Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 85 - Menjadi Kesatria


__ADS_3

Justin bersama dengan 3 orang pengikutnya berjalan menuju ke markas kecil Orion. Awalnya ketiga orang pengikutnya ragu dan sedikit takut untuk menuju ke tempat yang ingin dituju oleh Justin tersebut.


Bahkan mereka berkali kali meminta Justin agar mengurungkan niatnya dan pergi ke tempat lain yang sekiranya lebih aman dan masuk akal. Namun, Justin tetap memaksa untuk menuju ke tempat tersebut.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ke markas kecil Orion setelah berdebat cukup lama. Dan akhirnya, mereka sampai di depan halaman markas kecil Orion.


"Wa-Wah.. ini.. benarkah ini markas yang disebut sebagai tempat iblis bersemayam itu.." kata Archy


"Hoi hoi, darimana julukan itu kau dapatkan ?" kata Justin


"Hehh, kau belum mendengarnya kah? Sudah sejak sepekan yang lalu tempat ini dijuluki seperti itu oleh orang orang di Bullaford karena aura di tempat ini sangat menyeramkan !" kata Archy


"Hadeh.. dan kau masih percaya dengan berita simpang siur seperti itu.." kata Justin


Ketika sedang berbincang bincang sejenak, terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah mereka. Mereka pun langsung bersiaga jikalau ada serangan mengarah ke arah mereka.


"Loh? Justin? Sedang apa kau disini ?" tanya Kron membawa buah buahan


"Ya, dan.. barang barang itu, sepertinya berat sekali." kata Aldizech yang membawa batang pohon


Kedatangan dua orang tersebut membuat terkejut Justin dan pengikutnya.


"Aku pikir siapa ternyata kalian ya.." kata Justin


"Ja-Jangan jangan.. anda.. Yang Mulia Duca ke 6 ?!" kata Tombas


"Ohh hoho.. Tombas ! Lama tak berjumpa !" kata Aldizech


Aldizech dan Tombas pun bersalaman layaknya sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Mereka pun berbincnag bincang sedikit sebelum akhirnya Tombas mengingat bahwa ada seorang lagi di samping Aldizech.


"Oh ya, Yang Mulia. Yang membawa buah ini, siapa ?" tanya Tombas


Aldizech tertawa.


"Orang ini, mungkin kau tak akan percaya karena perawakannya yang kecil, namun dia adalah orang yang kalian semua takuti." kata Aldizech dengan tertawa


Para pengikutnya Justin langsung menyadari maksud dari perkataan Aldizech. Mereka langsung sadar bahwa yang ada di hadapannya adalah seseorang yang ditakuti karena kekuatan yang mampu menaklukkan iblis iblis tingkat tinggi.


Pendiri Kerajaan Orion serta orang yang mampu memimpin pasukan menumbangkan Kerajaan Duca yang memiliki iblis tingkat 8, Kron Gokami.


"Ma-Maafkan ketidaksopanan kami, Yang Mulia Orion !" kata para pengikut Justin dengan kompak langsung berlutut


"Ahaha.. tidak apa, lagipula mengapa kalian ketakutan begitu ?" kata Kron dengan tawa kebingungan


"Tidak, kami telah bertindak tidak sopan dihadapan seorang penguasa suatu kerajaan !" kata Tombas


"Sudah sudah.. berdirilah.. tidak enak dilihat orang kalau begini.." kata Kron


"Oi Kron, di tempat seperti ini.. memangnya siapa  yang melihat ?" kata Justin

__ADS_1


Berkat perkataan Justin, suasana pun menjadi canggung. Aldizech tertawa karena perkataan Justin yang membuat Kron malu dengan ucapannya.


"Ya-Yang penting.. kalian berdirilah dulu." kata Kron


Ketiga pengawal Justin berdiri. Kron mengajak Justin dan para pengawalnya masuk ke dalam markas kecilnya. Mereka pun berajalan menuju ke kediaman Kron dan yang lainnya. Dan ketika sedang berjalan, para pengawal Justin terkejut dengan benda asing yang belum  pernah  mereka lihat sebelumnya.


"Be-Benda apa itu ?!" kata Vitan dengan terkejut menunjuk ke arah Mobil


"Hm? Ah itu ya, mungkin Justin bisa bantu menjelaskan ?" kata Kron


"Baik, benda yang kamu tunjuk itu  adalah benda yang pernah ingin diciptakan oleh Kerajaan Bullaford namun gagal. Yaitu Kendaraan Mantra." kata Justin


"Be-Benda itu.. adalah Kendaraan Mantra ?!" kata para pengawal Justin dengan terkejut


Mereka pun secara bergilir terus bertanya tentang Mobil tersebut. Mereka bertanya mengapa Kerajaan Orion bisa menciptakan sesuatu yang bahkan Kerajaan Bullaford tidak bisa menciptakannya. Mereka pun semakin keheranan dengan apa yang sebenarnya ada di Kerajaan Orion.


