Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 96 - Kemenangan ?


__ADS_3

Di tengah kondisi yang sedang terpuruk, terkepung oleh para iblis, Bella menyampaikan informasi dan strategi yang bisa membalikkan gelombang pertempuran.


"Baiklah, aku mengerti !" kata Arthur


Arthur langsung menyuruh pasukannya yang bisa bertarung untuk membuat barisan di sejajar dan menunggu para prajurit di tempat lainnya datang dan berkumpul ke depan gerbang utama area pusat atau kota Orion.


Iblis iblis yang berterbangan diurus oleh Zetto, Archy, Rose, dan para pemanah lainnya. Mereka juga bertugas untuk menarik perhatian para iblis yang berterbangan untuk menuju ke titik yang direncakanan.


Pasukan Justin yang mundur dari pertempuran membawa segerombolan iblis yang berdatangan dari belakang dengan buas. Begitu pula pasukan Vitan yang datang dengan membawa segerombolan iblis yang sangat buas.


Justin dan Warmer bertemu di tengah dan dengan sigap langsung merubah haluan mereka menuju ke gerbang utama dengan sejajar. Arthur dengan sigap langsung menyuruh pasukannya untuk membuka sedikit jalan agar Justin dan yang lain bisa masuk.


Ketika Justin dan yang lain sudah masuk iblis iblis yang tadi berdatangan dengan cepat dan buas tidak bisa menghentikan langkah kakinya sehingga iblis yang berdatangan dari berbagai sisi tersebut bertabrakan satu sama lain.


Iblis iblis yang bertabrakan tersebut terguling jatuh dan saling menatap dan menantang satu sama lain. Melihat adanya pertempuran antar mereka, Arthur segera menyuruh pasukannya dan para Guardian untuk merapalkan Mantra Perisai Pelindung untuk mempertebal perlindungan (barrier) yang melapisi kerajaan.


Para iblis yang berterbangan sudah tidak bisa menembus atau bahkan hanya menggores barrier yang melindungi area pusat. Dan ketika para iblis sibuk bertarung satu sama lain atau mencoba menerobos barrier tersebut, orang orang di perdesaan di teleport oleh Silvanna agar pindah ke area pusat.


Silvanna yang sudah kehabisan mana terjatuh dan pingsan. Dan dengan begini, semua orang yang ada di Kerajaan Orion sudah berkumpul di kota Orion.


Dengan perlindungan yang cukup tebal tersebut membuat pasukan Orion dapat beristirahat sejenak dan memulihkan energi dan mantra, menyembuhkan luka luka kecil, serta mencari tahu informasi dan merancang strategi lebih dalam lagi.


Dengan rencana tersebut maka peperangan dapat tertunda sejenak.


Para petinggi yang tidak mengalami luka begitu dalam langsung menuju ke tempat pertempuran antara Syno dan para bawahannya serta orang orang dari Orion.


Syno yang menyadari bahwa orang orang dari Orion yang tadinya berada di luar area pusat sudah kembali memutuskan untuk langsung melarikan diri. Ia merapalkan Mantra Teleportasi dan menghilang dari pandangan orang orang di Orion.


Yuno yang melihat tuannya melarikan diri langsung terduduk lemas karena ia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ia berpikir bahwa nasibnya sudah tamat karena sudah tidak memiliki tempat untuk kembali lagi.


Para petinggi kerajaan yang melihat Yuno, Raptor, dan Rias sudah sepenuhnya membelot dari Sweba mengajak mereka untuk bergabung  dengan Orion. Selain kekuatan mereka saat ini sangat dibutuhkan, mereka bergabung juga kemungkinan salah satu keinginan dari Kron.


Ketiga orang tersebut ragu ragu  untuk menerima tawaran tersebut dan meminta waktu untuk memikirkan matang matang mengenai tawaran tersebut. Para petinggi setuju mengenai pendapat dari ketiga orang tersebut dengan syarat mereka bertiga mau membantu Orion dalam menghadapi iblis iblis tersebut.


Ketiga orang tersebut setuju bahwa mereka akan membantu orang orang dari Orion untuk menghadapi iblis iblis tersbeut. Dan dengan begitu mereka diajak oleh para petinggi untuk berkumpul di ruang rapat kerajaan.


