
"Jadi begini, saya beserta Kak King dan Baja tadi siang menemui Yang Mulia." kata Justin
"Lalu ?" tanya Aldizech
"Kami bertemu dengan beliau karena saya telah berjanji akan bertemu dengannya setelah saya bisa menerima segala keadaan menimpa diri saya saat ini." kata Jusitn
"Kemudian kami berbincang-bincang dan beliau mengajukan beberapa pertanyaan seperti apa tujuan saya dan saya menjawab tujuan saya saat ini adalah ingin mendirikan kembali Kerajaan Bullaford." sambung Justin
Aldizech dan Sakura terkejut dengan tujuan dari Justin.
"Hm.. menarik, lalu ?" tanya Aldizech
Hingga akhirnya beliau mengajukan satu pertanyaan." sambung Justin
"Dan pertanyaannya ?" tanya Aldizech
"Kurang lebih, langkah pertama apa yang akan kamu lakukan.." kata Justin
"Lalu kamu menjawab ?" tanya Aldizech
"Memperdalam ilmu yang ada di kerajaan ini serta memperkuat diri.." kata Justin dengan suara pelan
Suasana hening sejenak.
"Dan.. beliau pasti menolakmu." kata Aldizech
Justin, King dan Baja terkejut dengan perkataan dari Aldizech. Mereka terkejut karena Aldizech mengetahui apa yang belum mereka sampaikan.
"Ka-kalau sampai Paman tahu.. berarti jawabanku memang salah ya.." kata Justin
"Bukan salah, namun kurang tepat." kata Aldizech
"Ma-maksudnya..?" tanya Justin
"Hm.. sepertinya gurumu sudah tahu jawaban yang semestinya.." kata Aldizech
"Dasar murid murid bodoh.." kata Sakura yang berdiri di belakang samping Aldizech
"Bu Sakura ! Kalau ibu memang tahu jawabannya, tolong beritahu saya !" kata Justin yang langsung berdiri
"Hah.. atas dasar apa kau meminta hal seperti itu ? Dan juga berani beraninya kau menyuruhku." kata Sakura dengan tatapan dingin
"A-" kata Justin yang langsung duduk dan terdiam
"Hahaha.. sudah sudah.. Justin.. untuk jawaban dari pertanyaan tersebut, harus kamu sendirilah yang menemukannya." kata Aldizech
Setelah perbincangan tersebut selesai, mereka izin pamit dari kediaman Aldizech. Mereka pulang dengan wajah kebingungan yang semakin membekas. Selepas mereka pergi, Sakura menghampiri Aldizech dan bertanya untuk memastikan jawabannya apakah benar atau salah.
"Ayahanda.. jawaban untuk pertanyaan itu.. adalah........." tanya Sakura
"Ya.. tentu saja itu jawabannya." kata Aldizech
Malam hari telah tiba dan waktu mengharuskan ketiga siswa tersebut berpisah. Mereka berjanji untuk bertemu sepulang sekolah guna mencari jawaban yang diinginkan oleh Kron. Sepanjang jalan pulang pikiran mereka hanya tertuju pada mencari jawaban yang diinginkan Kron. Bahkan mereka sampai tidak bisa tidur karena memikirkan jawaban apa yang diinginkan oleh Kron.
Keesokan harinya. Pagi telah tiba dan semua siswa seperti biasa berangkat sekolah dan belajar. Baja, King dan Justin yang masih memikirkan jawaban sering melamun di dalam kelas hingga beberapa kali ditegur oleh guru yang sedang mengajar.
Teman teman kelas A yang melihat Baja dan Justin melamun selama pelajaran berlangsung tepat setelah bel istirahat berbunyi mereka langsung menghampiri Justin dan Baja serta bertanya tanya mengapa mereka melamun, apakah ada hubungannya dengan pembicaraan rahasia mereka yang kemarin, dan lain lain. Baja dan Justin hanya diam dan tak menjawab.
"Hoi.. kalian ada apa sih ?" tanya Liliana
__ADS_1
"Ya ! Mengapa diam terus ?! Jawablah pertanyaan kamii !" kata Rose
"Apakah sebegitu rahasianya hingga tidak bisa membicarakannya dengan kami ?" tanya Paul
Justin melihat ke arah Baja begitu pula sebaliknya. Mereka bingung apakah harus menceritakannya kepada teman temannya yang lain atau tidak. Hingga bel masuk berbunyi mereka belum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh teman temannya tersebut.
Begitu pula hingga waktu pulang. Sesuai perjanjian mereka, setelah bel pulang mereka langsung bertemu dan pergi untuk mencari jawaban yang diinginkan oleh Kron. Kedekatan mereka bertiga membuat teman teman kelas A semakin curiga. Mereka pun memutuskan untuk membuntuti Justin dan yang lain dengan tujuan mencari tahu apa yang disembunyikan oleh Justin dan Baja.
Mereka mengikuti King dan yang lainnya berkeliling kota. Mereka bingung dengan maksud dan tujuan dari Justin dan yang lainnya. Hingga tiba tiba mereka kehilangan jejak.