"Baiklah, silahkan masuk." kata Kron membuka pintu


Mereka masuk ke dalam kediaman Kron dan yang lainnya. Kron pun mempersilahkan mereka untuk duduk dan merehatkan diri. Tak lama, Gordon pun datang dengan membawa minuman dan beberapa buah yang sudah dikupas.


Setelah minuman dan cemilan ditaruh diatas meja tamu, Kron pun mempersilahkan para tamunya untuk menikmati apa yang ia dan para pengawalnya sediakan.


"Jadi, bisa dijelaskan tentang maksud kedatangan kalian kemari ?" tanya Kron


"Ya, akan kami jelaskan semuanya dari awal." kata Justin


Justin pun mulai menjelaskan semua yang terjadi di Bullaford sejak kepemimpinannya hingga penurunannya dari jabatannya. Ia pun menjelaskan tentang konflik yang terjadi diantara dirinya dengan Para Petinggi Bullaford.


"Jadi, apa yang akan kalian lakukan sekarang ?" tanya Aldizech


"Aku sudah membulatkan tekadku, dan aku yakin almarhum Ayahanda pun akan mendukung keputusanku." kata Justin


"Dan apakah itu ?" tanya Aldizech


"Aku akan menjadi seorang kesatria di Kerajaan Orion." kata Justin


"Ah.. menjadi kesatria ya.." kata Aldizech dan Kron


"Ehh??!!" kata Kron yang terkejut


Mereka pun berbincang bincang soal rencana Justin yang ingin menjadi kesatria di Kerajaan Orion. Ketiga orang yang ikut bersama Justin terus bertanya tanya soal keputusan Justin. Mereka pun sempat berdebat baik antara ketiga orang tersebut dengan Justin, antara Justin dengan Kron, bahkan antara Justin dengan Aldizech.


Pembicaraan tersebut memakan waktu kurang lebih sekitar 1 jam hingga akhirnya sampai kepada sebuah keputusan.


"Baiklah, karena sudah tidak ada yang protes lagi.. aku pikir keputusanku menjadi kesatria di Orion sudah tidak bisa dibantah lagi, Hahaha !" kata Justin dengan tawa


Semua orang yang hadir menghela nafas.


"Tapi kau sudah yakin tidak akan menyesal? Kau bisa dianggap pengkhianat oleh orang orang di Bullaford." kata Aldizech mencoba memastikan

__ADS_1


"Ya ! Ini sudah menjadi keputusanku yang sudah bulat ! Aku sudah memikirkannya sejak lama." kata Justin


"Lalu, 3 orang ini mau diapakan ?" tanya Kron


"Eh ?" kata tiga orang tersebut dengan terkejut


"(Mulutnya.. benar benar ceplas ceplos..)" kata Aldizech dalam hati


"Hm.. sebaiknya kamu tanya sendiri pada orangnya." jawab Justin


Kron pun melihat ke arah 3 orang tersebut. Archy dan Vitan memegang gelas minum mereka dan berakting seolah mereka akan minum. Namun tangan mereka yang gemetar terlihat sangat jelas.


"Hoi, kalian kalau minum seperti itu apa yang mau diminum ?" tanya Kron


Kron berkata demikian karena air dari minuman tersebut tumpah kemana mana.


"A-Ah.. tidak.." jawab mereka berdua


"Kalau boleh meminta izin." kata Tombas


"Kami akan ikut Justin menjadi kesatria di Orion." sambungnya


Perkataan Tombas membuat Justin sangat terkejut. Minuman yang sedang diminumnya pun sampai muncrat tersembur ke arah Aldizech yang duduk dihadapannya.


"Wah Paman.. ternyata kau baru mandi ya.." kata Kron ke Aldizech


"Haha.. itu lucu sekali.." kata Aldizech dengan wajah kesal


Justin meminta maaf dengan menunduk berkali kali ke Aldizech. Gordon mengambil handuk dan menyerahkannya kepada Aldizech. Aldizech  membersihkan bekas muncratan Justin dan memaafkan tindakan Justin.


Setelah itu Justin bertanya tanya kepada Tombas mengenai perkataan Tombas. Tombas pun menjawab semua pertanyaan Justin dengan meyakinkan. Vitan dan Archy yang bingung dan takut kepada Kron hanya diam dan mengikuti arahan dari Tombas tanpa berani protes sedikitpun.


"(Apa kita.. benar benar harus bekerja dibawah pimpinan orang menyeramkan ini.)" kata Archy dan Vitan dalam hatinya


Kron, Aldizech, dan Gordon beranjak dari kursinya meninggalkan para tamunya yang sedang berdebat. Kron pergi mengecek Mobil, Gordon mempersiapkan makan malam, dan Aldizech mandi untuk membersihkan diri.


.---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !


----------=======-----------

__ADS_1


 


 


__ADS_2