Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 93 - Undangan


__ADS_3

Beberapa pekan berlalu.


Lisa berlari seperti orang yang sangat terburu buru untuk melaporkan sesuatu. Lisa mendobrak pintu tempat Kron bekerja dan dengan nafas yang terengah-engah.


"Li-Lisa? Ada apa ?" tanya Kron yang sedang menulis dokumen


"Yang Mulia.. maaf atas ketidaksopanan saya.." kata Lisa


"Y-Ya.. duduk dulu, minum ini." kata Kron


Lisa duduk dan meminum minuman yang diberi Kron. Kron menyuruh Lisa untuk beristirahat sejenak. Setelah Lisa sudah cukup tenang, Lisa mulai mengutarakan alasannya terburu buru.


"Kita.. mendapatkan undangan ini, Yang Mulia." kata Lisa dengan menyodorkan kertas undangan


Kron melihat undangan tersebut, dan ia terkejut. Kertas undangan tersebut berisi undangan untuk mengikuti seleksi menjadi Pahlawan dari Ras Manusia.


Kron yang terkejut kemudian mencoba menenangkan dirinya. Ia kemudian bertanya ke Lisa mengenai siapa yang mengirimkan undangan ini, Lisa menjawab bahwa undangan ini dikirimkan oleh seseorang yang menggunakan jubah coklat dan hanya mengatakan bahwa ia adalah seorang utusan untuk mengirimkan undangan ini.


Kron mulai curiga setelah mengetahui bahwa yang mengirimkan adalah seseorang yang menggunakan jubah coklat, namun ia tetap mencoba berpikiran positif dengan beranggapan bahwa jubah coklat dapat dimiliki oleh siapapun.


Kron berterima kasih kepada Lisa karena telah mengirimkan undangan tersebut dan Lisa meninggalkan ruang kerja Kron. Kron duduk dan memikirkan mengenai kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.


Ia juga teringat bahwa Orion Student Battle belum sempat dilanjutkan kembali, dan ia baru teringat bahwa masih banyak sekali tugas yang harus ia selesaikan.


Sore telah tiba dan Kron memanggil Gordon. Gordon dengan cepat langsung datang beberapa menit setelah Kron mengutus seseorang untuk memanggil Gordon.


Kron terkesan dengan kesigapan Gordon yang langsung datang ke hadapannya.


"Ada kepentingan apa Yang Mulia memanggil saya ?" tanya Gordon


"Ah, aku ingin meminta tolong padamu." kata Kron


"Dan, apakah itu Yang Mulia ?" tanya Gordon


"Aku ingin kau mencari tahu asal dari kertas undangan ini." kata Kron


Gordon menerima kertas undangan yang disodorkan oleh Kron.


"Wah wah wah.. benar benar undangan yang mencurigakan." kata Gordon


"Terlebih yang mengirimkan adalah seseorang yang kita curigai." kata Kron


"Seseorang yang kita curigai ?" tanya Gordon


"Seseorang yang mengenakan jubah coklat." kata Kron

__ADS_1


"Ah, sekarang saya paham. Akan saya laksanakan sesegera mungkin." kata Gordon


"Terima kasih." kata Kron


Kemudian Gordon meninggalkan ruang kerja Kron. Pintu ditutup oleh Gordon dari luar dan Kron kembali memikirkan tentang kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.


Kron memikirkan tentang kemungkinan bahwa undangan tersebut adalah jebakan yang telah disiapkan oleh pihak pihakĀ  yang tidak menyukainya. Ada kemungkinan pula bahwa undangan tersebut merupakan undangan asli tanpa ada maksud terselubung.


Kron terus memikirkan segala kemungkinan yang dapat terjadi hingga tak sadar hari sudah sangat malam. Lisa yang menyadari ruang kerja Kron masih terang mendatangi Kron dan memintanya untuk beristirahat.


Kron mengiyakan perkataan Lisa dan menuju ke kamar tidurnya. Ia mengganti pakaiannya dan baring di kasur tidurnya. Ia melihat ke langit langit kamarnya dan berpikir mengenai undangan tadi sekali lagi.


Ia terus berpikir hingga tak sadar ia tertidur. Di dalam mimpi ia bertemu dengan sesosok yang tidak asing baginya. Sosok tersebut adalah Hellian.


"Akhirnya kau bangun juga, Kron." kata Hellian


"Hellian..? Bagaimana aku bisa ada di sini ?" tanya Kron


"Ikuti aku, waktu kita tidak banyak." kata Hellian


Kron mengikuti Hellian menuju ke suatu tempat. Mereka berjalan keluar dari kamar putih nan kosong. Ketika Kron menapakkan kakinya di luar kamar tersebut, nampak taman yang sangat indah. Kron kemudian bertanya dimanakah ini lalu Hellian menjawab bahwa ini adalah apa yang kita sebut dengan surga.


