Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 33 - Hari Pelantikan Part 4


__ADS_3

"Yah.. seperti itulah yang ingin kukatakan, tapi kalau aku ceritakan pun memangnya kalian mau percaya ?" kata Silvanna


"Oleh karena itu, lebih baik kalian lihat sendiri saja kenyataannya !" kata Silvanna


"Mantra : Penglihatan Masa Lalu !" kata Silvanna


Mantra : Penglihatan Masa Lalu adalah Mantra dengan level yang cukup tinggi, hanya orang orang dengan kemampuan menggunakan Mantra terlatih saja yang dapat menggunakannya. Mantra ini bisa memperlihatkan sebuah masa lalu, tergantung keinginan dari yang melancarkan Mantra tersebut.


Kali ini Silvanna menggunakan Mantra tersebut untuk menunjukkan kenyataan pahit yang terjadi di kerajaan selama 2 tahun lebih ini.


"Ti-tidak mungkin kan.."


"Raja Aldizech.."


"Ahh !" ketakutan melihat pembunuhan yang dilakukan Treze


"Itu.. itu tidak mungkin Yang Mulia Treze kan ?!"


"Ti-tidak mungkin ! Se-selama ini kita yang telah dimantrai ?!"


"La-lalu anak itu..?"


Silvanna pun memperlihatkan kejadian yang menimpa para siswa di Terresia ketika mereka melawan Cerberus dan para iblis level 4. Ia juga memperlihatkan ketika Kron membawa Cerberus pergi melewati portal. Namun ia tidak bisa memperlihatkan kejadian yang ada di portal karena ia tidak bisa melakukannya.


"A-anak itu ?!"


"Ia melawan iblis tingkat 4 sendirian ?!"


"Tidak hanya itu ! Lihatlah ! Itu Cerberus !!"


"Ya !! Itu iblis tingkat 6 yang mampu menghancurkan sebuah kerajaan dengan mudah, Anjing Penjaga Neraka, Cerberus !"


"A-anak itu !"


"Awas !"


"Lu-luar biasa.. ia bisa menghadapi Cerberus sendirian !"


Kemudian Silvanna melanjutkannya ketika para siswa akan diserang oleh gerombolan iblis tingkat 4.


"A-apa itu..?!"


"Tidak mungkin kan !"


"Itu.. itu gerombolan iblis tingkat 4 !"


"Ba-bagaimana ini..?! Anak itu tak kunjung balik juga !"


"Ya ! Bagaimana nasib anak itu dan para siswa lainnya ?!"


"Bertahanlah !!"


Para warga yang terlarut dalam penglihatan masa lalu itu terbawa emosi ketika melihatnya


"A-apa itu ?!"


"Po-portal mengerikan apa itu ?!"


"Ge-gelap sekali.. seperti gerbang neraka !"


"A-ada yang muncul !"


"I-itu..?!"


"Cerberus !!"


"Lalu di mana anak muda itu ?!"


"A-apa dia dimakan ?!"


"Tidak mungkin kan.. ia bulan lalu masih terlihat kan !"


"La-lalu di mana dia ?!"


"Hei ! Lihatlah ! Ada sesuatu di punggung Cerberus !"


"I-itu.. terlihat seperti seseorang !

__ADS_1


"Perhatikan lebih teliti ! Itu...."


"Itu si anak muda !"


"Wah ! Dia bisa menjinakkan Cerberus !"


"Sungguh tidak bisa dipercaya !"


"Ya ! Kekuatannya pasti diluar nalar kita !"


Para penduduk pun bersorak ketika Kron datang kembali ke medan pertemuran. Mereka bersorak seperti melihat Sang Pahlawan yang telah datang.


"Lihatlah ! Cerberus menyapu bersih para iblis itu dengan satu serangan !"


"Ya ! Padahal iblis iblis itu sudah kuat kan !"


"Ya !"


Ketika mereka sedang bersorak gembira, Silvanna mengembalikan waktu ke 2 tahun sebelumnya. Silvanna menunjukkan pemberontakan yang dilakukan Treze. Ia memperlihatkan bagaimana kejinya Treze memperlakukan ayahanda nya.


"Ke-kejamnya !"


"Apa yang dia lakukan kepada Raja !"


"Sialan !"


"Aku harap dia mati saja !"


Silvanna menunjukkan pula bagaimana Treze menyakiti para rakyat, bagaimana para bangsawan kelas atas yang berpihak pada Treze memperlakukan mutilasi pada rakyat, korupsi besar besaran, jual beli budak, dan hal hal keji yang tak pernah mereka dengar kabarnya meski hanya kabar angin sekalipun.


"Tidak bisa dipercaya !"


"Orang orang iblis itu !"


"Sialan !"


Para penduduk semakin emosi dan semakin tidak bisa menahan emosinya melihat kelakuan para bangsawan hina itu. Ketika mereka semakin emosi, Silvanna menunjukkan pula aksi ketika suruhan Treze menggunakan Mantra untuk memanipulasi para penduduk.


"Sialan, ia menggunakan mantra hina itu pada kita !"


"Meski sukar untuk dipercaya.. namun ini faktanya kan ?!"


