
Setelah pergi dari tempat persembunyian, Kron memutuskan untuk kembali ke Orion sembari menunggu sosok ancaman terbesar muncul di Essaract.
Ia menyuruh Rexus dan yang lain untuk bersembunyi dan mencari informasi mengenai kemana hilangnya para Demi Human. Kron memutuskan bahwa dirinya akan berada di kandang musuh sendirian.
Ketika Rexus dan yang lain mau mencoba menentang perintah dari Kron, Kron langsung memandang ke arah mereka berempat.
"Kalian cari saja para Demi Human, urusan di Orion biar aku yang urus." kata Kron
"Baik.. Yang Mulia." jawab Rexus dan yang lain
Di perjalanan mereka berpencar. Kron menuju ke Orion sedangkan yang lain berkelana untuk mencari keberadaan para Demi Human.
Kron yang berjalan sendirian memasang tatapan penuh kebencian dan amarah. Ia sangat marah pada dirinya karena tidak bisa berbuat apa apa sampai ancaman yang dimaksud muncul.
Kron berjalan hingga pada akhirnya ia sampai di depan gerbang daerah perbatasan Orion. Melihat penjagaan yang ketat, Kron langsung berteleport ke tempat di mana ia pertama kali menapakkan kakinya di Essaract.
Ia berdiri di atas bukit yang sudah mati. Ia berdiri di atas rumput yang sudah menghitam dan dekat pohon yang sudah gugur seluruh daunnya.
Ia melihat ke arah langit dan berjanji di dalam hatinya bahwa ia akan menahan seluruh amarahnya hingga hari di mana ia dan sosok itu dipertemukan.
Hari pun berlalu, Kron yang sudah menjalani kehidupan biasanya di Orion selama beberapa hari merasakan beberapa kejanggalan yang sangat tampak bagi dirinya.
Salah satunya adalah tak ada satupun orang yang ingat dengan kehadiran dari Rias, Raptor, dan Yuno. Namun Rexus masih diingat sebagai teman dekat Kron yang dikabarkan menghilang.
Kron yang sekarang menjadi lebih pendiam dirasa oleh teman temannya di Orion bahwa berita mengenai hilangnya Rexus sangat mempengaruhi perubahan dari Kron.
Baja sekarang jadi lebih sering berkunjung ke kelasnya Kron, meski pelajaran sedang berlangsung. Teman teman seangkatan Kron yang melihat Kron dekat dengan para kakak kelas semakin merasa iri.
Mengapa orang lemah seperti Kron bisa dekat dengan para kakak kelas bahkan Para Pilar. Saat Baja dan teman teman Kron tidak bersama Kron, mereka mulai melancarkan aksinya lagi.
"Kau.. sudah berapa kali aku bilang padamu untuk tidak mencari perhatian pada kakak kelas ?!" teriak salah seorang siswa
"Ya! Kau pikir kau pantas berteman dengan mereka ?!" teriak siswa lainnya
"Kau itu siapa?! Berani beraninya dekat dengan Para Pilar ?!" teriak siswa lainnya
Kron hanya menatap ke tanah sembari berpikir kapan semua ini akan berakhir. Ketika para pembully merasa diacuhkan, salah seorang dari mereka melayangkan sebuah pukulan kepada Kron.
Pukulan tersebut tepat mengenai pipi kanan Kron hingga membuat Kron terjatuh ke tanah. Dan ketika Kron terjatuh, ia sekilas melihat ke sosok yang memukulnya tersebut.
Dan ia menjumpai sosok Azure yang dulu menantangnya berduel. Kron kemudian berdiri dengan membunyikan lehernya khas orang yang akan berkelahi.
"Jadi.. apa yang kalian inginkan dari ku ?" tanya Kron
Mendengar Kron yang mulai berucap membuat para pembully tersebut terkejut. Mereka yang berjumlah 12 orang langsung melihat satu sama lain.
"Kau.. berani beraninya kau berkata seperti itu pada kami ?!" teriak Azure
Azure kemudian mencoba melayangkan pukulan sekali lagi kepada Kron. Namun, Kron dengan mudah menghindari pukulan tersebut.
