Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 128 - Alur Pertempuran


__ADS_3

Di medan pertempuran, Para Malaikat terlihat mulai mendominasi pertempuran meski dengan jumlah yang kalah sangat jauh. Para Malaikat dengan dibantu Para Dewa berhasil memukul mundur barisan pertama dari Para Iblis.


Para prajurit gabungan dari beberapa ras menyaksikan seberapa kuatnya Para Malaikat dan Para Dewa hingga mampu memukul mundur barisan dari Para Iblis.


Mereka menyaksikan pertempuran tersebut hingga tak ingat bahwa mereka juga ikut berpartsipasi dalam pertempuran tersebut.


Ketika semua orang sedang bersibuk perang di darat, pasukan iblis terbang yang dipimpin oleh Elza mulai mengepakkan sayapnya. Dengan sombong dan menganggap remeh Para Iblis terbang mulai melancarkan serangan layaknya pesawat yang mengeluarkan bom.


"Hahaha! Rasakan itu Malaikat rendahan !" kata Elza dengan tertawa


Bom bom tersebut berjatuhan dan meledak di mana mana. Ledakan dari bom bom tersebut membuat seluruh tempat tertutupi asap yang tebal.


Hellian memerintahkan agar Para Malaikat mundur dan membentuk barisan pertahanan yang kokoh. Usei (Dewa Air) mengangkat kedua tangannya dan mengeluarkan hujan dari langit.


Hujan tersebut perlahan lahan mulai membuat asap tebal menghilang. Elza dengan cepat memerintahkan agar para pasukan terbangnya segera mengeluarkan bom lagi.


Ketika Elza dan pasukannya mau mengeluarkan bom, mereka merasakan kedatangan dari segerombolan orang dengan kekuatan yang hebat.


Elza melihat ke bawah dan ia melihat Bullaford terbang dengan menunggangi pegasus putihnya dengan dikawal 100 Malaikat yang menaiki pegasus.


Bullaford mengacungkan tombaknya ke depan memberi arahan agar Para Malaikat yang terbang ke langit bersamanya menyerang Elza dan pasukannya.


Gigantia mengangkat satu tangannya dengan tujuan mencegah Para Malaikat menyerang Elza dan yang lainnya. Bullaford terbang ke arah tangan Gigantia dan mementalkan tangannya dengan melempar tombaknya.


Raja Iblis yang melihat Bullaford lengah langsung melemparkan api hitam yang ia bentuk menjadi tombak ke arah Bullaford. Jumlah serangannya ada lebih dari 10 dan ukurannya sama seperti ukuran tombak pada umumnya.


Blizzard membekukan tombak api hitam dari Raja Iblis meski ada 3 tombak yang lolos. Ketika tombak tersebut tinggal beberapa meter lagi mengenai Bullaford, sebuah lingkaran cahaya muncul tepat di depan tombak tombak tersebut.


"Sialan, siapa yang melakukannya ?!" kata Raja Iblis dengan kesal


"(Benar benar pas! Kerja bagus Rias !)" kata Bullaford dalam hatinya


Tombak tombak tersebut dimunculkan kembali oleh Rias ke arah Para Iblis. Para Iblis yang terkena serangan langsung meledak terbakar dalam hitungan detik.


Raja Iblis mengeluarkan sebuah panah hitam dari tangan kirinya. Ia mengarahkan panahnya ke langit dan menembakkan satu anak panah yang ia ciptakan dari kegelapan.


Panah tersebut menjulang tinggi ke langit dan beberapa saat kemudian, langit berubah menjadi gelap dan awan awan yang tadinya mengeluarkan air hujan menjadi terhenti.


"Hellian !" teriak Ussei

__ADS_1


Hellian yang mengerti maksud dari teriakan Ussei langsung meminta Bullaford dan pasukannya untuk turun dan segera membuat perlindungan di bagian langit.


Bullaford memerintahkan pasukannya untuk mundur, Elza yang melihat Bullaford dan pasukannya mundur tertawa karena menganggap Bullaford dan pasukannya terlalu pengecut sehingga kabur dari pertempuran.


"Larilah dasar Dewa pengecut !" teriak Elza


Bullaford dan pasukannya mundur tanpa menghiraukan ejekan dari Elza. Setelah seluruh pasukan dapat ditarik mundur oleh Hellian, Bullaford dibantu Malaikat spesialis pertahanan merapalkan Mantra yang membentuk sebuah penghalang dalam ukuran yang sangat besar dan luas.


"Black Mantra : Rain of Death" kata Raja Iblis dengan suara lirih


Ketika penghalang yang diciptakan oleh Bullaford dan Malaikat lainnya perlahan mulai terbentuk, hujan panah mulai turun dari langit.


Beberapa panah mulai mengenai orang orang yang di bawah. Para prajurit gabungan yang terkena serangan panah langsung dibawa ke barisan paling belakang dan disembuhkan oleh Meira dan tim medis lainnya. Hellian juga meminta Ussehan untuk menghubungi Iris agar Iris segera menuju ke medan pertempuran.


