
Setelah dari gedung militer Kron, King, dan Baja berpisah. Kron kembali ke istana sedangkan Baja dan King kembali ke sekolah.
Keesokan harinya, kabar mengenai takluknya Kerajaan Bullaford telah sampai ke telinga para penduduk Kerajaan Orion. Tak ada satu orang pun yang tidak terkejut dengan berita tersebut apalagi ketika mendengar jumlah pasukan yang digunakan untuk menaklukkan Kerajaan Bullaford.
Syno yang di penjara mendengar kabar tersebut dan tertawa terbahak bahak. Para pengawal Syno yang sekarang sudah sadar dan berada di rumah sakit juga telah mendengar kabar tersebut. Namun berbeda dengan tuannya, para pengawalnya menampakkan wajah kesedihan setelah mendengar kabar tersebut.
Para siswa kelas A juga telah mendengar kabar tersebut dan seketika mereka semua langsung panik dengan keadaan dari teman mereka yaitu, Justin. Mereka semua panik kecuali Baja. Ketika kepanikan tersebut berlangsung terdengar suara pintu yang terbuka.
RUANG KELAS A
"Se-selamat pagi." kata Justin sembari membuka pintu
Suasana hening sejenak.
"JUSTIN !!" teriak para siswa kelas A kecuali Baja
"Ka-kau tak apa ??" tanya Anima
"Apa tak apa sekarang kamu masuk-nin ?" tanya Kunai
"Bukankah sebaiknya kamu di rumah dulu ?" tanya Paul
"Kami turut berduka, Tin.." kata Rose
"Ya.. maafkan kami yang tidak menyadari hal ini dengan cepat.." sambung Liliana
Mereka semua kecuali Baja panik dan terus melontarkan kalimat kalimat duka dan bersalah. Justin yang melihat teman temannya khawatir terhadap dirinya pun tersenyum dan berterima kasih atas perhatiannya. Ketika suasana sudah mulai tenang, Baja menghampiri.
"Oi Justin !" teriak Baja memanggil
"Hm ?" jawab Justin
"Bagaimana dengan jawabanmu ?" tanya Baja
"Maksud- Oh begitu.. kau bersama dengannya ya saat itu." jawab Justin
"Ya, ada Kak King juga." kata Baja
"Kak King? Wah.. sepertinya aku sudah sangat merepotkan kalian ya.. hahaha." kata Justin dengan tawa kecil
"Hahaha.. jadi bagaimana? Aku tidak sabar menunggu jawabanmu !" kata Baja
"Jawabanku? Bukankah sudah terlihat jelas dengan kedatanganku ?" jawab King
"Hahaha ! Baguslah ! Sebaiknya kau juga meminta maaf karena telah mengkhawatirkannya !" kata Baja
"Tentu saja, sampai repot repot mencariku tentu aku akan meminta maaf." kata Justin
Mendengar Justin dan Baja yang berbicara seolah menyembunyikan sesuatu membuat para siswa lainnya penasaran. Namun Justin dan Baja hanya mengelak ketika ditanya-tanya oleh para siswa lainnya.
Bel sekolah berbunyi dan para siswa menjalani sekolah seperti biasanya. Namun karena berita takluknya Bullaford telah tersebar luas para siswa yang tadinya menaruh rasa tidak peduli bahkan mengganggu para siswa kelas A terutama Jusitn berubah menjadi menaruh rasa empati dan simpati.
Waktu sekolah pun berakhir. Justin dan Baja telah berjanji bahwa sepulang sekolah nanti mereka akan menemui Kron. Ketika mau pergi menuju istana mereka bertemu dengan King dan King pun bergabung dengan mereka untuk menemui Kron. Di sepanjang perjalanan mereka berbincang bincang mengenai berbagai macam hal mulai dari tujuan Justin sekarang, apa yang akan terjadi kedepannya, dan bagaimana nasib Kerajaan Orion kedepannya.
Perbincangan tersebut membuat perjalanan mereka ke istana tidak terasa. Ketika sudah di depan gerbang kerajaan mereka telah disambut oleh Lisa.
DEPAN GERBANG ISTANA
"Selamat datang.. Yang Mulia telah menunggu anda sekalian." kata Lisa menyambut Justin dan yang lainnya
"Seperti biasa.. Yang Mulia memanglah orang yang hebat.." kata Justin
"Ya.. ia sampai tahu bahwa kau akan datang kemari.." kata King
"Mohon maaf menyela namun tidak demikian.. Yang Mulia selalu menunggu anda sekalian sejak kemarin sepulangnya ia ke istana." kata Lisa
__ADS_1
"H-Ha?!" kata Justin yang terkejut
"Maksud anda Yang Mulia terus menunggu di singgahsananya sejak kemarin..?" sambung Justin
"Begitulah." jawab Lisa
"A- Mari segera menghadap Yang Mulia !" kata Justin
"Silahkan ikuti saya." kata Lisa
Mereka pun menuju memasuki istana kerajaan atau tepatnya menuju ke ruang kerja Kron.
"Yang Mulia, mereka sudah sampai." kata Lisa sembari mengetuk pintu
"O-Oh ! Tunggu sebentar !!" teriak Kron
"Ya-Yang Mulia ? Kami izin masuk.." kata Lisa sembari membuka pintu
Ketika pintu sudah dibuka nampak sekali berkas berkas menumpuk dimana mana, tempat yang sangat berantakan, dan wajah kelelahan dari Kron.