RUANG RAPAT KERAJAAN


Marquis membuka rapat tersebut dan mulai membahas tentang rencana rencana yang akan mereka lakukan ke depannya. Dan bagaimana cara agar bisa terlepas dari kekangan para iblis tersebut.


Arthur dan para petinggi lainnya saling bertukar informasi mengenai lawan yang tadi mereka hadapi. Mereka saling bahu membahu dalam menyusun rencana dan strategi peperangan tersebut.


Ketika orang orang dari Orion saling bahu membahu dalam menghadapi permasalahan yang terjadi, ketiga orang mantan bawahan Syno terpukau. Mereka tidak pernah melihat seorang bawahan dapat bertindak sebaik ini tanpa arahan dari tuannya.


Mereka bertiga mencoba berpikir bahwa  ini bisa terjadi karena adanya mantan raja di antara mereka. Aldizech yang menyadari tanggapan dan asumsi tersebut membantah. Bahwa orang orang dari Orion dapat bertindak seperti ini karena ajaran dari Kron.


Meski dirinya adalah seorang mantan raja, namun saat ini dirinya tidak lebih dari seorang bawahan yang sejajar dengan bawahan tuannya yang lain. Sehingga ia tidak memiliki hak khusus untuk mengatur segalanya.


Setelah itu, para petinggi kembali berembug untuk merancang rencana dan strategi untuk menghadapi serangan para iblis tersebut.

__ADS_1


Hingga akhirnya hari mulai malam. Para iblis yang tadi menyerang secara membabi buta baik ke barrier maupun ke kawan sendiri mulai tenang. Mereka membalikkan tubuhnya dan berjalan seolah pulang ke kediaman mereka masing masing.


Melihat para iblis yang mundur, orang orang dari Orion dapat merasa sedikit lega. Mereka berpesta kecil karena berhasil melewati serangan iblis di hari pertama tersebut.


Para petinggi yang tidak bisa berbuat apa apa selain ikut larut dalam pesta tersebut. Dan ketika malam sekitar pukul 8 tiba, Silvanna terbangun dari tidurnya.


"Aduh aduh aduh.." kata Silvanna yang memegang kepalanya


"Nyonya !" kata Meira, Liliana, dan para pemantra lainnya


"Ah kalian rupanya.. tunggu, bagaimana dengan perangnya ?!" tanya  Silvanna dengan panik


"Hari ini perangnya sudah usai, Nyonya !" kata Liliana


"Para iblis telah mundur !" kata salah seorang pemantra


"Be-begitukah..  syukurlah kalau begitu." kata Silvanna yang mengelus dadanya


Di istana kerajaan, Bella yang khawatir dengan keadaan Kron menemaninya meski di luar sedang menyelenggarakan sebuah pesta.


"Kron.. lihatlah, bagaimana senangnya mereka karena bisa melewati hari yang panjang ini." kata Bella dengan menyentuh kaca jendela


"Kembalilah Kron... meski mereka tersenyum, namun jauh di lubuk hati mereka, mereka membutuhkan dan merindukan pemimpin mereka." kata Bella


Malam yang penuh dengan perasaan gembira karena berhasil melewati hari yang berat berlalu. Dan keesokan harinya, telah tiba.


"Hooamm.." kata salah seorang yang baru terbangun akibat pesta semalaman


Ketika orang orang terbangun mereka langsung menyadari bahwa langit gelap ketika melihat tanah. Dan ketika mereka melihat ke langit, mereka melihat bagian dalam mulut sesosok makhluk.


Mereka langsung menyadari bahwa barrier tersebut coba dipecahkan oleh sesosok iblis yang sangat besar dengan cara menggigitnya hingga pecah.


Gigi gigi runcing dan sangat besar terpampang jelas di pandangan orang orang dari Orion. Mulut dari iblis tersebut seolah menjadi pagar pembatas yang tidak mengizinkan satu makhluk pun untuk keluar atau masuk dari barrier tersebut.


"Sialan.. apakah hari pertama itu hanya uji coba saja ?!" kata Aldizech


"Ini.. benar benar gawat." kata Marquis


Sepanjang mata memanjang hanya bagian dalam mulut saja yang kelihatan. Para petinggi yang kebingungan karena rencana mereka harus berubah drastis langsung berkumpul kembali ke ruang rapat istana.


