
Kron menghilang dari pandangan Rias dan yang lain. Kron pergi ke suatu tempat meninggalkan Rias dan yang lain dalam ketakutan.
"Tadi.. itu apa..?" kata Raptor
"Entahlah.. tapi yang pasti, itu lebih menakutkan dari Raja Iblis sekalipun." kata Klire
Suasana pun kembali hening dan tak butuh lama, lingkaran cahaya muncul kembali dari padangan mereka. Terlihat ada seseorang yang terlempar dari lingkaran cahaya tersebut.
"Si-Sialan! Mengapa kau mencegahku ?!" teriak Kron yang terlempar
Dari dalam lingkaran cahaya tersebut muncul seseorang. Ketika salah satu kaki tersebut menapak di tanah, gemuruh dalam tanah langsung terasa.
Ketika kaki lainnya menapak, tanah mulai retak. Dan ketika seluruh tubuhnya sudah terlihat, semua orang kebingungan dan segan terhadap orang tersebut.
"Kalau kau pergi sekarang maka semua yang kita rencanakan akan hancur seketika dasar bodoh !" teriak orang tersebut memarahi Kron
"Mana mungkin aku bisa diam setelah mendengar banyak orang yang terbantai! Apalagi itu karena ulah orang orang kerajaanku !" teriak Kron dengan posisi tersungkur
"Tenangkan dirimu, Kron! Bukankah kami sudah berjanji padamu bahwa selama kau mengikuti rencana kami, tak akan ada yang menjadi korban ?!" teriak orang tersebut menarik kerah Kron
"Sial !" teriak Kron
Setelah percakapan tersebut selesai Raptor, Rias, dan Yuno baru menyadari sosok yang meneriaki Kron tersebut. Seketika mereka langsung berlutut di hadapan orang tersebut.
"Berdirilah." kata orang tersebut
"Baik, Dewa Hellian."
Mendengar nama Dewa Hellian disebutkan Klire dan Kuraraku terkejut bukan main. Karena sudah sejak lama sekali, sejak terakhir kali terdengar bahwa ada seorang Dewa yang menapakkan kakinya di Essaract.
Kron memukul tanah. Ia merasa marah karena dirinya tidak bisa mengambil tindakan saat ini juga. Ia merasa marah karena dirinya tidak mampu mencegah orang orangnya dari mengotori tangan mereka.
"Sial! Kapan kau akan muncul, Dewa sialan !" teriak Kron
Mendengar teriakan Kron yang penuh emosi membuat Rias dan yang lain semakin kebingungan. Hellian tidak bisa berbuat apa apa selain membiarkan Kron terus marah dan memukul tanah.
Beberapa menit berlalu dan Kron berhenti memukul tanah. Tangisan mulai mengalir dari air matanya. Ia pun terduduk lemas dan menutupi kedua matanya dengan jari jarinya.
"Sekarang, bawa aku ke tempat persembunyian kalian." kata Hellian
"Ba-Baik, Dewa !" kata Klire dan Kuraraku
Hellian dan yang lain kemudian pergi meninggalkan Kron yang sedang menangis. Tak ada seorangpun yang berani membantah perintah Hellian untuk meninggalkan Kron dan tak ada seorangpun juga yang berani mendekati Kron saat itu kecuali Hellian.
Di tempat persembunyian, Hellian dan yang lain disambut oleh Para Elf dan Dwarf yang selamat dari pembantaian Ras Manusia. Para Elf dan Dwarf menyambut dengan sangat gembira kedatangan dari Klire, Kuraraku dan 3 orang yang disebut sebut sebagai calon penyelamat mereka.
__ADS_1
"Te-Tenanglah kalian semua !" teriak Klire dengan agak gagap
Semua orang yang menyambut kedatangan Klire dan yang lain merasa agak aneh, karena tidak biasanya seorang Klire, Raja dari Para Elf tergagap ketika berbicara.
"Kalian sedang dihadapan seorang Dewa Perang, Hellian !" teriak Klire
Mendengar perkataan Klire, semua orang yang menyambut langsung terkejut dan reflek berlutut. Mereka semua kemudian menyambut kedatangan Dewa Hellian seperti seorang prajurit menyambut kedatangan rajanya.
"Berdirilah." kata Hellian
Setelah itu Hellian dan yang lain menuju ke tempat yang dijadikan istana kecil untuk sementara waktu. Tempat tersembut sama seperti rumah rumah lainnya yang dindingnya sudah banyak yang bolong namun bedanya tempat tersebut hanya lebih besar saja.
Awan yang gelap menyelimuti keseluruhan tempat pengungsian tersebut. Tanaman yang mati juga menjadi pemandangan umum di tempat tersebut.
Hellian yang merasa gundah di dalam hatinya harus tetap terlihat tegar di hadapan para makhluk yang memujanya. Hellian kemudian dipersilahkan duduk di kursi terbaik yang dimiliki oleh orang orang di pengungsian tersebut.
"(Benar benar melarat.. seandainya kami tidak memberikan panganan sudah pasti mereka akan punah..)" kata Hellian dalam haitnya setelah melihat kursi tersebut
Dengan kegugupan, Kuraraku menyuruh orang orangnya untuk menyiapkan panganan guna menyambut kedatangan Sang Dewa.
