
"Kron.. Gokami !" kata Zlaruma dengan tersenyum
Para prajurit gabungan yang masih tersungkur bersorak melihat kedatangan Kron. Cahaya harapan yang mereka tunggu akhirnya telah tiba.
Para Dewa juga mampu bernafas cukup lega dengan datangnya Kron. Arthur tertawa gembira melihat kedatangan cucunya dengan sangat heroik.
"Tapi Arthur.. bukankah ini aneh ?" kata Aldizech
"Badannya ?" tanya Arthur
"Ya, dan penampilannya juga." jawab Aldizech
"Kalian tenanglah, itu adalah Kron. Itu adalah wujud asli dari Kron." kata Tofa
Kron membunyikan lehernya serta jari jari tangannya. Setelah membunyikan jari jarinya, Kron merapalkan sebuah Mantra yang mengeluarkan sebuah cincin cahaya di sekitar tubuhnya.
"White Mantra : Autumn Saturn"
Cincin tersebut melebar dengan cepat hingga menyebar ke seluruh area pertempuran. Pasukan Para Dewa seketika merasa mendapatkan tambahan kekuatan yang luar biasa besarnya. Di sisi lain, pasukan Para Iblis merasa kekuatan tambahan yang diberikan oleh Zlaruma hilang begitu saja.
"Pahlawan kita telah kembali! Kemenangan sudah bukan hal yang mustahil lagi !" teriak Hellian
"Angkat senjata kalian! Pertempuran masih belum berakhir !" teriaknya lagi
Seluruh pasukan Para Dewa bersorak mendengar teriakan Hellian. Kron tersenyum dan sedikit tertawa setelah mendengar temannya berteriak menyanjungnya.
Kron kemudian merapalkan satu Mantra lagi dan ketika ia mau merapalkan Mantranya, seseorang datang dengan cepat dan mencoba menebasnya.
"Ow ow.. apa maksudnya ini ?" tanya Kron menahan tebasan tersebut dengan jari jempol dan telunjuknya
"Si.. Sialan kau..!" kata orang tersebut
Kron merasa dirinya belum pernah bertemu dengan orang ini, namun entah mengapa Kron merasa bahwa orang yang ada di hadapannya seperti sangat membencinya.
"Kron! Kau pasti bingung !" teriak Arthur
"Hm? Oh Pak Tua! Ya! Siapa orang ini !" teriak Kron
"Dia yang mengaku ngaku sebagai Pahlawan Essaract! Dia juga yang mencoba menyerangmu pas kamu tertidur lama !" teriak Arthur
"Oh begitu rupanya! Terima kasih informasinya, Pak Tua !" teriak Kron
Setelah mendengar penjelasan dari Arthur mengenai siapa sosok di hadapannya, Kron tersenyum tipis dan bertanya apa yang mau dilakukan oleh 'Pahlawan Essaract' ini dan mengapa dia bisa mengingat Kron.
"Hahaha! Kau pasti gemetar melihat sosok ku ini! Kau bertanya mengapa aku tidak lupa akan dirimu? Tentu saja karena aku dipilih Para Dewa untuk membasmi iblis seperti mu! Jadi mana mungkin aku lupa !" kata Pahlawan
".. Apakah itu artinya selama bertahun tahun ini kau tidak kehilangan ingatan sama sekali ?" tanya Kron
"Ya.. tentu saja !" kata Pahlawan
Tepat setelah Pahlawan menyelesaikan ucapannya, ia merasakan rasa sakit yang luar biasa. Ketika ia mengecek sumber rasa sakitnya, ia mengetahui bahwa tangan kanannya sudah putus.
Kron mengintimidasi Pahlawan dan berkata bahwa Pahlawan yang ada di hadapannya bukanlah sosok yang pantas dijadikan Pahlawan. Orang yang tutup mata ketika melihat orang orang di sekitarnya menderita, bukanlah sosok yang pantas mendapatkan julukan Pahlawan.
Pahlawan tersebut berteriak kesakitan dan berlutut di hadapan Kron. Tak lama setelah ia berlutut ia berguling guling kesakitan sembari menutupi darahnya yang terus mengalir.
Kron melangkahi Pahlawan serta berjalan turun. Ketika ia menginjakkan kakinya di tanah medan pertempuran. Setengah dari jumlah total Pasukan Para Iblis telah mengepungnya.
