
Para penduduk yang sudah terbakar api semangatnya mulai mempersiapkan diri mereka untuk mengikuti peperangan. Para penduduk masih tidak mengetahui mengenai kehancuran terhadap kerajaan yang sudah direncanakan Kron dan para pemberontak lainnya. Di pikiran mereka sekarang hanyalah membalas budi terhadap Kron dan menendang bokong para bangsawan hina.
"Oi Silvanna.. bukankah ini di luar rencana ?" tanya Gordon dengan wajah datar dan bingung
"Hahahaha ! Seperti kau tidak mengenal muridmu sendiri saja !" jawab Silvanna dengan tawa
"Yah.. terserahmu saja lah.." kata Gordon menghela nafas
"Ya.. yang terpenting adalah para penduduk sudah tahu keadaan yang sebenarnya. Dan nama anak itu sudah bersih sekarang !" kata Silvanna dengan semangat
"Yah.. apapun yang terjadi, aku akan selalu mengikutimu." kata Gordon dengan senyum kecil
Tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang deras dari luar bangunan yang mereka huni
"HOHOHOHO !!! Di sini rupanya kalian !!" kata sahabat Dwarf Arthur, Kuraraku
Tibalah gerombolan Dwarf dengan jumlah lebih dari 150 orang.
"Hoii !! Kuraraku !" teriak Silvanna
"Whoah ! Silvanna kah ?!" jawab Kuraraku dengan semangat
"Hahaha ! Lama tak jumpa !! Badanmu tambah ceper saja !!" teriak ejek Silvanna
"Ha-HOHOHOHO !! Lama tak jumpa juga !! Uban di rambutmu sepertinya tambah lebat saja !" balas ejek Kuraraku
"Heh ?! Pa apaan maksudmu sialan ?!" teriak emosi Silvanna
"HA ?! Bukankah kau yang mulai duluan, nenek tua !" jawak emosi Kuraraku
"Haish.. tidak bisakah kalian berdua tenang.." kata seorang elf
"Hehh~ ternyata kau juga datang, Klire !" teriak Silvanna melambai ke Klire
"Hoi hoi..!"
"Mereka..?!"
"Klire dari Ras Elf..? Kuraraku dari Ras Dwarf ?!"
"Bukankah mereka legenda di masing masing Ras nya ?!"
"Bagaimana mungkin nyonya bisa berteman dengan mereka ?"
"Ternyata benar bahwa nyonya sangatlah hebat !"
"Ya !"
Para penduduk mulai merasa takjub dan yakin bahwa peluang kemenangan mereka semakin membesar
"Oi Klire ! Berapa pasukan yang kau bawa ?!" teriak Silvanna
"Ah.. tidak banyak.. hanya 400 saja." jawab Klire dengan suara yang anggun
"4-400?!" teriak Kuraraku
"Heh.. ada apa, cebol..? Kau hanya membawa sedikit saja..?" tanya ejek Klire
"E- jumlah tak selalu menunjukkan kekuatan bukan ?! HOHOHOHO !!" tawa Kuraraku mencoba menghindari ejekan Klire
"Hahahaha.. kau masih sama saja bodohnya dengan dulu, cebol." kata Klire
__ADS_1
"..!! Daritadi aku sudah menahan emosi ku ketika kau panggil cebol cebol cebol ! Sekarang aku sudah tidak tahan lagi dasar, lelaki setengah setengah !" bentak emosi Kuraraku
"La-laki laki setengah setengah ?! Kau memang benar benar tidak tahu tentang keanggunan ya, makhluk purba." balas ejek Klire
"Ma- HOHOHOHO !! Kau pintar sekali bermain kata, makhluk jadi jadian !" ejek lagi Kuraraku
"..!! DIAM KAU, MAKHLUK KERDIL !" kata Klire dengan emosi
"HAA ??!! BUKANKAH KAU YANG SEHARUSNYA DIAM, TEPUNG ROTI !" jawab emosi Kuraraku
"....!!! DIAMLAH KALIAN !!!" teriak emosi Silvanna
"Me-mereka benar benar di level yang berbeda.." gumam para penduduk dengan kompak
Klire dan pasukannya datang untuk membantu penyerangan dari luar kerajaan. Sedangkan Kuraraku membuat terowongan ke bawah tanah untuk pelarian Aldizech setelah selesai mengurus Treze.
