Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 99 - Kepungan dan Juru Selamat


__ADS_3

Keesokan paginya, iblis iblis kembali berdatangan. Iblis iblis tersebut berdatangan dari segala sisi. Mencoba menerobos masuk paksa dan memandangi orang orang yang di dalam penghalang dengan pandangan seolah ingin memangsa orang orang yang ada di dalam penghalang.


Orang orang di dalam penghalang semakin tidak berani untuk keluar dari rumah mereka. Orang orang yang dari perdesaan terpaksa diungsikan ke dalam penjara Orion.


Iblis iblis tersebut ada juga yang berterbangan, ada juga yang di darat. Iblis iblis tersebut seolah dikendalikan untuk terus menerus berusaha menerobos paksa masuk ke dalam penghalang oleh seseorang.


Para petinggi yang gelisah melihat kejadian tersebut kembali melaksanakan rapat. Rencana yang telah dibangun kembali runtuh akibat pengepungan dari para iblis tersebut.


Dan ketakutan dari para penduduk berakhir ketika para iblis pergi di waktu malam. Para petinggi yang merasa yakin bahwa esok iblis iblis tersebut akan berdatangan kembali, memikirkan rencana untuk setidaknya menghilangkan kekhawatiran dan ketakutan para penduduk Orion.


Keesokan harinya telah tiba dan sesuai dugaan para petinggi, iblis iblis tersebut kembali berdatangan dan mengepung dari berbagai sisi.


Silvanna dibantu para pemantra dan siswa siswa Terresia yang mampu menggunakan Mantra kabut mencoba menghalangi pemandangan terhadap para iblis tersebut.


Rencana tersebut berhasil untuk sesaat, namun cepat atau lambat kabut tersebut akan menghilang. Selama beberapa hari rencana tersebut masih berhasil.


Namun ketika satu pekan berlalu, orang orang di dalam Orion mulai dilanda kelaparan. Dengan tak adanya pasokan makanan, ditambah banyaknya orang di dalam pusat kota tentu membuat persediaan makanan di kota semakin menipis.


Persediaan makanan cadangan juga sudah hampir habis. Dan para penduduk semakin lama semakin mendapat jatah makanan yang sedikit.


Pada pekan pertama ketika para penduduk mendapatkan jatah makanan yang lebih sedikit, para penduduk tidak ada yang memprotes dan tetap tenang serta mewajarkan karena faktor keadaan.


Di pekan kedua, mulai tersebar isu isu negatif serta fitnah bahwa pasokan makanan dikorupsi oleh para petinggi kerajaan. Namun, isu tersebut tidak ada yang percaya dan hanya dianggap bualan yang ingin menjatuhkan kerajaan di saat ada kesempatan dalam kesempitan.


Di pekan ketiga, isu tersebut semakin menguat. Beberapa orang mulai percaya dengan isu tersebut. Apalagi ketika orang orang melihat para petinggi tidak ada yang terlihat kelaparan dan kesakitan.


Orang orang di pekan ketiga mulai banyak yang kesakitan. Mulai banyak yang pingsan dan berceceran di jalan karena tidak mendapatkan makanan yang cukup.


Dan ketika di pekan keempat, makanan yang diberikan kepada para penduduk tidak lebih banyak dari air di kedua tangan yang disatukan.


Ketika orang orang mengetahui jumlah makanan yang sangat sedikit tersebut, mereka percaya terhadap isu yang tersebar. Anak anak yang sudah mulai kesakitan sejak pekan ketiga membuat para orang tua memprotes tentang keadaan saat ini.


Orang orang yang biasa berpesta dan mabuk mabukan ikut protes karena sudah tidak bisa bersenang senang seperti dahulu lagi.


Dan orang orang yang merasa haknya tidak terpenuhi, memprotes dengan kasar kepada para petinggi kerajaan. Istana kerajaan diserang oleh para penduduk, mereka demo tanpa henti hingga hampir membuat pagar istana rubuh.

__ADS_1


Para petinggi yang kewalahan menghadapi demo dan protes dari penduduk, ditambah keadaan yang tidak membaik sama sekali.


Ketika malam telah tiba seperti biasa iblis pergi entah kemana. Para penduduk yang lelah kembali ke tempat tinggalnya masing masing.