__ADS_1
"Menyerahlah dasar iblis! Berani beraninya kau berbuat seperti itu kepada anakku !" teriak Raja Sweba
"Hoho.. jadi ini anakmu..?" kata Kron
Mendengar jawaban Kron yang baginya seperti meremehkan, Raja Iblis naik pitam dan langsung menyuruh bawahannya untuk menyerang Kron yang sudah terkepung.
Kron tanpa bergerak sedikitpun mementalkan orang orang yang ada di sekitarnya. Aura kejam khas dirinya membuat semua orang terjatuh dan gemetar ketakutan.
"White Mantra : Double Effect. White Mantra : Thousand Gate of Angel"
Satu juta gerbang berwarna putih terang datang dari langit dengan menggunakan awan. Semua orang memandangi gerbang gerbang yang turun dari langit tersebut dengan terkagum kagum.
"... Apa aku sudah salah langkah.." gumam Zlaruma yang agak khawatir
"Wahai Para Malaikat.. aku sebagai Pahlawan dari Essaract memanggilmu! Datanglah !" kata Kron
Gerbang gerbang tersebut terbuka dengan perlahan. Cahaya terang terpancar dari dalam gerbang gerbang yang melayang. Dan dari dalam gerbang gerbang tersebut, munculah ratusan ribu Kesatria Malaikat Berkuda, Malaikat Pemanah, dan Prajurit Malaikat.
"Pahlawan.. anda memanggil kami." kata Komandan Para Malaikat
"Lama tak berjumpa.. bergabunglah dengan pasukan dari Para Dewa." kata Kron
"Baiklah" jawab Komandan Para Malaikat
Para Iblis yang membenci silaunya cahaya dari Para Malaikat langsung menyerang Para Malaikat dan perang hebat terjadi antara Para Iblis dengan Para Malaikat yang baru turun dari langit.
"Ah.. akhirnya kau datang juga." kata Hellian
"Ya, maaf terlambat. Berapa jumlah korban di pihak kita ?" tanya Kron
"Pasukan Gabungan, sekitar 3000 orang." jawab Hellian
".. 90% nya.." jawab Hellian
".. begitukah.. baiklah, terima kasih informasinya. Sekarang kita harus fokus memenangkan pertempuran ini dulu." kata Kron
"Ya, aku setuju denganmu !" kata Hellian
Hellian langsung loncat meninggalkan tempatnya. Ia melompat sangat jauh dan langsung menghunuskan pedangnya ke tanah dan membuat Para Iblis yang mau menyerang Para Malaikat terhempas.
Kron yang melihat Hellian sudah kembali bugar dan tahu bahwa Hellian akan baik baik saja, memutuskan untuk mengamati keadaan sekitarnya. Ketika ia sedang mengamati keadaan sekitarnya, ia melihat teman temannya kecuali Baja memandanginya dengan wajah kebingungan.
Kron melambaikan tangannya meski agak ragu, dan seperti dugaannya teman temannya tidak membalas lambaian tangannya kecuali Baja. Baja langsung berlari menghampiri Kron.
'Gila! Ini beneran kau, Kron ?!" kata Baja
"Ya, ini aku" jawab Kron
"Kau benar benar berubah ya! Lihatlah tubuhmu ini! Rambut dan wajahmu juga !" kata Baja
"Hahaha.. aku tidaklah berubah.. meski penampilanku sedikit berubah." kata Kron
Ketika mereka sedang berbincang bincang santai bak dua orang sahabat yang lama tak berbicara, Vildi datang dari langit dengan kepalan tangan yang sudah dilapisi api.
"Bisa bisanya kalian berbincang santai di tengah pertempuran! Pahlawan?! Mati saja kau!! Vaaahahaha!" teriak Vildi
Baja yang melihat Vildi mendekat ke arahnya dan Kron langsung mencoba memperingati Kron. Namun, Kron tampak tidak memperdulikan peringatan dari Vildi dan asik berbicara seolah tidak ada yang sedang terjadi.
__ADS_1
Vildi semakin dekat dan tawanya semakin keras. Baja yang semakin khawatir dengan kedatangan Vildi langsung memasang badan untuk menahan serangan Vildi.
