Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 121 - Penyelamatan


__ADS_3

Kron dan Gordon memasuki kediaman mewah dan disambut oleh para pelayan yang berbaris di pinggir karpet merah dari gerbang menuju ke pintu kediaman mewah tersebut.


Kron dan Gordon kemudian berjalan dan pintu terbuka dengan sendirinya. Gordon kemudian mengantar Kron sampai ke depan sebuah pintu menuju ke suatu ruangan.


Gordon membukakan pintu tersebut. Dari dalam ruangan nampak Para Dewa yang sedang duduk mengitari meja bundar. Teman temannya serta orang orangnya (Rexus, Rias, Raptor, & Yuno) juga hadir di ruangan tersebut meski berada di meja yang berbeda.


"Ah Kron !" teriak Hellian dengan semangat


"Yo." kata Kron dengan mengangkat satu tangannya


Salah satu pelayan mengatar Kron ke kursi yang kosong di meja bundar tempat Para Dewa duduk. Ketika Kron datang terlihat semua orang nampak lega dan tersenyum bahkan ada yang sampai sedikit menangis.


Pelayan menarik kursi dan Kron duduk.


"Baiklah, mari kita lanjutkan rapat kita." kata Bullaford


"Walah, Yeles sudah datang ternyata." kata Kron


Rapat pun dilanjutkan. Sebelum Kron datang mereka sedang membahas tentang keadaan Essaract saat ini, kediaman dari Dewa Kerusakan dan orang orangnya, serta di manakah Para Penasihat Kerajaan ditawan.


Rapat berlangsung hingga sore. Rapat selesai dan Para Dewa kecuali Hellian, Bullafod, Ussehan (Dewa Elf), Tofa (Dewa Dwarf), Derowe, dan Iris.


Para Dewa yang tinggal di Essaract kembali ke kamarnya masing masing. Meja bundar sudah kosong dan hanya ada Kron saja. Rexus, Rias, Raptor, Yuno, Gordon, dan teman temannya menghampiri Kron.


Kron terdiam dan tidak berkata apa apa. Kron melamun karena masih memikirkan Cerberus dan Sterben. Ia masih merasa bersalah atas kematian Cerberus dan Sterben.


Baja menepuk pundak Kron. Kron tersadar dari lamunannya. Ia melihat ke sekitarnya dan menyadari bahwa ia tidak bisa terdiam terlalu lama. Ia harus segera bangkit dari masa lalunya dan menghadapi masalah yang sudah di depan mata.


Kron memutuskan untuk memendam semua perasaannya sampai tugasnya sebagai Pahlawan berhasil ia tuntaskan. Kron berdiri dari kursinya, ia tersenyum dan berterima kasih serta meminta maaf pada teman temannya karena telah membuat mereka khawatir.


"Kron !" teriak Hellian membuka pintu ruang rapat dengan mendadak


Orang orang yang ada di dalam ruang rapat terkejut.


"Aku lupa memberi tahumu.. tubuh lamamu.." kata Hellian


Mata Kron terbuka lebar. Orang orang di dalam ruangan tersebut (kecuali Rexus) bingung dengan perkataan Hellian. Rexus tersenyum lebar dan menepuk Kron seolah akan terjadi sesuatu yang luar biasa.


Orang orang dan teman temannya hanya bisa memasang wajah kebingungan terhadap kegirangan Rexus dan wajah terkejutnya Kron.


"Tunggu dulu Hellian! Sudah ku bilang bukan kalau Kron masih butuh waktu untuk beristirahat !" kata Iris


"He? Kron bisa menghadapinya dengan mudah! Aku yakin itu !" kata Hellian


"Dia baru saja terbangun dari tidurnya. Ia butuh waktu untuk pulih !" kata Iris


"Be-Begitukah.." kata Hellian


"Berapa, berapa lama waktu yang aku butuhkan hingga siap untuk mendapatkan tubuh lamaku ?" tanya Kron


"Hm.. karena sedang berada di Essaract kemungkinan 2 pekan dari sekarang." jawab Iris


"Du-Dua pekan kah.." kata Kron

__ADS_1


Tiga hari berlalu dan terdapat kabar baik dari Ussehan. Ussehan yang menggunakan Mantra Pencariannya selama 3 hari beruntun berhasil menemukan lokasi dari Dewa Kerusakan dan Para Penasihat Kerajaan.


Bahkan Ussehan berhasil mendapatkan infomrasi mengenai apa yang direncanakan oleh Dewa Kerusakan dan sekongkolnya. Tofa yang telah mengetahui lokasi Para Penasihat Kerajaan langsung bersiap untuk membuat terowongan bawah tanah guna menyelamatkan Para Penasihat Kerajaan.


"Sudah siap !" teriak Tofa dengan lantang


Teriakan Tofa menggema di seluruh terowongan. Ketika teriakan tersebut sampai ke telinga orang orang yang berada di luar terowongan, semua orang langsung menutup telinga mereka secara otomatis.


"Agh, seperti biasa teriakannya sangatlah keras !!" kata Ussehan yang kesal


"Hahaha! Itulah Dewanya Para Dwarf !" kata Hellian


Para Dwarf bersorak setelah Hellian berkata demikian. Setelah teriakan Tofa selesai, Hellian menyuruh orang orang yang sudah direncanakan untuk memasuki terowongan yang sudah dibuat.