"Cih, sialan kau! Jangan menghindari pukulan ku ******* !" teriak Azure
"Ha? Kalau aku bisa menghindar bukankah artinya pukulanmu terlalu lamban ?" kata Kron
"Sialan.. kau meremehkan ku! Kalian bantu aku !" teriak Azure
"(Cih, ujung ujungnya keroyokan.)" kata Kron dalam hatinya
Azure kemudian melayangkan pukulan bertubi tubi. Dari setiap pukulannya sekilas terlihat ada sarung tangan api. Namun pukulan pukulan tersebut tidak berguna dihadapan seorang Kron.
Kron dengan mudah menghindari semua pukulan tersebut. Azure mulai kelelahan, namun ketika Azure mulai kelelahan, teman teman Azure mulai membantunya menyerang Kron.
__ADS_1
"Mantra : Freeze !" teriak salah seorang siswa perempuan
Dari tanah dengan cepat es tersebut merambat menuju ke kaki Kron. Kron yang menyadari serangan tersebut dengan mudah mengeluarkan sedikit auranya untuk menepis es tersebut.
Es yang merambat di tanah tadi ketika tinggal beberapa langkah lagi sampai kepada Kron menjadi pecah seketika. Siswa perempuan tadi terkejut dan ketika dia mengedipkan matanya, ia melihat Kron sudah berada tepat di depan mukanya.
Dua siswi lain yang berada di dekat siswi pengguna Mantra Es tadi langsung terjatuh karena terkejut. Siswi pengguna Mantra Es tadi gemetaran.
Para siswa laki laki yang mencoba menyerang Kron tadi dengan sedikit berkeringat melihat ke arah belakang mereka. Dan mereka menemukan bahwa Kron telah berada di depan wajah salah seorang siswi.
"Kau.. Kau pikir bisa menyerangku dengan Mantra lemah seperti itu..?" kata Kron
"Sialan kau !" teriak Azure yang mencoba menyerang
"Mantra : Griff of Feura !" teriak Azure
Kron yang menyadari serangan dari titik buta tersebut langsung berbalik badan dan menatap tajam ke arah Azure. Api yang muncul dari pukulan Azure seketika lenyap begitu saja.
Semua orang yang melihat kejadian tersebut langsung lari ketakutan dan mengatai Kron adalah seorang monster. Azure yang ketakutan melihat tatapan tajam dari Kron langsung terduduk lemas.
Dan keesokan harinya, berita mengenai sosok monster di dalam diri Kron tersebar luas di kalangan para siswa. Gosip yang beredar adalah bahwa Kron merupakan keturunan sesosok iblis, oleh karena itu ia bisa mengalahkan seorang siswa kelas 3 dengan mudah.
Gosip lain yang beredar adalah bahwa Kron telah menjalin kontrak dengan seorang iblis sehingga mendapatkan kekuatan yang luar biasa. Sebagai bukti, Kron hanya memiliki level 21 sedangkan yang dilawan adalah seseorang dengan level 29.
Memiliki level yang rendah namun bisa mengalahkan seseorang dengan level yang lebih tinggi dengan mudah bukankah itu tidak mencurigakan.
Gosip gosip seperti itu terus berkembang di kalangan para siswa. Hingga akhirnya semua orang menjauhi Kron dan menjaga jarak darinya.
Kron yang tidak begitu memperdulikan hal itu, ia hanya berpikir bahwa sebagian dari rencananya telah berjalan dengan lancar. Dan sekarang ia hanya perlu melanjutkan rencana lainnya hingga akhirnya sosok yang ia tunggu tunggu muncul di hadapannya.
Para Pilar yang melihat adanya sebuah gosip buruk mengenai salah seorang siswa beredar tentu langsung mencari informasi valid dari gosip tersebut. Mereka kemudian mendatangi para siswa yang diduga terlibat dalam gosip tersebut.
"Itu benar! Orang itu.. orang itu mencoba menyerang kami !" teriak salah seorang siswi
"Iya.. tatapannya.. tatapannya seolah mau membunuh kami kapanpun dia mau..!" kata siswa lainnya
12 siswa yang kemarin mencoba membully Kron membalikkan fakta yang sebenarnya. Mereka menjadikan Kron sebagai yang bersalah dan menjadikan diri mereka sebagai korban dari keberingasan seorang Kron.
Azure yang berada di rumah sakit karena masih belum sadar setelah ditatap Kron menjadi bukti kuat bahwa Kron lah yang bersalah dalam kejadian tersebut.
Para Pilar yang merupakan teman temannya Kron mulai kebingungan. Di satu sisi mereka tidak percaya bahwa orang seperti Kron akan melakukan tindakan seperti itu, namun di sisi lainnya semua bukti dan saksi mengatakan bahwa Kron adalah yang bersalah.