Ketika Baja mencoba melindungi Kron, Kron menariknya dan mengembalikan Baja ke posisi awalnya dan lanjut berbincang santai dengannya.
"Kron! Di belakangmu !" teriak Baja
Vildi pun sudah hampir sampai dan pukulannya juga sudah dilepaskan. Kron masih bersikap santai dan Baja tentu panik. Namun, ketika pukulan Vildi hampir mengenai Kron dirinya malah terhempas beberapa meter hingga terseret tanah beberapa meter pula.
Vildi terseret cukup jauh dan tak bergerak selama beberapa saat.
"Mentang mentang kau tahu kami ada di sini bukan berarti bisa bersikap seenaknya !" kata Ligiel
"Ya.. jangan terlalu santai Kron." kata Dagiel dengan suara datarnya
"Oh, Dagiel kah? Terima kasih sudah melindungiku." kata Kron
"I-Ih! Awas saja kau! Kalau ada apa apa lagi, aku tak peduli !" kata Ligiel
Perlahan lahan, Vildi mulai berdiri meskipun belum dapat berdiri tegak seperti biasanya. Darah yang keluar dari hidungnya ia usap dan dengan kesal ia berteriak bertanya siapa yang memukulnya.
Vildi melihat dua sosok yang tiba tiba muncul di dekat Kron dan tidak memperdulikan perkataannya. Vildi tahu bahwa dua sosok itulah yang menghempasnya. Ia bertambah kesal karena dua sosok yang berani menghempasnya tidak memperdulikan perkataannya.
Vildi mengeluarkan ratusan cincin api dengan diameter sekitar 2 meter dan langsung melayangkan cincin cincin apinya ke arah Ligiel dan Dagiel. Merasakan ada serangan yang menghampiri dirinya, Ligiel dan Dagiel langsung pergi meninggalkan Kron dan menghindari serangan serangan dari Vildi.
Meski telah dihindari namun cincin cincin api itu terus mengikuti Ligiel dan Dagiel. Di tempat lainnya, Rexus yang mendapatkan tambahan kekuatan dari Kron dapat dengan mudah mengalahkan iblis iblis yang mengerumuninya tadi.
Meski begitu, Rexus mendapatkan musuh baru yaitu prajurit elit Zlaruma.
"Aahahh.. bakalan merepotkan ini !" kata Rexus
Listrik dengan cepat muncul dan mengaliri tubuhnya. Dan dengan sangat cepat, Rexus menyerang prajurit prajurit dari Zlaruma dan pertempuran antara dirinya dengan prajurit elit Zlaruma terjadi.
Raptor, Rias, dan Yuno yang sudah mendapat kekuatan tambahan dari Kron juga langsung menghadang Syno dan pasukannya. Mengetahui bahwa dirinya tidak mungkin bisa menang menghadapi Raptor, Rias, dan Yuno dengan kekuatannya yang sekarang ia meminta pasukannya untuk menahan tiga orang tersebut hingga bantuan datang.
"Kalian tahanlah! Tunggu hingga Ayahandaku datang !" teriak Syno
'Baik, Pangeran !" jawab para prajuritnya
Di tempat lainnya juga, Edward dan King beradu pedang dengan Arthur. Arthur yang merasakan kekuatan tambahan dari Kron dapat dengan mudah menghalau serangan serangan dari Edward dan King yang mana kemampuan berpedang Edward dan King merupakan salah satu yang terbaik di Ras Manusia.
Para Penasihat Kerajaan lainnya juga sedang bertempur dengan Para Petinggi Orion serta Para Prajurit Orion. Para Dewa juga sedang bertempur dengan Girana, Rordo, serta bawahan Para Petinggi Iblis lainnya.
Kondisi pertempuran yang tadi hampir dimenangkan oleh Pasukan Para Iblis dapat terbalik dengan sangat mudah hanya dengan kedatangan dari Kron.
Zlaruma yang melihat situasi pertempuran mulai merasa agak khawatir. Ia merasa bahwa ia telah melakukan kesalahan dan terlalu menganggap remeh kekuatan dari Kron.
Zlaruma memutuskan untuk memulai pergerakan. Kron yang merasakan pergerakan dari Zlaruma langsung menatap tajam mata Zlaruma dan menghembuskan nafas berat.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------