Kron, Hellian, Derowe, Rexus, dan Gordon memasuki terowongan bawah tanah tersebut. Sebelum Kron memasuki terowongan, teman temannya memanggil dirinya dan berpesan agar Kron berhati hati. Kron menganggukkan kepala dan tersenyum. Ia pun memasuki terowongan dan pergi menyusul Hellian serta yang lain yang telah terlebih dahulu memasuki terowongan.


Pada terowongan tersebut terdapat sebuah portal yang memisahkan antara tempat persembunyian dengan Essaract. Kron memasuki portal tersebut dan ia melihat Hellian dan yang lain sudah menunggunya di dalam terowongan.


Terowongan tersebut cukup luas hingga seorang Hellian mampu melompat tanpa khawatir kepalanya kejeduk. Sebuah terowongan yang sangat berbeda dengan terowongan yang dibuat oleh Dwarf biasa.


"Yang Mulia.. terowongan ini benar benar menakjubkan.." bisik Gordon


Tofa yang tak sengaja mendengar perkataan Gordon langsung tertawa terbahak bahak dan membanggakan dirinya, ia bahkan menganggap dirinya lebih tinggi dan lebih baik dari Ussehan.


"Hacuh." kata Ussehan yang bersi


Tofa memiliki pendengaran yang sangat tajam terutama di dalam tanah, ia seperti sudah menjadi satu dengan tanah itu sendiri. Oleh karena itu ia bisa mendengar perkataan Gordon meski dari jarak yang sangat jauh.


"Sudahlah, yang terpenting sekarang kalian sudah sampai. Lihatlah ke atas." kata Tofa


Mereka semua melihat ke atas.


"Sekarang kita berada tepat di bawah tempat Para Penasihat Kerajaan ditahan." kata Tofa


"Apa kita ada semacam rencana ?" tanya Tofa


Semua orang terdiam.


"Gak ada rencana kah ?!" bentak Tofa


"Tenanglah.. Aku yakini Hellian ada semacam rencana." kata Derowe


"Hm.. ada !" kata Hellian


Semua orang langsung memperhatikan Hellian dengan serius.


"Kita terobos dan Gordon menyelamatkan Para Penasihat Kerajaan." kata Hellian


"A-Apa.." kata Gordon


"Ya rencana yang bagus." kata Derowe


"Aku tidak keberatan." kata Kron

__ADS_1


"Baiklah, sudah diputuskan! Akan aku terobos sekarang !" teriak Tofa


"Tu-Tunggu dulu! Yang Mulia !" kata Gordon


"Kau pasti bisa melakukannya !" kata Kron dengan wajah seolah meyakinkan


Tofa langsung membuat lubang ke atas. Lubang tersebut tembus pada sebuah ruangan yang mengerikan dengan penuh senjata penyiksa.


Sebuah alarm peringatan berbunyi dan dengan cepat gemuruh langkah terdengar dimana mana. Hellian langsung menyuruh agar semua orang melaksanakan sesuai rencana.


Gordon yang tadinya panik langsung berlari mencari Para Penasihat Kerajaan ditahan. Ia berlari dan menemukan sesuatu yang mengerikan.


Tubuh dari Para Penasihat Kerajaan diikat pada sebuah tali dengan luka yang menjalar di seluruh tubuh mereka. Kondisi mereka yang pingsan menambah keyakinan Gordon bahwa Para Penasihat Kerajaan telah disiksa selama ini guna memberitahu informasi mengenai keberadaan Kron.


Gordon langsung melepas ikatan Para Penasihat Kerajaan. Dan ketika ia mau melepas ikatan Arthur, ia merasakan seseorang akan menyerangnya dari arah samping.


Ia yang terkejut dan tidak bisa menghindari serangan tersebut karena cepatnya serangan yang dilancarkan hanya bisa memasang badan untuk melindungi tubuh Arthur.


".. Tak ada serangan..?" kata Gordon


Serangan tersebut berhasil ditahan oleh salah satu Summon milik Derowe. Serangan tersebut berbentuh bola cahaya berwarna merah muda menyala dan sekarang sedang dikunyah dengan mudah oleh Harimau putih raksasa milik Derowe.


"Lanjutkanlah! Kami akan melindungimu !" teriak Derowe


"Ba-Baik, Dewa !" jawab Gordon


Gordon merapalkan Mantra yang mampu membuat beberapa bayangan dan dengan cepat ia mampu melepas semua ikatan dari Para Penasihat Kerajaan.


Ketika Gordon membawa tubuh Para Penasihat Kerajaan, Kron terkejut dengan kondisi tubuh ketiga orang tersebut. Ia semakin kesal dan nampak di wajahnya emosi yang tak bisa ditahan.


Hellian menepuk punggungnya dan berkata bahwa sebentar lagi masa di mana Kron bisa melampiaskan semua kekesalannya akan tiba.


"Ya, aku tahu." kata Kron dengan kesal


Gordon memasuki lubang tersebut dengan membawa tubuh dari Para Penasihat Kerajaan dikawal oleh Derowe. Kron, Tofa, dan Hellian berencana untuk langsung kabur namun ketika mereka akan kabur, mereka disambut oleh sosok Ancaman Terbesar.


Dewa Kerusakan hadir dalam pertempuran tersebut. Ia yang merasakan aura dari Kron dan Para Dewa dengan cepat langsung menuju ke tempat tersebut.


"Jadi.. kau masih hidup.. wahai Pahlawan ?" tanya Dewa Kerusakan


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !


----------=======-----------

__ADS_1


__ADS_2