"Si-Mereka cepat sekali !" kata Rose
"Baru ditinggal noleh dikit udah hilang aja !" kata Liliana
"Hoi.. ayo kita kejar saja.. mumpung belum terlalu jauh." kata Alramal
"Ya, mereka pasti masih dekat dekat sini." kata Paul
Ketika mereka mencoba melangkahkan kakinya, tiba tiba mereka merasakan aura dari atas rumah warga.
"Jadi.. apa yang kalian lakukan disini..?" tanya Justin yang di atas rumah warga
"Ja-jadi kau sudah menyadarinya ya.." kata Ligit
"Ya.. tapi bukan aku yang pertama kali menyadarinya.." kata Justin
"(Ah.. pasti Kak King ya..)" kata para siswa kelas A dalam hatinya
King tersenyum melihat para siswa kelas A yang ketahuan.
"Tu-tunggu dulu ! Kalau kau tidak menyembunyikan sesuatu kami pasti tidak membuntuti mu !" kata Rose yang langsung menyela
"E-eh?" kata Justin
"Benar benar" kata Alramal
Para siswa kelas A langsung sahut menyahut hingga membuat Justin, King, dan Baja bingung.
"(Bagus.. dengan ini kita bisa menghindari kesalahan kita..)" kata para siswa kelas A dalam hatinya
"Oi Justin.. apa yang harus kita lakukan ?" tanya Baja dengan berbisik
"Ha? Aku juga tidak tahu, aku bingung harus menjelaskan kepada mereka atau tidak." jawab Justin dengan berbisik
"Hm.. mari kita kabur dulu." kata King yang ikut berbisik
"Caranya ?" tanya Justin dan Baja
"Setelah aku beri aba aba kita langsung lari." kata King
"Lari kemana tapi ?" tanya Baja
"Hm.." kata King
"Bagaimana kalau ke rumahku saja ?" tanya Silvanna yang tiba tiba berbisik di telinga mereka bertiga
"Ha- Nyonya Sil-" kata King, Baja, dan Justin yang terkejut
"Sssttt.. carilah cara untuk mengalihkan perhatian mereka.. nanti akan aku langsung pindahkan kalian." kata Silvanna
"Hm.. aku ada rencana !" kata King
Beberapa saat kemudian..
"Hoi ! Kalian bisk bisik apa itu ?!" teriak Rose
__ADS_1
"HAHAHAHA !!!" tawa Baja
"A-Ha..?" kata para siswa kelas A yang kebingungan
"Mantra : Cahaya Ilahi !" teriak King dan Justin
Cahaya yang sangat terang pun langsung bersinar hingga membuat para siswa kelas A tidak dapat melihat apa apa. Saking silaunya cahaya tersebut hingga tutup mata sekalipun masih kesilauan.
"Baiklah.. Mantra : Teleportation !" kata Silvanna memindahkan Justin dan yang lainnya
"A-Vanta !" teriak Paul
"Ya ! Mantra : Bola Kegelapan !" teriak Vanta
Bola hitam pun muncul dan menutupi para siswa kelas A dari terangnya Cahaya yang dipancarkan oleh King dan Justin. Bola hitam tersebut melindungi para siswa dari terangnya cahaya yang terpancar hingga akhirnya mereka dapat membuka mata mereka
"Hah.. selamatlah kita.." kata Alramal
"Sial.. mereka mengelabuhi kita." kata Paul
"Ya.. mereka pasti telah melarikan diri.." kata Liliana
"Jadi, apa yang harus kita lakukan ?" tanya Rose
"Hm.. hanya bisa menunggu hingga cahaya tersebut hilang ?" jawab Liliana
"Hah.." kata para siswa kelas A menghembuskan nafas bersamaan
Di tempat lainnya Justin, Baja, dan King sudah sampai di kediaman Silvanna.
"Te-terima kasih, Nyonya Silvanna !" kata King, Justin, dan Baja bersamaan
"Sudah sudah.. santai saja.." kata Silvanna
"Tapi, mengapa Nyonya menyelamatkan kami ?" tanya Justin
"Hm.. kebetulan ?" jawab Silvanna
"Ke- Hm.." kata Justin
"Jadi.. mengapa kalian sampai dikejar kejar begitu ?" tanya Silvanna
Justin pun memberikan penjelasan yang sama ketika ia menjelaskan kepada Aldizech. Silvanna yang memahami situasi tersebut memberikan sedikit petunju kepada Justin dan teman temannya yang sudah buntu.
"Ma-maksud anda, Nyonya..?" tanya Justin
"Hm.. ubahlah sudut pandang kalian dan lihatlah sekitar kalian. Hanya itu yang bisa kuberitahu pada kalian." kata Silvanna
"H-Ha.. baiklah.. terima kasih, Nyonya." kata Justin, King, dan Baja
Justin dan yang lainnya pun izin pamit dari kediaman Silvanna. Mereka terus memikirkan perkataan Silvanna dan mencoba mencari maksud dari perkataan Silvanna tersebut.
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1