Ketika emosi penduduk sudah mencapai puncaknya, Silvanna mengalihkan penglihatan masa lalu tersebut ke waktu 1 bulan lalu atau tepatnya ketika peristiwa yang mengawali kejadian pertempuran ini. Peristiwa pengusiran dan perlakuan secara hina terhadap Pahlawan Terresia, Kron.


"Ja-jadi.. selama ini kita.."


"Selama ini penjahat yang sebenarnya.."


"A-apa yang telah kita lakukan..?"


"Apa yang telah kita perbuat ?!"


"Anak muda itu.. orang yang kita panggil hina itu.."


"Ia.. ia tidak bersalah..!"


"Kita.."


"... kitalah yang salah !" kompak dalam hati para penduduk


Silvanna yang melihat bahwa apa yang harus diketahui oleh para penduduk dirasa baginya sudah cukup mematikan Mantra tersebut.


"Jadi.. kalian semua sudah melihat kebenarannya kan ?!" kata Silvanna dengan tegas


"..." para penduduk hanya bisa terdiam takut


"Cih ! Kalian yang melakukan tindakan hina itu namun kalian tak ingin tanggung jawab ?!" bentak Silvanna lagi


"Ta-tapi nyonya.. saat itu kami sedang dimanipulasi !"


"Y-ya ! Kami dimantrai oleh orang orang hina tersebut !"


"Lalu kenapa ? Bukankah yang melempari, mencaci maki, merendahkan Kron adalah kalian ?!" bentak Silvanna yang mulai terbawa emosi


"Hanya karena kalian dimanipulasi atau dimantrai, bukan berarti kalian juga tidak salah !" sambung bentaknya


Para penduduk kembali terdiam dalam ketakutan dan perasaan bersalah yang sangat dalam

__ADS_1


"Sekarang.. aku akan memperlihatkan kenyataan.. kenyataan dimana orang yang pernah kalian hina, pernah kalian caci maki, pernah kalian lempari kotoran dan batu, pernah kalian rendahkan lebih daripada sampah itu.. bertempur demi masa depan kalian.. demi.. masa depan orang orang yang telah menindasnya !" kata Silvanna dengan emosi


"Mantra : True Eyes ! Perlihatkan kondisi pertempuran dan Kron !" kata Silvanna


Para penduduk pun melihat ke layar hologram di depan mereka. Mereka melihat bagaimana jeniusnya seorang Kron mengatur strategi pertemuran. Bagaimana jeniusnya seorang Kron mengatur aksi pelucutan. Bagaimana jeniusnya seorang Kron dalam memimpin para prajurit. Melihat bagaimana seorang Kron.. menjadi Pahlawan mereka.


"A-anak itu !"


"Ia bertarung bersama Elf dan Dwarf !"


"Lihatlah cara dia memotivasi para prajurit !"


"Su-sungguh taktik pertempuran yang luar biasa !"


"Ba-bagaimana dia bisa mengatur semua itu.. bagaimana.."


"Bagaimana ia bisa memikirkan semua itu..?!"


"Bagaimana ia bisa.."


".. menjadi sosok Pahlawan kita ?!"


Para penduduk pun terpukau melihat aksi jenius dari Kron. Para Pilar dan Kelas A pun terkagum kagum akan rancangan strategi perang dan pelucutan yang dipikirkan oleh Kron.


"Mantra : True Eyes, matikan !" kata Silvanna mematikan mantra tersebut


"Sekarang.. kalian semua sudah melihat kenyataannya kan ?!" kata Silvanna dengan tegas


"Jadi.. apa yang akan kalian lakukan.. untuk menebus kesalahan yang telah kalian lakukan ?!" sambungnya dengan emosi


Hening sejenak


"Kami.. kami akan bertempur bersamanya !" teriak lantang suara seseorang


Para penduduk mencari sumber suara itu dan memperhatikannya


"Kami.. akan berperang bersamanya !" teriak King dengan para pilar dan kelas A yang berada di sisinya


"Ki-king..?"


"Dan juga.. anak anak itu..?"


"Serta para pilar..?"


"Hahahaha ! Aku suka semangat kalian !" kata Silvanna menanggapi perkataan King


"Lalu, apa yang akan kalian lakukan, penduduk Duca ?" tanya Silvanna lagi


"......"


"(Heh.. tak ada jawaban kah ?)" gumam Silvanna


"TENTU SAJA BERTEMPUR BERSAMANYA !!" teriak para penduduk


"YAAA !!"


"AYO KITA SEGERA MENUJU KERAJAAN !!"


"AYOO !!"


Para penduduk pun berkobar semangatnya, apalagi setelah mereka menyadari kesalahan mereka dan melihat para siswa serta pilar yang ingin mengikuti peperangan.


"HAHAHA ! AKU SUKA SEMANGAT KALIAN !" kata Silvanna


"Bersiaplah ! Segera bersiaplah ! Dan... bertempurlah dengan segenap jiwa kalian !" teriak memotivasi Silvanna


"YAAAA !!!!" teriak semangat para penduduk


-----------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Terima Kasih !

__ADS_1


-----------=======-----------


__ADS_2