Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 120 - Perpisahan


__ADS_3

Dewa Kehidupan dan Kematian mengabulkan permintaan dari Kron. Mereka kemudian mengangkat satu tangan mereka dan beberapa saat kemudian muncul sebuah gerbang dari langit.


Gerbang tersebut muncul dari awan yang mendekat. Gerbang terbuka dan dari dalam gerbang keluar dua sosok seperti malaikat.


"Waktumu hanyalah 5 menit." kata Dewa Kehidupan


"Gunakanlah sebaik-baiknya." kata Dewa Kematian


Kron bingung karena ia dipertemukan dengan dua sosok yang ia rasa belum pernah ia temui sebelumnya. Namun setelah beberapa saat ia baru menyadari maksud dari perkataan kedua Dewa tersebut.


"Cerberus.. Sterben..?" kata Kron yang tidak percaya dengan apa yang dipikirkannya


Kedua sosok malaikat itu kemudian membuka matanya. Mereka mengedipkan matanya beberapa kali dan kemudian tersadar dengan sosok yang berada di depan mereka itu.


Mereka kemudian langsung bersorak gembira dan terbang dengan cepat memeluk Kron. Mereka menangis di pelukan Kron begitu pula dengan Kron yang menangis di pelukan mereka berdua.


Setelah beberapa saat mereka pun melepas pelukan mereka. Cerberus kemudian bertanya kepada Dewa Kehidupan dan Kematian mengenai apa yang terjadi pada dirinya dan Sterben.


Kedua Dewa itu menjawab bahwa Cerberus dan Sterben sudah mati. Cerberus dan Sterben kemudian terkejut, mereka terkejut bukan karena mereka telah mati namun karena mereka bisa bertemu dengan Kron.


"Tunggu.. lalu nasib Kron ?!" kata Cerberus


Dewa Kehidupan dan Kematian tidak menjawab. Cerberus kemudian mendekati kedua Dewa tersebut dengan emosi. Sterben kemudian menahan Cerberus dan Sterben bertanya kepada kedua Dewa itu sekali lagi.


Kedua Dewa itu menjawab bahwa nasib dari Kron masihlah abu abu. Kron sedang berada dijembatan penghubung antara kehidupan dan kematian. Segalanya tergantung pada orang orang di Essaract yang sedang mencoba menyelamatkannya.


Cerberus kemudian berteriak dan sekali lagi mencoba mendekati Dewa Kehidupan. Ia bertanya mengapa Dewa Kehidupan dan Kematian seperti mereka berdua tidak bisa memutuskan untuk membiarkan Kron hidup saja.


Kedua Dewa itu menjawab bahwa tugas mereka hanyalah menentukan siapa yang pantas hidup dan mati dengan adil dan tidak berpihak, hanya karena Kron seseorang yang digadang sebagai Pahlawan bukan berarti mereka boleh mengistimewakan dirinya begitu saja.


Cerberus masih tidak terima dengan jawaban yang diberikan oleh kedua Dewa tersebut. Kedua Dewa yang sudah geram meladeni Cerberus kemudian mengetuk tongkat mereka ke tanah.


Cerberus, Sterben, dan Kron dipindahkan ke sebuah taman yang indah. Taman tersebut lebih indah daripada taman manapun yang ada di Essaract.


"Sialan! Pertanyaanku masih belum dijawab sudah main pindah pindah saja !" kata Cerberus dengan kesal


Sterben dan Kron mencoba menenangkan Cerberus.. Setelah beberapa saat Cerberus mulai tenang. Melihat Cerberus yang sudah tenang, Kron mengajak Cerberus dan Sterben untuk jalan jalan sebentar.


Selama mereka jalan jalan, Kron mengatakan kepada Cerberus dan Sterben bahwa ia memiliki 3 pertanyaan.


Pertanyaan pertama adalah mengenai apa yang terjadi pada tubuhnya di Essaract. Cerberus dan Sterben menjawab bahwa tubuh Kron sudah sangat mengenaskan bahkan hanya kewajiban saja yang bisa menjawab pertanyaan Kron jikalau ingin jawaban yang menyenangkan.


Kron kemudian bertanya apakah teman temannya berhasil diselamatkan dan mereka berdua menjawab bahwa Kron berhasil menyelamatkan teman temannya.

__ADS_1


Kron merasa lega dan senyumnya semakin lebar. Dan Kron kembali bertanya satu pertanyaan terakhir. Pertanyaan tersebut ia lontarkan dan langsung membuat tangisan Cerberus dan Sterben pecah.


Cerberus dan Sterben kemudian berlutut di hadapan Kron sembari menangis. Kron kemudian berjalan mendekati mereka berdua dan memeluk Cerberus dan Sterben sekali lagi.


Ketika mereka sedang bersedih, tubuh Cerberus dan Sterben perlahan mulai memudar dengan cahaya yang mengelilingi dirinya. Tubuh mereka yang mulai memudar terbawa ke langit.