Di tempat persembunyian, Iris yang menunggu Para Petinggi Kerajaan bangun mendapatkan panggilan dari Ussehan. Iris menjawab bahwa ia akan segera ke sana dengan membawa beberapa bala bantuan.


Ussehan yang mengetahui maksud dari bala bantuan tersebut langsung berbicara kepada Hellian bahwa bala bantuan akan segera tiba. Hellian yang lega mendengar kabar dari Ussehan menyuruh agar seluruh pasukannya berjuang lebih keras lagi.


Hellian yang semangatnya telah membara meminta Tofa untuk membuat terowongan bawah tanah untuk dirinya. Sedangkan pusat komando akan digantikan oleh Bullaford.


"Baiklah, sudah saatnya kita menuju ke medan pertempuran." kata Iris


"Tapi, Kron akan segera kembali bukan ?" tanya Silvanna


"Syarat Kron bisa kembali ke Essaract semuanya telah terpenuhi, tinggal menunggu waktu hingga ia datang ke Essaract." jawab Iris


"Tenanglah! Cucuku pasti akan kembali dan membawakan kita kemenangan! Percayakan saja padanya, dia tidak pernah mengecewakan kita bukan? Hahaha !" kata Arthur dengan merangkul Silvanna dan Aldizech


"Baiklah, mari kita ke sana." kata Iris


Iris dan Para Petinggi Kerajaan serta Pelayan Para Dewa langsung menuju ke medan pertempuran. Dan dengan perginya mereka, tempat persembunyian pun runtuh karena sudah tidak ada penghuninya lagi.


Pertempuran yang sedang berlangsung masih berjalan dengan sengit. Kedua belah pihak bertarung dengan seimbang. Meski begitu, Dewa Kerusakan Zlaruma masih belum menunjukkan pergerakannya.


Hujan panah yang diciptakan Raja Iblis terus turun hingga 1 jam lamanya. Korban di pihak Para Dewa dapat diminimalisir oleh Para Dewa sedangkan di pihak Para Iblis, iblis iblis yang terkena seraengan dan memiliki resiko kematian dibiarkan saja.


Tak ada bantuan medis di sisi Para Iblis, bagi mereka yang lemah akan mati dan bagi mereka yang kuat akan terus berperang hingga kematian menjemput mereka.


Gigantian yang kesakitan karena hujan panah dari Raja Iblis mulai mengamuk. Serangan secara asal mulai dilancarkan oleh Gigantia.

__ADS_1


Iris bersama yang tetrsisa dari tempat persembunyian telah sampai ke medan pertempuran. Mereka menuju ke medan pertempuran dengan menggunakan Mantra teleportasi dari Silvanna.


Iris yang tiba langsung mengobati orang orang yang kesakitan. Aldizech yang baru datang langsung terkejut melihat sosok raksasa dengan wajah anaknya berada di hadapannya lagi. Arthur menepuk pundak Aldizech.


"Aku tahu.. dia bukanlah anakku. Namun wajahnya.. benar benar.." kata Aldizech


"Aldizech bukan? Ingatanmu dan teman temanmu sudah kembali kan ?" tanya Bullaford


"Benar.. anda adalah..?" tanya Aldizech


"Perkenalkan, aku Dewa Para Guardian, Bullaford." jawab Bullaford


Mendengar nama Bullaford membuat Aldizech dan Arthur terkejut. Mereka sempat berbincang sebentar dan ada fakta tidak pernah Aldizech dan Arthur sangka bahwa Raja pertama Kerajaan Bullaford adalah seorang Dewa yang turun ke Essaract.


"Sudah cukup berbincangnya, nanti kita sambung lagi. Sekarang kita harus menghadapi musuh yang ada di depan terlebih dahulu !" kata Bullaford


"Baik, Dewa !" jawab Aldizech dan Arthur


Meski samar samar, sosok Paar Penasihat Kerajaan terlihat dari kejauhan oleh Para Petinggi Orion. Marquis yang melihat mereka pertama kali merasakan kebingungan mengenai mengapa sosok dari Para Penasihat Kerajaan yang begitu dihormati oleh mereka berada di sisi yang berlawanan.


Marquis memberitahukan infomrasi tersebut kepada Para Petinggi Orion lainnya dan perlahan lahan keraguan mulai timbul di dalam hati Para Petinggi Orion.


Mengetahui Para Petinggi Orion mulai ragu, Raja Iblis langsung memerintahkan Kerajaan Orion untuk turun ke medan pertempuran sekarang.


Para Petinggi Orion yang masih dalam kebimbangan dan kebingungan dengan agak panik langsung menurunkan pasukannya ke medan pertempuran.


Mobil mobil pun mulai berjalan dan tak butuh waktu lama, alur pertempuran mulai berubah.


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !

__ADS_1


----------=======-----------


__ADS_2