Dengan keraguan, mereka pun mulai mencari Kron dan mencoba mengulik kebenaran dari sisi Kron. Mereka tidak ingin mengambil keputusan yang gegabah dengan hanya dari satu perspektif saja.
"Lincoln !" teriak Baja
Kron menoleh dan ia melihat bahwa Para Pilar sudah berkumpul semuanya. Bahkan 4 orang lainnya juga ada di sekitar Para Pilar.
"Jadi.. ada urusan apa hingga Para Pilar dan kakak kelas terhormat menemuiku ?" tanya Kron
"Lincoln! Katakan pada kami bahwa semua gosip itu salah !" teriak Baja
Kron hanya terdiam.
"Lincoln! Aku tahu orang sepertimu tidak akan berbuat seperti itu !" teriak Baja
Baja terus berteriak memanggil Lincoln dan mencoba meyakinkan dirinya, Para Pilar, dan teman teman sekelasnya bahwa Kron tidak bersalah. Namun Kron hanya terdiam. Kron tidak menjawab seolah semua gosip itu benar adanya.
"Lincoln !!" teriak Baja
Kron memandang ke wajah teman temannya. Ia melihat Baja, Justin, Liliana, Rose, Paul, Eclair, Vanta, Tromoro, Alramal, Ligit, Kunai, Anima, Meira, dan Bella. Ia melihat tak wajah teman temannya yang mulai berkaca kaca kecuali Baja.
__ADS_1
Baja sudah mulai meneteskan air matanya.
Kron menggenggam tangannya dengan kuat. Ia menarik nafas, kemudian dengan mencoba tegar mengangkat kepalanya ke arah teman temannya sekali lagi.
"Ya.. gosip itu memang benar adanya !" kata Kron
Mendengar perkataan dari Kron, teman temannya serentak membuka matanya menunjukkan ekspresi terkejut.
"Lincoln !!" teriak Baja
"Kalian semua tangkap dia !" teriak Justin dengan menghunuskan pedangnya ke arah Kron
"Tunggu Justin !" kata Baja mencoba menurunkan hunusan pedang Justin. Baja kemudian dijatuhkan oleh para prajurit yang sudah bersembunyi di balik dinding sekolah.
Kron kemudian disergap oleh para prajurit yang sudah disiapkan oleh Justin untuk menangkap Kron jikalau gosip tersebut benar adanya.
"Tunggu! Lincoln tidak mungkin melakukan semua ini !" teriak Baja yang kepalanya ditundukkan ke tanah
"... Maaf teman teman !" kata Bella yang langsung berlari menuju ke arah Kron
Mendengar perkataan Bella, teman temannya dengan reflek menoleh arah Bella yang mulai berlari menuju ke arah Kron. Justin yang sempat terkejut langsung memerintahkan para prajurit untuk menahan Bella juga.
Namun ketika para prajurit mencoba menahan Bella, mereka dicegah oleh seseorang dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Cih! Siapa kau ?!" teriak Justin sembari berlari mencoba menyerang seseorang berjubah
Ketika Justin mau menyerang pria berjubah, ia ditahan oleh Ligit, Paul, Eclair, Alramal dan Tromoro.
"Sial! Apa apaan maksud kalian ini ?!" teriak Justin yang tertahan
"Kunai sekarang !" kata Paul
"Nin !" kata Kunai
Kunai dengan cepat langsung menghempas para prajurit yang mencoba menangkap Kron. Justin yang melihat pengkhianatan dari teman temannya.
"Sial! Mantra : Armor of G-" kata Justin
Sebelum Justin sempat menyelesaikan rapalan Mantranya, perlahan es mulai merambat ke tubuhnya. Ia menoleh ke belakang dan melihat Liliana yang sedang mengacungkan tongkatnya ke arah dirinya.
Rose yang melihat adanya peluang langsung menggunakan Mantranya untuk menjebol sebuah pagar sekolah. Ketika suasana sedang kacau, Meira menggunakan Mantra Air nya untuk menghempas prajurit yang menahan Bella dan Baja.
Kron yang melihat teman temannya mencoba menolong dirinya tidak bisa berkata apa apa. Justin kemudian berteriak.
"Baiklah kalau ini mau kalian !" teriak Justin
Teman temannya kemudian tersenyum seolah tahu maksud dari Justin.
"Ayo kita bawa lari Lincoln !" teriak Justin
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------