Dan ketika para penduduk sudah tidak ada yang berada di depan pagar istana, para petinggi saat itu juga langsung terjatuh di dalam istana. Mereka sudah tidak makan lebih dari 15 hari. Mereka menahan lapar mereka agar persediaan makanan dapat setidaknya sedikit lebih lama tersisa.


Para petinggi menjadi jauh lebih kurus dari hari hari biasanya, namun para penduduk tidak menyadari hal itu karena Silvanna membuat penampilan para petinggi tidak nampak kelaparan dan kewalahan.


Tak ada satu orangpun yang tidak keroncongan diantara para petinggi. Para petinggi tertidur dalam kelaparan dengan posisi tergeletak dan seolah berserakan di lantai istana.


Pagi telah tiba. Hari itu para iblis tidak ada yang berdatangan. Namun langit, sedang mendung. Petir yang menyambar membuat dinding penghalang sedikit retak di bagian atas.


Para penduduk yang melihat sambaran tersebut ketakutan terhadap petir tersebut. Para petinggi yang kewalahan tidak bisa berbuat apa apa.


Dan dari gumpalan awan hitam tersebut, muncul sesosok iblis dengan empat tanduk, mata berwarna biru, dan wajahnya saja sudah memenuhi gumpalan awan tersebut.


"Grroooaarrr !!" aum sang iblis


"Aku.. adalah Croudi! Croudi sang Awan!" teriak iblis tersebut


"Aku membawakan pesan dari tuanku." kata Croudi


"Tuanku berkata, 'Persembahkanlah raja kalian pada diriku. Maka aku akan melepaskan kalian dari siksaan ini!' begitulah kata tuanku." kata Croudi


Para petinggi yang mendengar hal tersebut merasa marah. Mereka mau mencoba melawan namun tubuh mereka bisa berdiri saja itu sudah beruntung.


Dan ketika para petinggi sedang marah dengan perkataan dari Croudi, terdengar suara dari para penduduk.


"Di mana.." kata salah seorang penduduk


"Di mana kami harus mempersembahkannya ?!" teriak penduduk tersebut


Perkataan penduduk tersebut membuat terkejut semua orang terutama para petinggi kerajaan. Para petinggi kerajaan tidak menyangka bahwa akan ada seorang penduduk yang mengatakan hal sekeji itu.


"Y-Ya.. di mana kami harus mempersembahkannya ?!" teriak penduduk lainnya

__ADS_1


"Bagaimana cara mempersembahkannya ?!" teriak penduduk lainnya


Dan dari teriakan pertama tersebut, para penduduk berteriak dan saling sahut menyahut mempertanyakan cara untuk mempersembahkan raja mereka.


Para petinggi yang melihat teriakan para penduduk tidak bisa berbuat apa apa. Mereka sudah tidak memiliki tenaga untuk berteriak dan mencegah teriakan para penduduk tersebut.


"Taruh saja tubuh raja kalian di luar dinding penghalang." kata sosok yang muncul di depan wajah Croudi


"Ah.. tuanku." kata Croudi


"(Tuan?! Jadi diakah si raja iblis?!)" kata para penduduk dalam hatinya


"Taruh saja di luar dan akan aku jamin kebebasan kalian !" teriak Raja Iblis


Para penduduk yang sudah dibutakan oleh penderitaan berlutut dan menggabungkan kedua tangannya seolah sedang bersyukur dan berdoa. Mereka seolah telah melihat sesosok malaikat pembawa kebaikan dan keberkahan menghampiri mereka.


"Terima kasih.. terima kasih dewa! Kau telah membawakan kami Juru Selamat !" teriak para penduduk


Ucapan terima kasih secara bertubi tubi dilontarkan oleh para penduduk kepada Raja Iblis yang mereka anggap sebagai juru selamat mereka.


Para petinggi yang tidak bisa berbuat apa apa hanya termenung melihat sikap dari para penduduknya. Mereka berpikir bahwa para penduduk telah melupakan semua perbuatan buruk mereka terhadap Kron dan semua tindakan baik Kron yang ia lakukan pada mereka.


Hanya wajah kecewaan yang terpancar dari para petinggi kerajaan.


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !

__ADS_1


----------=======-----------


__ADS_2