"Baiklah ! Para Dwarf, segera bantu dan perkuat persenjataan mereka ! Waktu kita hanya sedikit ! Tunjukkan kekuatan Mantra, Ras Dwarf !! HOHOHOHO !!!" teriak tawa keras Kuraraku
"Kalian para elf segera memposisikan diri dan kalau bisa segera bantu para pemberontak yang ada di dalam kerajaan. Jangan lupa kabari Kron untuk melanjutkan ke tahap ke 2. Serta amankan jalan keluar dan masuk ke kerajaan, Bubar !" perintah Klire dengan tegas
"SIAP !" kata para Dwarf dan Elf dengan kompak
"Lu-luar biasa.. mereka benar benar sangat terstruktur.." kata Liliana yang kagum dengan komunikasi para elf dan dwarf
"Ya.. mereka sudah benar benar terlatih." kata Justin
"Baiklah ! Kita juga jangan sampai kalah !" teriak King ke Pilar dan kelas A
"Kita harus menunjukkan kekuatan kita, kita harus bisa menutup omongan mereka tadi. Mengerti ?!" tegas King
"SIAP !" jawab para pilar dan kelas A
Dengan begitu persiapan yang dilakukan oleh para penduduk, elf, dan dwarf sudah sepenuhnya siap. Mereka pun segera menuju ke kerajaan dan bersiap untuk berperang. Para Elf dan Dwarf sudah memulai penyerangan sesuai dengan rencana.
DINDING TIMUR
"Hah.. hah.. hah.. HAHAHAHA !" kata Arthur dengan tawa dan ngos-ngosan
"Kau.. masih bisa bisanya kau tertawa ?!!" teriak Schwerden sambil menyerang Arthur
"Maju kau, bocah !" teriak Arthur
ISTANA KERAJAAN
*DRAAKKKK* terdengar suara keras dobrakan pintu
"TREEEZEEE !!!" teriak lantang Aldizech
"Suara itu ?! Ayah !" kata Treze dengan terkejut
"Pemantra, gunakan Mantra pertahanan !" perintah panik Basiat
"Mantra : Lapisan Tak Tertembus !" kata para pemantra
"Jangan takut ! Kita pasti bisa menerobosnya seperti pintu pintu tadi !" teriak Aldizech menyemangati
"YAA !!" kata para pemberontak berkuda
"Mantra : Penguatan Baja !" teriak para pemberontak
"Huuaaggghhhh !!!!!!!" teriak para pemberontak mencoba menerobos lapisan pelindung
__ADS_1
"KRONN !! Ini saatnya !" teriak Aldizech
"K-K-Kron ?!" kata Treze dengan panik
"Mantra : Bertukar Tempat !" kata Kron menukar posisi antara Pemantra dengan Pemberontak
"Si-sialan !!" teriak Treze
"Mantra : Teleportation !" kata suara misterius
Tiba tiba Treze dan Basiat yang sudah terpojok dapat melarikan diri berkat mantra teleportation. Kron yang bisa mengejar dengan mudah memilih untuk tidak mengejar dan menyerahkan sisanya pada pasukan yang sudah menunggu di luar.
"Treze.. lari kemana dia ?!" teriak Aldizech dengan cukup panik
"Raja.. Treze dan Basiat telah berpindah ke luar kerajaan karena Mantra seseorang di pihak mereka." kata Kron yang tiba tiba muncul dihadapan Aldizech sambil berlutut
"Kron, bisakah kau mengantar kami ke tempatnya ?!" kata Aldizech dengan tergesa gesa
"Tentu Yang Mulia.. namun anda harus menenangkan pikiran anda terlebih dahulu.." jawab Kron dengan dewasa
"... benar.. maafkan aku.." kata Aldizech yang mulai tenang
"Tidak.. anda tidak perlu meminta maaf, Yang Mulia.." kata Kron
"Baik.. sekarang aku sudah tenang.. bisakah kamu memindahkanku ke tempat Treze ?" tanya Aldizech
"Tentu saja.. namun apa yang akan anda lakukan ?" tanya Kron
"Untuk urusan itu, serahkan saja padaku !" jawab Aldizech dengan percaya diri dan yakin
"Baiklah.. Mantra : Teleportation !" kata Kron memindahkan Aldizech dan pasukan berkuda
"Untuk urusan di sini, aku serahkan padamu !" kata Aldizech sebelum berpindah
"Tentu saja !" dengan santai sambil menunjukkan jempolnya Kron menjawab
Dengan begitu pengejaran terhadap Treze kembali digencarkan oleh Aldizech dan pasukan berkuda. Kron mengabari tentang kejadian di dalam istana kepada Silvanna, lalu Silvanna mengabari Kuraraku dan Klire.
"Hm.. jadi tugas kami akan dimulai..?" tanya Klire
"Cih ! Pengecut itu hanya menambah tugasku saja !
DINDING TIMUR
"SCHWERDENN !!" teriak Treze yang dipindahkan di dinding timur
"Ya-Yang Mulia !" kata Schwerden
"Hoi hoi.. mengapa kau bisa ada di sini..?!" tanya Arthur yang mengerutkan dahi
"... Pertanyaan itu tak perlu kujawab." kata Treze
"Karena, untuk apa aku menjawab pertanyaan dari orang yang akan mati..?" kata Treze dengan tatapan membunuh
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------