Pesta kecil kecilan pun terjadi setelah sekian lamanya mereka tidak merasakan kegembiraan dari yang namanya pesta. Hellian yang mengangkat gelas dalam hatinya bergumam apakah orang orang ini tidak merasa membuang buang pasokan pangannya hanya untuk menyambut kedatangannya dan 3 orang lain yang datang bersamanya.
Namun, demi menghargai apa yang dilakukan oleh orang orang yang menyambutnya tersebut, ia ikut menikmati pesta. Setelah berpesta cukup lama, Hellian keluar dari ruangan tersebut. Orang orang yang sudah mabuk berat tiidak ada yang menyadari Hellian yang telah meninggalkan ruangan tersebut.
Hellian keluar dan seperti dugaannya, Kron telah menunggunya dengan duduk di salah satu dinding yang sudah hancur di sekitar rumah tersebut.
"Oi Hellian.." kata Kron
"Ya." jawab Hellian
"Kapan.. kapan si bedebah sialan itu muncul ?" tanya Kron dengan nada lemas
Hellian tidak menjawab dan memberi kode bahwa ia pun juga tidak tahu kapan orang yang dimaksud oleh Kron itu akan muncul.
"Ketika ia aku kalahkan, apakah semua akan kembali normal ?" tanya Kron
"Ya.. meski begitu ada beberapa orang di ras mu yang akan selalu membuat kekacauan dan mengganggu keseimbangan." kata Hellian
"Sweba, Westerban, Arases.. orang orang seperti itu bukan ?" kata Kron
"Ya, orang orang seperti mereka." kata Hellian
"Sial, seandainya aku tidak harus menunggu bedebah sialan itu !" kata Kron dengan mengepalkan tangannya
Hari pun berakhir dengan Kron yang dipenuhi rasa kekesalan dan frustasi.
__ADS_1
Keesokan harinya, Klire dan Kuraraku telah bersiap untuk pergi mencari panganan ditemani oleh beberapa orang dewasa yang tersisa dari Ras Elf dan Dwarf.
Kron dan Hellian berbicara empat mata. Rias, Raptor, Yuno masih merasa bingung tentang apa yang dimaksud oleh Kron. Mengapa Kron sampai sebegitunya menahan emosinya, bukankah ia bisa membunuh Raja Iblis, lalu mengapa Kron masih tidak melakukannya.
"Oi Raptor, Rias, Yuno! Apa kalian mau ikut ?" teriak Kuraraku
"Ah, baiklah !" teriak Raptor
Di tempat lainnya, Kron yang sedang tertidur merasakan ada beberapa orang yang melihatnya dengan pandangan penuh kebencian. Orang orang yang memandanginya tersebut seolah sudah siap untuk membunuh Kron saat itu juga seandainya tidak dilarang oleh Klire dan Kuraraku.
Rexus yang mengetahui ada orang orang yang mau mengancam keselamatan Kron kemudian mengusir orang orang yang memandangi Kron dari kaca jendela tempat Kron tertidur.
Orang orang tersebut langsung lari ketakutan setelah melihat Rexus yang mengeluarkan petir di sekujur tubuhnya. Setelah orang orang tersebut pergi, Kron membuka matanya dan menatap ke langit langit rumah.
"Sial..!" kata Kron
Hellian yang sudah pergi sejak pagi tadi, memberikan sebuah kalung kepada Kron. Kalung tersebut akan mencegah Kron dari melakukan tindakan emosional yang bisa membuat orang orang di sekitarnya ketakutan dan terancam. Dan dengan kalung tersebut pula, kehadiran Kron dapat tersembunyi atau sama seperti manusia pada umumnya.
Hari pun berlanjut dengan Klire, Kuraraku, dan yang lain kembali dengan membawa sebongkah makanan. Para wanita Ras Elf dan Dwarf kemudian menyiapkan panganan tersebut dan mulai memasaknya.
Siang hari telah tiba dan ini adalah saatnya makan siang. Semua orang mengambil jatah makanan tersebut dengan gembira sebelum akhirnya Kron keluar dari rumah tempat ia tidur.
Orang orang yang semula berbahagia, tertawa, dan tersenyum tiba tiba langsung memalingkan wajahnya dan memasang wajah ketakutan, jijik, dan kesal.
Mereka menganggap bahwa Kron adalah penyebab dari mengamuknya orang orang di Kerajaan Orion, mereka juga menganggap bahwa karena Kron jugalah orang orang di Orion bisa memiliki teknologi sedemikan canggih dan kuatnya sehingga bisa membantai suatu kerajaan dengan mudah.
Orang orang tersebut memasang jarak terhadap Kron. Kron yang menyadari hal tersebut kemudian berjalan pergi meninggalkan tempat persembunyian tersebut.
Klire dan Kuraraku yang ingin mencegah hal tersebut dihalangi oleh para pengikutnya. Para pengikutnya bahkan berkata bahwa jikalau mereka berdua memilih mencegah Kron maka para pengikutnya lah yang akan meninggalkan mereka berdua.
Melihat rajanya pergi Raptor, Rias, Yuno, dan Rexus langsung berlari pergi mengikuti Kron. Rias, Raptor, dan Yuno telah dicegah oleh orang orang dari Ras Elf dan Dwarf sama seperti cara mereka mencegah kepergian Klire dan Kuraraku. Namun cara tersebut tidak mempan terhadap Rias, Raptor, dan Yuno.
Mereka berempat kemudian pergi mengikuti Kron meninggalkan tempat persembunyian tersebut.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------