Para rakyat yang ketakutan bersembunyi di dalam rumahnya masing masing. Mereka bersembunyi karena mereka percaya bahwa pihak kerajaan akan dapat mengatasi iblis raksasa tersebut.


Di ruang rapat istana, para petinggi untuk pertama kalinya kebingungan tanpa ada yang bisa berkata apa apa. Mereka hanya terduduk lemas dengan pikiran yang kacau karena kondisi mereka saat ini.


Setelah diam diaman cukup lama, Marquis angkat suara.


"Apa.. apa yang harus kita lakukan.." kata Marquis


"Iblis itu.. kalau kita mengalahkannya juga kita tidak tahu apa yang menanti di luar sana. Kalau kita membuka penghalang tersebut satu kota akan langsung lenyap termakan oleh iblis itu !" kata Marquis

__ADS_1


"Tenangkan dirimu, Marquis !" kata Arthur menggampar Marquis


"Jangan panik hanya karena satu dua rencanamu berantakan." sambungnya


"Maaf, namun apakah anda gila? Ini bukan hanya sekedar satu dua rencana yang berantakan! Kalau kita sampai salah mengambil tindakan lantas semua nyawa akan langsung melayang !" kata Marquis


"Ya! Kami tahu itu! Namun bukan berarti kita boleh panik !" kata Arthur


"Kalau kita saja panik, lalu rakyat harus bergantung pada siapa ?" kata Aldizech


".. Maaf." kata Marquis


Suasana kembali hening. Mereka mencoba mencari jalan keluar dari permasalahan ini namun tidak menemukan satu jawaban pun yang mendekati sebuah keberhasilan. Hanya ada bayangan kematian di dalam pikiran mereka. Bayangan kesalahan yang akan menyebabkan kematian.


"Yang Mulia, apa yang harus kami lakukan.." kata para petinggi dalam hati mereka


Ketika pikiran mereka sedang buntu, terdengar suara segerombolan kaki mendekat ke arah mereka. Dan dari balik pintu, King menendang pintu ruang rapat tersebut.


"Maaf mengganggu anda sekalian !" teriak King yang mendobrak


"K-King ?!" kata Edward yang terkejut


Di belakang King terlihat ada Para Pilar dan murid murid dari Kelas A. Para petinggi yang terkejut melihat kedatangan King dan yang lain mulai menanyakan maksud dan tujuan kedatangan mereka.


King menjelaskan bahwa tidak ada maksud yang jelas dari kedatangan mereka. Mereka, hanya ingin mendobrak pintu penghalang ini saja.


"Apa.. maksudmu King ?" tanya Aldizech


"Kami tahu bahwa para petinggi sekalian sedang dalam kebingungan dan jalan buntu. Oleh karena itu, kami yang generasi muda yang belum memiliki beban apa apa yang akan mendobrak pemikiran buntu anda sekalian !" kata King


Para petinggi terkejut dengan perkataan King. King kemudian menambahkan bahwa mereka memiliki sebuah rencana yang terhitung nekat. King dan yang lain berencana untuk membuka sedikit penghalang (barrier) sehingga mereka bisa keluar dan masuk ke dalam mulut iblis tersebut.


Para petinggi langsung memprotes rencana tersebut karena dianggap terlalu berbahaya dan terlalu nekat. Namun King kembali berkata bahwa meski mereka mau mencoba untuk mencegah, namun semua itu sudah terlambat.


Para petinggi yang menyadari maksud perkataan King langsung melihat ke arah luar melalui jendela ruang rapat. Terlihat bahwa di penghalang tersebut terdapat sedikit celah yang memungkinkan orang orang untuk keluar atau masuk.


Dan ketika Aldizech melihat ker arah King, King dan yang lain sudah menghilang dari hadapan mereka. Para petinggi yang melihat kenekatan para generasi mudanya langsung mengambil tindakan untuk ikut memasuki mulut iblis raksasa tersebut.


Dan tim pun dengan cepat langsung dibagi.


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !

__ADS_1


Terima Kasih !


----------=======-----------


__ADS_2