun turun dari Mobil dan berencana untuk menemui Justin dan yang lainnya yang sudah berada di dalam gua.
__ADS_1
"Oh ya, itu semua hanya dugaanku saja. Jadi selama kebenarannya belum bisa dipastikan jangan jadikan dugaanku sebagai kebenarannya." kata Kron
"Baik, Yang Mulia." jawab orang orang yang mendampinginya
Mereka pun berjalan menuju ke gua.
Di dalam gua, mereka melihat sebuah penampakan yang luar biasa. Tidak seperti gua pada umumnya, gua tersebut sudah seperti sebuah kota yang dipadatkan.
Di dalam gua itu nampak anak anak yang sedang kejar kejaran, cahaya matahari yang tembus memelalui celah lubang bagian atas gua, serta rumah rumah yang saling berhimpit-himpitan.
Mereka terpukau dengan pemandangan yang berbeda dari yang mereka bayangkan sebelumnya. Meski begitu, Kron menyadari sesuatu bahwa ketakjuban tersebut hanya bisa mereka rasakan. Karena orang orang yang ada di pengungsian tersebut tidak bisa merasakannya.
Mereka hanya merasakan kesedihan dan keputusaan baik karena ditinggal oleh orang yang mereka cintai, kehilangan tempat untuk kembali, dan kehilangan sosok yang mereka puja dan kagumi.
Kron pun menyadari bahwa pandangan takut dari wajah orang orang di pengungsian tersebut tertuju pada dirinya dan orang orangnya.
Justin menghampiri Kron dan mengajak Kron ke istana kerajaan sementara. Mereka pun berjalan menuju ke istana tersebut dengan dihiasi pandangan tidak mengenakkan.
Mereka pun tiba di istana sementara. Bangunan tersebut nampak seperti rumah pada umumnya namun dengan ukuran yang lebih besar.
Ketika Justin pertama kali menampakkan dirinya ia disambut dengan hangat oleh para pelayan, namun ekspresi para pelayan tersebut langsung berubah ketika melihat Kron dan yang lainnya datang di belakang Justin.
Justin pun semakin kebingugan dengan tindakan dari orang orangnya. Ia sangat kebingungan melihat ekspresi dari orang orang tersebut yang seakan memandang Kron dan yang lainnya adalah sesosok yang tidak boleh mereka dekati dan harus mereka takuti.
Mereka pun duduk di tempat yang telah tersedia. Kron dan orang orangnya duduk dengan tenang meski risih dengan sikap dari orang orang Bullaford.
Sedangkan orang orang Bullaford hanya bisa terdiam dengan gemetar dan mengeluarkan keringat tanpa henti. Mereka juga hanya terduduk dan menghadap ke bawah seperti ketika di luar gua tadi.
Justin pun merasa bahwa ada yang sangat tidak beres. Karena ketika Kron dan yang lainnya belum memasuki gua, orang orangnya nampak berbeda. Mereka tidak nampak pucat dan gemetar seperti ketika ada Kron di sekitar mereka.
Justin pun memulai rapat meski suasana sedang tidak begitu mendukung.
"Baiklah.. berikan laporan mengenai peperangan kemarin, sebanyak yang kalian dapatkan." kata Justin
Suasana hening, orang orang dari Bullaford tidak ada satupun yang menjawab dan hanya duduk dan menghadap ke bawah.
__ADS_1
".. Apa kalian tidak mendengarku? Aku minta kepada kalian untuk memberikan laporang mengenai segala suatu yang berhubungan dengan peperangan yang terjadi antara Bullaford dengan Sweba kemarin !" bentak Justin sekali lagi
Orang orang dari Bullaford pun masih terdiam. Meski terdiam, keringat dan kepanikan mereka semakin menjadi-jadi. Suasana seperti itu terus berlanjut hingga 1 jam lamanya.
"Kalian.. masih tidak mau buka mulut..?" kata Justin yang mulai putus asa
Orang orang dari Bullaford masih tidak mau menjawab.
"Ada apa dengan kalian..? Mengapa kalian diam membisu seperti ini? Kalian.. apakah kalian tidak menghormati tamu yang ada di depan kalian..? Apa kalian tidak menghargai orang orang yang ada di rapat ini..? Apa, apa yang sebenarnya terjadi pada kalian ??!!" kata Justin dengan kesal dan meneteskan air mata
Justin sangat kesal karena dirinya yang sedang menerima begitu banyak cobaan, sedang dilanda kebingungan akan tugasnya memimpin, kesulitan dalam menerima kematian ayahnya, sekarang orang orang yang seharusnya berada di pihaknya dan membantunya malam mengacuhkannya dan memandang musuh sahabatnya. Ia kesal karena tidak tahu harus berbuat apa.
Salah seorang dari petinggi Bullaford menarik nafas. Dia adalah Jenderal Perang Bullaford, Judo.
"Yang Mulia. Maafkan ketidaksopanan kami." kata Judo ke Justin
"... Apa.. apa yang ingin kau sampaikan..?" tanya Justin
"Mereka.. adalah musuh kita, Yang Mulia." kata Kuza dengan tatapan benci
Perkataan Kuza dibarengi oleh para petinggi lain yang mengangkat kepalanya menghadap ke Kron dan yang lain. Mereka seolah telah siap menghadapi lawan yang ada dihadapannya.
"A..apa maksud kalian..?" kata Justin
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------