"Ya-Yang Mulia.." kata Baja, King, dan Justin dengan terkejut
"Y-Yo.." jawab Kron dengan senyum terpaksa
"Anda harus beristirahat dengan benar, Yang Mulia.. kondisi tubuh anda telah menurun tiap harinya karena kelelahan, anda juga belum makan hari ini kan..." kata Lisa dengan tatapan dingin
"Y-Ya.. seperti biasa kau tahu banyak hal ya.." kata Kron
"Hah.. beginilah kondisi Yang Mulia saat bekerja.. ia sering bekerja terlalu keras hingga lupa akan kesehatannya." kata Lisa ke Justin dan yang lain
"(Justin langsung teringat tujuannya) Yang Mulia ! Maafkan ketidaksopanan dan ketidakmampuan saya hingga membuat anda kerepotan !" kata Justin yang langsung berlutut
"Berdirilah.. tak perlu sampai berlutut seperti itu." kata Kron
"Tapi.." kata Justin
"..." Justin terdiam dan berdiri
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Kron
"Saya ingin mendirikan kembali Kerajaan Bullaford." kata Justin tanpa keraguan
Kron tersenyum mendengar jawaban dari Justin. Ia tahu bahwa bagi Justin akan sangat mustahil baginya untuk mendirikan kembali Kerajaan Bullaford dengan kekuatannya yang sekarang.
"Jadi, langkah pertama apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Kron
"Mengenai itu, saya ingin memperkuat diri dan memperdalam ilmu yang bisa saya dapatkan, terutama di kerajaan ini. Apakah mendapat izin anda Yang Mulia ?" tanya Justin
"Tidak." jawab Kron
Semua yang ada di ruangan tersebut terkejut dengan jawaban Kron.
"Me-Mengapa ? Apa jawaban saya salah ? Apa permintaan saya terlalu berlebihan ?" tanya Justin yang panik
"Aku tidak akan menjawabnya hingga kamu menemukan jawaban mengapa aku menolak permintaanmu. Hingga saat kau menemukan jawaban dari penolakanku, kamu dilarang dengan tegas mempelajari ilmu yang ada di kerajaan ini." kata Kron dengan tegas
Lagi lagi semua orang terkejut dengan perkataan Kron. Justin yang awalnya mulai bangkit kembali tertekan dengan perkataan Kron. Ia kebingungan dengan jawaban yang diinginkan oleh Kron. Melihat situasi yang tidak memungkinkan, Lisa mengajak King, Baja, serta Justin undur diri dari hadapan Kron.
"Yang Mulia.. kami izin undur diri dahulu." kata Lisa
"Silahkan." jawab Kron
Mereka pun keluar dari ruangan Kron. Justin masih menampakkan wajah kebingungannya serta King dan Baja hanya bisa terdiam mendengar penolakan Kron. Situasi hening itu pun berlangsung hingga depan gerbang istana.
"Baiklah.. karena sudah tidak ada keperluan lagi, saya izin undur diri dahulu." kata Lisa
__ADS_1
"A-Iya.. terima kasih." kata King
Lisa pun meninggalkan Justin dan yang lainnya di depan gerbang istana.
"Justin ?" tanya Baja
"Mengapa.. apa yang salah dengan jawabanku tadi..?" kata Justin
"Sepertinya jawaban itu hanya bisa dijawab oleh seseorang yang telah berpengalaman." kata King
"... Raja Duca 6 !" kata Jusitn
Mereka pun langsung menuju ke kediaman Aldizech untuk meminta saran atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Kron. Mereka berlari secepat mungkin agar bisa mendapatkan jawaban secepatnya.
Di depan kediaman Aldizech mereka membunyikan bel dan disambut oleh seseorang yang mereka sangat kenal, yaitu, Sakura.
"I-Ibu Sakura.." kata Justin dengan ketakutan
"A-Apa yang dilakukan ibli- Ibu di rumah Mantan Raja..?" kata Baja dengan ketakutan pula
"Hah.. barusan kau ingin menyebutku iblis bukan.." kata Sakura menatap kejam ke Baja
"S-Sudah sudah.. jangan lupakan tujuan kita datang kemari.." kata King
"Oh ya.. Ibu ! Apakah Mantan Raja ada disini ?!" tanya Justin dengan terburu buru
"Hm? Ayahanda kah. Ada urusan apa memangnya ?" tanya Sakura
"Ada.. ada suatu hal yang harus aku tanyakan padanya !" kata Jusitn dengan wajah serius
"... Aku minta izin ke Ayahanda dulu." kata Sakura yang masuk ke rumah
"Hah.. itu tadi sangat menegangkan.." kata Baja dengan menghela nafas
"Ya.. itu sangat menyeramkan.." kata Justin dan King
Berselang beberapa saat, Sakura keluar dari rumahnya dan membuka pintu mempersilahkan Justin dan yang lainnya masuk ke rumahnya.
"Se-Selamat Sore.. maaf mengganggu.." kata Justin dan yang lain
"Justin ya.. Selamat Sore.. juga ada Baja dan King.. ada urusan apa kalian repot repot kemari ?" tanya Aldizech yang baru dari dapur
"A-" kata Justin dan yang lain terkejut melihat pakaian Aldizech
"Ayahanda ! Mengapa kau menggunakan apron begitu ?!" teriak Sakura
"E-Eh.. memangnya kenapa..?" tanya Aldizech
Sakura pun mendorong ayahnya ke kamar ayahnya untuk mengganti pakaiannya. Kemudian Sakura menyiapkan teh untuk Justin dan yang lainnya. Setelah beberapa saat Aldizech keluar dari kamarnya dengan pakaian yang lebih formal.
"Jadi.. ada urusan apa kalian kemari ?" tanya Aldizech yang mulai duduk
"Be-begini.. Raja.. tidak, Mantan Raja.." kata Justin dengan ragu
"Panggil saja seperti waktu kamu kecil memanggilku." kata Aldizech
"Pa-Paman Aldizech.." kata Justin
"Ya ? Ada apa ?" jawab Aldizech
"Jadi begini.." kata Justin
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------