Kron terkejut dengan perkataan Hellian. Mereka berjalan hingga menemukan sebuah gerbang dengan pintu yang sangat besar. Hellian mengetuk pintu tersebut dan pintu tersebut terbuka.


"Ah! Ini pasti Kron." kata seseorang


"Sudah lama kita menunggu kedatanganmu." kata yang lain


Satu persatu dari orang orang tersebut mulai saling sahut menyahut memanggil nama Kron. Hellian yang melihat wajah Kron nampak kebingungan menyuruh agar orang orang yang tadi memanggil manggil Kron untuk tenang.


"Baiklah, duduk di sini dan akan kami jelaskan semuanya." kata Hellian


"Baik, aku mengerti." jawab Kron


Kron duduk di kursi yang sudah disediakan seolah menjadi salah satu yang mengikuti rapat tersebut.


Kron membuka matanya dengan cepat, ia langsung bangun dari tidurnya. Ia berkeringat dengan sangat deras dan ketika ia menghadapkan kepalanya ke depan, nampak orang orang yang ia kenal telah mengelilinginya.


"Kron! Ada apa ?!" teriak Arthur yang khawatir


"Tenangkan dirimu Kron. Keringatmu bercucuran tanpa henti." kata Aldizech


"Kalian yang harusnya tenang! Kron baru sadar dan butuh waktu untuk beristirahat !" bentak Silvanna


Kron yang melihat sekelilingnya panik menjadi semakin kebingungan. Tangan yang gemetar, keringat mengalir tanpa henti, dan wajah yang nampak pucat dan bingung nampak jelas pada Kron. Orang orang yang mengelilingi Kron langsung sahut menyahut menanyai keadaan Kron.

__ADS_1


Ketika suasana sedang ramai ramainya, terdengar suara tancapan pedang dengan shockwave yang cukup kuat untuk mengageti orang orang yang hadir di tempat itu.


Orang orang yang tadinya terkejut kembali memperhatikan Kron. Mereka kembali bertanya tanya dan menghawatirkan keadaan Kron.


Kron yang nampak tidak terkejut sama sekali masih memandang ke arah depan dengan tatapan wajah yang kosong. Orang yang menancapkan pedang tadi merasa kesal karena kehadirannya seolah tidak dihiraukan.


Orang tersebut lantas mendekati Kron dan langsung berteriak ke hadapannya.


"Berani beraninya kau mengambil perhatian orang orang di sekelilingku !" teriak orang tersebut mengangkat baju depan Kron


Kron tertarik ke atas dengan tatapan yang masih kosong. Melihat Raja mereka diperlakukan dengan tidak etis, orang orang yang ada di tempat itu langsung mengacungkan senjatanya ke arah orang yang mengangkat Kron tersebut.


"Apa apaan kalian ini?! Kalian tidak tahukah aku ini siapa ?!" kata orang tersebut dengan kesal


"Pertanyaan yang tidak pantas ditanyakan oleh seseorang sepertimu." kata Marquis yang menodongkan pedangnya ke leher orang tersebut dari belakang


"Justru kau yang tidak tahu dengan siapa kau berurusan, brengsek !" kata Arthur yang tidak terima cucunya diperlakukan tidak baik


"Hah! Akan aku biarkan dia lepas kali ini! Tapi kalau sampai Ras Iblis menyerang, jangan harapkan bantuan dariku !" bentak orang tersebut dan melempar (menjatuhkan) Kron


Kerah Kron yang tadinya diangkat langsung dilepaskan begitu saja oleh orang tersebut, dan membuat kepala Kron terbentur dengan sandaran kasur tempat Kron berbaring.


Justin yang melihat kejadian tersebut ingin langsung menyerang orang tersebut dengan senjatanya, namun hal tersebut dicegah oleh Aldizech.


Orang tersebut meninggalkan kamar Kron, dan orang orang yang ada di kamar Kron langsung membenarkan posisi Kron. Kron yang masih diselimuti tatapan kosong semakin membuat orang orang yang hadir kebingungan.


Beberapa pekan berlalu, namun kondisi Kron masih sama. Ia masih terdiam dengan tatapan kosong. Orang orang sudah berulang kali mencoba berinteraksi dengan Kron namun Kron tidak merespon apa apa.


Menghibur, mengajak bicara, menceritakan hal hal baru yang ditemukan oleh kerajaan, dan berbagai usaha lainnya telah dilakukan namun kondisi Kron masih tetap sama.


Hingga akhirnya, pada bulan ke 4 tanggal 3 tahun ke 2, Ras Iblis melancarkan serangan membabi buta ke banyak kerajaan.


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !


----------=======-----------

__ADS_1


__ADS_2