"Yang Mulia! Kami sangat bersyukur karena pernah hidup bersama anda !" teriak Sterben


"Kron! Terima kasih karena sudah mau menerima kami yang iblis ini !" teriak Cerberus


"Ya! Terima kasih atas semuanya !" teriak Kron


Cerberus dan Sterben berubah menjadi cahaya. Gerbang di atas awan muncul dan terbuka. Kedua cahaya dari Cerberus dan Sterben memasuki gerbang tersebut.


Gerbang tertutup dan menghilang. Kron duduk menangis. Ketika ia menangis dengan keras, tempatnya kembali berubah. Ia kembali ke tempat pertama kali ia datang.


"Waktu sudah habis." kata Dewa Kehidupan


"Ya.. terima kasih." kata Kron berdiri dan menghapus air matanya


Tak butuh lama hingga tubuh Kron terbawa ke langit. Cahaya berbentuk pilar mengantarkan tubuh Kron ke langit.


"Engkau masih diberikan waktu lebih, wahai Pahlawan." kata Dewa Kehidupan


"Selamatkanlah Essaract !" kata kedua Dewa tersebut dengan menggelegar


Kron menganggukan kepalanya.


Ia membuka perlahan kedua matanya. Ketika ia membuka kedua matanya ia melihat Para Dewa dan orang orang yang ia kenal sudah mengelilingi dirinya.


"Kron !" teriak semua orang yang mengelilingi Kron


Kron tersenyum tipis. Kron mencoba untuk duduk dan dibantu berdiri oleh Meira. Kron kemudian menoleh ke samping dan ia melihat jasad dari Cerberus dan Sterben.


Air matanya mengalir. Suasana gembira karena Kron berhasil diselamatkan berubah menjadi duka karena tangisan dari Kron. Hari pun berakhir dengan Kron yang berhasil diselamatkan.


Keesokan harinya Kron terbangun di sebuah kamar yang mewah. Sebuah kamar yang lebih mewah daripada kamarnya ketika di istana maupun kediaman yang ia buat.


Kron duduk di atas kasurnya. Ia kembali teringat tentang mimpinya. Mimpi di mana ia bertemu lagi dengan Cerberus dan Sterben.


Kron menarik ingusnya dan menghapus air matanya lalu berdiri dan mengganti pakaiannya. Pakaian yang penuh darah dan berlubang ia lipat dan rapikan.


Ia mengganti pakaiannya dengan pakaian khas Ras Elf. Ia mengaca sebentar dan merapikan pakaian serta rambutnya. Dan ketika ia sedang merapikan tubuhnya pintu kamarnya terbuka.

__ADS_1


"Apakah anda sudah bangun, Yang Mulia ?" tanya Gordon


"Ya, berapa lama aku tertidur ?" tanya Kron


"Tiga hari, Yang Mulia." jawab Gordon


Kron selesai merapikan pakaiannya dan berjalan meninggalkan kamarnya. Ketika ia keluar dari kamarnya ia melihat pemandangan seperti Essaract ketika masih damai.


Kron terkejut dan bertanya kepada Gordon apa yang terjadi, Gordon menjawab bahwa Para Dewa merubah tempat pengungsian yang gelap menjadi tempat seperti yang Kron sedang lihat saat ini.


Kron kemudian menarik nafas sebentar dan menghela nafasnya. Ia kemudian meminta Gordon untuk mengantarnya ke tempat Para Dewa. Gordon menunjukkan jalannya dan Kron mengikuti Gordon dari belakang.


Kron melihat sekeliling dan ia melihat sebuah tempat yang benar benar berbeda daripada tempat yang ia kenali. Tempat tersebut benar benar sudah berubah. Kesedihan dan kelaparan dari Para Ras Elf dan Dwarf sudah tidak ada lagi. Hanya ada senyuman bahagia yang terpancar dari wajah mereka.


Bahkan ketika Kron berjalan ia sempat disapa oleh orang orang dari Ras Elf dan Dwarf. Kron sempat terkejut namun ia tetap membalas sapaan tersebut.


Kron berbicara di dalam hati dan berkata, "Lihatlah Cerberus, Sterben, tempat ini sudah benar benar berubah !" dalam hatinya dengan semangat.


Kron berhenti berjalan. Ia baru teringat bahwa Cerberus dan Sterben sudah tidak ada lagi di sisinya. Gordon yang menyadari Kron berhenti berjalan menoleh ke belakang.


"Yang Mulia.." kata Gordon


Gordon menyadari bahwa Kron masih tidak bisa melepaskan kepergian dari Cerberus dan Sterben.


"Tak apa, mari jalan lagi." kata Kron dengan mencoba menegarkan tubuhnya


Kron dan Gordon berjalan lagi. Setelah berjalan beberapa menit, mereka sampai di depan sebuah kediaman yang sangat megah dan mewah.


"Mari, Yang Mulia." kata Gordon


Pintu gerbang terbuka.


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !

__ADS_1


----------=======-----------


__ADS_2